
8 Mei 2022,
Stadium Wembley telah di penuhi banyak supporter dari kedua klub.
Mereka memiliki warna ciri khas masing masing, yang satu berwarna merah dan yang satu berwarna biru.
Sudah jelas bahwa kedua supporter atau penonton ini merupakan para fans dari kedua klub kebanggaan masing masing.
Liverpool dan Chelsea.
Saat ini, stadium Wembley sangat di penuhi, sebab pertandingan partai final FA Cup antara Liverpool dan Chelsea akan segera di gelar.
Banyak harapan yang di berikan oleh para penonton kedua belah pihak agar tim kebanggan mereka meraih kemenangan di partai final ini.
Ini merupakan final kedua antara Liverpool dan Chelsea, setelah sebelumnya mereka melakukan laga di partai final juga yaitu Carabao Cup.
Meski begitu, Chelsea harus mengakui kekuatan Liverpool, sebab mereka kalah di babak adu penalti.
Saat ini, mereka memiliki semangat dan moral yang tinggi.
Mereka tidak ingin kalah lagi dan kehilangan trophy lagi.
Apalagi di musim ini, mereka tak mungkin meraih gelar Premier League atau pun yang lainnya.
Di UCL mereka gagal, di Premier League sudah tidak mungkin karena poinnya jauh dengan pemuncak klasemen dan posisi kedua.
Apalagi kemarin baru saja kalah di Carabao Cup, setidaknya mereka ingin meraih 1 gelar di musim ini yaitu melalui FA Cup.
Di ruang ganti milik Liverpool, para pemain memasang wajah yang sangat santai, mereka tidak terbebani dengan partai final ini.
Mereka bukan merendahkan lawan, melainkan membawa suasana nya agar tenang dan tidak terlalu terpikirkan agar di pertandingan nanti, mereka bisa fokus dengan jalannya pertandingan.
"Baiklah semua kesini." Ucap Virgil.
Kemudian para pemain berkumpul.
"Bos sudah selesai memberikan instruksi."
"Sekarang giliran kami untuk menjalankan semua instruksi tadi dengan baik di lapangan."
"Jangan terburu buru, tetap fokus dan santai, jangan terlalu merendahkan meski kita sudah menang 1 kali di partai final."
"Tentunya kita tak mau berakhir dengan penalti lagi."
"Hari ini, pertandingan ini merupakan pertandingan penting bagi kita, jika kita bisa meraih gelar di FA Cup ini, kita memiliki modal lagi agar bisa berjuang di final UCL nanti dan juga meraih gelar Premier League."
"Kalian bayangkan, betapa bersejarahnya tahun atau musim ini jika kita meraih semuanya."
"Jadi kumohon pada kalian, bermain sebaik baiknya dan raih kemenangan itu bersama sama." Ucap Virgil serius.
__ADS_1
Para pemain juga sangat menantikan momen itu.
"Baiklah, bermain dengan bagus di lapangan nanti dan menangkan pertandingan." Ucap Henderson yang menambahkan.
Para pemain kemudian saling merangkul dalam bentuk lingkaran dan diam seperti berdoa.
Tak lama mereka bertepuk tangan dengan sangat keras untuk memberikan semangat lagi.
Beberapa saat kemudian, staf official pertandingan memberitahu agar para pemain segera memasuki lapangan.
Di siaran langsung saluran Indonesia, pertandingan ini ditayangkan cukup siang.
Dimana jam 10 malam.
Ini sangat menguntungkan bagi para pecinta sepak bola.
"Bung, aku sudah lama tidak berkomentar berkomentar lagi bersama anda. Sepertinya anda sangat sehat ya?" Tanya komentator 1.
"Haha, jelas sekali aku sangat sehat dan lihat? Aku sangat bersemangat." Sahut komentator 2.
"Oh, bersemangat kenapa?" Tanya komentator 1.
"Pertandingan final FA Cup Liverpool melawan Chelsea akan segera di mulai."
"Aku akan bertanya dulu, mana yang kau jagokan untuk juara kali ini, dimana keduanya sudah bertemu sebelumnya di final Carabao Cup, dan Chelsea kalah. Jadi menurutmu yang mana yang akan menang?"
"Tapi, aku kali ini akan mendukung Liverpool." Lanjutnya.
"Coba jelaskan!" Pinta si komentator 2.
"Liverpool memiliki momentum yang sangat baik di musim ini dan pertandingan ini."
