I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 238.


__ADS_3

Anfield Stadium.


Pertandingan antara Liverpool melawan Bayern Munchen menjadi sangat menarik.


Apalagi saat skor sudah berubah menjadi 1 - 0, dimana tim tuan rumah yaitu Liverpool lebih unggul.


Bayern Munchen yang tertinggal tidak bisa menahan lagi dan bermain lebih berani dan lebih keluar.


Dengan rata rata usia pemain yang lebih muda dari Bayern Munchen, Liverpool justru bermain sangat cepat.


Dengan permainan cepat, entah itu passing dan lari, itu benar benar menyebabkan para pemain Bayern Munchen semakin menguras stamina untuk menutupi pemain ataupun celah ruang yang kosong.


Bos di pinggir lapangan mengangguk melihat ini.


Dia sengaja bermain dengan perbedaan taktik.


Meski di Allianz Arena dia bisa mencetak gol, tapi saat ini bermain di Anfield, dimana home base nya sendiri jadi tentu harus mendominasi.


Dan benar saja, dengan permainan yang seperti ini, Bayern Munchen sangat kesulitan.


Pada menit ke 25, Liverpool kembali menciptakan sebuah peluang.


Dimana Kisha yang berada di sisi kanan melakukan terobosan.


Sempat berduel dengan Alphonso Davies, namun Kisha jauh lebih unggul.


Kisha melakukan potongan potongan yang membuat Alphonso Davies pusing dan hampir jatuh.


Kisha yang berhasil meninggalkan Alphonso Davies di belakang awalnya berniat menusuk lebih dalam ke dalam kotak penalti.


Namun dia menemukan adanya Aurelien yang bergerak bebas di sisi nya dan dari posisi Aurelien bisa terjangkau kemana saja.


Kisha dengan cepat melepaskan operan pada Aurelien.


Aurelien yang bebas tanpa pengawalan segera menerima bola dengan cepat dan baik.


Namun setelah Aurelien berhasil menerima bola, para pemain Bayern Munchen juga segera melakukan pressing.


Menurut mereka, situasi saat ini lebih berbahaya di bandingkan Kisha yang di berada di sisi tadi.


Dan benar saja, sebelum pemain Bayern Munchen sampai dan mempersulit Aurelien, Aurelien dengan tegas memberikan umpan terobosan pada Felix yang sudah meminta dengan menunjuk sisi bawah bagian kanannya.


Felix juga bergerak dan berlari menjemput bola yang saat ini membelah dan menuju posisi kosong.


Pemain bertahan Upamecano dari Bayern Munchen mengikuti Felix.


Para pemain Bayern Munchen melihat ini juga segera berlari menuju bola yang sedang menuju tempat kosong itu.

__ADS_1


Upamecano dan pemain Bayern Munchen lainnya beradu lari dengan Felix, siapa yang lebih dulu mencapai bola.


Felix yang akhirnya bergerak lebih dulu, sampai pada bola lebih dulu.


Dengan posisi bola yang sudah nyaman di dalam kotak penalti tersebut, Felix tidak melakukan kontrol apapun dan langsung menembak bola ke arah gawang.


Dia bahkan sama sekali tidak melihat ke arah gawang ketika menembak hanya fokus pada bola.


Dengan ledakan keras, bola dengan cepat meluncur ke arah gawang.


Penjaga gawang Bayern Munchen segera bersiap dan langsung melakukan penyelamatan.


Bola yang di tembak oleh Felix tanpa melihat itu mengarah ke sisi kanan dari penjaga gawang.


Penjaga gawang juga melompat dan melakukan aksinya.


Dengan usahanya yang keras dan posisinya yang sudah siap, penjaga gawang akhirnya berhasil menepis tendangan Felix yang sangat berbahaya tersebut.


Namun belum sempat menghela nafas lega, penjaga gawang itu sadar bahwa dia menepis ke arah yang salah.


Dia segera melihat ke arah bola dan menemukan pemain Liverpool sedang berlari menuju bola yang bergerak bebas.


Sean yang sedari tadi bergerak di sisi kiri sebenarnya sudah meminta bola pada Aurelien hanya saja mungkin dirinya masih dalam pengawasan sehingga Aurelien lebih memilih cara tersebut.


