
Di ruang privat room sebuah hotel, Silva tidak beranjak dan terus mengobrol dengan orang yang merupakan seorang petinggi dari sebuah klub.
Banyak sekali pertanyaan di ajukan pada Silva dan Silva menjawab semuanya dengan jelas agar petinggi klub itu semakin percaya.
Pertanyaan pertanyaan yang di ajukan juga semuanya seputar Sean.
Terakhir, orang itu menanyakan pada Silva berapa gaji Sean saat ini.
Orang itu menanyakan ini karena dia harus tahu dan nantinya dia bisa memutuskan berapa gajinya untuk Sean di timnya setelah di transfer.
Apalagi permainan Sean juga sudah semakin meningkat dan berkembang, tidak mungkin gajinya juga akan sama.
Silva menjawab bahwa gaji Sean hanya 3000 ribu euro saja atau 2600 pounds.
Mendengar jawaban Silva, orang itu mengangguk anggukan kepalanya mengerti.
Dia sudah paham dengan semua situasi Sean di klub lamanya, selanjutnya orang itu menanyakan beberapa hal lagi pada Silva.
Dimana orang itu menanyakan pada Silva apa yang paling di butuhkan Sean ketika sudah berhasil di transfer.
Pertanyaan seperti ini adalah hal yang paling penting dari sebuah klub untuk mengutamakan kondisi pemain nantinya.
Mereka juga harus memberikan dan merawat para pemain dengan kondisi yang sangat baik.
Pertanyaan seperti ini menyangkut tempat tinggal dan transportasi, dan apabila mengingat umur pemain masih muda, biasanya petinggi dari sebuah klub akan menawarkan apakah akan melanjutkan sekolah atau tidak.
Namun jika pemain sudah senior, mereka menanyakan apakah rumahnya perlu yang luas atau tidak.
Ini agar keluarga mereka juga bisa ikut pindah dan tinggal dekat dengan sang pemain, ini juga agar pemain tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi keluarga yang jauh darinya.
Silva menjelaskan bahwa Sean adalah orang yang paling sederhana.
Petinggi itu hanya tersenyum, tanda bahwa dia meminta Silva menjelaskan lebih banyak lagi.
Silva menjelaskan bahwa Sean biasanya tidak berkendara karena selama di Portugal, Sean selalu tinggal di asrama yang dimana jaraknya sangat dekat dengan tempat pelatihan.
Sean juga belum memiliki surat izin dan belum bisa mengendarai sebuah transportasi.
Petinggi yang mendengar itu terus tersenyum.
"Apakah Sean hanya perlu tempat tinggal saja dan tidak perlu transportasi?" Tanya nya pada Silva.
"Iya kurasa inilah yang paling di butuhkan nya. Sean jarang keluar dari tempat tinggalnya, dia keluar hanya untuk berlatih."
__ADS_1
"Namun meski begitu, dia orang yang mudah bersosialisasi, jadi tidak masalah."
"Baiklah, kalau begitu." Ungkap sang petinggi itu pada Silva.
"2 hari kemudian mari bertemu lagi, dan esok hari saya akan mengirimkan tawaran pada klub Sean yang dulu, Boavista." Ucapnya.
Silva tersenyum mengangguk. Dia senang dengan hal ini.
Setelah pembicaraan kedua tim selesai, giliran dirinya yang bernegosiasi untuk mendapatkan gaji bagi Sean.
Dia akan mendapatkan uang dari hasil transfer Sean nantinya.
Jika tim baru ini membeli Sean dari Boavista seharga 15 juta Euro maka dia akan mendapatkan 10% dari uang transferan itu.
Dimana jumlah uang itu sangat besar dan itu menutupi uang yang pernah dia gunakan untuk membantu bantu Sean.
Setelah mendapatkan uang itu tentunya Silva juga akan mendapatkan banyak uang lagi karena Sean akan mendapatkan tawaran sponsor yang layak nantinya.
"Kalau begitu, saya pamit undur diri." Ungkap Silva sambil berdiri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Setelah Silva pergi dari ruangan itu, petinggi itu tersenyum dan berkata pada seseorang yang selalu berada di sampingnya.
