
2 hari kemudian,
Hari dimana para pemain tim nasional akan pulang ke Indonesia setelah melaksanakan semua pertandingan tournament Toulon.
Meski mereka hanya menjalani liburan 1 hari, para pemain sudah sangat puas karena 1 hari itu mereka isi dengan penuh bermain dan berjalan.
Meski memang biasanya seperti itu, tapi di hari hari biasa, mereka hanya berjalan ke luar setalah latihan dan itu pun tidak tiap hari karena harus menjaga kondisi tubuh.
Kemarin mereka bermain dengan puas, mereka menjelajahi banyak tempat.
Sean juga ikut serta bersama mereka.
Di saat pulang dari berjalan jalan itu, Sean juga mendatangi pelatih Indra dan meminta izin untuk tidak pulang bersama karena ada urusan penting.
Pelatih Indra bertanya ada apa, Sean pun menjelaskannya karena mungkin nantinya pelatih Indra juga harus memberitahukan atasannya yang ada di PSSI.
Kenapa harus begitu?
Karena sebelum para pemain berlibur, pelatih Indra sudah memberitahu bahwa para pemain juga akan di sambut dan mereka harus mendatangi istana negara karena telah mengharumkan nama bangsa.
Meski itu hanya tournament untuk usia mudanya, itu merupakan sebuah pencapaian hebat.
Apalagi tingkatnya bukan Asia lagi tapi tingkat Dunia.
Maka dari itu, sambutan ini harus di berikan kepada para punggawa muda tim Garuda yang telah berhasil membawa nama Indonesia harum di tingkat Dunia.
Pelatih Indra pun yang mendengarkan penjelasan Sean juga ikut bangga dan senang.
Menurutnya ini adalah langkah awal bagi sepak bola Indonesia untuk maju.
Sean akan menjadi pelopor bagi pemain lainnya, Sean juga akan menjadi jalan bagi pemain lainnya supaya mata dunia semakin terfokus pada talenta talenta muda Indonesia.
Sebenarnya talenta talenta muda Indonesia bisa di bilang setara atau bahkan lebih unggul.
Hanya saja, tidak tahu kenapa, setelah para pemain muda tim nasional U 19 nanti nya menginjak usia 20 mereka tiba tiba padam dan menurun.
Itulah yang sering terjadi pada pemain Indonesia.
Mereka akan bangkit bangkit lagi nanti ketika umurnya sudah 25 atau 26 tahun.
Dimana ini sudah telat sekali untuk mulai berkarir di Eropa.
Dengan adanya Sean yang menjadi pelopor dan menjadi jalan pembuka bagi pemain lainnya, alasan ini juga akan di ketahui nantinya.
Mungkin karena tim tim di Indonesia kurang memberikan kepercayaan pada pemain muda sehingga karena tidak mendapatkan menit bermain yang cukup untuk memupuk pengalamannya, para pemain tim nasional muda yang dulunya bersinar menjadi terkubur.
__ADS_1
Pelatih Indra menanyakan kepada Sean soal siapa yang akan ditemuinya, dia juga penasaran.
Meski pelatih Indra akan menjaga rahasia ini, tapi Sean tidak memberitahunya karena dia sungguh sungguh tidak tahu.
Pelatih Indra hanya bisa memberikan kepada Sean agar Sean tak terlalu berbangga diri dengan pencapaian yang ia dapatkan sekarang ini.
Sean tentunya mengerti apa maksud dari pelatih Indra.
Siang hari, pukul 1 siang, Sean mengikuti timnya ke airport.
Dia akan mengantar kepergian rekan rekan tim nasionalnya untuk pulang lebih dulu.
Di Airport, rekan rekan Sean dan staf juga pelatih sedang menunggu giliran keberangkatan pesawatnya.
Di saat waktu tunggu itu, mereka masih mengobrol, rekan rekan Sean juga awalnya menanyakan kenapa Sean tidak ikut pulang bersama.
Namun pelatih Indra memberitahu bahwa Sean ada urusan yang harus di urus terlebih dulu.
Para rekan rekan Sean mengerti dan tahu mungkin ini berhubungan dengan karir Sean selanjutnya.
Mereka tidak mengucapkan selamat atau apa karena tak mau menganggu pikiran Sean.
Mereka akan memberikan selamat ketika nanti Sean sudah sukses di transfernya.
Namun meski hanya Firza yang tahu mereka juga tidak menanyakan lebih lanjut karena sudah mengerti.
