
3 hari kemudian,
Di Indonesia,
Silva yang sudah mendarat sebelumnya sedang menginap di sebuah hotel. Ia juga sudah menelpon kedua orang tua Sean untuk bertemu membantu membuat usaha kecil milik Sean.
Silva sedang menunggu kedatangan ke dua orang tua Sean di lobi sebuah hotel.
Tak lama, ibu dan ayah Sean juga datang. Mereka menghampiri Silva karena sudah pernah melihatnya ketika melakukan panggilan vidio.
"Terima kasih telah datang ke Indonesia, Tuan Silva. Maaf juga jika anak saya merepotkan." Ungkap ayah Sean.
"Tak apa tak masalah. Ini sebagian dari pekerjaanku juga."
"Baiklah mari kita bahas di sini saja tujuanku datang ke sini."
Dengan itu orang tua Sean juga duduk di lobi yang sudah di sediakan kursi seperti tempat mengobrol di cafe cafe.
"Tujuan ku datang ke sini, selain untuk mencicipi makanan khas Indonesia, saya juga melakukan semua ini karena urusan klien saya, yaitu putra ibu dan bapa."
"Sean, ingin memulai usaha kecil seperti toko pakaian untuk memutar uangnya. Ia juga tak mau jika nanti karirnya turun dia tidak punya apa apa, jadi selagi merintis karirnya sekarang sebagai pemain sepak bola profesional, dia juga ingin merintis usaha nya supaya ada simpanan untuk nanti." Jelas Silva.
Kedua orang tua Sean kaget dengan pemikiran Sean, tapi mereka juga bangga dan bersyukur karena Sean tidak menghamburkan uangnya dengan yang tidak jelas.
"Jadi apa lagi?"
"Saya meminta bantuan kalian untuk mencari tempat dan juga mengurus tokonya karena saya tidak bisa tinggal di sini." Ungkap Silva yang tidak tahu bahwa keluarga Sean memiliki usaha tapi sudah bangkrut.
"Iya kami mengerti, terus Sean memberikan berapa uangnya?" Tanya ibu Sean.
"Kira kira 25 juta lebih. Untuk usaha pakaian kecil itu cukup sepertinya jika di Indonesia."
"Sean ingin pakaiannya adalah produk asli brandnya, jadi tidak membeli dari yang lain lalu menjualnya lagi."
"Baiklah kami mengerti, kalau begitu, saya juga akan membantu sedikit sedikit dalam perencanaannya." Ucap ayah Sean yang bangga. Apalagi sekarang dirinya tidak bekerja.
Ia juga berniat menggunakan uang simpanan hasil jerih payahnya selama ini di tambahkan ke uang Sean dan juga tambahan uang Sean yang dulu di kirimnya.
"Sebenarnya, Sean juga mengirimkan uang kepada kami, tapi kami tidak menggunakannya karena takut Sean membutuhkannya. Kita bisa menambahkan uang itu juga." Ungkap ayah Sean.
"Baiklah itu lebih bagus, dengan modal itu, itu sangat cukup."
"Sebentar, saya telpon Sean dulu, saya tidak tahu apa nama toko dan brandnya."
__ADS_1
Dengan itu Silva menelpon Sean, dimana Sean sedang rebahan setelah selesai mandi.
"Hallo ada apa?"
"Nama toko dan brandnya apa?"
Sean tertegun, dia tidak memikirkan ini sama sekali sebelumnya.
Setelah berpikir lama, "Beri nama saja Arunika."
Dengan itu Sean menutup telponnya, dia memikirkan ini karena arti dari Arunika sangat dalam.
Ini seperti karir dan usahanya yang akan di mulai.
Arunika juga mempunyai arti matahari yang terbit dengan indah.
Silva yang di Indonesia segera memberi tahu kedua orang tua Sean nama nya.
Setelah itu Silva mengikuti kedua orang tua Sean untuk mencari tempat dan segera membereskan semua urusannya di Indonesia.
Rencana Silva untuk usaha Sean adalah toko pakaian Arunika hanya namanya saja dan model model baju yang di jual nantinya itu terserah para pembuat baju.
Silva merencanakan semuanya. Toko pakaian Sean tidak akan berpusat pada pakaian baju bisa, tapi celana, kemeja, jaket dan lainnya.
...
