I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 126.


__ADS_3

1 Agustus 2021,


Berada di rumahnya yang di Inggris merupakan tempat ternyaman bagi Sean karena dia bisa bersantai di dalamnya.


Sean sudah kembali dari Amerika untuk melakukan Training camp bersama tim utama Liverpool.


Di pertandingan terakhir melawan AC Milan di laga uji coba atau laga persahabatan itu, hasil dari pertandingannya harus berakhir dengan imbang.


Dimana skor sampai akhir adalah 2 - 2.


Dalam pertandingan itu, Sean tidak mencetak satu gol, tapi dia benar benar berkontribusi atas 1 gol yang di cetak oleh Joao Felix di gol pertamanya.


Sehabis pertandingan melawan AC Milan itu, Sean dan timnya tidak langsung pulang, melainkan memilih untuk tinggal di sana selama 4 hari lagi.


Mereka berlatih selama 2 hari lagi, dan 1 hari sisanya di pakai untuk berlibur para pemain untuk menghilangkan kelelahan.


Dimana selama 2 Minggu lebih mereka di siksa dengan mode pelatihan neraka.


Namun hasil dari latihan mode neraka itu benar benar membuahkan banyak hasil bagi para pemain dan bos.


Meski di pertandingan uji coba mereka hanya meraih 3 kemenangan, 2 imbang, dan 2 kekalahan, itu sudah cukup sebagai bahan evaluasi dan perbaikan sebelum liga di mulai tanggal 4 Agustus.


Dimana itu adalah tersisa 3 hari lagi.


Namun evaluasi dan perbaikan dari skema itu juga tak terlalu banyak, hanya perlu memolesnya sedikit dan menambahkan beberapa bumbu yang pas agar skema tersebut menjadi lebih sempurna.


Dan jika sudah sempurna, itu di yakinkan akan membuat lawan merasa sangat tertekan dan sulit untuk melakukan perlawanan.


Perbaikan dan Evaluasi ini juga seperti agar pemain agar lebih kurang membuat kesalahan.


Dimana seperti terjadinya gol untuk AC Milan yang kedua.


Skema yang di gunakan dalam pressing dan mengikuti lawan sudahlah benar dan sangat bagus.


Apalagi saat Declan Rice ikut membantu melakukan pressing, hanya saja kesalahan yang tak terduga terjadi, dimana bola malah terbuang dan di dapatkan oleh pemain lawan sehingga bisa dengan cepat melakukan serangan.


Jika saja itu tidak terjadi, sudah di pastikan bahwa bola juga akan menjadi milik Liverpool dan tinggal menguasainya saja.


Menguasai bola dan menyusun serangan lagi dari belakang secara perlahan tapi pasti.


Apalagi di lihat dari setiap pertandingan yang ada di laga persahabatan saat di Amerika, penyerang penyerang tim Liverpool benar benar tidak mengecewakan bos.


Dimana ketiga penyerang adalah Sean, Felix dan Mbappe benar benar sangat produktif.

__ADS_1


Selama laga uji coba kemarin di Amerika saja, Liverpool berhasil menyarangkan 23 gol dan kemasukan 9 gol.


Dimana dari 3 gol lainnya di cetak oleh pemain bertahan dan gelandang.


20 sisanya merupakan hasil dari gol para penyerang tim.


Bos juga ingin memperbaiki lini belakang karena gol yang mereka terima di pertandingan kemarin cukup banyak.


Meski itu hanya 9 gol, tapi itu benar benar banyak.


Itu di sebabkan karena di setiap pertandingan, meski Liverpool berhasil imbang ataupun menang, mereka pasti kemasukan gol dan tidak pernah clean sheet.


Jadi perlu di benahi lagi di lini belakang agar lebih sempurna.


Dalam laga uji coba kemarin di Amerika, bos dan staf kepelatihan awalnya ragu karena bos benar benar memakai para pemain muda untuk mengisi lini depan.


Meski mereka sudah tahu dari jauh jauh sekali, tapi saat benar benar terealisasikan itu benar benar membuat kaget.


Tapi apalah daya, bos lah yang mengatur dan mempunyai hak apalagi memiliki keputusan yang mutlak jadi harus di ikuti.


