I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 57.


__ADS_3

Keesokan harinya,


Pertandingan antara Arouca dan UD Oliveirense sudah berlangsung di Estadio Municipal Arouca.


Pertandingan itu sudah memasuki menit ke 13, dan skor masih imbang 0 0.


Penyerang Arouca di isi oleh Sean, Kuca dan Lopes.


Kuca dimainkan sebagai penyerang tengah oleh pelatih Jorge Costa. Kuca tidak keberatan keputusan pelatih dan memainkan peran sebagai penyerang tengah.


Meski tidak seefektif Beto, namun karena adanya Kuca, para pemain bertahan UD Oliveirense juga harus lebih berhati hati.


Itu di sebabkan oleh penyerang depan Arouca semuanya memiliki kecepatan yang cepat. Jadi jika serangan balik Arouca di lancarkan, mereka akan kesulitan untuk mengejarnya.


Dalam pertandingan ini, para pemain UD Oliveirense lebih memilih menunggu untuk tim Arouca memasuki wilayah mereka dan bertahan dengan kuat.


Mereka akan melakukan serangan balik dari pada mereka yang terkena serangan balik.


Waktu pertandingan juga terus berjalan, dan kini sudah memasuki menit ke 24.


Penguasaan bola juga masih berada di para pemain Arouca.


Lopes yang kini menguasai bola di sisi kanan lapangan atau lebih tepatnya Lopes sedang menyerang di sebelah kiri pertahanan lawan.


Lopes mencoba menusuk ke tengah dan meminta agar Kuca untuk berlari ke arahnya.


Kuca yang biasanya berposisi sebagai winger juga mengerti apa maksud Lopes. Sean melihat ini dia berlari masuk ke dalam kotak penalti untuk mengisi ruang dan mengalihkan perhatian para pemain bertahan lawan yang lain.


Sementara itu, Lopes terus mencoba menusuk dan melewati 1 pemain lawan.


Santos dan Ericson juga sudah mengisi di area luar kotak penalti dimana Lopes kini sudah masuk semakin dalam.


Posnya Sean atau sebelah kanan pertahanan lawan di isi oleh fullback tim Arouca yaitu Costa.


Lopes yang sudah menusuk semakin dalam setelah melewati 1 pemain itu memberikan passing pada Sean, berniat menjadikan Sean yang berada dalam kotak penalti tengah menjadi pemantul bola bagi dirinya.


Sean juga mengerti arti dari Lopes, dia menerima bola passing dari Lopes dan menggeserkan bola nya lagi ke sisi kirinya untuk Lopes agar bisa langsung menembak.

__ADS_1


Lopes yang sudah mempassing pada Sean tadi juga sudah bergerak berlari menuju bola yang sudah Sean siapkan.


Pemain bertahan lawan yang melihat ini segera berlari ke arah bola yang di siapkan Sean untuk Lopes.


Mereka ingin membuang bola ke depan agar Lopes tidak bisa memanfaatkan peluang ini menjadi gol.


Namun saat pemain bertahan lawan berlari ke arah bola itu, Sean kemudian bergerak ke arah yang berlawan dengan pemain bertahan itu.


Lopes juga yang sudah dekat dengan bola tidak jadi menembak dan mengopernya ke belakang, dimana Kuca yang tadi bertukar posisi dengannya mengikuti gerakan Lopes.


Kuca yang melihat bola di lepas oleh Lopes juga tak segan segan dan langsung menembak.


Tembakan Kuca bukan tembakan melengkung tapi tembakan kencang yang lurus datar.


Bola yang di tendang Kuca mengarah ke sisi kiri gawang dekat dengan tiang.


Penjaga gawang lawan juga berusaha untuk menyelamatkan bolanya, saat dirinya sudah dekat dan merasa akan meraih bola, bola tiba tiba terasa bergerak lebih cepat.


Tangan yang ia ulurkan untuk meraih bola juga tak jadi meraih bola karena bola yang ia akan raih itu sudah melewati tangannya.


Bola yang di tendang Kuca juga menjadi gol bagi tim Arouca.


Mereka senang karena bisa mencetak gol dengan skema yang aneh.