Sean sedang yang sedang berbaring kembali bangkit dan menyalakan PlayStationnya untuk bermain.
"2 hari lagi pertandingan dengan Varzim, aku tidak tahu, aku bisa masuk starting line up atau tidak."
Sean sudah yakin bahwa dirinya bisa masuk daftar besar, yang belum di yakini Sean hanya memasuki starting line upnya saja.
Varzim merupakan lawan yang cukup baik, meski di awal liga musim ini mereka sudah imbang 2 kali dalam 2 pertandingan, tapi musim kemarin mereka finish di posisi 9, yang dimana di belakang tim Arouca.
Tapi semuanya juga sudah berubah karena mereka juga pasti membeli pemain di bursa transfer.
...
Keesokannya,
Di tempat latihan Arouca, para pemain berlatih dengan intensitas yang sedang agar tidak membuat para pemain terlalu lelah dan akibatnya nanti cedera.
Apalagi besok mereka akan bertanding, jadi intensitasnya hanya rendah.
__ADS_1
Intensitas pelatihan biasanya adalah 1 hari sesudah pertandingan adalah rendah, lalu keesokannya tinggi sampai 1 hari sebelum pertandingan yang di ubah menjadi intensitas menengah.
"Meski Varzim sudah dua kali imbang, kita harus memperhatikan pemain Varzim apalagi penyerangnya yang tajam, kemarin penyerang itu mencetak 2 gol, tapi masih imbang."
"Jadi waspadai, ketajamannya sangat kuat, pergerakannya juga selalu bagus, peluang mencari ruang kosongnya juga hebat."
"Itu merupakan penyerang yang hebat, jadi jaga dengan ketat." Ucap analis dari tim Arouca yang ikut berbincang dengan pemain dan pelatihnya.
Memang, pencetak gol terbanyak saat ini adalah penyerangan Varzim, dia sudah mengemas 5 gol dari 2 pertandingan.
Di pertandingan awal, penyerang itu melakukan hattrick hanya saja timnya tidak bisa mendapatkan 3 poin dan hanya 1 poin karena lawannya juga mencetak 3 gol.
Sean yang ikut dalam perbincangan itu juga tahu bahwa pencetak gol terbanyak saat ini sudah 5 gol, itu pun baru 2 pertandingan.
'Orang orang Eropa memang hebat' Sean juga sadar, meski dirinya sudah mencetak 2 gol dan bekerja keras dalam setiap latihan dan pertandingan itu masih jauh dari kata cukup.
'Bekerja keras lagi, ayo lewati dia.' Sean bertekad untuk melampaui pemain pemain hebat.
Dia juga ingin mencetak hattrick dan selalu membawa timnya menang.
"Keuntungan kita sebagai tuan rumah harus dimanfaatkan."
"Baiklah, aku akan memberi tahu siapa saja yang masuk daftar besar dan starting line up."
Dengan itu pelatih mulai memberi tahunya, namun yang tidak di sangka sangka adalah, Sean memasuki starting line up.
"Saya coach?" Tanya Sean sambil menunjuk diri nya sendiri.
"Siapa lagi? Tak mau?" Tanya pelatih Jorge Costa sambil bercanda.
"Mau mau." Sahut Sean dengan mengangguk sambil tersenyum lebar.
'Aku starting line up.'
Kemudian setelah selesai memberi tahu starting line up, pelatih juga memberi beberapa instruksi untuk besok, meski besok juga akan diberitahu lagi, tapi pelatih selalu tak lupa melakukannya, itu bertujuan agar pemain juga memikirkannya dengan matang dan bisa mengembangkannya nanti di lapangan.
"Baiklah, sudahi, bersalin dan pulang." Ungkap pelatih.
Rekan lainnya kemudian segera ke ruang ganti untuk bersalin, namun Sean tidak mengikutinya, dia melakukan latihan lagi sendiri.
Sean juga sudah di beri izin, pelatih fisik juga memberikan jadwal pada Sean agar tubuh Sean tidak terbebani, jadwal yang di buatkan juga teratur agar tubuh Sean juga tumbuh dengan baik.
Pelatih tidak melarangnya asalkan tidak terlalu berlebihan dan besok harus kelelahan.
__ADS_1
Sean melakukan latihan sesuai jadwal yang sudah di buatkan pelatih fisik.