
Beberapa pertandingan telah Liverpool lalui lagi.
Mereka telah mengantarkan 4 pertandingan berturut baru baru ini.
Dari 4 pertandingan tersebut, Liverpool hanya bisa meraih 3 kemenangan dan 1 seri.
Dimana hasil seri itu Liverpool dapatkan dari pertandingannya melawan Manchester City.
Meski pertandingannya berakhir seri atau imbang, skor di dalam pertandingan tidak 0 - 0, melainkan 2 - 2.
Dalam pertandingan itu, Sean juga berkontribusi kembali, dimana dia mencatatkan namanya sebagai pencetak gol lagi.
Meraih hasil imbang ini tidak membuat para pemain Liverpool kecewa, mereka sudah sangat puas dengan hasil ini, sebab pertandingan di gelar di rumah Manchester City.
Hasil imbang itu juga tidak mempengaruhi papan klasemen.
Dimana Liverpool masih berada di posisi puncak, Manchester City kedua, dan Arsenal yang ketiga.
Di ikuti oleh beberapa tim lainnya yang masih berjuang mendapatkan poin untuk semakin menaikkan posisi mereka.
Di musim ini, klub yang sedang berperan sebagai kuda hitam ada beberapa.
Di antaranya Brentford yang telah kalah telak oleh Liverpool, Brighton dan Newcastle.
Ketiga tim ini benar benar sedang bersaing di posisi 7 ke atas.
Ini benar benar di luar dugaan banyak pecinta sepak bola Inggris.
Ini terjadi begitu tiba tiba dan merupakan hal baik bagi klub lainnya, sehingga liga menjadi sangat kompetitif.
Dari sisa 3 pertandingan lainnya, Sean juga berkontribusi banyak untuk timnya.
Dimana dia mencatatkan namanya sebagai pencetak gol atau seorang assist.
Saat ini, di Liga Premier juga catatan top skor di miliki oleh Sean yang hanya terpaut 4 gol dari Erling Haaland yang berada di posisi ke 2.
Berkat performa Sean yang semakin menanjak akhir akhir ini, nilai harga pasaran Sean yang di tetapkan oleh perusahaan data juga semakin melambung.
Ini membuat pihak Liverpool senang, sebab jika ada yang membelinya akan kesulitan karena harga yang mahal.
Sean sekarang tentunya tak memikirkan berapa harga dirinya, yang terpenting bagi dirinya saat ini adalah bagaimana caranya untuk tetap konsisten dan menuju puncak sepak bola.
Dia berpikir bahwa hanya akan sia sia jika dirinya tidak mendapatkan penghargaan besar nantinya.
Dia saat ini sedang berangan angan untuk mendapatkan Ballon d'Or.
Meski begitu, Sean harus benar benar bekerja keras untuk mencapai hal tersebut.
__ADS_1
...
Saat ini, Sean sedang menjalani latihan bersama timnya Liverpool di tempat latihan milik Liverpool sendiri.
Para pemain merasa baik baik saja meski menjalani jadwal yang padat.
Mereka sedang berusaha mengatur agar mental mereka menerima semua ini dengan biasa saja.
Setelah beberapa saat, pelatihan juga selesai.
Bos memanggil agar semua pemain berkumpul.
Kemudian bos menjelaskan beberapa arahan untuk pertandingan selanjutnya melawan Napoli di laga UCL.
Dimana Liverpool harus berangkat ke Italia, sebab Liverpool bermain sebagai tamu di laga kali ini.
Saat ini, Napoli juga sedang bagus bagusnya sehingga para pemain tidak meremehkan atau memandang rendah pihak lawan.
Apalagi saat ini Napoli juga berada di puncak klasemen Liga Italia nya sendiri.
Ini merupakan ujian bagi Liverpool, apakah kekuatan mereka yang baru saat ini sudah mampu bersaing di kompetisi Eropa yang sesungguhnya atau belum.
Meski musim kemarin baik baik saja, Liverpool tentunya tak memandang sepele semuanya.
Sebab semuanya berubah sama halnya dengan mereka sendiri, dimana mereka juga mempunyai banyak hal baru seperti pemain baru, sehingga harus membangun komunikasi dan chemistry lagi.
