
Stade de France,
Dimana merupakan tempat di gelarnya partai final kompetisi sepak bola UCL.
Di Stade de France, para penonton sudah bersorak sorak.
Meski keadaan di lapangan menegangkan mereka tetap bersemangat untuk terus bersorak memberikan semangat pada tim favorit mereka.
Pertandingan partai final ini mempertemukan antara Liverpool dan Real Madrid.
Saat ini para pemain juga sedang bermain di lapangan hijau Stade de France.
Saat ini, kedudukan juga masih 0 - 0 padahal waktu pertandingan sudah memasuki menit ke 37.
Meski waktu pertandingan sudah berjalan cukup lama dan tidak terjadi gol, kedua tim benar benar menunjukan diri mereka atau dominasi mereka masing masing.
Keduanya tak ingin kalah dan tak ingin memperlihatkan celah masing masing.
Kedua tim saling menjual beli serangan.
Total tembakan yang di akumulasi kan oleh kedua tim selama 37 menit ini sudah ada total 15 tembakan.
Dimana Real Madrid unggul 9 tembakan sedangkan Liverpool hanya 6 tembakan.
Meski begitu, dari total 9 tembakan itu, Real Madrid hanya mampu membuat 5 tembakan tepat sasaran saja dan hanya 4 yang melenceng.
Sedangkan untuk Liverpool, mereka dari total 6 tembakan mampu menembak dengan tepat sasaran semuanya.
Ini menunjukan bahwa meski kualitas serangan lebih dominan Real Madrid, tapi kualitas ketajaman dan keakuratan lebih dominan di Liverpool.
Pelanggaran yang tercipta sampai menit ke 37 ini juga sudah ada 11.
Dimana Liverpool memiliki 6 pelanggaran dan Real Madrid 5.
Meski begitu, dari banyaknya total pelanggaran ini, wasit belum memberikan kartu kuning sebab pelanggaran yang di buat oleh para pemain masih pelanggaran kecil.
Selama 37 menit ini, penguasaan bola juga di kuasai oleh Real Madrid.
Bos di pinggir lapangan juga baru kembali dan duduk di bench pada menit ke 21.
Dia terus berdiri di pinggir lapangan untuk mengamati permainan lawan dan memberikan beberapa instruksi.
Saat ini, pertandingan memasuki menit ke 39.
Bola yang di kuasai oleh Valverde di rebut oleh Aurelien sambil tangannya yang melakukan tindakan kasar.
Dia melakukan sikutan pada bagian perut dari Valverde, meski begitu wasit tidak melihatnya karena Aurelien menutup penglihatan dari sang wasit.
Bola yang berada di kaki Aurelien juga ia dengan cepat berikan pada Florian di sisi kirinya namun posisi Florian lebih maju di bandingkan Aurelien yang masih fokus di lini tengah.
Florian menerima bola dengan kontrol bolanya yang sangat halus.
Dia melihat dengan melirik rekan rekannya sebentar dan dengan cepat memberikan bola pada Felix di dekatnya.
Meski Felix saat ini di tempel oleh Alaba, Florian masih percaya pada kemampuan Felix dan tetap memberikan operan.
Alaba juga semakin menekan agar Felix kesulitan menerima bola.
Tapi siapa sangka, usaha Alaba ternyata sia sia.
Sebab Felix melakukan gerakan tipuan dengan cara melepaskan bolanya melalui celah kedua kakinya.
__ADS_1
Alaba tentu tak menyangka ini.
Bola juga melewati celah kaki Alaba dan bola memasuki kotak penalti.
Penjaga gawang Real Madrid buru buru maju untuk mengamankan bola karena takut Felix akan berbalik badan dan berlari mengejar bola.
Namun di saat penjaga gawang Real Madrid sudah di tengah jalan akan mengamankan bola, dia melihat bahwa di dekat bola ada pemain dengan seragam berwarna merah yang akan melakukan tembakan.
Dia terkejut dan buru buru melakukan tindakan pencegahan dengan menutup ruang tembakan dari pemain di depannya.
Saat penjaga gawang Real Madrid merentangkan kakinya ke arah kiri dan kanan dan tangan yang ia tutup kan ke atas untuk menutup tembakan.
Dia menemukan bahwa pemain di depannya tidak menembak, melainkan menggeser bola ke sebelah kirinya dengan kaki kanan bagian dalamnya dengan tenang dan halus.
Setelah melihat ini, jelas dia terpana.
Namun dengan cepat dia menemukan bahwa pemain di depannya langsung menembak ke sisi kanan gawang nya yang kosong tak tertutup.
Dia melihat bola melewatinya dan hanya melihat bola sudah bersarang di gawangnya.
Pemain yang menembak dari tim Liverpool langsung melakukan selebrasi ke arah kamera.
Dia membuat gerakan huruf S dengan jari jari dari kedua tangannya.
Ternyata di saat Felix akan menerima bola, dia melirik Sean di sisi kanannya yang melakukan terobosan.
