
24 Januari 2018,
Sean bersama rekan tim Arouca sudah berada di ruang ganti stadium Municipal Jose Martins Vieira milik tim Cova Piedade.
Sean dan rekan timnya berangkat pagi hari karena pertandingan di gelar sore hari. Bisa berangkat pagi hari karena perjalanan juga tak cukup jauh yang dimana tidak akan membuat pemain lelah setelah perjalanan.
Di ruang ganti tim, Sean dan rekannya sedang berganti menggunakan seragam tim Arouca.
Hanya dengan beberapa persiapan semuanya juga selesai, hanya tinggal menunggu pelatih memberikan instruksi lanjutan.
Pelatih belum memberikan instruksi karena dia masih berbicara dengan assisten pelatihnya.
Setelah beberapa saat, pelatih menghampiri para pemain.
"Dengarkan baik baik."
"Cobalah beradaptasi dengan skema yang sudah kita latih seminggu terakhir, ini juga kesempatan kita karena Cova Piedade meraih banyak hasil yang buruk jadi kita masih bisa beranggapan mereka belum berubah."
"Tapi jangan terlalu meremehkannya karena tim mereka musim kemarin bisa finish di posisi tengah yang dimana itu cukup menjadi modal bahwa para pemain tim lawan dan pelatih juga mampu, hanya saja mereka musim ini sedang sial dan mungkin karena mereka juga belum menyiapkan skema baru."
"Perbanyak passing atau operan pendek, jika jarak pendek sulit karena ruang terbatas dan ruangnya tertutup, coba cari ruang yang sedikit jauh, manfaatkan lebar lapangan."
"Jangan takut untuk memakai passing atau operan jauh jika operan atau passing pendek tak bisa di lakukan."
"Masuk ke dalam wilayah lawan, tekan mereka dengan banyak operan."
"Saat sudah berada dalam zona tembak kalian, jangan ragu untuk mencobanya."
"Cobalah untuk memiliki banyak gol di pertandingan ini."
"Kurangi kesalahan yang tidak perlu."
"Oke segitu saja." Pelatih bertepuk tangan di ikuti oleh para pemain.
Para pemain kemudian mengobrol sebentar sambil menunggu staff official pertandingan datang.
Di luar, para penonton dari tim Arouca hanya sedikit yang datang karena tiket sudah terjual habis.
Tiket banyak di beli oleh para penonton tim Cova Piedade.
__ADS_1
Biasanya di stadion stadion besar selalu ada batasnya, tapi karena kapasitasnya kecil jadi hampir semua tiket dimiliki oleh para penonton tim Cova Piedade.
Para penonton tim Arrouca yang datang hanya mungkin 100 orangan kurang lebih. Biasanya jika di stadion stadion besar, para penonton tim Arouca yang melakukan away akan datang dengan jumlah minimal 500 atau 600.
Tak terasa, para penonton yang sedari tadi bersorak dan bernyanyi pun melihat bahwa para pemain sudah memasuki lapangan.
Komentator di lapangan juga sudah memasuki jam kerjanya, mereka mulai berbicara.
"Di sini, tim Cova Piedade harus melawan tim yang sekarang sedang dalam masa puncaknya."
"Sedangkan Cova Piedade sendiri, mereka sedang dalam kondisi yang tidak baik baik saja, mereka sudah banyak mengalami imbang dan kekalahan di musim ini."
"Namun melihat kinerja mereka di musim kemarin, mungkin mereka akan melakukan come back lagi di laga pertandingan hari ini."
"Saya harap begitu." Sahut komentator satunya.
"Baiklah, mari kita saksikan saja, karena kick off juga sudah di mulai."
Kick off di mulai dengan tim Arouca, dimana kapten atau Jubal memilih untuk bola terlebih dulu.
Dengan bola kick off yang di tendang Ericson, para pemain tim Arouca tidak diam di tempat meski mereka tidak di pressing lawan.
Mereka langsung bergerak mencari ruang kosong. Para pemain depan seperti Sean, Roberto dan Lopes sudah memasuki wilayah lawan, namun belum terlalu dalam.
"Iya memang, mereka bergerak dengan cepat dan selalu mencari ruang yang kosong setelah memberikan operan." Sahut komentator satunya lagi.
