
24 September 2021,
Stadium Anfield di penuhi para penonton. Entah itu penonton dari pendukung tim Porto yang melakukan away atau penonton dari tim Liverpool.
Stadium ini sudah sangat di penuhi, bahkan para fans Liverpool sudah menyanyikan lagu lagu kebanggaan mereka.
Laga ini merupakan laga penting bagi Liverpool, mereka akan menggelar pertandingan pertama mereka di babak grup UCL.
Mereka harus meraih hasil maksimal di pertandingan dan tak boleh tergelincir sekali pun.
Sebab sulit sekali untuk membalikkan keadaan nantinya, dimana pertandingan babak grup di Ucl hanya ada 6 kali.
Dimana setiap 1 tim akan melakukan home away untuk setiap pertandingannya.
Saat ini para pemain Liverpool juga masih di ruang ganti.
Sedangkan siaran televisi untuk saluran Indonesia sudah membahas banyak hal saat ini.
Di Indonesia saat ini pukul 11 malam.
Dimana mungkin banyak yang masih menunggu pertandingan ini di mulai.
"Bagaimana kabarmu hari ini bung?"
"Apakah sehat?" Tanya komentator.
"Saya sehat, semoga para penonton di rumah juga selalu sehat."
"Baiklah, mari kita mendiskusikan pertandingan Ucl hari ini, dimana Liverpool akan menjamu sang tamu Porto di laga pertama Ucl mereka."
"Bagaimana tanggapan mu mengenai pertandingan hari ini."
"Untuk susunan Line up kita sudah mengetahuinya ya, sebab di kedua akun sosial media mereka juga sudah di umumkan."
"Jika dilihat dari starting line up saja, keduanya benar benar langsung menurunkan para pemain andalan mereka."
"Jadi pertandingan ini akan sangat menarik tentunya."
"Ini mungkin juga akan ujian bagi Porto karena mereka harus menghadapi tekanan dari para supporter Liverpool yang ada di Anfield."
"Apalagi saat ini Liverpool benar benar sedang dalam tren yang positif di dalam liganya."
"Ini membuat momentum Liverpool juga sedikit jauh lebih depan di bandingkan Porto yang saat ini masih berusaha menemukan cara permainan mereka di liga."
"Saat ini juga mereka di liga masih dalam posisi ke 6 kan."
"Liverpool di posisi ke 2."
"Ini membuktikan juga bahwa Liverpool sudah sangat siap dalam mengarungi semua kompetisi di musim ini."
"Saya setuju dengan anda. Di lihat dari catatan seperti ini memang benar seperti yang anda katakan."
"Tapi semua nya juga akan terjadi di lapangan, bukan di catatan, jadi ini adalah pertandingan yang sangat sangat di nantikan."
"Oh bung, kamu seperti ini ternyata ya." Ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah, 1 hal yang perlu kalian ketahui dalam pertandingan ini."
"Kita akan menyaksikan terciptanya sejarah baru lagi bagi Indonesia dan sepak bola Indonesia!" Ucap komentator.
"Apa itu bung?" Tanya komentator satunya berpura pura.
"Tentunya sejarah baru akan tercipta oleh Sean."
"Pemain Indonesia kita yang menjadi satu satunya pemain yang berlaga di ajang UCL."
"Ini merupakan sebuah kebanggan bagi kami memiliki pemain seperti itu di negara kami."
"Jadi, semua warga Indonesia mari tetap dukung para pemain muda kita yang saat ini sedang menimba ilmu dan berkarir di Eropa agar mereka segera menyusul prestasi prestasi Sean."
"Supaya sepak bola Indonesia lebih maju lagi."
"Baiklah bung saya setuju dengan perkataan anda barusan."
Kemudian kedua komentator terus berbicara panjang lebar dan membahas tentang pertandingan hari ini.
Mereka membahas catatan dari kedua tim pernah bertemu berapa kali, terus menang dan kalah di sebutkan.
Mereka juga menyebutkan head to head kedua coach dan para pemain kunci di setiap tim.
Sementara itu, di rumah keluarga Sean di Indonesia, "Ayah belum tidur?" Tanya ibunya Sean.
"Belum sayang, ini anak kita main sekarang." Ucap ayahnya.
"Aku tahu, bukannya terlalu malam, lebih baik istirahat jaga kondisimu."
