
Di lapangan Estadio Municipal Arouca.
"Dia berpura pura." Ungkap pemain yang menyikut Sean. Kemudian pemain itu membungkuk dan mengatakan beberapa kata pada Sean.
'Kamu jangan berpura pura, aku tau itu. Kamu lemah jadi kamu begini. Jangan menjadi sok.' Ucap pemain itu, rekan rekan Sean yang mendengar juga geram, mereka segera menjaga Sean karena takut Sean di apa apakan.
Meski ini di lapangan dan ada wasit, mental pemain muda biasanya berbeda dan mungkin mudah takut.
"Aku melihatnya."Ungkap wasit kemudian mengeluarkan kartu kuning.
"Hei heii, dia juga menarik narik bajuku, kenapa aku yang di kartu?" Protes pemain Varzim yang menyikut Sean.
Sean juga sudah mulai berdiri di bantu oleh Santos, namun Sean masih mengelus ngelus wajahnya yang di sikut, berpura pura sakit.
Tim medis tim Arouca juga mengompresnya dengan es karena takut akan bengkak atau apa.
Setelah itu tendangan bebas pun di miliki oleh tim Arouca.
Sean maju ke depan karena tendangan bebas pasti akan di tendang ke depan.
Sean mencari ruang yang kosong untuk meminta bola.
Dengan tanda peluit yang di tiup, Santos yang mengeksekusi tendangan bebas itu mengoper ke Ericson yang berada di tengah.
Santos tidak mengoper ke depan karena para pemain Varzim padat bertahan.
Sean terus bergerak mencari ruang dan mencoba meminta bola, dia terus diikuti oleh pemain lawan yang tadi menyikutnya dan terus mengoceh saat Sean berhenti bergerak, namun Sean mengabaikannya.
Pada menit 25, Valente yang menguasai bola mengoper bola pada Santos, Santos yang menerima bola itu tidak mengontrolnya dan langsung melakukan umpan terobosan ke depan.
Umpan terobosan itu merupakan umpan di antara para pemain bertahan dan gelandangnya, bola terus meluncur.
Sean yang melihat itu juga bergerak dan mencari ruang untuk mendapatkan kesempatan selanjutnya.
Roberto menerima bola dengan baik saat melihat umpan terobosan itu, dia akan berbalik namun punggungnya terasa ada yang menahannya dan tidak bisa berbalik.
Roberto yang kini berada 27 meter dari gawang pun ingin sekali menembak namun dia tidak bisa berbalik.
Sean yang sedari tadi mencari ruang pun melihat ini dan berlari menuju Roberto meminta bola.
Roberto yang melihat juga memberikannya pada Sean lalu Roberto akan segera berbalik untuk menerima operan dari Sean lagi.
Namun Roberto salah sangka, Sean tidak mengopernya.
__ADS_1
Saat Sean menerima bola, posisi itu merupakan wilayah yang cocok untuk Sean menembak.
Sean juga melakukan tembakan bukan karena kosong dan cocok, tapi itu merupakan zona tembak Sean.
Dengan keras Sean menendang saat menerima operan dari Roberto itu.
Jangankan Roberto yang tidak menyangka bahkan pemain lain pun sama tidak menyangkanya karena jarak ini lumayan jauh dari gawang.
Namun bola itu terus melesat menuju gawang.
Sean juga yang sudah selesai menembak melihat ke gawang.
Penjaga gawang yang kaget bahkan tidak bisa bereaksi sekalipun, bola yang di tendang Sean menuju pojok kanan atas.
Bola itu akhirnya masuk ke gawang tanpa hambatan halangan pemain ataupun usaha dari kiper.
Setelah bola masuk, Sean berlari melakukan selebrasi ciri khasnya itu.
Rekan rekan Sean segera berlari merayakannya, bahkan Roberto yang tidak sangka tadi langsung memeluk Sean dan mencium cium kepala Sean.
"Bagus, aku kira kau akan mengoper terbosan lagi padaku." Ungkapnya.
"Haha." Sean hanya tertawa.
Saat gol tadi para penonton, komentator dan pemain lawan tercengang. Berbeda dengan pelatih, staff dan pemain cadangan Arouca.