"Aku tidak tahu apakah stamina mereka akan bisa bertahan selama 2 babak jika mereka terus melakukan hal seperti ini?"
"Tapi dilihat bahwa masih ada sedikit kesalahan yang memungkin bahwa mereka juga sedang beradaptasi dengan skema ini."
Memang kesalahan yang di buat para pemain Arouca adalah mereka melakukan banyak operan pendek meski mereka sedang di pressing, walau sudah berlatih seperti itu, tapi anjuran pelatih adalah untuk mencoba mencari ruang dan memanfaatkan lebar lapangan.
Memasuki menit ke 13, bola masih di kuasai oleh tim Arouca dan tim Cova Piedade hanya sesekali menguasai bola dan itu tidak lama karena mereka terlalu terburu buru untuk menyerang dan tidak menyusun serangan, sehingga bola yang mereka kuasai untuk menyerang dengan cepat itu terebut lagi dengan cepat oleh para pemain Arouca.
Sean yang berada di wilayah pertahanan lawan sudah bergerak sedari tadi namun dia masih belum menemukan banyak kesempatan untuk memegang bola karena dia selalu di jaga ketat.
Sean juga sadar dengan hal ini bahwa jika dirinya terus seperti ini, dirinya tidak akan bisa berkembang lagi.
Sean bergerak sambil terus berpikir bagaimana caranya melepas kawalan ketat ini.
__ADS_1
Dia ingin berkembang dan mencapai level baru.
'Ayo kamu bisa Sean, jangan mudah terprovokasi dengan hal kecil, jangan tersinggung dengan setiap ucapan buruk yang keluar dari mulut pemain itu.'
Memang, selain di jaga ketat Sean juga sering di ganggu dengan ucapan ucapan sarkas dan kotor dari pemain full back lawan yang menjaganya.
"Pemain kecil sepertimu terlalu cepat untuk bermain di Liga Pro."
"Apalagi kamu orang Asia, ini Eropa."
Terus saja ucapan ucapan nya tak berhenti namun Sean mengabaikannya.
Saat memasuki menit 21, Sean melihat bahwa Santos terlihat sedikit kesusahan setelah menguasai bola.
Sean menggerakkan jari telunjuknya ke sebelah kanan dimana itu adalah ruang kosong yang di buka olehnya.
Santos yang masih melihat sekitar meski sedang kesusahan juga sadar dengan gerakan kecil Sean.
Dia kemudiaan langsung melakukan operan panjang datar pada sisi kanan Sean yang kosong.
Sean juga bergerak dengan cepat untuk menerima bola sebelum full back lawan sadar.
Saat Sean sudah menerima bola dengan kontrol bolanya yang baik, Sean membalikkan badan dan melihat ke kotak penalti, namun yang di lihat Sean adalah full back lawan yang sedari tadi menjaganya dengan ketat.
Sean tersenyum karena masih percaya diri jika 1 lawan 1.
Sean kemudian menggerakkan bolanya ke sisi kiri, dimana itu adalah sisi untuk menuju ke sudut lapangan.
Sean menggerakkan bolanya dengan pelan pelan, dia menggunakan telapak kakinya untuk menggerakkan bola itu, itu seperti di injak namun Sean hanya menekan sedikit dan menggerakkannya dengan halus.
Saat sampai dekat sudut lapangan, Sean menggerakkan badan dan kakinya dengan cepat ke arah yang berlawanan.
Bola juga Sean gerakan oleh kaki luarnya ke arah kanan.
Full back lawan yang sedari tadi membayangi gerakan Sean juga tertipu karena tidak menyangka Sean mempunyai gerakan lain secara tiba tiba.
Sean yang sudah melakukan tipuan itu langsung mendorong bola ke arah dalam kotak penalti.
Namun saat akan memasuki kotak penalti, pemain bertahan lain datang.
__ADS_1
Sean pun terpaksa melakukan step overnya dan menggerakkan bola dengan kaki kanan luarnya, dimana bola ke luar dari kotak penalti lagi.
Tapi Sean dengan cepat berlari ke arah bola lagi dan langsung menembak ke arah gawang tanpa melihat ke gawang.