Mereka juga tak berharap bahwa skema dadakan ini akan berhasil menjadi sebuah gol.


Bahkan pelatih Jorge Costa di pinggir lapangan bertepuk tangan saja karena dia tak menyangka bahwa proses terjadinya gol itu sangat aneh tapi cantik.


Kerja sama antara 3 winger yang saling mengoper dan saling mengandalkan.


Tak lama wasit juga membunyikan peluit agar para pemain kembali ke lapangan.


Dengan kick off yang di mulai lagi dari tim UD Oliveirense, para pemain Arouca langsung melakukan pressing ketat.


Mereka tidak bisa membiarkan tim lawan menguasai bola dan membiarkan para gelandang tim lawan untuk berpikir.


Dengan tekanan dari para pemain Arouca, para pemain UD Oliveirense hanya bisa segera mengoper bola ke belakang dan bermain di wilayah mereka sendiri.

__ADS_1


Namun yang tak mereka duga adalah, para pemain Arouca tetap melakukan pressing ke wilayah bertahan tim UD Oliveirense.


Pelatih UD Oliveirense di pinggir lapangan panik dan langsung berdiri, ia langsung berlari ke pinggir lapangan dan berteriak memberikan intruksi.


Instruksi yang di berikannya adalah agar pemain dengan cepat memberikan bola ke pemain depan.


Akan berbahaya jika bola di rebut di daerah bertahan sendiri.


Para pemain Arouca masih terus saja melakukan pressing pada pemain bertahan lawan yang masih menguasai bola.


Saat bola di operkan pada full back sebelah kanan UD Oliveirense, Sean langsung berlari cepat dan tak membiarkan lawan agar berpikir untuk mengoper kembali.


Dengan pressing ketat dari Sean, full back lawan itu hanya bisa menjaga bolanya dengan memunggungi Sean sambil berjalan menggiring bola ke sudut lapangan karena merasa tertekan.


Sean tentu saja takkan melepaskannya dan membiarkan dia mengoper.


Sean menarik baju full back itu pelan pelan dan di posisi yang tidak akan terlihat oleh wasit.


Sean terus melakukan itu, sampai full back itu tiba tiba jatuh karena dorongan badan Sean yang menempel terus tapi tangan Sean yang menarik bajunya terus.


Full back itu bingung karena di belakang dia dorong, tapi di belakang bajunya juga di tarik.


Saat full back lawan jatuh, Sean langsung mengambil bolanya dan berlari menuju kotak penalti, namun full back itu masih dalam posisi jatuh di lapangan berpura pura agar mendapatkan pelanggaran.


Wasit yang tak bisa melihat apa apa juga hanya bisa terus melanjutkan pertandingan.


Sean yang menggiring bola dan tak mendengar adanya pelanggaran juga terus menusuk ke dalam kotak penalti.


Pemain bertahan lawan tentu saja tak terima dan langsung menghalangi Sean dan menutup ruang bagi Sean.


Namun bagi Sean itu adalah hal yang mudah karena 1 lawan 1, tapi saat akan melewatinya Sean merasa bahwa dia seperti berhadapan dengan benteng tinggi.


Dia pun berhenti dengan gerakannya dan melihat lagi ke depan, saat melihat Lopes berlari di tiang jauh, Sean langsung melakukan operan datar yang kencang ke arah tiang jauh.


Tentu saja pemain bertahan lawan kaget karena dia menyangka Sean takut dan kesusahan oleh dirinya makanya berhenti, tapi yang tidak disangkanya Sean malah memberikan operan pada rekannya.


Memang benar Sean sedikit kesusahan melewati pemain bertahan tadi mungkin karena dia terlalu percaya diri.

__ADS_1


Dengan operan Sean yang kencang dan datar ke tiang jauh, bola juga tak bisa di selamatkan atau di halau oleh pemain bertahan satunya lagi.


Full back yang mengikuti Lopes juga berusaha mengejar Lopes namun dia terlambat karena saat bola operan Sean datang, Lopes tak mengontrolnya dan memilih untuk langsung menembaknya.


__ADS_2