
Wembley Stadium atau Stadium Wembley masih penuh sesak.
Stadium ini sangat di penuhi oleh para penonton dari kedua tim.
Keadaan hati para penonton Chelsea saat ini sangat gelisah, mereka tidak tega melihat tim mereka tertinggal 2 0 di babak pertama.
Padahal pertandingan juga masih berada di babak pertama.
Ini membuat para penonton Chelsea sangat khawatir, mereka ingin melihat tim favorit mereka meraih 1 gelar untuk musim ini.
Tapi semuanya di gagalkan oleh Liverpool, pertama di Carabao Cup.
Dan sekarang, kemungkinan besar nya kalah lagi di final FA Cup.
Berbeda dengan para penonton dari Liverpool, mereka dalam keadaan yang sangat bahagia.
Tim favorit mereka sekarang sedang unggul, mereka berharap bahwa para pemain bisa menambah jumlah gol lagi agar membuat para pemain Chelsea semakin putus asa dan tak bisa mengejar skor nantinya.
Pertandingan saat ini masih berlanjut, dimana pertandingan berada di menit ke 41.
Di pertandingan ini, Liverpool unggul 2 gol.
Dimana 1 gol melalui Florian dan 1 gol melalui Mbappe yang melakukan beberapa gocekan pada beberapa pemain lawan.
Dia juga mencetak gol dengan sangat sangat tenang dan elegan.
Dimana dia hanya mendorong bola saja sebab dia juga melewati penjaga gawangnya.
Ini benar benar seperti penghinaan yang di lakukan oleh Mbappe pada Kepa.
Dengan gol ini, bukan hanya Liverpool yang semakin unggul, melainkan Mbappe yang memastikan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak di FA Cup.
Di lapangan, bola saat ini sedang dalam penguasaan para pemain Chelsea.
Mereka sedang berusaha membongkar lini tengah dari Liverpool yang sangat solid.
Dimana Declan Rice, Aurelien dan Florian membentuk segitiga terbalik.
Mereka bergerak secara beriringan atau berirama.
Ini membuat zona atau ruang operan berada dalam jangkauan Declan Rice yang berperan sebagai pembersih atau pemotong.
Sedangkan Aurelien dan Florian mereka bertugas untuk melakukan pressing pressing dengan tingkat tinggi agar pemain lawan yang menguasai bola bisa mundur lagi dan merencanakan ulang serangan mereka.
Atau bahkan keduanya bakal memaksa pemain lawan yang menguasai bola untuk masuk ke dalam zona yang di jangkau oleh Declan Rice agar Declan Rice bisa merebut bola.
Tentunya ini semua dalam perhitungan ketiganya.
Bos juga di pinggir lapangan hanya mengangguk saja melihat kekompakan dan kesolidan lini tengahnya.
'Tinggal 1 lagi gelandang, dimana dia harus mempunyai kemampuan yang serba bisa.' Pikir Klopp di pinggir lapangan sambil melihat jalannya pertandingan.
Memasuki menit ke 44, Chelsea atau pemain Chelsea yaitu Jorginho mengirimkan umpan panjang ke depan dengan cara melambung.
Dia berusaha mengoper bola ke belakang Virgil atau Ibrahima Konate agar sulit di hentikan.
__ADS_1
Tentunya cara ini memang benar.
Tapi apakah penyerang Chelsea akan di biarkan begitu saja berlari dan berusaha mengambil bola tersebut? Tentu tidak.
Bola juga akhirnya di dapatkan oleh Ibrahima Konate sebab Virgil yang menghalangi penyerang Chelsea yaitu Kai Havertz.
Ibrahima Konate juga segera memberikan operan pada Allison untuk menetralisir tempo.
Dengan bola yang berada dalam penguasaan Allison, pemain Chelsea tentunya tidak berani maju dan melakukan pressing.
Mereka takut jika Allison tiba tiba melakukan tendangan ke depan, atau ke wilayah mereka.
Itu akan sangat berbahaya bagi tim mereka, pasalnya ketika lini serangan Liverpool benar benar memiliki kemampuan itu untuk melewati beberapa pemain.
Allison dengan santai memainkan bolanya sambil tangannya yang terus bergerak memerintah untuk melebar dan memanfaatkan lebar lapangan.
Virgil mendekat dan meminta bola.
Tentunya Allison mengoper dan Virgil mengoper kembali pada Allison.
Staf pertandingan memberikan tanda tambahan waktu 2 menit.
Para pemain Chelsea semakin gelisah, jika mereka tertinggal 2 gol, mereka akan sulit nanti di babak kedua.
Apalagi mereka tidak tahu apa yang akan di mainkan Liverpool di babak ke 2.
Apakah akan menyerang atau bertahan.
