I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 211.


__ADS_3

Stadio Diego Armando Maradona, ini merupakan nama dari stadium milik Napoli yang telah di ganti 2 atau 3 tahun ke belakang silam.


Saat ini, Stadio Diego Armando Maradona telah di penuhi oleh para pendukung Napoli.


Meski begitu, masih ada sebagian kelompok dari para penonton Liverpool yang hadir di dalam Stadio Diego Armando Maradona tersebut.


Mereka tentunya ingin melihat dan mendukung lebih dekat tim favorit mereka.


Apalagi jika bertamu seperti ini, dimana dukungan tim tuan rumah lebih kuat.


Mereka tidak ingin para pemain dari tim favorit mereka merasakan tekanan yang berlebih sehingga dengan kedatangan mereka berharap bahwa tekanan yang di terima oleh para penonton dari Liverpool juga memberikan dampak meringankan.


Saat ini, di lapangan hijau para pemain sedang bermain.


Pertandingan ini sedang berlangsung dan sudah memasuki menit ke 11.


Baru saja peluang di miliki oleh Liverpool, namun Felix gagal memanfaatkan peluang tersebut dan akhirnya saat ini bola berada di kaki pemain dari Napoli.


Napoli melancarkan serangan balik cepat saat ini.


Pergerakan yang tiba tiba seperti ini membuat para pemain Liverpool sedikit terkejut karena menemukan hal yang tidak biasa.


Dimana biasanya Napoli tidak bermain counter attack seperti ini jika di lihat dari data atau statistik yang di laporkan oleh bos dan tim analis.


Meski sedikit terkejut, para pemain kembali tenang dan mencoba meminimalisir serangan balik ini dengan baik.


Namun meski begitu, serangan Napoli benar benar sangat berbahaya.


Saat ini penyerang Napoli yaitu Victor Oshimen yang baru saja di beli oleh Napoli membuat gebrakan besar.


Dia mendapatkan umpan terobosan langsung dari lini tengah.


Saat ini dirinya sedang beradu lari dengan Virgil Van Dijk.


Virgil Van Dijk yang sudah berumur sedikit tertinggal, meski memiliki pengalaman, di bawah tekanan dari kecepatan cepat Oshimen, Virgil juga tertinggal.


Meninggalkan Virgil jauh, Oshimen dengan tenang mendapatkan bola liar di depannya.


Dia dengan cepat menggiring bola semakin ke depan agar lebih dekat ke dalam kotak penalti.


Allison juga saat ini ragu apakah akan maju atau tidak, pasalnya sudah tidak ada pemain lainnya.


Dengan banyak pertimbangan, Allison bergerak maju saat melihat Victor Oshimen sudah memasuki kotak penalti.


Berniat mencoba menutupi ruang tembak yang di miliki oleh Oshimen.

__ADS_1


Namun saat berhadapan dengan Allison, Oshimen dengan tenang melakukan gerakan menekuk.


Dia berpura pura akan menendang sehingga membuat Allison bergerak lebih dulu.


Saat Allison sudah bergerak, Oshimen juga dengan tenang memindahkan bola ke sisi yang lebih kosong.


Dia dengan tenang menjebloskan bolanya ke gawang saat gawang sudah tidak lagi terjaga.


Saat bola sudah di pastikan masuk, para penonton Napoli juga bersorak.


Para pemain Liverpool yang berlari mengejar Oshimen juga langsung berhenti berlari.


Setelah beberapa saat dari selebrasi Oshimen dan pemain Napoli lainnya, pertandingan kembali di mulai.


Pertandingan berlangsung secara sengit.


Dimana Liverpool ingin segera membalaskan ketertinggalan dan Napoli yang ingin menambah skor dan mencoba menekan Liverpool agar tidak bisa dengan mudahnya menyerang wilayah mereka.


Waktu terus berlalu bersama dengan pertandingan di lapangan yang terus bergerak.


Dimana bola selalu berpindah kekuasaan, entah itu Liverpool atau Napoli.


Saat memasuki menit 23, Napoli mendapatkan sepak pojok.


Dengan para pemain yang berkumpul di kotak penalti milik Liverpool, para pemain juga bergerak dengan cermat.