Dia mengerti dan langsung melakukan gerakan tipuan.
Dengan kepercayaan dari keduanya, Sean juga berhasil mengelabuhi pemain yang menjaganya dan dengan bebas bisa mendapatkan bola dan menembakkannya ke gawang.
Bos yang duduk di bench juga langsung berlari saat melihat Sean melakukan terobosan.
Dan benar saja, bola di lesatkan dengan tenang oleh Sean ke gawang Real Madrid.
Para pemain Liverpool juga langsung berlari mengejar Sean yang melakukan selebrasi.
Florian naik ke punggung Sean, dia sangat senang bahwa rekannya memanfaatkan operan yang dia berikan dengan sangat baik.
Tentunya kontribusi dari Felix juga tidak boleh di lupakan, dimana dia memberikan gerakan tipuan untuk meloloskan bola di bagian celah kedua kakinya itu.
Para pemain Real Madrid yang melihat ini tak percaya.
Mereka menyerang dengan sangat sangat, tapi justru Liverpool yang mencetak gol terlebih dulu.
Benzema yang sebagai kapten memberikan semangat dengan bertepuk tangan.
Setelah beberapa saat pertandingan juga di mulai kembali.
Di saat bola kick off di mulai lagi, Liverpool melakukan pressing agresif lagi.
Mereka sengaja untuk menghabiskan waktu babak pertama ini dengan penekanan dan berharap Real Madrid tidak bisa membangun serangan dan sampai di lini pertahanan mereka.
Pertandingan juga terus berlanjut.
Memasuki menit ke 44, Sean menerima bola dari Robertson dengan tenang.
Saat dia akan melakukan akselerasi, dia di hadang oleh pemain full back lawan.
Tapi Sean yang telah mencetak gol memiliki kepercayaan tambahan dan dia melakukan aksinya.
Dia berlari dan langsung berniat beradu lari dengan pemain full back yang menjaganya.
__ADS_1
Saat dekat kotak penalti, Sean akan melakukan cut inside, namun siapa sangka kecelakaan terjadi.
Valverde melakukan tekelan keras berniat membantu rekannya yang sedang berhadapan dengan Sean.
Sean yang di tekel itu langsung jatuh.
Dan tekelan itu benar benar mengenai kakinya.
Sean meringis kesakitan dan dia berguling memegangi kaki kanannya di bagian tulang kering.
Tekelan dari Valverde sangat keras, apalagi Valverde menekel dengan kakinya yang terangkat ke atas.
Itu benar benar berniat mencederai lawan karena kakinya di angkat.
Wasit juga meniupkan peluit nya.
Para pemain Liverpool berlari dan langsung mengepung Valverde.
Mereka mendorong Valverde sampai terjatuh.
Felix yang di dekatnya tentu melihat itu dengan sangat jelas.
Setelah Valverde terjatuh dia juga menarik baju Valverde agar segera berdiri.
Wasit melihat ini segera berlari untuk memisahkannya.
Namun para pemain Liverpool sudah sangat emosi, itu jelas tekelan yang sangat berbahaya.
Bos di pinggir lapangan juga berteriak.
Ketika para pemain masih sibuk berkelahi, tim medis juga berlari langsung ke lapangan karena mereka merasa ini sangat berbahaya.
Sean masih memegangi kakinya di bagian tulang kering dan merasakan rasa yang sangat linu.
Matanya juga dia pejamkan untuk menahan rasa sakit ini.
Keluarga Sean yang melihat ini di tribun penonton juga berteriak kaget.
Mereka tak menyangka anaknya akan di perlakukan sangat keras seperti ini setelah mencetak gol.
Ayahnya Sean sangat emosi.
Virgil Van Dijk di lapangan mencoba menenangkan para rekan nya karena menurutnya saat ini yang paling penting adalah Sean.
"Bagaimana?" Tanya Virgil pada tim medis.
Namun tak di jawab, mereka melihat dan meraba raba tulang kering Sean dan belum menemukan adanya keretakan namun ada bekas sepatu di bagian tulang kering Sean yang sangat terlihat.
Jelas itu tusukan dari bagian bawah sepatu bola.
"Aman." Ucap tim medis pada alat komunikasi yang tersambung pada bench, mereka memberitahukan informasi dengan cepat pada bos.
Setelah mendengarnya bos lega, dan Sean juga di bantu untuk ke pinggir lapangan agar mendapatkan perawatan.
Valverde langsung di berikan kartu kuning, namun wasit memperingatkan bahwa jika dirinya melakukan pelanggaran sekali lagi, meski itu kecil, wasit akan langsung memberikan kartu merah.
Para pemain Liverpool awalnya akan protes namun mereka tak jadi setelah mendengar penjelasan dari wasit.
Mereka benar benar tak terima jika hanya di berikan kartu kuning saja.
Setelah Sean keluar untuk mendapatkan perawatan, pertandingan di mulai dengan tendangan bebas dari Liverpool.
__ADS_1