Kedua cara bermain itu tentunya memiliki dampak baik dan buruk bagi Chelsea sendiri.
Jika Liverpool memilih bertahan, maka Chelsea harus siap mengadu stamina untuk terus mempertahankan penguasaan bola dan berusaha menyusun serangan dengan baik agar bisa membuahkan sebuah gol.
Keduanya memiliki dampak masing masing.
Bos di pinggir lapangan memberikan instruksi dengan kedua jari dia silangkan.
Instruksi bos mengatakan agar tempo di naikan sangat cepat, bos ingin memastikan bahwa Chelsea tidak akan menguasai bola lagi di menit terakhir babak pertama ini.
Florian yang melihat ini segera berlari meminta bola.
Virgil memberikan operan, Florian menerima dan langsung memberikan pada Declan Rice.
Declan Rice mengamati sebentar rekaan rekannya.
Dia kemudian memberikan operan pada Trent.
Trent juga tak lama menguasai bola, dia dengan cepat mengembalikan bola pada Declan Rice.
Declan Rice juga segera memberikan operan lagi pada Florian yang baru saja balik ke lini tengah.
Florian menggiring bola melewati tengah lapangan.
Pemain Chelsea melihat ini langsung melakukan pressing.
Namun sayang, usaha mereka sia sia.
__ADS_1
Florian sudah tahu dan memberikan operan paralel pada Aurelien di sebelahnya.
Aurelien memberikan umpan panjang ke depan di sisi kiri.
Dia memberikan operan pada Sean yang saat ini kosong.
Pemain Chelsea melihat ini langsung buru buru, mereka tahu jika Sean membawa bola itu berarti Liverpool akan menyerang lagi.
Sean yang berhasil mengontrol bola langsung diam dengan bola yang masih di kakinya, dia mengamati rekan rekannya yang masih bergerak.
Pemain full back Chelsea juga diam di depan Sean, menunggu Sean bergerak.
Dia tidak akan ceroboh menghadapai pemain cepat seperti Sean.
Sean kemudian melirik pemain full back Chelsea yang ada di depannya.
Dia kemudian menggerakkan badannya ke kiri dengan bola yang dia bawa ke kiri juga.
Dia bergerak secara perlahan, tentunya pemain full back Chelsea juga bergerak membayangi Sean.
Namun saat pemain full back Chelsea fokus pada Sean dan ikut gerakan Sean.
Robbo berlari lewat belakang Sean, dengan gerakan itu, pemain full back Chelsea sayangnya tidak terkecoh.
Tapi justru itulah yang diinginkan Sean, Sean juga dengan cueknya menyodorkan bola dengan kaki kanannya ke sebelah kiri karena Robbo pasti akan mendapatkan bolanya.
Sean yang sudah selesai menyodorkan bola juga berlari ke luar.
Full back Chelsea itu kaget, dia langsung mengejar bola, namun dia kalah beberapa langkah dari Robertson yang sudah kencang berlari.
Dia melakukan tekelan untuk menutup ruang umpan dari Robertson.
Namun sayang sekali, aksinya gagal dan ceroboh.
Robbo tidak memberikan umpan silang ke kotak penalti, dia justru melakukan operan tarik pada Sean lagi.
Sean yang sudah kosong dan berada pada posisi ideal juga tidak membuang kesempatan.
Dia melirik gawang sekilas dan langsung mengeksekusinya dengan tendangan melengkung.
Ini merupakan zona tembak bagi Sean, dan ini sangat berbahaya jika membiarkan Sean dalam posisi seperti ini.
Dan benar saja, bola yang di tendang Sean mengarah ke gawang dan itu menuju tiang sebelah kiri dari penjaga gawang.
Kepa juga melompat untuk mencoba menyelamatkan bola tersebut, dia berusaha mengulurkan jarinya sedikit lebih kuat untuk menepis bola yang sudah di pastikan akan masuk ke dalam gawang itu.
Dengan usahanya, Kepa berhasil menyentuh bola dengan jari tengahnya itu, bola pun gagal memasuki gawang.
Namun usaha Kepa ternyata sia sia, karena Felix memanfaatkan peluang itu dengan tenang.
Dia melakukan sundulan saat bola masih di udara setelah terkena sentuhan dari Kepa barusan.
Felix juga langsung jatuh setelah melakukan sundulan, tapi dia sangat bersemangat karena bola akhirnya masuk.
Felix langsung berlari ke gawang dan mengambil bola, dia menendang bola dengan keras seperti penjaga gawang.
__ADS_1
Setelah melakukan selebrasi, Felix di beri kartu kuning oleh wasit karena selebrasi yang terlalu berlebihan.
Para pemain lainnya tersenyum melihat ini, tapi untung saja ini laga final.