
Ruang pers menjadi sepi semenjak pertanyaan yang di ajukan oleh seorang reporter.
Namun meski suasana nya sepi, di dalam hati para reporter, mereka sangat bersemangat.
Mereka menunggu jawaban apa yang akan di ungkapkan pelatih Indra.
"Tidak ada yang pasti siapa yang memikul beban berat. Semua pemain beserta saya dan juga staf semuanya memikul beban berat di setiap permainan atau pertandingan."
"Kami membawa nama Indonesia ke tingkat dunia, meski ini hanya junior tapi tetap saja di pandang karena masa depan sepak bola akan berada di era mereka kedepannya."
"Saya hanya ingin mengatakan bahwa mungkin iya atau tidak jika Sean yang telah memberikan kekuatan dan kepercayaan kepada tim kami."
"Tapi kalian juga harus ingat, bahwa kita pernah imbang 1 kali tanpa adanya Sean di pertandingan."
"Jadi di mata saya, tidak ada pemain yang spesial. Semua sama, hanya saja memang kualitas Sean lebih dari yang lainnya. Tapi itu juga tidak membuat saya memperlakukannya berbeda dari yang lainnya."
Para reporter masih merasa kurang dengan jawaban dari pelatih Indra, namun mereka hanya bisa menerima nya karena terlihat bahwa pelatih Indra tidak mau menjawab pertanyaan seperti itu lagi.
Tak lama, reporter lain mengangkat tangannya dan tak lama ia juga di izinkan untuk bertanya.
"Mengenai hasil para punggawa muda kami di Tournament Toulon ini, apakah ada masa depan yang jelas bagi mereka nantinya?" Tanya Reporter.
Pelatih Indra tersenyum mendengar pertanyaan seperti ini, "Pertanyaan bagus!" Sahut pelatih Indra.
Reporter itu juga merasa tersanjung dan menunggu jawaban lanjutan dari Pelatih Indra, reporter lain juga sama mencoba menajamkan pendengaran mereka dan mulai menyalakan perekam suara lagi.
Ada juga beberapa yang mengambil foto.
"Ini merupakan suatu pandangan jauh yang saya sangat hargai dan pikirkan. Mengenai hal ini, saya sangat sangat berharap para pemain kami saat ini bermain di Eropa sana."
"Ini untuk meningkatkan kualitas mereka dan memperbanyak pengalaman mereka."
"Tentunya untuk sepak bola Indonesia juga agar lebih maju dan berkembang nantinya."
"Terus apa rencana nya?" Tanya reporter yang tak sabar.
"Untuk rencananya, saya hanya bisa angkat tangan karena semua itu ada di tangan para pemain."
__ADS_1
"Saya yakin bahwa dari beberapa pemain kami yang memiliki agen saat ini, mereka pasti sudah di hubungi oleh beberapa tim."
"Namun saya tidak tahu siapa."
"Saya hanya berharap kepada para pemain, agar tak terlalu memikirkan bermain dimana dulu untuk saat ini, yang terpenting berangkat ke Eropa bermain di sana dan meningkatkan kualitas."
"Seiring berjalannya waktu dengan peningkatan kualitas, tim tim yang lebih besar tentunya akan datang."
Para reporter mendengarkan jawaban pelatih Indra menjadi semakin tertarik, apalagi pandangan pelatih Indra juga sangat jauh.
Dimana pelatih Indra mengharapkan bahwa pemain muda saat ini berangkat ke Eropa dan bermain di Eropa.
Apalagi tujuan paling utamanya ialah memajukan dan mengembangkan sepak bola Indonesia.
"Pelatih Indra, kenapa Sean tidak ikut pulang bersama tim?" Tanya satu reporter yang sedari sudah tak sabar menanyakan pertanyaan seperti ini.
Para reporter lain mendengar pertanyaan ini juga ingin tahu tapi mereka menahannya dan menunggu yang lain saja yang menanyakannya.
"Untuk Sean, dia tidak bisa ikut pulang bersama kami dan mengikuti kami ke istana nanti."
"Dia memiliki suatu urusan bersama agennya jadi dia izin untuk tidak pulang bersama." Sahut pelatih Indra.
