
Stadion Anfield.
Semua wilayah tribun penuh dengan para penonton Liverpool.
Meski ada sebagian yang di sisakan untuk penggemar Everton tentunya karena ini juga merupakan salah satu saingan Liverpool di kota yang sama.
Jadi para penggemar Everton juga datang.
Saat ini, para pemain sudah memasuki lapangan.
Para pemain dalam kondisi yang cukup baik dan mereka siap di laga hari ini.
Tak membuang waktu, wasit juga meniupkan peluit tanda dimulainya pertandingan.
Everton yang memilih memulai lebih dulu di pertandingan ini langsung mencoba menguasai bola.
Mereka melakukan penguasaan bola dan mencoba membangun serangan yang terstruktur.
Tentunya, para pemain lini depan Liverpool seperti Sean, Felix dan Kisha tidak diam.
Mereka bekerja sama untuk melakukan pressing dan jika bola tidak ada di bagian pertahanan Everton, ketiganya hanya akan tetap berlarian mengacaukan posisi di lapangan.
Berselang 3 menit, Liverpool melancarkan serangan melalui sisi kirinya.
Dimana itu merupakan posisi Sean berada.
Meski melancarkan serangan melalui posisi kiri, bola saat ini tidak di kuasai oleh Sean melainkan Robertson.
Sean juga harus sedikit lebih masuk ke tengah untuk memberikan Robertson ruang yang lebih bebas ke depan.
Di ikuti dengan pergerakan Sean yang masuk lebih dalam, salah satu gelandang Liverpool juga mengisi sisi kiri lagi untuk melakukan back up pada posisi Robertson.
Ini di lakukan agar Robertson memiliki banyak opsi operan ketika dia sudah mencapai bagian terdepan.
Sean yang bergerak ke tengah menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan melihat posisi lawan dan rekan rekannya.
Dia melakukan nya sekalian dia mencari ruang kosong juga.
Setelah Robertson semakin naik dan menekan, para pemain Everton juga tidak membiarkan Robertson melakukan umpan silang.
Sudah menjadi kenangan buruk bagi tim tim Premier League jika kedua full back Liverpool maju dan melakukan umpan silang.
Itu akan menjadi ancaman yang berbahaya, sehingga para pelatih pun harus menanggulangi masalah tersebut dengan cara melakukan pressing cepat pada pemain tersebut.
Robertson yang sadar bahwa dirinya akan di tekan juga memiliki pemahaman yang baik, dia yang yakin tidak bisa melakukan umpan silang akhirnya membalikkan bola kebelakang.
Dimana salah satu gelandang Liverpool yang tadi bergerak mengikutinya.
Florian menerima bola dengan baik.
__ADS_1
Di saat Florian menerima bola, Sean yang sudah melakukan scanning pada sekitarnya juga segera bergerak mendekat pada Florian untuk meminta bola.
Florian tidak membuang waktu setelah melihat Sean meminta bola.
Dia memberikan Sean operan yang tepat sehingga Sean juga dengan mudah melakukan penerimaan bola.
Menerima bola dengan baik, Sean langsung melakukan putar badan.
Dia melirik ke depan sekilas, gerakan itu sangat cepat.
Saat para pemain Everton akan melakukan pressing pada Sean, mereka melihat Sean sudah melakukan umpan terobosan ke dalam kotak penalti.
Dan benar saja, bola terobosan yang di berikan oleh Sean sangatlah cantik.
Felix yang berada di depan tentu memiliki pemahaman diam diam yang baik dengan Sean.
Jadi saat ini dia sudah berlari mendekati bola.
Berjarak 2 langkah dari bola, Felix juga melihat ruang depannya kosong dan bisa menciptakan tembakan dari sini.
Namun siapa sangka, segera salah satu pemain bertahan Everton segera menutupnya.
Felix juga mengurungkan niatnya untuk menembak.
Dia akhirnya memilih melakukan pemberhentian pada bola dan mengontrolnya dengan baik.
Felix yang saat ini berposisi 1 lawan 1 dengan pemain bertahan Everton tidak merasakan tekanan apapun.
