
Pertandingan antara Arouca dan Varzim baru saja di mulai di babak ke 2, namun menjelang 5 menit awal babak kedua, Varzim sudah terbobol gol lagi oleh tim Arouca.
Gol ketiga tim Arouca masih di cetak oleh pemain yang sama.
Kedudukan sekarang semakin menjauh, dengan unggul 3 gol, Arouca menjadi semakin berani dan tenang untuk memainkan bola di wilayahnya.
Namun itu hanya trik saja, karena Arouca tidak berniat berhenti di 3 gol saja.
Sesuai dengan instruksi pelatih, jika sudah mencetak gol di awal, tenang daan sabar.
Coba untuk menarik pemain Varzim semakin keluar untuk mencetak gol, jika pemain Varzim sudah keluar, baru tim Arouca melakukan serangan lagi.
Dengan taktik tarik ulur seperti itu, tentunya pelatih Vitoriano Ramos yang merupakan pelatih Varzim tahu, dia juga berusaha menenangkan pemainnya untuk tidak termakan skema taktik mereka.
Namun saat pemain tim Varzim tenang dan sabar, pemain tim Arouca bahkan lebih sabar dan santai untuk memainkan bolanya seperti sedang latihan.
Menit 63, pergantian pemain di lakukan oleh tim Varzim, pelatih Vitoriano Ramos mencoba untuk mengubah sesuatu di lapangan dan berharap pemain yang baru di masukan memberikan dampak positif.
Sean yang terus bergerak, Sean juga kadang kadang menerima bola dan membawanya ke depan dengan sengaja, tapi saat sudah mencapai wilayah tim Varzim, Sean mengembalikan bola ke belakang lagi, hanya untuk membuat pemain Varzim sedikit tidak tenang dan kesal.
Waktu terus berjalan, sampai menit ke 75, pemain Varzim sudah tidak mempunyai waktu lagi, menit 70 ke atas adalah menit magic yang bisa apapun terjadi di lapangan.
Dengan penuh harap, pelatih Vitoriano Ramos melambaikan tangannya sambil berteriak memberikan instruksi untuk melakukan serangan.
Pelatih Arouca, Jorge Costa yang di pinggir lapangan tersenyum melihat ini, dia sudah memberikan instruksi pada pemainnya tadi.
Dengan pemain Varzim yang berani ke luar, Sean mencari ruang kosong, tak lama bola pun menghampirinya karena Sean yang sudah menempati wilayah kosong.
Sean membawa bola masuk lebih dalam, saat 2 pemain bertahan menghadang Sean, Sean melihat ke arah kotak penalti, di sana sudah ada Roberto, Lopes dan Ericson yang sedang mencari ruang kosong berharap mendapatkan umpan.
Sean juga tak terlalu serakah dan apalagi dia menghadapi 2 pemain, menggerakkan bolanya perlahan lahan sambil melihat ke kotak penalti, saat melihat Roberto sudah lepas dari pengawalan dan mempunyai ruang, Sean menggerakkan tubuhnya dengan cepat ke sisi kanan bersamaan dengan bolanya, setelah melakukan itu dengan cepat, Sean langsung melakukan umpan silang pada Roberto di kotak penalti.
Umpan silang yang akurat Sean kirimkan pada Roberto, Roberto yang leluasa itu tak membuang waktu lama, dia melompat dan melakukan sundulan ke arah gawang.
Bola yang di sundul oleh Roberto melayang ke gawang, penjaga gawang tim Varzim mencoba untuk menyelamatkan bolanya namun sundulan itu mengarah ke pojok kanan atas yang sulit sekali untuk di selamatkan.
__ADS_1
Dengan gol itu, Roberto berlari ke sudut lapangan melakukan selebrasi, Sean juga berlari mengejarnya dan langsung melompat ke punggungnya.
Rekan rekan Sean juga sama berlari, dengan gol yang di cetak Roberto, Arouca unggul 4 gol dari Varzim.
Menit ke 78, pelatih Jorge Costa melakukan pergantian pemain.
Sean di gantikan oleh Kuca, Lopes di gantikan oleh Alves.
Pelatih Jorge Costa menjadikan pergantian ini sebagai transisi formasi juga yang awalnya 4 3 3 menjadi 4 5 1.
Membuat Roberto sendirian di depan dan membuat lini tengah semakin kuat.
