I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 124.


__ADS_3

2 Minggu kemudian,


Sean sudah berlatih bersama tim utama Liverpool dan para pemain baru yang di beli di jendela transfer musim panas ini.


Sean merasakan bangga dan bahagia di saat training camp ini, karena ini pengalaman baru baginya dan menemukan teman teman baru.


Di training camp, dimana latihan nya adalah latihan dengan intensitas yang ekstrim, Sean awal awal kewalahan karena dia syok.


Dia pertama kali merasakan apa yang namanya pelatihan neraka seperti yang di katakan Trent.


Meski Sean sering berlatih dan menjaga kondisi tubuhnya agar tetap baik dan bugar, Sean benar benar syok.


Untung saja bukan hanya Sean yang kewalahan, bahkan para pemain baru yang baru mengalami cara melatih Bos juga kewalahan seperti bos.


Declan Rice yang mempunyai tubuh tinggi dan kuat itu terlihat dari luar saja, tapi saat pelatihan intensitas ekstrim itu dia hampir muntah karena tidak tahan.


Declan Rice merasa tubuhnya benar benar di siksa.


Tapi berkat pengajaran pertamanya bagi Sean, Sean semakin membiasakan diri dengan intensitas ekstrim seperti ini.


Kualitas stamina juga meningkat lagi, ini memang benar benar di butuhkan oleh bos.


Dimana bos memiliki cara bermain yang melakukan pressing tinggi meski bola masih berada di wilayah pertahanan lawan.


Jadi dengan stamina yang jauh lebih kuat, Sean juga berharap dirinya bisa bermain full di setiap pertandingan nantinya.


Dalam 2 Minggu ini, bukan hanya training camp yang sudah di lalui Sean bersama timnya.


Ada beberapa latihan game yang sudah menerapkan skema dari bos.


Bahkan di kompetisi sebelum liga yang di adakan di Amerika ini dengan 7 tim lainnya, Liverpool berhasil meraih 3 kemenangan 2 kekalahan dan 1 imbang.


Hasil ini meski terbilang cukup normal, tapi bos hanya melihat dari seberapa siap para pemain menjalankan skemanya di liga nanti.


Perkembangan skema yang di gunakan para pemain di setiap pertandingan juga terus tumbuh dengan sangat baik.


Ini membuat bos juga senang karena skemanya berjalan dengan baik.


Hari ini, Sean dan tim Liverpool berada di lapangan, dimana sudah ada banyak para penggemar dari kedua tim yang ingin menyaksikan pertandingan hari ini.


Dimana ini adalah pertandingan terakhir Liverpool di Amerika.


Di Kompetisi ini tidak ada juara nya, ini hanya laga persahabatan tapi disebut dengan kompetisi karena para tim yang ikut serta dalam pertandingan sangat banyak.

__ADS_1


Namun ada juga yang benar benar ada kompetisi sebelum liga di mulai dan ada hadiahnya.


Tapi biasanya itu di adakan oleh sebuah perusahaan besar ataupun brand besar yang sanggup mensponsori acara kompetisi itu.


Pertandingan terakhir Liverpool hari ini adalah melawan AC Milan.


Dimana ini seperti mengulang laga final UCL waktu itu pada tahun 2005. Hanya saja ini hanyalah pertandingan persahabatan sebelum di mulainya liga.


Di lapangan, para pemain Liverpool sedang menguasai bola.


Skor yang ada di pertandingan ini juga adalah 1 - 1 dan ini sudah memasuki babak kedua pertandingan ini.


Skor yang di cetak adalah gol dari Joao Felix yang menerima umpan silang dari Robertson yang melakukan over lap dan menerima bola dari Sean saat itu.


Joao Felix dengan mudah melakukan sundulan dengan kepalanya itu sehingga bola juga menuju gawang di sisi kiri penjaga gawang.


Penjaga gawang AC Milan juga mati langkah karena umpan silang Robertson sangat akurat dan penjaga gawang juga menyangka bahwa Joao Felix akan melakukan sundulan ke tiang sisi kanan atau dimana itu adalah tiang dekat dari posisi Joao Felix.


Pertandingan juga berlangsung seru.


Para pemain Liverpool melakukan pressing tinggi dimana itu sangat menyulitkan para pemain AC Milan untuk menguasai bola.


