I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 104.


__ADS_3

17 Juni 2018,


Sean dan Silva mendatangi kantor dari klub yang membeli nya ini.


Sean dan Silva datang hari untuk menandatangani kontrak sekalian melakukan tes kesehatan.


Dia akan di temani oleh Andreas Konrmayer sebagai ahli kebugaran untuk mengecek tes kesehatan Sean.


Di dalam kantor yang sangat luas, dimana fasilitas juga sangat lengkap dan tak jauh ke tempat latihan akademi, tim utama dan yang lainnya.


Sean juga melihat semuanya, hanya saja tidak ada pemain satu pun karena berlibur juga adanya piala dunia.


Para pegawai ini masih bekerja karena pastinya jadwal yang sibuk karena piala dunia.


Jika piala dunia di gelar, itu akan menjadi waktu tersibuk, apalagi piala dunia kali ini bersamaan dengan liburan transfer musim panas.


Sean datang ke ruang kesehatan dan melakukan tes kesehatan.


Dia di suruh melakukan banyak gerakan oleh Andreas Konrmayer.


Pertama, Sean di tes untuk mengecek kadar lemak dalam tubuh.


Lalu tes kecepatan, kekuatan dan kebugaran aerobik.


Setelahnya pengujian stamina.


Untuk tes kecepatan, Sean melakukan tes sprint di atas 40 m dengan waktu split untuk 10 meter pertama.


Untuk tes kekuatan, Sean melakukan tes lompatan vertikal untuk mengetahui kekuatan dari kaki dan yang lainnya.


Untuk tes selanjutnya dimana tes kebugaran aerobik, dimana ini adalah hal terpenting karena di lihat apakah pemain bisa bertahan dalam intensitas tinggi atau tidak.


Tes yang di lakukan nya adalah shuttle run sederhana, tapi karena ini pemain sepak bola profesional, tesnya tidak hanya shuttle run sederhana saja, tapi ada yang lainnya seperti shuttle intermiten Loughborough dan tes intermiten yo - yo.


Nah tes selanjutnya adalah tes kebugaran stamina pemain, Ini adalah hal terpenting bagian para pemain sepak bola profesional.


Makanya tes yang di lakukan adalah tes VO2.


Tes VO2 ini tujuannya adalah untuk mengetahui kebugaran dan stamina para pemain.


VO2 max merupakan volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh manusia saat melakukan kegiatan yang intensif. Artinya, lebih sedikit oksigen yang tersedia di tubuh untuk menghasilkan energi bagi otot.


Pada tes ini, para pemain diminta berlari di atas treadmill sambil dipasang sebuah alat di mulutnya. Nantinya, tes ini menunjukkan apakah pemain tersebut bisa langsung diturunkan dalam laga selanjutnya atau tidak. 


Pemeriksaan ini juga bisa menunjukkan apakah pemain tersebut harus diasah lagi kemampuan fisiknya sebelum bisa turun ke lapangan.


Setelah serangkaian tes, Sean juga memakai kembali pakaiannya dan menunggu hasilnya.


Andreas Konrmayer beserta staf yang menemaninya pergi mendatangi kepala medis tim untuk melaporkan hasil Sean hari ini.


Andreas Konrmayer yang datang juga sudah di tunggu oleh kepala medis yaitu, Andrew Mayyer.


Andreas Konrmayer melaporkan hasilnya pada Andrew Mayyer dengan memperlihatkan data yang di nilainya pada Sean.

__ADS_1


"Apakah ada kendala?" Tanya Andrew.


"Tidak ada."


"Aku juga bingung, apakah dia benar benar pemain masih muda?"


"Kekuatan otot dan stamina nya juga sudah hampir menyamai para pemain profesional di tim utama."


"Dia juga mempunyai kekuatan kaki yang kuat."


"Kaki yang mana yang kuat?" Tanya Andrew.


"Kaki kanan lebih kuat, tapi kaki kirinya juga mempunyai kekuatan yang tidak biasa."


"Bagaimana larinya?" Tanya Andrew.


Andreas Konrmayer hanya diam tidak menjawab.


Dia juga kaget pada awalnya setelah mengetahui kecepatan lari penuh Sean saat ini.


"Kenapa diam?" Tanya Andrew.


"Lihat saja sendiri."Ucap Andreas memperlihatkan datanya.


Dimana kecepatan Sean sudah melampaui kecepatan tertingginya di saat tournament Toulon.


Andrew melihat ini hanya tertegun.


