
16 September 2021,
Stadium Old Trafford sudah di penuhi oleh para penonton dari kedua tim yang hadir.
Para penonton Eropa lebih berkelas, tidak akan ada keributan meski keduanya merupakan rival.
Berbeda dengan halnya seperti di Indonesia, dimana jika ada pertandingan rival seperti ini, pasti akan ada salah satu pihak yang tidak di perbolehkan hadir di stadium untuk menonton atau mendukung tim mereka.
Itu agar tak terjadinya keributan.
Di saluran televisi siaran Indonesia, para penonton yang termasuk fans dari Manchester juga menonton pertandingan ini.
"Melihat dari catatan statistik Liverpool di awal liga musim ini, mereka menorehkan hasil yang sangat baik."
"Berbeda dengan Manchester United yang hanya memiliki 2 kemenangan 3 draw dan 1 kekalahan."
"Ini tentunya akan menjadi sebuah ujian lagi bagi Manchester united."
"Kami juga mengucapkan berbelasungkawa atas kematian salah satu putri kembar dari sang Mega bintang Manchester United itu yaitu Cristiano Ronaldo."
"Malam tadi salah satu putri kembar Cristiano Ronaldo harus meninggal dunia, dengan keadaan dan situasi seperti itu tentunya sang Mega bintang tidak mungkin untuk ikut bermain."
"Ini akan menjadi sebuah tambahan ujian bagi Manchester United karena ketidakhadiran dia di lapangan."
"Ini juga akan sedikit meringankan lini pertahanan Liverpool karena tidak harus menjaga Cristiano."
"Meski begitu, jangan sampai lini pertahanan Liverpool meremehkan pemain lainnya." ucap sang komentator saluran Indonesia.
Kini mereka sedang menunggu di mulai nya pertandingan super big match ini.
"Jadi apakah pertandingan hari ini akan semakin seru dan semakin kita nantikan untuk di tonton meski tak hadirnya sang Mega bintang?" Tanya komentator satunya mencoba mencairkan suasana.
"Tentu saja, kita harus menonton pertandingan ini."
"Satu satunya pemain Indonesia kita akan bermain di laga ini."
"Jadi untuk para fans Manchester di Indonesia, jika Sean mencetak gol nanti. Kami mohon jangan menyalahkannya dan menghujatnya."
"Karena dia bekerja untuk klubnya." Ucap komentator satunya yang di balas tertawaan dari komentator lainnya lagi.
"Kita harus selalu mendukung Sean yang berkarir di Eropa, dia adalah masa depan dan kunci bagi negara kita agar bisa semakin memajukan sepak bola Indonesia."
"Meski saat ini sudah ada banyak pemain muda yang bermain di Eropa, tapi kita harus mendukung Sean karena saat ini semua harapan ada padanya."
"Dia saat ini sudah bermain di liga tertinggi dari lima liga Eropa."
"Dia juga sudah menjadi skuad inti, selain itu mari kita juga dukung terus pemain lainnya supaya segera menyusul prestasi Sean ini."
"Baiklah bung, kita bisa sudahi karena para pemain sudah memasuki lapangan." Ucap komentator lainnya.
__ADS_1
Dan benar saja layar di televisi para penonton juga segera di alihkan ke lapangan hijau Stadium Old Trafford.
Para pemain juga sudah berbaris, Sean menuntun seorang anak perempuan.
Disaat menunggu sebelum bersalaman, Sean memainkan rambut anak perempuan itu sambil tersenyum tapi wajahnya tetap fokus ke depan.
Setelah beberapa saat, para pemain juga bersalaman.
Sean dan timnya langsung berkumpul dan menunggu Virgil yang menjadi kapten untuk menentukan apakah akan kick off atau lapangan.
Henderson selalu di mainkan di babak ke 2 oleh bos karena stamina nya yang sudah menurun.
Dia di mainkan setiap babak ke 2 untuk menetralisir pertandingan di waktu yang tersisa supaya pemain lainnya tidak panik dan tegang.
Untuk lini depan, biasanya bos akan mengganti pemain bergantian, dimana kadang Joao Felix yang di ganti atau Sean atau Mbappe.
Dan di gantikan oleh Curtis Jones dan Harvey Elliot yang mengisinya.
Jika Joao Felix di ganti, maka Mbappe yang akan menjadi penyerang tengah dan yang menggantikan Joao Felix akan mengisi pos Mbappe sebelumnya.