Sandro Tonali yang di gadang gadang akan menjadi penerus Andrea Pirlo juga kesulitan untuk membagi bola untuk rekannya di tim AC Milan.


Florian Neuhaus dan Aurelien Tchouameni melakukan tugas dengan baik, mereka saling mengisi satu sama lain.


Henderson tidak di turunkan karena bos ingin melihat bagaimana para pemain muda yang dia beli bermain tanpa adanya seorang senior di lini tengah.


Dan hasilnya membuat puas, dimana intensitas pertandingan menjadi tinggi, pergerakan para pemain juga menjadi lebih cepat dan tidak terhambat oleh pergerakan pemain pemain tim yang lambat.


Bahkan Virgil yang bermain sebagai pemain bertahan dan memiliki tubuh besar, dimana itu sangat berat bisa bermain cepat supaya bisa mensinkronkan dengan alur pertandingan yang di bawa oleh para pemain muda di timnya.


Sandro Tonali menguasai bola dan kepalanya tak berhenti bergerak untuk melihat ke kiri dan kanannya.


Dia melihat pergerakan rekan rekannya.


Namun dia tidak melihat rekan rekannya yang kosong.


Saat melihat ke depan lagi, dia melihat Rafael Leao yang kosong, dimana itu adalah penyerang dari AC Milan.


Sandro Tonali melakukan umpan terobosan di lini tengah.


Umpan itu juga membelah antara Florian Neuhaus dan Aurelien.

__ADS_1


Namun yang tidak di duga oleh Sandro Tonali adalah Declan Rice sedari tadi sengaja membiarkan wilayah jalur tengah kosong supaya bola di jalur kan kesitu.


Declan Rice dengan cepat memotong bola.


Dia juga dengan cepat memberikan operan pada sisi kanan dimana Trent sudah naik ke lini tengah.


Trent kemudian melakukan kontrol bola dan melihat ke depan, dimana 3 penyerang sudah berlari.


3 penyerang itu adalah Sean, Joao Felix dan Mbappe.


Robertson yang bermain sebagai full back kiri dimana dia sejajar dengan Sean juga sudah maju melebihi garis tengah.


Sean yang sudah hapal dengan kebiasaan Robertson juga tidak berlari sejajar, tapi dia berlari agak ke tengah dekat dengan Joao Felix.


Ini juga untuk membingungkan para pemain bertahan lawan.


Para pemain gelandang seperti Aurelien dan Florian sudah langsung naik saat Declan Rice memotong bola.


Mereka bergerak seperti seorang gelandang serang, dimana mengisi posisi lapangan yang berjarak 30 meteran dari gawang.


Trent yang tadi melihat ke depan dan tidak melihat celah juga melihat ke sisi lain.


Dimana Robertson mengangkat tangannya meminta bola.


Trent dengan cepat melakukan umpan panjang yang membelah di atas para pemain.


Umpan itu indah membuat para pemain AC Milan juga segera bergerak untuk menutup ruangnya Robertson memberikan umpan silang.


Robertson akhirnya menerima bola dengan kontrolnya yang baik.


Robertson mengangkat kepalanya dan menemukan bahwa Sean dan Joao Felix di jaga ketat di dalam kotak penalti.


Florian mendekat meminta bola, Robertson juga memberikan bola ya karena dia sudah tidak bisa memberikan umpan sebab dia sudah di pressing dan terhalang.


Flo menerima bola dan langsung memberikan operan lagi secara segitiga pada Robertson yang sudah berlari sejak mengirim operan pada Florian.


Robertson tak mengontrol bola dulu dan langsung melakukan umpan silang yang datar.


Bola juga dengan cepat menembus kotak penalti.


Sean dan Joao Felix juga langsung bergerak berlari membebaskan diri mereka dari pengawalan untuk memanfaatkan peluang ini.


Namun saat Sean berlari, dia ditarik bajunya oleh pemain bertahan lawan.

__ADS_1


Bola pun akhirnya hanya melewati Sean saja, Joao Felix juga yang melakukan hal yang sama berlari dengan Sean tak sempat menjangkau bola.


Namun untung saja, di sisi lain Mbappe juga sudah masuk ke dalam kotak penalti dan melakukan tembakan keras ke gawang tanpa mengontrol bola dulu.


__ADS_2