I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 245.


__ADS_3

Malam yang panjang.


Para penonton di seluruh dunia entah itu yang menonton melalui siaran televisi, online atau sebuah platform khusus, mereka saat ini dalam keadaan yang naik turun.


Mereka menonton pertandingan yang sangat seru.


Itu memicu adrenalin mereka sehingga naik turun.


Itu di karenakan pertandingan yang mereka tonton dari Liverpool melawan Inter Milan di babak final UCL menyuguhkan pertandingan yang saling menjual beli serangan.


Meski terlihat bahwa Inter Milan lebih bertahan, tapi serangan mereka juga kuat.


Setiap salah satu tim di antara keduanya kehilangan bola, gemuruh penonton yang hadir di stadion juga terdengar dan terasa bagi para penonton yang menonton jauh.


Itu membuat bulu kuduk mereka merinding karena mereka merasakan bagaimana atmosfir di sana.


Kedudukan pertandingan di partai final UCL antara Liverpool melawan Inter Milan itu kini adalah 1 - 1.


Pertandingan ini juga masih berada di babak pertama dan baru saja memasuki menit ke 25.


Kedua gol tersebut di cetak sangat cepat.


Dimana Inter Milan mencetak gol terlebih dulu melalui serangan balik mereka di menit ke 9.


Gol tersebut di cetak oleh Lautaro Martinez yang merupakan penyerang dari Inter Milan.


Setelah gol dari Inter Milan, Liverpool membalaskan gol dengan cepat pada menit ke 12.


Itu merupakan gol dari Matthijs De Ligt yang memanfaatkan umpan sepak pojok dari Robertson.


Setelah terciptanya kedua gol tersebut, pertandingan juga memicu pelanggaran berantai.


Meski begitu, itu masih pelanggaran pelanggaran kecil saja.


Ini juga membuat pertandingan final menjadi semakin seru.


Akhirnya pada menit ke 31, Liverpool mendapatkan kembali peluang.


Khvicha yang saat ini menggiring bola di sisi kanan merobek seorang full back kiri Inter Milan dan berhasil menerobos.


Dia melakukan tusukan ke kotak penalti dan melakukan umpan tarik ke tengah kotak penalti.


Felix yang di tuju juga langsung menendang namun tendangannya di gadang oleh pemain bertahan dari Inter Milan.


Bola memantul ke belakang dan berada di luar kotak penalti.


Tapi sebelum semuanya santai, terjadi ledakan keras.


Itu di sebabkan oleh Florian Neuhaus yang melakukan tendangan voli setelah bola tendangan Felix di blok dan terpantul ke belakang.


Sangat kebetulan bolanya mengarah pada dirinya.


Dia tidak membuang waktu dan tidak ingin membuang kesempatan dan langsung melakukan tendangan voli.


Bola juga dengan cepat melayang dan mengarah ke arah gawang.


Para pemain bertahan Inter Milan tidak bisa berbuat apa apa dan bola juga melewati mereka.

__ADS_1


Akhirnya penjaga gawang Inter Milan melakukan aksinya.


Dia melompat mencoba menangkap tendangan voli dari Florian, alhasil, tembakannya tidak terbendung dan tidak mengenai jari jarinya sama sekali.


Bola juga merangsek dan bersarang di gawang Inter Milan.


Florian Neuhaus langsung berlari ke bench dan memeluk bos dan para pemain di bench.


Penonton Liverpool yang hadir juga bersorak.


Tak lama pertandingan kembali di mulai.


Pertandingan berlanjut seperti biasanya, namun terlihat perbedaan saat ini.


Dimana penguasaan bola berada di kaki para pemain Inter Milan.


Liverpool juga terpaksa bertahan dulu untuk menahan momentum yang di miliki Inter Milan, dan mencoba merebut bola dari penguasaan para pemain Inter Milan.


Alhasil, pada menit ke 38, Inter Milan menyamakan kedudukan melalui gol dari Lautaro Martinez lagi.


Itu merupakan tembakan dari luar kotak penalti dari pemain gelandang Inter Milan.


Allison sebagai penjaga gawang Liverpool juga sudah membaca arahnya dan melakukan aksinya.


Tapi hanya sesaat saja, bola ternyata membentur kaki dari Lautaro Martinez yang di jaga oleh Virgil Van Dijk.


Itu juga merupakan benturan yang tidak di harapkan oleh siapapun.


Dengan benturan itu, bola juga mengubah arahnya.


Di suguhkan dengan pertandingan yang sangat menarik dan terciptanya banyak gol, penonton yang hadir atau para penonton yang menonton melalui siaran juga menjadi bersemangat begadang dan melanjutkan menonton.