Setelah beberapa arahan dari bos selesai, Sean kembali ke rumahnya menggunakan mobil.
Dia bernyanyi nyanyi namun tetap fokus dalam menyetir mobilnya.
Setelah beberapa saat, Sean juga sampai di rumahnya.
Dia langsung melemparkan tubuhnya ke atas sofa.
Untung saja, Sean sudah membersihkan tubuhnya tadi sehingga tak perlu lagi membersihkan tubuhnya untuk saat ini.
Rebahan di atas sofa, Sean merasa bahwa matanya sangat berat dan seluruh tubuhnya lemas dan berat.
Tak sadar, matanya pun perlahan tertutup.
Sean tertidur karena kelelahan.
Sementara Sean tertidur, di Indonesia tepatnya di rumahnya Sean.
Ibu dan Ayahnya Sean sedang memberikan nasihat pada adiknya Sean, Salma.
Saat ini ayah dan ibunya Sean benar benar sedikit emosi sebab Salma mulai berhubungan dengan laki laki padahal masih SMP kelas 9.
__ADS_1
Meski wajar, ibu dan ayahnya Sean khawatir karena Salma perempuan.
Berbeda dengan laki laki yang bisa menjaga diri.
Salma mendengar nasihat dari ibunya hanya bisa tertunduk dan mendengarkan dengan baik.
Setelah keduanya memberikan nasihat, Salma mulai menjelaskan bahwa bukan dirinya yang berniat dekat dengan laki laki, tapi laki lakinya yang mendekatinya.
Salma menjelaskan bahwa dia tidak tahu bahwa laki laki itu menganggapnya seperti itu.
Setelah beberapa nasihat lagi, Salma akhirnya kembali kamarnya meninggalkan kedua orangtuanya di ruang keluarga.
"Haduh." Ucap ibunya Sean.
"Salma ini, aku tak ingin dia kenapa napa, jadi wajar kan?" Tanya ibunya pada Ayahnya Sean.
"Iya kamu benar, meski kita tak melarangnya saat ini, tapi kita harus tetap memberikan banyak arahan dan nasihat supaya dia tidak terlalu polos." Ucap ayahnya menjelaskan.
Ayahnya sebenarnya membolehkan Salma berhubungan dengan laki laki, hanya saja Salma harus tahu dimana batas batas berhubungan dengan laki laki itu dan tidak terlalu polos.
Memang benar bahwa saat ini Salma adiknya Sean sangat menarik.
Dia juga saat ini mendapatkan gelar kecantikan pertama di sekolahnya.
Dengan tubuhnya yang sangat ideal seperti siswa SMA, Salma menjadi semakin menarik.
Wajar jika ada beberapa laki laki yang berniat mendekatinya, mungkin ada juga beberapa yang berniat buruk ketika mendekatinya.
Maka dari itu, ayahnya dan ibunya menasihatinya tadi supaya Salma semakin berhati hati dan berpikir dewasa.
Salma yang saat ini di dalam kamarnya juga mengirimkan pesan pada kakaknya yaitu Sean.
Dia meminta izin apakah dirinya boleh dekat laki laki seperti Sean dan Callista.
Salma menanyakan ini bukan karena dia sudah nyaman dan dekat dengan laki laki itu melainkan dia ingin tahu bahwa apakah dirinya bisa seperti kakaknya dan Callista yang menjalin hubungan lebih dari teman di usianya saat ini.
Salma juga tahu bahwa dirinya saat ini masih kecil, tapi dia penasaran.
Setelah mengirimkan pesan pada Sean, Salma tersenyum.
"Haha, kakakku pasti mendukung dan memberikan izin." Ucapnya sambil tersenyum.
Namun Salma menunggu bahwa kakaknya tidak membalas.
Dia kemudian menyimpan ponselnya dan segera berganti pakaian.
Namun yang tak akan Salma duga nantinya adalah bahwa Sean akan memberikan nasihat yang lebih dalam dari pada nasihat yang di berikan orangtuanya.
__ADS_1
Sean tentunya harus menjaga adiknya dengan baik meski jaraknya jauh, dia tak mau adiknya kenapa napa.
Apalagi Sean tahu betapa bahayanya berpacaran saat bersekolah setelah mendengar cerita cerita dari teman sekolahnya waktu di SMA, seperti Alby.