Sean yang tidak mendapatkan operan justru bersiap dengan kemungkinan terbesar yaitu Felix langsung menembak dan berhasil di tepis.


Sean berlari menuju bola, dan sesampainya pada bola, dia langsung menembak ke arah gawang tanpa ancang ancang apapun.


Bola yang di tembak oleh Sean kembali melengkung seperti tembakan pada gol pertama.


Penjaga gawang yang baru saja jatuh juga segera bangkit dan mencoba menepis atau melakukan aksi penyelamatan lagi.


Namun semuanya sudah terlambat karena bola sudah masuk ke dalam gawang.


Sean yang berhasil mencetak gol keduanya berlari ke arah bench Liverpool dan mengambil air minum.


Para pemain di lapangan dan bench serta bos dan penonton di lapangan bingung dengan aksi Sean.


Kenapa Sean tidak melakukan selebrasi dan malah meminum air?


Itulah pertanyaan yang ada di benak semua orang.


Tapi segera mereka menemukan hal yang benar.


Sean yang sudah selesai meminum air langsung di getok oleh bos di bagian kepalanya.


Para pemain segera sadar dan tahu bahwa itu adalah selebrasi Sean, bukan karena Sean sangat lelah dan haus.

__ADS_1


Ini benar benar konyol dan tak terduga.


Sean juga tersenyum dan mengatakan pada bos bahwa dia bingung harus bagaimana berselebrasi.


Para pemain yang sudah berkumpul tertawa mendengar penjelasan Sean.


Akhirnya setelah beberapa saat permainan di mulai kembali.


Para penonton sudah bersorak dengan sangat ceria.


Momentum yang di berikan oleh penonton juga semakin membuat pemain Bayern Munchen kewalahan.


Beberapa penonton Bayern Munchen juga sudah ada beberapa yang berbalik dan meninggalkan Anfield Stadium.


Suasana di lapangan semakin merugikan bagi Bayern Munchen.


Dimana penonton yang hadir semakin berkurang, penonton Liverpool semakin membuat momentum yang sangat menakutkan.


Penonton Liverpool menunjukan bagaimana Anfield bekerja.


Dan di atas lapangan, pemain Liverpool sama sekali tidak menunjukan kemunduran.


Dimana pemain Liverpool terus melakukan aksi high pressing ketika mereka tidak menguasai bola.


Sedangkan ketika menguasai bola, mereka akan terus bermain dengan bola.


Dimana ketika Liverpool menguasai bola, operan dan lari para pemain Liverpool sangat cepat.


Mereka terus menyusun rencana serangan dengan sangat baik.


Bahkan ketika bola sudah berada di area Bayern Munchen namun jika posisi tidak meyakinkan dan tidak menimbulkan bahaya apapun, para pemain Liverpool memilih melakukan operan bola ke belakang.


Hal itu untuk melakukan penyusunan ulang pada serangan, dan hal yang lebih menyakitkan lagi adalah dengan di lakukannya seperti ini, fisik para pemain Bayern Munchen semakin terkuras karena mereka terus bergerak dan berusaha mencari bola.


Meski fisik dan stamina para pemain Liverpool sama terkurasnya, tapi ini tidak sebanding.


Itu di sebabkan fisik dan stamina Liverpool sudah berbeda dengan tim lain, apalagi mereka sudah terbiasa dengan taktik seperti ini sehingga mereka tahu saat mereka lelah dan memilih untuk bermain santai.


Jika saat ini masih bermain dengan cara seperti itu, dimana operan cepat dan lari cepat, itu menunjukan pada pemain Liverpool belum kelelahan sama sekali.


Akhirnya menit ke 32, Bayern Munchen mendapatkan peluang serangan, namun itu hanya sampai batas di luar kotak penalti dan tembakannya berhasil di blok oleh tubuh Virgil Van Dijk.


Alhasil, bola tersebut memantul dan kembali ke tengah lapangan.


Bayern Munchen yang kehilangan bola juga panik dan segera mundur dengan sangat cepat, apalagi bola saat ini di menangkan oleh Rice atas duelnya dengan Kimmich.


Pertandingan terus berlanjut dengan Liverpool yang semakin mendominasi jalannya pertandingan, dan Bayern Munchen semakin tertekan.

__ADS_1


__ADS_2