"Liverpool memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi sebab mereka sudah meraih kemenangan sebelumnya melawan Chelsea, tapi tentunya ini juga akan menjadi tekanan juga."
"Alasan kedua, aku ingin Liverpool juara lagi sebab jika Liverpool juara, Sean pemain Indonesia yang ada di Liverpool akan membuat sejarah baru lagi."
"Tidak hanya itu, jika mereka juara lagi, ini akan menjadi modal penting bagi mereka nantinya untuk pertandingan melawan Real Madrid di final dan juga mengakhiri pertandingan pertandingan di Liga agar meraih gelar lagi di Premier League."
"Jika itu terjadi, maka Sean sebagai pemain Indonesia membuat sejarah baru juga bagi Liverpool nantinya."
"Dan kita harus bangga dengan itu, jadi aku memilih dan menjagokan Liverpool." Selesai si komentator 1.
Para penonton di rumah juga mendengarkan pembicaraan kedua komentator itu dan langsung melakukan pencarian di internet.
Mereka mencari klasemen Premier League dan jadwal final UCL, mereka sangat penasaran apakah Sean yang merupakan pemain Indonesia mampu membantu Liverpool membuat sejarah lagi.
"Alasan yang bagus, aku juga berharap demikian. Jadi mari kita doakan dulu para penonton di rumah, agar Liverpool menang."
"Dan untuk fans Chelsea di Indonesia, untuk kali ini, ku minta kalian mendoakan Liverpool saja yang menang. Haha." Tawa si komentator.
__ADS_1
Tak lama para pemain memasuki lapangan, para penonton di stadium Wembley juga bersorak dengan keras.
Bahkan penonton Liverpool sudah menyanyikan lagu favorit mereka You'll Never Walk Alone dengan sangat kencang.
Ini bertujuan agar para pemain Chelsea tertekan dengan suasana yang ada meski tetap ada penonton Chelsea yang datang, jelas penonton Liverpool lebih meriah.
Sean yang memasuki lapangan dengan pakaian Liverpool sambil menuntun anak kecil juga merinding mendengar nyanyian ini.
'Aku merasakannya lagi, rasa merinding ini.
'Ini semangat yang hebat, energi yang hebat yang telah mereka salurkan.' Pikir Sean sambil berjalan untuk berbaris bersama pemain lainnya.
Komentator di saluran Indonesia juga mendengar nyanyian ini ikut merinding.
"Luar biasa, mereka memberikan salam pembuka bagi para pemain nya dan sekaligus memberikan tekanan bagi para pemain Chelsea di lapangan." Ucap komentator.
"Betul, jelas sekali ini di tujukan. Jadi mari kita segera fokus ke pertandingan sebab pertandingan akan segera di mulai." Sahut komentator 2.
Dengan begitu, layar di televisi para penonton juga berubah pada Virgil dan Jorginho serta wasit yang memimpin pertandingan final ini.
Mereka saat ini sedang berunding mendiskusikan siapa yang akan memulai kick off terlebih dulu.
Beberapa saat kemudian, Virgil kembali ke rekan rekannya dan mengatakan bahwa mereka mengambil kick off.
Kemudian Felix juga bersiap di titik putih tengah lapangan dengan kaki yang menginjak bola.
'Ayo bisa.'
'Santai, kamu sudah mengalaminya, jangan gugup.' Ucap Sean dalam hatinya.
Sebelum peluit di tiup, Sean melompat melompat agar kakinya lebih hangat dan siap memulai pertandingan ini.
"Pritttttt." Peluit di bunyikan.
Felix juga segera memberikan bola yang kencang dari tendangan kick off nya itu.
Dia mengoper pada Virgil langsung di lini belakang.
Dia sengaja melakukan itu karena sesuai instruksi bos untuk melakukan banyak penguasaan bola juga mencoba menarik pemain lawan lebih dalam.
Bersamaan dengan taktik itu, bos juga meminta agar tetap fokus dan mengurangi banyak kesalahan dalam passing nya nanti.
Virgil menerima bola dan segera melakukan kontrol, dia tidak terburu buru.
Dia menggerakkan bola dengan kaki kanannya secara perlahan sambil berjalan sedikit demi sedikit.
Tak lama dia memberikan operan pada Konate.
Konate juga melakukan hal yang sama dengan Virgil dan segera memberikan operan pada Declan Rice yang datang untuk meminta bola pada nya.
__ADS_1