I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 120.


__ADS_3

4 hari kemudian,


Dimana saat ini adalah tanggal 7 Juli 2021, Sean sudah berada di Inggris, dia datang tadi malam dan saat ini dia sedang berlatih yoga di apartemennya yang dulu.


Sean juga akan pindah karena sudah di tawari sebuah rumah oleh pihak klub yang cukup untuk di isi oleh keluarganya nanti dari Indonesia jika keluarganya berkunjung dan menginap.


Pihak klub juga memberikan rumah baru dengan ukuran yang lebih besar karena mungkin nantinya Sean akan memiliki pasangan dan memiliki anak di usia muda jadi wajar jika di siapkan oleh klub.


Meski Sean mampu untuk membelinya saat ini, tapi untuk kenyamanan dan sesuai kontrak maka itu di siapkan oleh pihak klub.


Setelah berlatih yoga, Sean kemudian membersihkan tubuhnya lalu memakai setelan santai.


Dia ingin melapor pada klub bahwa dia sudah datang, dia tidak sempat karena dia datang sangat larut malam.


Sean berjalan ke kantor klub yang dimana jaraknya hanya sekitar 800 meter dari apartemennya.


Ini sangat dekat dan Sean sudah terbiasa dengan hal ini.


Saat akan memasuki kantor, Sean berhenti mendadak karena ada sebuah mobil yang baru saja datang.


Mobil itu berhenti tepat di depan kantor.


Saat pintu di buka, Sean tertegun.


Karena dia melihat siapa yang datang saat ini.


Orang itu tersenyum pada Sean.


"Halo, kamu Sean kan?" Ucapnya sambil tersenyum dengan tangan yang terulur.


"Halo. Iya aku Sean."


"Kamu?" Tanya Sean.


Maksud dari pertanyaan Sean bukan menanyakan nama nya tapi maksud kedatangannya kesini ada apa.


"Oh, biasa tanda tangan kontrak dan tes kesehatan." Ucap nya santai.


"Jadi resmi?" Tanya Sean masih sedikit kaku.


Dia tidak menyangka bahwa transfernya benar benar berhasil.


'Apakah mungkin rumornya benar?'


"Ayo sekalian, kamu pasti mau melaporkan?" Ucapnya, lalu kemudian keduanya berjalan sambil mengobrol dan mengakrabkan diri karena baru pertama kali bertemu.


Meski Sean sering melihatnya di siaran tapi baru kali ini dia bertemu.


Sean juga baru tahu bahwa alasan kepindahannya benar benar karena barter dari Mo Salah.


Dimana Liverpool hanya membayar 75 Juta Euro saja untuk biaya pertukaran ini.


Kylian Mbappe pindah karena dia merasa di khianati oleh klub yang tak mengizinkannya pindah ke Real Madrid.

__ADS_1


Pihak klub juga lalu secara terang terangan mengungkapkan bahwa Mbappe tidak akan di jual ke Real Madrid.


Dengan masalah seperti itu, Mbappe menjadi serba salah di PSG.


Kemudian ketika adanya isu bahwa dirinya akan di barterkan dengan Mo Salah, Mbappe langsung menyetujui kepindahannya ke Liverpool.


Karena dia ingin pindah, dan juga dia secara pribadi ingin bermain di bawah asuhannya Jurgen Klopp.


Sean mendengarkan penjelasan Mbappe di sepanjang jalan dengan takjub.


Sean menyemangati Mbappe karena saat kepindahan Mbappe ke Liverpool ini, dia harus memiliki gaji yang benar benar berbeda dengan di PSG.


Dimana gaji di Liverpool lebih sedikit.


Mbappe tak mempermasalahkan hal itu makanya dia berani pindah dan rela, jadi dia hanya tersenyum saat Sean menyemangatinya.


"Apakah kamu akan memakai nomor 7?" Tanya Sean.


"Tidak perlu, sudah kamu saja."


"Felix pasti menghubungimu dan kamu pasti berpikir seperti ini juga kan?" Tanya Mbappe sambil tersenyum.


"Haha." Sahut Sean dengan tawa.


"Aku akan memakai nomor bekas Mane. 10 saja. Biar sama dengan nomorku di tim nasional."


"Baiklah kalau begitu, padahal tak apa jika kamu mau." Ucap Sean.


Keduanya terus mengobrol, saat akan memasuki ruang kesehatan.


Kemudian Sean berpelukan terlebih dulu dengan Mbappe, dia lalu pergi meninggalkannya dan akan melapor.