Virgil pun datang dan menjelaskan bahwa Manchester United mengambil kick off.
Dengan begitu para pemain juga bersiap dan langsung bersiap di posisinya.
Sean juga sudah siap di sisi kiri lapangan.
Di pertandingan ini, Sean sedikit kecewa saat tahu sang Mega bintang tidak bisa bermain karena alasan putrinya itu.
Dengan wasit yang meniupkan peluit kick off pun di mulai.
Para pemain Manchester United langsung melakukan penguasaan bola.
Mereka memainkan bola di wilayah mereka sendiri.
Tentunya lini depan Liverpool tidak diam, mereka langsung berlari dan melakukan pressing ketat.
Karena kualitas kedua tim yang sama sama besar dan pemain pemain yang berkualitas jalannya pertandingannya juga berlangsung seru saat pertandingan terus berjalan.
Dimana sering terjadi perebutan bola di lini tengah.
Sean juga berusaha selalu melakukan pressing pada pemain yang menguasai bola di dekatnya.
Bahkan dia juga kadang kadang akan mengejar bola sampai ke penjaga gawang.
Itu Sean lakukan karena sesuai perintah atau instruksi dari bos.
Seiring berjalannya waktu, pertandingan di lapangan lebih condong pada perebutan bola di tengah lapangan.
Ini benar benar mengadu kualitas dari para gelandang kedua tim.
__ADS_1
Meski para pemain gelandang Liverpool muda, mereka tentunya memiliki kualitas yang sangat baik dan tentunya tak boleh di remehkan oleh gelandang Manchester United.
Belum lagi lini serang Liverpool yang berbahaya, Manchester United meski bermain di rumahnya sendiri, mereka terlihat lebih berhati hati.
Memasuki menit ke 19, Declan Rice berhasil merebut bola di kaki Bruno Fernandes yang terlalu sering menggiring bola.
Declan Rice dengan santai memberikan bola pada Virgil ke belakang.
Virgil Van Dijk menahan bola dan memberikan instruksi pada rekan rekannya agar melebar.
Para pemain juga segera bergerak dan memanfaatkan lebar lapangan.
Virgil sebagai pemain bertahan tentunya mengamati bagaimana ketat nya lini tengah, makanya dia akan memanfaatkan lebar lapangan.
Virgil mengoper pada Robertson, Robertson menggiring bola melewati garis tengah, namun baru saja melewati dia langsung di tekan, Robertson juga mengembalikan bola lagi pada Virgil.
Virgil memberikan pada Konate.
Konate melihat ke depan dulu sebelum mengoper namun tak ada celah.
Dia akhirnya mengoper pada Declan Rice yang meminta bola.
Declan Rice menggiring bola ke sisi kanan, dan mengoper pada Trent yang sudah maju melewati garis tengah.
Trent menerima bola dan melirik ke depan, para pemain Manchester United langsung waspada saat melihat Trent bertingkah seperti ini.
Namun Trent tidak melakukan umpan, dia mengoper pada Aurelien yang mendekat.
Aurelien tidak berlama lama dan langsung melakukan operan ke depan dengan umpan tendangan terobosannya.
Dia berniat menuju ke Mbappe.
Mbappe juga berlari di belakang pemain bertahan lawan.
Keduanya beradu lari, tapi Luke Shaw yang merupakan pemain senior kalah dalam segi kecepatan oleh Mbappe.
Mbappe akhirnya mendapatkan bola, dia saat akan melanjutkan menggiring masuk kotak penalti.
Luke Shaw datang menutup, Mbappe pun melakukan cut ini tiba tiba.
Luke Shaw yang datang dengan kecepatan cepat untuk menutupi Mbappe itu kehilangan keseimbangan saat berhenti tiba tiba.
Mbappe yang lolos dari Luke Shaw itu akhirnya masuk ke dalam masuk penalti.
Dia juga memperlambat gerakannya.
Sean dan Joao Felix juga berlari ke dalam kotak penalti.
Joao Felix bergerak terus sementara Sean diam di dalam kotak penalti.
__ADS_1
Meski dalam posisi offside, Sean tetap diam saja.
Mbappe juga langsung melancarkan tembakan saat dia tahu bahwa sudah tak ada pemain yang menutupi ruang tembaknya itu.