Tak lain adalah asistennya.
Sang assisten dengan cepat melakukan panggilan pada manajemen timnya.
Setelah beberapa saat panggilan juga terhubung.
"Kirim tawaran pada Boavista untuk membeli Sean seharga 7 juta." Ungkapnya langsung.
Petinggi klub memberikan harga setinggi 7 juta dan buru buru melakukan penawaran langsung karena data untuk nilai harga Sean belum keluar jadi lebih baik mempercepatnya dan jika berhasil nantinya tim dia yang akan untung besar setelah Sean di berikan harga baru.
Pihak manajemen klub yang mendengar perintah juga mengerti dan setelah panggilan di tutup, bagian manajemen juga segera bekerja.
Mereka menulis email dan mengirimkan pengajuan untuk membeli Sean pada tim Boavista.
Aktivitas transaksi memang seperti ini untuk awalnya, biasnya klub pembeli akan menawarkan harga terendah dulu.
Dan pastinya itu akan di tolak, nah setelahnya lah yang kedua itu akan mendekati kemungkinan di terima tawarannya.
Dan yang ketiga barulah akan di terima.
Dimana tawaran ketiga akan sangat tinggi dan menguntungkan dari harga yang di ajukan pertama kalinya.
__ADS_1
Pihak klub itu menawarkan pada Boavista untuk membeli Sean seharga 7 juta sesuai perintah.
Untuk bagian negosiasinya, nanti akan di selesaikan oleh bagian manager dari klub.
Dan manager dari klub juga akan mendapatkan perintah dari petinggi bahwa harganya tidak boleh melebihi angka sekian.
Dengan begitu transaksi juga akan berjalan lancar dan mudah.
Meski terlihat lancar dan mudah, bagian tersulit dari transaksi ini adalah menegosiasikan hasil akhir dari biaya transfer fee-nya.
Apakah 7 juta cukup, atau tambah 500 ribu lagi atau tambah 2 juta langsung.
Negosiasi adalah perkara paling sulit, dan manager juga harus lihai dalam negosiasi nantinya, apalagi modal yang di berikan harus cukup untuk membeli pemain.
Dan jika modal yang di berikan masih ada sisa itu lebih bagus, tapi jika modal tidak cukup, biasanya pihak pembeli akan menggantung negosiasi sampai pihak penjual merasa seperti terikat dan akan membuat pihak pembeli lainnya merasakan bahwa negosiasi klub sudah selesai.
Dengan cara itu, pihak penjual juga akan segera menurunkan harganya lagi dalam negosiasi.
Namun ada 1 hal yang paling luar biasa, jika modal tidak cukup, tapi pemain yang ingin di beli adalah pemain yang paling di butuhkan oleh tim maka pihak pembeli akan rela untuk menambah modal lagi agar si pemain bisa di beli.
Di dalam ruang privat room, petinggi itu duduk dengan cerutu yang ada di mulutnya.
"Pantau terus dan beri kabar padaku jika ada apa apa pada negosiasi ini."
"Kita tidak bisa kalah dengan yang lain."
"Kita harus mendapatkannya."
"Ini akan menjadi modal yang besar bagi tim 3 tahun ke depan." Ungkapnya.
Petinggi ini sudah merencanakan sangat jauh dalam membeli Sean ini. Dia menghitung bahwa dalam 3 tahun harga Sean akan semakin tinggi.
Namun dia juga nanti harus bernegosiasi dengan Silva tentang gaji Sean yang baru bagaimana kondisi Sean di tim.
Dan ini juga hal yang penting.
Sementara itu, Silva yang sudah keluar dari hotel itu hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Apa kamu pikir aku akan tertipu? Tentu tidak."
"Kamu hanya ingin mendapatkan untung saja dalam membeli Sean."
"Kamu tidak menanyakan berapa kemungkinan Sean di mainkan di klub mu."
__ADS_1
"Haha santai saja Sean, tidak hanya dia yang sudah aku temui hari ini." Ungkap Silva sambil berjalan menjauh.