Di perjalanan, Sean hanya melamun dan menggelengkan kepalanya saja.


Dia tak menyangka bahwa musim depan Liverpool benar benar berisi para pemain baru.


Dan itu benar benar para pemain muda yang sangat hebat hebat.


Setelah beberapa saat, Sean juga sudah melapor ke klub.


Sean di beritahu bahwa keberangkatan ke Amerika pada tanggal 11 Juli.


"Tersisa 4 hari lagi, dan mungkin semua pemain akan datang 2 hari sebelum keberangkatan ke Amerika." Ucap Sean sambil berjalan ke cafetaria klub.


Sementara itu, di tempat kesehatan.


Bos yang tak lain adalah Jurgen Klopp sedang berada di ruang kesehatan dan memperhatikan tes kesehatan Kylian Mbappe.


Keduanya juga sambil mengobrol.


"Bos sepertinya anda benar benar memulai rencana hebat bagi klub."


"Kenapa memangnya?" Tanya bos tersenyum.

__ADS_1


"Kamu sudah mendatangkan Sean 3 tahun yang lalu, lalu sekarang membeli Felix dan aku."


"Apakah semuanya dalam perhitungan mu?"


"Masalahmu ini sebenarnya sudah sangat lama, bahkan ketika kamu di Monaco hanya saja kami kecolongan oleh PSG, dan sekarang ketika pemilik baru kami baru saja bisa mewujudkannya."


"Untuk Felix karena dia harus mengisi pos yang di tinggalkan oleh Firmino." Ucap bos.


"Tapi apakah tak masalah dengan berisi pemain muda seperti ini?" Tanya Mbappe yang memang terlihat dewasa dan santai.


Itu karena Mbappe sudah di juluki sebagai Mega bintang masa depan sepak bola dunia sehingga sikapnya juga sangat santai dengan pelatih jadi wajar wajar saja.


Ini seperti memiliki hak khusus untuk bebas berbicara.


"Tidak masalah, aku sudah merencanakan semuanya jauh sekali dan skema juga sudah aku buat jauh sekali."


"Tinggal menerapkan saja di setiap latihan nanti."


"Oiya bos, kudengar kita Training Camp Amerika?"


"Iya, sekalian mengikuti kompetisi di sana."


"Ada AC Milan, Dortmund, Sevilla, PSV, Tottenham, Napoli dan Liverpool."


Kompetisi sebelum di gulir nya liga ini sudah biasa di lakukan oleh tim tim besar.


Ini kebetulan saja ada banyak klub yang melakukan Training Camp di negara yang sama jadi kompetisinya di ikuti oleh 8 klub.


Biasanya hanya 4 saja.


Namun ini menguntungkan karena bisa melihat perkembangan skema yang di gunakan nantinya.


Dan bisa segera melakukan evaluasi dan pembenahan nantinya.


"Apakah kamu mengobrol dengan Sean tadi?"


"Iya, aku tak menyangka dia tinggi, ku kira postur nya sama denganku." ucap Mbappe.


"Mungkin hanya beda 2 atau 3 cm saja denganmu." Ucap Bos.


"Tapi bos, aku dengar dengar dan lihat lihat para pemain muda Indonesia juga kini sudah banyak yang berkarir di Eropa setelah keberhasilan mereka di Tournament Toulon waktu itu." Ucap Mbappe.


"Itu adalah hal yang bagus, pengintai klub kami juga mengatakan bahwa di Indonesia banyak sekali pemain muda yang hebat dan berkualitas dan hampir sama dengan para pemain muda Eropa bahkan ada yang melebihi."


"Terus kenapa tidak maju?"


"Itu karena menurut para pengintai, para pemain mudanya sulit mendapat menit bermain di klub dan juga federasi nya sedikit kacau jadi sulit."


"Tapi sepertinya sekarang sudah berbenah karena federasi juga melihat harapan yang di bawa oleh para pemain muda saat ini."


"Mungkin piala dunia 2022, Indonesia akan ada dan ikut serta." Ucap Klopp.


Mbappe yang mendengar penjelasan bos benar benar tak menyangka bahwa penilaian bos tentang talenta muda dari negara nya Sean sangat sangat hebat bahkan ada yang melebihi para pemain muda berbakat Eropa.

__ADS_1


"Ku harap Sean bisa bermain di piala dunia." Ucap Mbappe.


Kemudian keduanya terus mengobrol sambil Mbappe yang terus melanjutkan berbagai tes kesehatan.


__ADS_2