"Apakah ini benar?"


"Oke oke, apakah ada yang lain?" Tanya Andrew.


"Tidak ada, semuanya sudah bagus. Jika tidak karena alasan dia dari negara yang kecil peringkatnya di FIFA, bos pasti sudah memasukannya dalam skuad utama." Ucap Andreas.


Andrew hanya diam saja, tapi dia juga yakin karena data yang di tunjukan membuktikan itu, dimana jika di klub lain mungkin Sean sudah menjadi andalan klub itu.


"Baiklah."


"Aku akan melaporkannya segera." Ucap Andrew pada Andreas.


Andreas pun kembali ke Sean dan memberitahunya agar menunggu di ruang yang lain.


Dimana ruang yang lain itu adalah ruang untuk melakukan penekanan kontraknya.


Sean di temani Silva memasuki ruangan itu.


Di ruangan itu sudah ada Bos, dan yang lainnya.


Yang lainnya itu adalah pejabat keuangan, direktur tim, dan pelatih tim U 23.


Pejabat keuangannya adalah Philip Nash, direktur timnya Michael Egan dan pelatih U 23 nya adalah Neil Critchley.


Sean kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan untuknya.

__ADS_1


Ketika semuanya sudah siap.


Direktur tim berkata, "Kamu di beli dengan harga yang cukup mahal nak untuk anak se usiamu." Ucapnya pada Sean sambil tersenyum.


Sean ikut tersenyum, dia belum tahu harga nya, hanya Silva yang tahu harganya karena Silva mendapat 10% dari biaya transfer itu.


"Haha baiklah, ini kontraknya." Ucap direktur tim.


Kedatangan bos dan pelatih U 23 hanya memastikan bahwa negosiasi untuk Sean berjalan lancar.


Untuk Neil dia harus lebih tahu karena Sean akan bermain untuk tim yang di latih olehnya.


Sean dan Silva melihat kontrak di dalamnya.


Kontrak yang di ajukan adalah 5 + 1 tahun.


Ini memang wajar karena ini adalah klub besar, apalagi Sean memulai dari akademi lagi, jadi kontraknya hanya berlaku 2 tahun saja bagi Sean.


Kemudian Sean melihat gajinya, gajinya adalah 10 ribu pounds per Minggu.


Sean tertegun.


Dia kemudian mengangkat kepalanya pada Silva yang sama sama menunjukan kekagetan.


Direktur dan yang lainnya di dalam ruangan tersenyum saat melihat ini.


Pasalnya ini adalah gaji terendah yang sudah di diskusikan bersama bos.


Bos meminta awalnya untuk sedikit lebih tinggi, tapi direkrut dan pejabat keuangan menolaknya karena Sean hanya akan bermain untuk tim U 23 saja.


Bos akhirnya mengalah dan menyetujui itu.


Awalnya jika Silva menolak, gaji yang akan di berikan adalah 15 ribu pounds, mereka juga sekarang sedang menunggu apakah Silva akan bernegosiasi lagi atau tidak.


"Bagaimana?" Tanya Sean pelan pada Silva.


Silva juga kaget, tapi dia dengan cepat sadar. Ini memang besar bagi Sean, tapi ini akan berlaku selama 3 tahun ke depan saja, karena di tahun ke empat, klub pasti akan menawarkan gaji baru dan kontrak baru pada Sean.


Kemudian Silva melewatkan gaji terlebih dulu dan melihat biaya klausul pelepasan Sean.


Saat melihatnya, Silva kaget. Bahkan dia sampai mengelakkan kepalanya ke belakang.


"Ini?" Tanya Silva.


"Oh itu wajar." Ucap direktur tim.


"Ini merupakan rencana panjang kami bagi Sean. Jika Sean mampu dan seperti yang di katakan bos, maka itu wajar."


"Jadi kamu tenang saja, karena masa depannya sudah terjamin, apalagi bos sudah mempercayainya."


"Apakah masalah?" Tanya direktur tim sedikit mengeluarkan aura kekuasaannya namun wajahnya masih tersenyum.


Silva juga merasakan tekanan yang di berikan ini, "Tidak masalah, tapi apakah gajinya bisa di negosiasikan lagi?" Tanya Silva.

__ADS_1


"Oh, apakah kamu sudah melihat biaya tambahan jika Sean mencetak gol, assist atau membawa tim U 23 mencapai target?" Tanya direktur.


Silva kemudian segera membaca lagi dan tertegun.


__ADS_2