Mereka sama sekali tak mengharapkan partai final yang seperti ini.


Karena sudah sangat lama sekali pertandingan final seperti ini terjadi.


Dimana gol banyak tercipta.


Di ruang ganti milik Liverpool, bos tidak mengatakan banyak kalimat.


Dia hanya memberikan apresiasi atas kerja keras para pemain di atas lapangan di babak pertama tadi.


Dan menjelaskan taktik untuk babak kedua dengan lebih banyak memakai umpan terobosan dari pada menekan secara perlahan lahan.


Setelah mengatakan keinginannya, bos juga keluar lebih dulu dan membiarkan para pemainnya beristirahat.


Sean yang di babak pertama tak memiliki banyak aksi juga kecewa pada dirinya sendiri.


Dia selalu di jaga ketat, ketika dirinya berhasil melewati pemain yang menjaga, segera dua pemain langsung ikut menutupi gerakan dan ruang untuknya lagi.


Sean juga tak sempat melakukan operan dan hanya bisa menunggu rekannya mendekat untuk mengoperkan bola.


"Ayo 1 babak lagi, kita habiskan semuanya di babak kedua nanti." Ucap Virgil memberikan semangat pada rekannya.


"Juara dan trophy ada di depan kita, tapi sebelum itu kita harus menyingkirkan mereka terlebih dulu." Ucap Virgil lagi.


Para pemain juga menatapnya dan tersenyum kemudian para pemain kembali mendapatkan kembali moral dan semangat seperti di babak pertama.

__ADS_1


Dimana semangat yang lebih menggebu gebu.


Segera para pemain memasuki lapangan lagi, siaran di seluruh dunia juga kembali menayangkan hal ini, dimana sebelumnya menayangkan iklan saja dan beberapa penjelasan pengamat dan komentator.


Dengan kick off yang di mulai oleh Inter Milan, para pemain langsung menyerbu ke depan.


Itu merupakan ciri khas dari Liverpool, dan tentu Inter Milan juga tahu.


Tapi meski begitu, ini benar benar di luar dugaan mereka.


Pressing seperti ini sangatlah tidak masuk akal.


Itulah yang di pikirkan oleh setiap pemain Inter Milan yang menguasai bola.


Mereka sangat sulit berbalik dan takut untuk melakukan operan.


Dengan berjalannya pertandingan dan penguasaan bola yang saling rebut, waktu juga terus berjalan.


Memasuki menit ke 59, Inter Milan mendapatkan sepak pojok.


Dengan sepak pojok tersebut, para pemain Inter Milan yang bertubuh tinggi juga maju dan masuk ke dalam kotak penalti Liverpool.


Segera umpan yang sangat baik dengan lengkungan dan akurasi yang indah itu menuju ke tengah kotak penalti.


Ramai para pemain di kotak penalti membuat perebutan menjadi sangat intens.


Ini juga membuat hati para penonton berdegup.


Untuk penonton Liverpool, mereka berharap gol tidak di cetak.


Untuk penonton Inter Milan, mereka berharap gol kembali tercetak di momen ini.


Mengikuti harapan penonton Inter Milan, seorang pemain bertahan Inter Milan yang memiliki tubuh besar melakukan lompatan dan melakukan sundulan.


Dengan sundulan yang sangat akurat ke arah pojok kanan atas gawang Liverpool, itu membuat hati para penonton Liverpool berdegup kencang.


Di saat para penonton Liverpool merasakan kekhawatiran, mereka melihat sebuah tangan menepis bola sundulan tersebut.


Dengan tepisan itu, bola juga terbuang ke bagian sisi.


Namun sebelum para penonton Liverpool bernafas lega, gemuruh langsung terjadi.


Itu merupakan gemuruh dari penonton Inter Milan.


Itu di sebabkan oleh gol yang di ciptakan oleh pemain Inter Milan yang tak lain adalah Lukaku.


Penyerang lain dari Inter Milan.


Dia mendapatkan bola yang bebas dan langsung menembaknya ke arah gawang.


Para penonton Liverpool melihat bola yang bersarang di gawang juga mendesah, mereka tidak mengharapkan semua ini.


Sean yang melihat dengan jelas raut wajah rekannya tahu bahwa mereka juga tak menyangka.


Segera dia berlari ke gawang dan membawa bola, dia memberikan semangat dan menjelaskan bahwa masih ada banyak waktu.


Dengan perayaan sebentar dari Lukaku atas golnya, pertandingan juga kembali di mulai.

__ADS_1


__ADS_2