"Kalau begitu, aku akan menemanimu menonton." Ucap Ibunya Sean.
Ibunya Sean sudah sangat jarang menonton pertandingan Sean, karena menurutnya anaknya akan selalu baik baik saja dan selalu membuatnya bangga jadi tak perlu lagi di perhatikan.
Berbeda dengan ayahnya Sean yang selalu saja rutin menonton setiap pertandingan Sean.
Dia sangat senang dan bangga pada anaknya.
Dia juga kadang kadang menangis jika Sean berhasil mencetak gol untuk timnya.
Di stadium Anfield, para supporter semakin berteriak dengan keras karena para pemain sudah memasuki lapangan.
Para pemain dari kedua tim juga masih menggunakan sebuah jaket tim nya dan belum di buka.
Para pemain juga berbaris dengan anak anak kecil yang berada di depan mereka.
Sean juga memainkan rambut seorang pria kecil di depannya sambil tersenyum, tapi wajahnya fokus ke depan.
Setelah beberapa saat pemain bersalaman karena Anthem ucl sudah di bunyikan.
Virgil Van Dijk juga segera menghampiri wasit setelah selesainya bersalaman.
Dia akan merundingkan siapa yang melakukan kick off terlebih dahulu.
"Bola." Ucap Van Dijk.
__ADS_1
Dengan begitu, koin juga di lemparkan.
"Oke, berarti kamu bola." Ucapnya sang wasit.
Virgil juga kembali bersalaman dengan kapten dari Porto tersebut.
"Bola." Teriak Virgil pada rekan rekannya.
Para pemain Liverpool juga mengerti dan segera mengambil posisi karena kick off akan di mulai oleh mereka.
Sebelum pertandingan di mulai, wasit juga memeriksa kedua penjaga gawang apakah mereka sudah siap ataukah belum.
"Pritt."
Dengan begitu kick off di mulai.
Namun kick off yang di lakukan oleh Liverpool adalah kick off yang sangat sangat familiar bagi para fans Liverpool.
Ya, Joao Felix memberikan bola kick pada Florian, kemudian Joao Felix berlari ke belakang pelan kemudian berbalik badan lagi untuk menerima operan dari Florian.
Setelah menerima bola tersebut, Joao Felix memberikan bola pada Mbappe.
Mbappe juga segera memberikan pada Aurelian dan langsung berlari.
Pemain Porto juga segera menutup gerakan para pemain namun tempo operan yang di lakukan para pemain Liverpool benar benar cepat.
Aurelien juga langsung melakukan operan membelah ke depan.
Dimana yang dia tuju adalah Sean yang sudah berlari sejak awal.
Dengan umpan membelah itu, bola juga berhasil melewati beberapa pemain.
Sean juga berusaha mendapatkan bola, dan tak perlu banyak usaha baginya, Sean mendapatkan bola.
Namun Sean tak berlama lama, dia langsung menyodorkan bola lagi ke depan namun ke sisi sebelah kanan bukan di tengah.
Sodoran yang Sean tuju adalah Mbappe.
Sean juga langsung berlari lagi masuk ke kotak penalti, para pemain bertahan Porto sudah kocar kacir saat ini.
Mereka benar benar panik.
Mbappe yang berlari juga mendapatkan bola dengan mudah, dia mengoper pada Felix saat pemain bertahan lawan menghadangnya.
Felix kemudian memberikan operan segitiga pada Mbappe lagi.
Mbappe berlari dan mengejar bola yang sudah masuk kotak penalti.
Penjaga gawang Porto berlari untuk mengambil bola karena itu sudah dekat, namun siapa sangka Mbappe menambah kecepatannya dan langsung menendang bola dengan kaki kanan bagian dalamnya.
Penjaga gawang tersebut langsung menggerakkan tangannya ke atas dan kakinya ke bawah untuk menutup ruangnya, namun siapa sangka, tendangan Mbappe itu bukan menuju gawang tapi ke sisi lain.
Itu di oper ke sisi lain karena menggunakan kaki dalamnya bukan untuk melakukan tembakan.
Penjaga gawang melihat ke arah bola yang sedang meluncur ke sisi kanannya dan melihat pemain berseragam merah menyodorkan kaki kanannya dengan mudahnya dan membuat bola masuk ke dalam gawang yang dijaganya.
__ADS_1