"Sean?" Ungkap Hanis.
"Apa?" Sahut Sean sinis, itu karena Sean sengaja bercanda.
"Gitu amat. Biarlah. Apakah kamu akan langsung berkencan nantinya setelah pulang ke Indonesia?" Tanya Firza dengan senyum misterius lalu dia melihat ke arah Firza.
Firza langsung tertawa. Di antara rekan lainnya, hanya Hanis, Firza dan Samuel yang tahu tentang Sean dekat dengan Callista.
Samuel juga di ujung kursi yang lain mendengarkan ini tiba tiba berbicara, "Ah, yasudah pasti kan sudah di janjikan." Ucapnya sambil tersenyum.
Rekan rekan lainnya yang mendengarkan pembicaraan ke empat orang ini tidak mengerti.
Mereka berusaha mendengarkan terus karena ingin tahu.
"Nanti aja ku kirimkan pesan padanya ketika aku sampai di Indonesia." Ungkap Firza.
"Kenapa kamu?" Tanya Hanis berpura pura.
"Karena dia itu pemalu." Ungkap Samuel.
__ADS_1
Di balas dengan tawa oleh Firza.
Sean mendengarkan ucapan ke tiga temannya ini hanya diam saja.
Dia tidak tahu menjawab apa, memang benar bahwa Sean memiliki rencana seperti itu nantinya.
Dia ingin bertemu karena ingin tahu saja, dia sudah melakukan panggilan Vidio tapi belum ada rasa apa apa yang tumbuh.
Sean juga penasaran.
Sean banyak melihat dan mendengar kata kata dari banyak nya orang orang yang sudah sukses di Internet.
Kalimat nya seperti ini, "Jika kamu ingin sukses dan berhasil, fokuslah pada 1 wanita."
"Jika kamu di tinggalkan oleh teman temanmu ketika sedang berusaha di jalan kesuksesan, maka bersabarlah."
"1 wanita yang kamu fokuskan itu akan tetap menemani mu dan mengantarkan mu menuju kesuksesan itu."
"Jadi jangan terlalu memikirkan teman teman yang meninggalkan, karena di saat sukses nanti, teman itu akan menyesali perbuatannya."
"Sedangkan untuk mu, kamu akan sangat bersyukur dan bahagia karena masih di temani oleh 1 wanita yang sudah kamu pilih, dan kamu sudah tidak perlu khawatir lagi untuk mencari wanita lain."
"Dimana sudah terlihat jelas bahwa 1 wanita yang kamu fokuskan dan pilih itu setia menemanimu di saat kamu masih di bawah."
Sean melihat banyak kalimat seperti itu yang di ucapkan oleh orang orang sukses. Entah itu pengusaha dari perusahaan perusahaan besar di Amerika ataupun pesepak bola yang sudah senior dan pensiun.
Dan Sean juga mencari tahunya apakah benar atau tidak, dia menemukan bahwa Lionel Messi juga seperti itu.
Dimana Lionel Messi memfokuskan pilihannya pada 1 wanita yang merupakan teman masa kecilnya.
Meski awalnya wanita yang Lionel Messi pilih sempat berpacaran dengan pria lain ketika masih kecil, tapi saat wanita itu tahu bahwa Lionel Messi datang dari Spanyol ke Argentina hanya untuk menghubunginya dan menjadikannya kekasih, wanita itu juga langsung memutuskan hubungan dengan pacarnya dan memilih bersama Lionel Messi.
Kisah itu Sean baca di sebuah artikel yang membahas tentang kisah Messi. Dimana Messi yang memilih wanita itu dia masih dalam keadaan di bawah dan belum bermain untuk tim Senior Barcelona.
Sean membaca cerita cerita lainnya dan memang banyak sekali yang serupa.
Sean juga ingin seperti itu, dia juga ingin menceritakan kisahnya nanti, dan dia juga nantinya bisa membanggakan hal itu ketika di tanya suatu saat nanti.
"Kenapa diam hei?" Ungkap Hanis.
Sean akhirnya sadar dan tersenyum, "Iya aku akan menemuinya. Jadi tunggu, akan ku perlihatkan nanti pada kalian." Ucap Sean.
Rekan rekan yang lainnya yang tidak mengerti hanya memberikan acungan jempol pada Sean karena Sean berani berkata seperti itu.
Mereka juga tahu tentang Sean yang selalu menghindari wanita.
__ADS_1