I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 22.


__ADS_3

Estadio do Mar, pertandingan antara Leixoes dan Arouca masih sedang berlangsung, keadaan di lapangan sangat sangat intens.


Leixoes yang awalnya sudah unggul 1 gol, kini harus tersusul oleh gol yang di cetak oleh Roberto dari tim Arouca di menit 82.


Menit ke 87, kini permainan semakin memanas. Kedua tim saling jual beli serangan. Tim Leixoes yang berstatus sebagai tuan rumah tentunya tidak mau kalah, dengan sisa waktu yang masih ada, tim Leixoes terus melancarkan serangan pada tim Arouca.


Arouca yang berstatus sebagai tamu, tentu saja tidak mau kalah. Apalagi ada Sean yang benar benar benci kekalahan. Ia bekerja untuk memberikan yang terbaik.


Sean yang masuk menit 75 itu itu memberikan assist pada Roberto tadi. Sean bekerja keras, meski skor sekarang sudah imbang, namun karena masih ada waktu, Sean terus berusaha untuk memenangkan pertandingannya.


Pelatih di pinggir lapangan yang sudah puas meski dengan membawa 1 poin pun memberikan isyarat dengan tangan yang melambai terus ke bawah yang artinya pemainnya harus santai jangan terbawa oleh arus tim Leixoes.


Dengan itu juga para pemain Arouca mulai sadar dan kembali tenang, setelah tenang, bola pun akhirnya bisa di kuasai dengan baik.


Di pinggir lapangan, official pertandingan sudah memberikan tanda tambahan waktu sekitar 3 menit.


Sean dan para pemain lainnya juga melihat tanda itu. Tim Leixoes menjadi semakin menyerang setelah melihat tanda tambahan waktu, mereka benar benar tidak mau kalah.


Tim Arouca di sisa waktu ini terus tertekan, apalagi supporter Leixoes yang terus bernyanyi membuat tubuh semakin merinding.


Meski bukan final tapi ini benar benar tegang, ini karena liga baru di mulai dan para tim harus mendapatkan kemenangan supaya bisa memberikan dampak positif kedepannya.


Meni 92, bola yang di kuasai oleh gelandang Leixoes terlepas jauh dari kakinya. Sean yang sedari tadi ikut menganggu juga melihat bola terlepas di dekatnya, sekitar 3 meter darinya.


Sean dengan cepat berusaha mendapatkan bolanya, ia berlari dengan kencang.


Setelah dekat, Sean buru buru mengoperkannya pada gelandang tim Arouca yang kosong di belakang.


Setelah itu, Sean langsung berlari kedepan berharap akan mendapatkan operan lagi.


Namun sayang, gelandang tim Alves tidak memberikannya lagi dan malah memberikan bola semakin ke belakang.


Sean juga balik lagi intuk ikut dalam penguasaan bola.


'Masih ada waktu padahal.'


Saat wasit sudah memasukkan peluitnya ke mulutnya, Jubal yang menguasai bola di belakang menendang bola ke depan ke arah belakang garis pertahanan tim lawan yang kini sudah menaikkan garis pertahanan.

__ADS_1


Bola yang di tendang itu mendarat di tempat yang kosong, pemain Leixoes juga buru buru mengambilnya lagi.


Namun saat dia akan mengambilnya lagi, dia seolah olah merasakan ada yang melewatinya dengan cepat.


Saat sadar, dia melihat bola yang akan ia ambil tadi sudah terebut.


Sean yang tak mau kalah itu berlari dengan kencang saat Jubal membuang bola ke depan.


Sean yang mendapatkan bola buru buru membawa bola terus maju, kiper yang tadi maju juga sekarang ragu harus maju atau mundur.


Sean terus mendekat ke kekotak penalti, saat sudah memasuki kotak penalti, Sean langsung menembaknya, bola pun langsung terbang ke arah gawang.


Penjaga gawang tim Leixoes yang ditinggalkan sendirian benar benar panik, ia berusaha menyelamatkan bolanya, namun bola jauh dari jangkauannya.


Saat melihat ke gawangnya, bola sudah melewati garis putih di gawang.