Mereka mengerti artinya.
"Apa pengalaman yang anda dapatkan di Tournament kali ini?" Tanya reporter lain pada Irianto yang mengikuti pelatih Indra ke ruang pers.
"Sejauh saya bermain di Tournament ini, saya merasa bahwa saya benar benar masih kurang dalam segalanya."
"Apalagi kalimat yang di ucapkan pelatih Indra di saat istirahat babak pertama melawan Portugal di pertandingan final."
"Mungkin bukan hanya saya yang merasakan hal ini tapi pemain lainnya."
"Jadi pengalaman yang saya dapatkan selama bermain ialah konsistensi dan kerja keras."
"Bakat dan kualitas memang penting, tapi jika kita tidak konsistensi dan kerja keras semua itu akan sia sia."
"Saya dan juga yang lainnya juga sudah menerapkan bahwa kami harus konsisten dan kerja keras dalam setiap pertandingan maupun latihan."
__ADS_1
"Banyak sekali pemain berbakat di sana yang sangat saya khawatirkan awalnya, tapi saat melihatnya bahwa dia tidak bekerja keras, tim mereka pun akhirnya bisa di kalahkan oleh kami."
"Jadi poin kerja keras itu penting."
Ungkap Irianto dengan tenang namun matanya benar benar tajam, dia seperti benar benar menjelaskan bahwa dirinya sudah bertekad untuk konsisten dan kerja keras.
Reporter juga tersenyum dan beberapa juga di ambil menjadikan foto untuk di tampilkan di surat kabar atau berita nantinya.
"Firza, sejauh yang media tahu, kamu berada satu kamar dengan Sean, betul?" Tanya reporter.
Firza di samping Irianto juga mengangguk.
Memang benar bahwa media mengetahui itu karena Firza pernah berfoto dengan Sean dan mengunggahnya di Instagram dengan caption bahwa Sean adalah teman sekamarnya.
"Bagaimana cara kamu mengakrabkan diri dengan dia? Sedangkan kamu dan rekan lainnya kan sudah bersama dari Tim nasional U 16 jadi tidak perlu untuk berkenalan lagi."
"Apakah ada kesulitan karena mungkin dia sudah bermain di Eropa dan ada tingkah yang menunjukan bahwa dia lebih darimu atau apa?" Tanya reporter lagi.
Firza mencerna pertanyaannya lebih dulu, dia tidak mau salah menjelaskan karena menurutnya nama Sean sudah sangat besar dan di kenal banyak orang, dia tidak bisa sembarangan seperti biasanya dimana dia selalu asal dan seenaknya.
"Untuk mengakrabkan diri?" Tanya Firza balik pada reporter sambil mengangkat alisnya sedikit.
"Itu memang sangat di perlukan, tapi itu tidak membutuhkan banyak cara dan waktu."
"Dari awal datang dia pindah ke kamarku, dia sudah langsung mengajakku berkenalan."
"Dia tidak memiliki rasa sombong atas dirinya, dia sangat mudah bergaul, tanya saja pemain lainnya."
"Hanya saja dia terlalu tertutup dan jarang berkumpul di waktu luang karena harus menjaga tubuhnya dengan latihan yoga dan lainnya." Ungkap Firza mencoba menambah nambah kan tentang Sean supaya tidak buruk karena memang begitu juga adanya.
"Sean tidak banyak bertingkah di depan teman atau pemain lainnya, dia juga tidak menunjukan bahwa dia lebih baik."
"Tapi dia selalu membuktikannya di lapangan, di setiap pertandingan atau latihan, dimana seperti yang di katakan Irianto, dia bekerja keras lebih dari kami, dia juga konsisten."
"Itulah tingkah yang di tunjukan Sean pada kami selama kami dengannya." Ungkap Firza tenang.
Pelatih Indra di samping juga tersenyum karena akhirnya anak anak asuhnya sadar dan pemikirannya lebih terbuka.
__ADS_1
Awalnya dia khawatir karena pemain lainnya tidak akan mampu mengimbangi kualitas mental dan pikiran Sean, tapi sekarang sudah tidak di perlukan lagi.