Dengan instruksi dari wasit, seorang pemain yang bertugas melakukan sepak pojok dari Napoli mengangkat tangannya meminta teman temannya yang di dalam kotak penalti bersiap.


Setelah melakukan pengamatan, pemain yang bertugas melakukan sepak pojok mengirim bola tepat di tengah tengah.


Perburuan juga terjadi, Virgil melompat di dekat tiang pertama mencoba menghalau bola lebih dulu.


Namun lompatannya ini lebih cepat sehingga bola tidak terhalau sedikit pun.


Aurelien yang berada di tengah juga melompat namun segera dirinya di susul oleh Oshimen yang bergerak bebas setelah lepas dari kawalan nya Declan Rice.


Oshimen menyambar bola terlebih dulu mendahului gerakan dari Aurelien.


Segera bola yang di sundul itu mengarah ke tiang pertama.


Allison juga segera melompat mencoba menjangkau bola, dengan usahanya bola juga tertepis.


Namun karena tepisan nya terlalu lemah, bola juga akhirnya mendarat di bawah dekat tiang pertama.


Saat Allison akan segera mengambil bola, dia menemukan bahwa ada kaki yang tiba tiba menendang bola dengan keras ke arah gawang.

__ADS_1


Tak perlu dikatakan lagi, itu merupakan salah satu pemain Napoli yang mendapatkan keberuntungan besar, sebab dirinya tidak ikut melompat dan hanya diam di dekat tiang pertama.


Dirinya juga tak menyangka akan mendapatkan bola kedua seperti ini.


Setelah bola masuk ke gawang, Allison mengangkat tangannya menginstruksikan pada wasit bahwa pemain tersebut offside.


Namun setelah pengamatan hakim garis di sisi lapangan, wasit memberikan keputusan bahwa gol tersebut sah dan tidak offside.


Allison berwajah jelek.


Para pemain Liverpool juga sama jeleknya.


Saat ini, Sean segera berlari ke dalam gawang dan membawa bola.


Dia membawa bola dan segera memberikan semangat pada rekan rekannya.


Dia kemudian berlari membawa bola ke tengah lapangan.


Sambil menunggu para pemain Napoli yang melakukan selebrasi, para pemain Liverpool lebih dulu berkomunikasi dan beberapa ada yang di panggil oleh bos ke pinggir lapangan untuk menerima arahan baru.


Setelah beberapa saat, pertandingan kembali di mulai.


Dimana para pemain Liverpool bermain lebih dominan, para pemain Napoli tidak terlalu menekan seperti tadi.


Namun penjagaan wilayahnya mereka sangat kuat.


Dan ini tidak ada bedanya dengan cara bermain mereka yang awal.


Meski yang awal adalah pressing ketat seperti permainan Liverpool, yang kedua ini merupakan menjaga wilayah dan zona jalur bola dengan sangat baik.


Bahkan para pemain depan seperti Sean, Felix dan Kisha dalam jangkauan pertahanan Liverpool berada dalam kondisi terkunci dan sulit sekali membuka ruang dan meminta bola.


Sebab saat mereka bergerak mencari ruang kosong yang baru, dengan cepat jalur bola menuju mereka juga di tutup.


Bos di pinggir lapangan mengamati semua ini dan meminta asisten mencatatnya untuk evaluasi di babak kedua nanti.


Berbeda dengan bos yang mengamati, para pemain Liverpool yang menguasai bola berusaha keras untuk melanjutkan operan.


Meski tidak ada penekanan atau pressing, mereka menderita gangguan mental, sebab pemikiran dan otak mereka di peras agar segera menemukan cara agar bola bisa di alirkan ke depan.


Berbeda dengan di pressing, mereka akan menderita gangguan ketenangan dan juga gangguan mental.


Apalagi bagi pemain yang berbahaya mungkin akan sangat frustasi jika di pressing dan di jaga dengan sangat ketat.


Apalagi dirinya tidak bisa melepaskan pengawalan sama sekali.

__ADS_1


Sudah di pastikan di pertandingan tersebut, pemain itu hanya akan menjadi sebuah boneka yang hanya bergerak dalam jari jemari para pemain lawan.


Sean saat ini juga yang berada di depan berpikir keras supaya dia bisa mendapatkan bola dari rekan rekannya.


__ADS_2