Felix melirik sekitar dan dengan cepat memutuskan.
Dia melakukan operan pada sisi lain dari posisinya ini.
Tujuan pengoperan Felix di tujukan pada Kisha yang sedang berlari ke dekat tiang.
Tentu bola yang di berikan oleh Felix ini di lakukan dengan keras karena takut tertangkap oleh penjaga gawang di tengah jalan.
Benar saja, penjaga gawang juga bergerak berusaha menangkap bola, namun karena kerasnya tendangan, bola tidak berhasil tertangkap dan hanya tertepis saja.
Bola pun akhirnya berbelok.
Dan bola itu mengarah pada pemain Everton.
Di saat pemain bertahan Everton akan menerima bola tersebut, dia lengah.
Dia melihat bahwa di sisinya ada hembusan angin yang sangat cepat dan segera menemukan bahwa di depannya ada pemain berjersey merah dengan nomor punggung 7.
Tentu saja, Sean yang tadi sudah melakukan terobosan pada Felix tidak diam.
Dia langsung bergerak maju untuk memanfaatkan kemungkinan yang akan terjadi ke depannya.
__ADS_1
Dan benar saja, di sinilah peluangnya datang.
Sean tidak berlama lama, bahkan dirinya tidak melakukan kontrol bola terlebih dulu.
Dia yang berlari dengan cepat langsung menembak ke arah gawang.
Posisinya saat ini yang berada dalam kotak penalti itu sangatlah nyaman untuk melakukan tembakan langsung seperti ini.
Segera penjaga gawang Everton juga mendengar suara teredam yang keras.
Melihatnya, itu adalah bola yang sedang menuju gawangnya.
Dia segera berusaha melompat ke sisi kiri nya untuk melakukan tembakan karena bola yang di tembakan itu mengarah kesitu.
Dengan banyak usaha dari penjaga gawang, bola itu akhirnya menyentuh jari jari dari sang penjaga gawang.
Namun karena kurangnya kekuatan dan dorongan, jari jari itu tidak bisa menahan kerasnya laju tembakan Sean.
Bola dengan cepat menerobos jari jari penjaga gawang dan langsung bersarang di jaring gawang Everton.
Sean yang berhasil mencetak gol langsung berlari untuk merayakan golnya ke sudut lapangan.
Dia berlari dan melakukan seluncuran dengan lututnya dengan tangan yang menunjuk pada logo timnya.
Lalu menepuk nepuk logonya.
Tak lama, Sean yang sedang melakukan selebrasi juga langsung tertekan ke tanah karena rekan rekan timnya yang datang dan menimpanya secara langsung.
Stadion Anfield bergemuruh dengan suara sorakan dari penonton Liverpool.
Bos di pinggir lapangan juga berselebrasi hanya dengan mengangguk saja namun jika kamera di alihkan padanya, mereka akan menemukan wajah sombong bos yang saat ini sedang berselebrasi.
Para pemain Everton yang melihat gol cepat terjadi hanya bisa saling melihat pada rekan rekan timnya masing masing.
Apalagi penjaga gawang melihat pada pemain bertahan yang tadi akan menerima bola tapi karena lengah dia kecolongan.
Pemain tersebut yang sadar akan tatapan penjaga gawang hanya menggelengkan kepalanya saja.
Menjelaskan bahwa dia juga tidak sadar.
Setelah beberapa saat, dengan kembali heningnya sorakan penonton Liverpool di Anfield, para pemain yang merayakan gol kembali untuk segera memulai pertandingan lagi.
Segera Everton melakukan pembagian bola lagi.
Di saat Everton akan melakukan penguasaan bola lagi, mereka sudah merasakan tekanan yang berat dan hebat.
Tentunya itu karena Liverpool langsung melancarkan pressing ketat dan tinggi.
Itu sama seperti di awal, hanya saja saat ini karena kondisi tertinggal, rasa yang dirasakan juga jadi berbeda dengan di awal.
__ADS_1
Merasakan krisis yang hebat, pemain Everton yang menguasai bola juga tidak mau berlama lama menguasai bola karena takut terebut.