Sean yang sudah duduk di bench juga melonggarkan tali sepatunya, memakai rompi dan juga sambil meminum air mineral.
Ia juga tak lupa untuk memperhatikan pertandingan lagi karena pertandingan belum selesai.
Di sisa 10 menit terakhir ini, Varzim berusaha sekuat tenaga hanya untuk bertahan, mereka sudah tidak berniat mencetak gol lagi.
Dengan itu juga para pemain Arouca yang memiliki 5 gelandang semakin santai dan nikmat menguasai bola.
Dengan bunyi peluit dari wasit, pertandingan pun berakhir.
Sean berjalan bersama dengan rekannya dan bersalaman lagi dengan para pemain Varzim.
Pelatih juga bersalaman dengan pelatih Vitoriano Ramos, setelah itu pelatih membawa Roberto lagi ke ruang pers.
Sean tidak di bawa sesuai dengan prinsip dan pemikiran Jorge Costa yang tak mau Sean terlalu terbuai.
Sean bersama rekannya kembali ke ruang ganti, di ruang ganti, Rocha dan Santos memanjakan Sean sambil bercanda.
Rekan lainnya juga mengacak ngacak rambut Sean yang terbilang sudah panjang, mungkin jika di ikat juga bisa. Namun Sean tidak mengikatnya dan berniat memotongnya nanti.
"Nak, sekarang kamu melakukan hattrick, apakah tidak ada acara perayaan?" Ungkap Valente yang tersenyum.
"Aku ingin, tapi ini baru awal dan juga tak punya uang." Ungkap Sean konyol dan polos.
__ADS_1
Ungkapan Sean langsung di tertawakan oleh para rekannya karena mereka melihat tingkah Sean yang konyol.
"Tidak mungkin pemain bola tidak mempunyai uang." Ungkap Ericson berpura pura tidak senang.
"Iya kamu pasti memilikinya, ayo adakan perayaan, cuma menghabiskan sedikit uang."
Sean juga berpikir sebentar dan mengangguk. Ia masih mempunyai uang sedikit.
"Kalau begitu kita rayakan di rumah Jubal." Ucap Santos tiba tiba.
Jubal juga tertegun namun dia mengangguk, rumah Jubal sangat besar dan tersedia halaman belakang yang luas juga.
"Perayaannya apa? Barbeque?"
"Aku tidak minum alkohol." Ungkap Sean.
"Baiklah kita harus menghargainya dan barbeque saja."
"Tapi jika kalian ingin minum bir dan lainnnya juga tak apa jangan sungkan." Ungkap Sean.
Staff yang mendengar itu juga berbicara akhirnya, "Kalian bisa melakukan itu tapi ingat jangan terlalu malam dan juga jangan terlalu berlebihan jaga staminamu."
Para pemain juga mengangguk. Sean dan lainnya segera berganti menunggu kedatangan pelatih dan Roberto.
Karena lama, assisten pelatih meminta para pemain untuk menunggu di bus saja. Dengan itu para pemain berangkat ke bus meninggalkan Roberto untuk bersalin sendiri.
Di ruang pers.
Para reporter banyak sekali bertanya, mereka menanyakan hattrick Sean, pelatih Jorge Costa menjawab sebisanya dan berbicara tentang faktanya.
"Aku tidak akan berkomentar lebih, aku hanya akan berbicara sedikit tentangnya. Mungkin kamu mendengar bahwa Cristiano Ronaldo ketika muda selalu datang lebih awal dan pulang lebih lambat ketika latihan kan? Itulah yang di lakukan Sean ketika berlatih. Jadi untuk setiap kerja keras Sean, alu menghargai dan mempercayainya."
"Soal dia mencetak hattrick, itu adalah kepuasan dan kebanggan bagi saya karena telah berani memberikan kepercayaan bagi pemain muda. Untung saja, pemain tidak mengecewakan saya."
"Hattrick itu adalah kemampuan Sean sendiri, bagaimana cara dia mencari ruang, menembak, ketenangan dan lainnya itu adalah miliknya sendiri. Kami tidak melatihnya itu adalah bakatnya dan kesadaran Sean sendiri. Saya sebagai pelatih hanya melengkapinya dengan memberikan instruksi."
__ADS_1
Dengan itu acara pers masih berlangsung dengan menanyakan beberapa hal lainnya. Kedua pelatih menjawab dengan baik, Roberto juga sesekali menjawab pertanyaan dari para reporter.