I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 145.


__ADS_3

Para penonton di stadium Anfield masih setia menonton pertandingan hari ini antara Liverpool menjamu tamunya Porto.


Para penonton Porto juga masih setia menonton tim mereka bertanding meski tim mereka saat ini kalah 2 - 0 dari Liverpool.


Saat ini pertandingan yang berjalan juga sudah berada di babak kedua, namun skor belum berubah.


Perubahan yang di lakukan Liverpool juga belum ada, bos masih mempercayai para pemain yang ada di lapangan saat ini.


Berbeda dengan Porto yang sejak awal di mulainya babak kedua, mereka langsung memasukan 3 pemain pengganti.


Mungkin pelatih Porto berharap bahwa masuknya ketiga pemain ini akan merubah jalannya pertandingan di lapangan.


Namun yang terjadi ialah pertandingan di lapangan masih sama seperti sebelumnya, seperti yang terjadi di babak ke 1 atau pertama.


Saat ini, pertandingan di babak kedua juga sudah berada di menit 73, namun bos belum melakukan pergantian.


Tapi para pemain di bangku cadangan juga sudah melakukan pemanasan.


Dan benar saja, saat memasuki menit 76, Sean, Joao Felix, Florian diganti.


Sean di gantikan oleh Curtis Jones, Felix di gantikan Harvey Elliot dan Mbappe akan mengisi ruang dari Joao Felix.


Florian di gantikan oleh Jordan Henderson.


Dengan masuknya para pemain ini, Liverpool juga mendapatkan angin segar.


Mereka juga tak terlalu menyerang, tetapi lebih menetralisir setiap serangan yang sedang di lancarkan dan di rencanakan oleh para pemain Porto.


Saat memasuki menit 79, Declan Rice di gantikan oleh Fabinho.


Dengan begitu lini tengah Liverpool juga kembali segar.


Para pemain Porto benar benar kesulitan untuk menerobosnya.


Meski begitu, selama berjalannya pertandingan ini, Porto juga total memiliki 8 peluang hanya saja tidak ada satupun yang menghasilkan sebuah gol.


Total tembakan juga ada 12 ada 8 on target.


Sisanya hanyalah 4 tembakan melenceng.


Sedangkan Liverpool, memiliki 17 tembakan, 11 on target dan 6 melenceng.


Meski begitu, Liverpool menjadi memiliki jumlah corner yang lebih banyak hanya saja dari sepak pojok tak ada yang menjadi gol karena berhasil di netralisir oleh para pemain Porto.


Memasuki menit 86, Porto melakukan serangan melalui Winger cepat mereka.


Sisi kanan Liverpool, dimana Trent berjaga, Trent kewalahan karena selama pertandingan ini dia banyak bergerak maju untuk membantu sehingga staminanya benar benar terkuras.

__ADS_1


Ia tertinggal jauh oleh Winger Porto.


Winger Porto juga berakselerasi masuk ke dalam, namun segera di hadang oleh Ibrahima Konate.


Dia melakukan beberapa teknik berupaya mengecoh Ibrahima Konate, namun Ibrahima Konate tetap fokus.


Sementara itu, Trent kembali mengejar dari belakang.


Pemain Winger Porto juga terdesak.


Dia dengan cepat mengoper bola ke tengah, berharap ada temannya yang menyambut.


Dan benar saja penyerang Porto langsung menembak tanpa mengontrol dulu.


Tembakan itu juga dengan cepat mengarah ke gawang, Virgil juga telat untuk memblok tembakan itu.


Akhirnya Alison harus berusaha untuk menyelamatkan gawangnya agar hari ini di pertandingan ini dia bisa clean sheet.


Alison melompat ke sisi kanan gawang nya karena tembakan yang di lesatkan oleh penyerang itu tembakan datar yang lurus.


Alison melompat dan mengulurkan tangannya untuk menepis bola, namun tangannya tak sampai meraih bola itu.


Alison sudah berkeringat di keningnya karena dia tak mau kemasukan.


Namun siapa yang sangka bola itu membentur tiang gawang dan langsung keluar.


Bos di pinggir juga sudah greget karena takut timnya akan kemasukan di waktu seperti ini.


Reaksi yang di tunjukan oleh pelatih Porto bahkan di lebih lebihkan dia melompat karena yakin akan gol, tapi setelah membentur tiang dia langsung bersujud karena tak percaya bahwa tadi tidak menjadi gol.