Bersamaan dengan masuknya bola ke gawang, peluit juga berbunyi.


Keadaan di lapangan hening, para penonton yang dari tadi bernyanyi juga diam karena tidak menyangka ini terjadi.


Sean juga tidak tahu apakah bola nya di hitung gol atau tidak, dia melihat ke belakang.


Sean langsung tahu bahwa itu gol.


Skor di papan skor juga sudah berubah menjadi 1 2. Arouca mendapatkan gol keduanya lewat Sean yang memanfaatkan peluang terakhir.


Para pemain tim Leixoes dengan cepat berlari ke wasit untuk protes karena menurut mereka bola belum melewati garis putih saat peluit di tiupkan.


Namun wasit hanya menggelengkan kepalanya.


Ia juga melihat ke jam nya dan tepat 3 menit tidak lebih tidak kurang.


Sean yang sudah di peluk oleh rekan rekan timnya sekarang merasa sangat bahagia karena timnya mendapatkan poin penuh lagi.


Komentator juga langsung berisik saat gol itu terjadi, mereka tidak menyangka. Jangankan komentator dan penonton, bahkan rekan tim Sean, pelatih, staff dan para pemain cadangan tidak menyangka gol ini terjadi.


Mereka sudah senang meski meraih 1 poin di kandang lawan, tapi mereka tidak menyangka bahwa bocah yang selalu bekerja keras di setiap latihan mengejutkannya dengan cara ini.

__ADS_1


"Ooohh, Arouca membalikkan keadaan. Arouca bisa pulang dengan bahagia, mereka mengemasi 3 poin penuh di laga tandang."


"Mengejutkan. Apakah kamu kaget?" Tanya komentator yang masih sangat berisik meski permainan sudah usai.


"Jangankan kamu, saya lebih kaget." Ucapnya lagi berbicara sendiri.


Para pemain Arouca kembali ke ruang ganti karena pertandingan benar benar sudah usai, para pemain Leixoes menundukkan kepalanya karena mereka tidak menyangka akan kalah seperti ini.


Pelatih membawa Roberto ke ruang pers lagi. Pelatih Jorge Costa tidak mau membawa Sean bukan karena apa apa, tapi takut Sean terbuai dengan media dan permainan ke depannya akan jadi buruk.


Di saat pelatih sedang membawa Roberto ke ruang pers.


Di ruang ganti, Sean sudah di peluk dan di cium cium kepalanya oleh rekan rekan timnya.


"Bagus, kita akhirnya mendapatkan 3 poin lagi. Ini awal yang baik."


"Ya, kedepannya kami harus menang lagi supaya bisa promosi."


Sean juga sebenarnya terharu karena rekan rekannya benar benar memperlakukannya dengan baik meski dia hanya pemain pinjaman, apalagi dirinya masih muda.


Dan rata rata pemain Arouca ini sekitar 25 sampai 33, Semuanya di atas Sean dan tidak ada yang umurnya dekat dengan Sean.


Sean dan rekan rekannya mengobrol sambil bersalin, mereka juga selagi menunggu kedatangan pelatih dan Roberto yang masih di ruang pers.


"Bagaimana pertandingan Nacional dan Santa Clara?" Tanya Santos pada staff yang ada di ruang ganti.


"Santos dan Clara menang lagi, mereka masih di posisi 1 dan 2. Kita juga menjadi ke 4." Ungkapnya.


"Hah? Ke 4?"


"Iya, tim Academica mendapatkan poin penuh lagi, mereka juga sama 6 poin tapi di pertandingan hari ini mereka mencetak 5 gol jadi kita kalah selisih gol."


Kemudian para pemain di ruang ganti menghitung bahwa mereka mencetak 3 gol di pertandingan pertama, di pertandingan ke dua mencetak 2 gol dengan kemasukan 1 gol, berarti mereka mencetak 5 gol dan kemasukan 1 gol.


Staff juga melihatnya, "Academica mencetak 2 gol di pertandingan pertama, di pertandingan hari ini 5 gol kemasukan 1 gol."


"Jadi 7 gol dan kemasukan 1 gol."

__ADS_1


Para pemain juga akhirnya mengerti.


__ADS_2