Dan akhirnya kenyataan.
Staff, pelatih, bersorak. Sedangkan para pemain cadangan sudah berlari ke sudut lapangan untuk merayakan bersama Sean.
"Goool."
"Ini gol indah dan tak di sangka sangka."
"Coba kau hitung berapa jarak nya?"
"Kira kira 27 atau 28 meter."
"Benar, dia melakukannya dengan baik."
Peluit juga segera meniup peluit lagi tanda pertandingan harus di mulai.
Sean dan para pemain kembali untuk melanjutkan pertandingan.
__ADS_1
Karena tertinggal 1 gol, pemain tim Varzim menjadi sedikit di luar kendali dan mencoba menekan tidak seperti biasa.
Mereka mencoba ke luar lebih maju untuk cepat cepat masuk wilayah tim Arouca.
Pelatih Jorge Costa yang melihat ini, melambaikan tangannya ke bawah meminta agar pemain tenang, namun pelatih Jorge Costa meminta Sean untuk tetap berada sedikit lebih depan di banding dengan Roberto untuk melancarkan serangan balik.
Sean dengan senang hati menuruti intruksi pelatih.
Sedikit demi sedikit penguasaan bila tim Varzim menjadi lebih masuk ke wilayah tim Arouca.
Sean hanya berjalan di sekitaran lapangan tengah mencoba mencari ruang untuk melakukan serangan balik nanti sambil mencoba menganggu sedikit jika bola di oper ke pemain belakang.
Pada menit 31, para pemain Varzim yang sudah berusaha keras memasuki wilayah tim Arouca akhirnya bisa memasuki wilayah Arouca, namun mereka masih tidak bisa melakukan tembakan ke gawang tim Arouca.
Menit 32, winger kanan Varzim yang menguasai bola mencoba melakukan cut inside untuk memberikan ancaman.
Namun saat ia senang berhasil dan akan menembaknya, bola yang akan ia tendang tiba tiba di tackle oleh full back kanan tim Arouca.
Bola pun menjadi liar, Sean yang melihat ini segera joging mencari ruang sambil melihat terus ke arah bola liar itu.
Saat Sean melihat bahwa Basto mendapatkan bola liar itu, Sean segera berlari namun sambil memperhatikan garis offside lawan.
Valente yang mendapatkan bola dari Basto segera mencari rekannya untuk mengoper bola lagi, namun dia tidak menemukannya.
Valente pun akhirnya mengoper ke fullback kiri dan kembali mencari ruang.
Fullback kiri tim Arouca Costa tidak membuang banyak waktu, dia sudah memperhatikan Sean dari tadi.
Dia langsung melakukan umpan jauh ke depan.
Sean yang tadi joging sambil melihat itu langsung berlari kencang ke depan karena bola itu sudah melaju melewatinya.
Sean berlari dengan kencang untuk mendapatkan bola itu, saat mendapatkan bola, Sean mengontrolnya dengan baik dan cepat, tidak banyak trik yang di lakukan.
Sean yang mendapatkan bola akhirnya mulai menggiring lagi maju ke depan mencoba lebih dekat ke gawang dan kotak penalti, namun full back lawan yang sedari tadi mengikutinya sudah muncul di depannya.
Sean pun memperlambat laju menggiring bolanya dan melakukan step over untuk mengecoh lawan, saat pemain bertahan terus membayangi Sean namun tidak berusaha merebutnya.
Tiba tiba tubuh Sean bergerak ke kiri namun gerakan kaki dan bolanya masih tetap di tempat.
Gerakan tiba tiba itu membuat full back yang tadi menjaganya terkecoh, Sean pun segera menggiring melewatinya dengan cepat karena ini merupakan peluangnya.
Saat sudah melewatinya, Sean sudah memasuki kotak penalti.
__ADS_1
Sean melihat bahwa pemain bertahan tidak menghalaunya lagi, dia kemudian menendang dengan tendangan melengkung yang pelan namun terarah ke sisi kanan gawang.
Sean tidak mengoper pada Roberto dan Lopes karena mereka belum ada di kotak penalti, dari pada menyia nyiakannya, Sean menembak sendiri.