Akhirnya pertandingan juga di lanjutkan dengan tendangan gawang oleh Alison.


Pertandingan juga terus berlanjut, dimana bola berada dalam penguasaan para pemain Liverpool saat ini.


Begitulah jalannya pertandingan di waktu tersisa.


Liverpool terus berusaha memainkan bola, dan wasit juga meniupkan tanda berakhirnya pertandingan.


Sean yang sudah di ganti juga langsung berdiri dan memeluk para pemain di bench.


Para pemain di bench mengerti karena ini adalah laga pertama Sean di Ucl jadi tentunya atmosfir yang di rasakan berbeda dengan pemain lainnya yang sering merasakannya.


Mereka juga memaklumi tingkah Sean yang seperti ini.


Sean juga memeluk bos.


"Beginilah rasanya ajang UCL, jadi kamu harus terbiasa ke depannya." Ucap bos pada Sean.

__ADS_1


"Baik bos." Ucap Sean sambil mengangguk.


Kemudian Sean berjalan dan menyambut para pemain yang tadi bermain di lapangan dengan memeluk mereka satu per satu.


Setelah selesai para pemain kembali ke ruang ganti, sedangkan bos akan pergi ke konferensi pers bersama Virgil.


Di ruang konferensi pers.


Banyak media yang sudah berkumpul, apalagi media ini bukan dari Inggris saja, tapi ada dari Portugal, Belanda, German, Italia dan Spanyol, bahkan Indonesia juga ada.


Hanya saja Sean tidak tahu.


"Bos bagaimana menurut anda pertandingan hari ini? Apakah para pemain tampil sesuai harapan atau masih ada yang perlu di perbaiki?" Tanya seorang wartawan dari media asal Inggris.


"Tentunya, setiap pertandingan masih ada yang perlu di perbaiki. Dan saya terus melakukan itu di setiap akhir laga agar setiap pertandingan selanjutnya semakin baik. Untuk pertandingan hari ini, saya pikir para pemain saya bermain sangat baik dan menjalankan rencana saya dengan baik."


"Saya mengapresiasi semua pemainnya karena sudah bekerja keras, terima kasih." Ucap bos kemudian memundurkan badannya ke belakang dan menyandarkan punggung nya pada kursi.


"Bos, bagaimana tanggapan anda mengenai gol pertama? Kami melihatnya bahwa itu sangat mirip dengan gol tim Liverpool di pembukaan Liga. Apakah ini di rencanakan?"


"Haha." Bos langsung tertawa.


"Justru saya yang harusnya bertanya pada mereka nanti, apakah mereka merencanakannya?"


Kemudian bos melirik pada Virgil, "Bagaimana menurutmu?"


"Saya tidak perlu mengatakan apakah itu di rencanakan atau tidak, yang pasti chemistry ketiga lini serang kami sudah sangat baik dan dekat jadi mungkin ini sudah menjadi kebiasaan dan kewajiban mereka untuk saling mengerti." Ucap Virgil.


"Dengar?" Tanya bos pada para wartawan dari beberapa media yang siap merekam.


"Bos, Sean saat ini menjadi pemain pertama asal Indonesia yang bermain di kompetisi bergengsi UCL, bagaimana tanggapan anda mengenai dia di pertandingan ini?"


"Sean?" Ucap bos sambil tersenyum.


"Dia selalu tidak mengecewakan saya." Ucap bos singkat.


Kemudian para wartawan diam saja karena menunggu kalimat lanjutan dari bos, tapi bos tidak melanjutkannya lagi.


Kemudian suasana juga hening.


Virgil tiba tiba tertawa dan beberapa juga langsung memotretnya.


"Virgil, kenapa anda tertawa?" Ucap beberapa wartawan bersamaan karena penasaran.


"Bos sudah selesai mengomentari penampilan Sean tapi kalian malah menunggunya dengan konyol."


"Bos hanya mengatakan singkat, karena Sean benar benar selalu menjalankan instruksi bos, dia selalu bermain baik di setiap pertandingan dan tidak pernah membuat kami rekan setimnya juga merasa kecewa. Jadi dengan komentar ini apakah cukup?" Tanya Virgil pada wartawan dari beberapa media itu.

__ADS_1


__ADS_2