Untung saja, tiga penyerang muda Liverpool benar benar tidak mengecewakan bos dan staf yang awalnya ragu.


Tapi ini belum sempurna dan perlu sedikit polesan lagi oleh bos agar lini serang semakin tajam dan produktif.


Para fans atau pendukung setia yang datang juga benar benar di buat kagum oleh lini serang muda Liverpool.


Meski awalnya mereka juga sama ragu nya seperti para staf, tapi kedatangan mereka ke Amerika juga tak sia sia karena mereka di perlihatkan pertunjukan yang bagus oleh lini serang muda Liverpool.


Para akun media sosial Liverpool atau fans page Liverpool juga banyak membahas lini serang muda tim mereka.


Mereka berharap agar ketiganya bisa seperti trio Firmansah(Firmino,Mane,Salah).


Mereka juga akan tetap mendukung karena trio penyerang yang baru juga sudah menunjukan kebolehannya jadi mereka akan menunggu dengan sabar sampai trio yang baru ini benar benar bisa menggantikan trio Firmansah di hati mereka.


Sementara itu, bursa transfer di musim panas ini juga semakin panas.


Banyak para pemain yang masuk ke Liga Inggris dan di rekrut sebagai amunisi baru para klub klub Liga Premier.


Ini membuat Liga Premier semakin ketat dan seru.


Banyak warga Inggris yang tidak memihak klub mana pun ikut antusias karena negara mereka merupakan tempatnya para pemain hebat berada.


Dan kabar lainnya adalah, Sean di buat kaget saat mengetahui bahwa Marselino Ferdinan benar benar sudah resmi bergabung dengan klub asal Spanyol.

__ADS_1


Yaitu Valencia.


Meski itu masih di akademi karena umurnya dan statusnya, namun statusnya juga tak akan lama lagi karena aturan di Inggris dan Spanyol berbeda.


Jadi mungkin tahun depan Marselino juga bisa debut profesional bersama tim utama Valencia.


Ini membuat para warga Indonesia yang benar benar menyukai sepak bola semakin menunggu generasi generasi berikutnya.


Apakah akan ada para penerus bagi talenta talenta muda yang seperti sekarang agar sepak bola Indonesia tetap bertahan dan tetap di perhatikan oleh mata dunia.


Meski ini hal kecil, tapi warga Indonesia yang menyukai sepak bola benar benar bangga dan bahagia melihat itu.


Di ruang keluarga atau ruang bersantai, Sean sedang mengobrol dengan Felix yang mampir ke rumahnya bersama pacarnya.


Sean memiliki wajah jelek saat Felix datang bersama pacarnya.


Sean juga memiliki pertanyaan di pikirannya saat Felix datang bersama pacarnya itu.


'Apa maksudnya orang ini datang bersama pacarnya?'


'Apakah orang ini sengaja?' Itulah pikiran Sean saat Felix datang berkunjung ke rumahnya.


Di rumahnya Sean, pacarnya Felix juga tak malu malu dan sangat terbuka dimana dia juga ikut untuk mengobrol sehingga suasana juga tak terlalu canggung dan benar benar hangat.


Hanya saja sesekali Felix benar benar brengsek.


Dia malah sengaja mencium cium wajah pacarnya itu di depan Sean.


Sean juga yang awalnya tahan menjadi tak tahan dan melemparkan bantal yang ada di sofanya itu.


Setelah itu ketiganya juga malah menjadi bercanda dan mengobrol lagi.


Sean juga menjadi lebih akrab dengan Felix.


Sean juga jadi tahu banyak hal, ternyata saat di Portugal dulu, Felix juga selalu memperhatikan perkembangan Sean.


Itu karena menurutnya, Sean benar benar pemain hebat yang membuatnya semakin tertarik agar bisa bersaing dengan Sean.


Namun siapa sangka, kini mereka malah menjadi satu tim dan itu membuat Felix tertawa saat tahu hal itu akan terjadi.


Dimana dia awalnya ingin bersaing tapi malah harus bekerja sama.


Felix dulu tidak ingin bersaing dengan Mbappe karena Mbappe benar benar sudah di luar kapasitasnya untuk dikejar olehnya, tapi Sean itu adalah hasil kerja keras dimana Felix pasti bisa bersaing dengan Sean.

__ADS_1


__ADS_2