
"Halo bu, ada apa kok tumben?"
"Kamu dimana?" Tanya ibunya sedikit gelisah.
"Di rumah Bu."
"Ibu lihat berita dan katanya kamu cedera, apakah parah?" Tanya ibunya khawatir.
"Iya nak coba beritahu kami." Suara ayahnya yang terdengar lebih keras, mungkin berteriak.
Sean juga hanya tersenyum mendengar kekhawatiran mereka.
"Iya Bu, ini cedera ringan kok, cuma hamstring biasa saja, jadi kata dokter, jika aku mendengarkan semua instruksi dia, aku bisa sembuh kira kira 1 bulanan lebih."
"Kenapa lama sekali?" Tanya ayahnya curiga.
"Iya ayah, awalnya di prediksi bakal sembuh 2 - 3 mingguan, tapi setelah di cek lagi, cedera hamstringnya biasa dan aku telat untuk melapor saat itu jadi perlu waktu lebih untuk memulihkan kondisinya." Ucap Sean.
"Kamu ini ceroboh!" Ucap ayahnya marah.
"Bukannya segera melapor jika terjadi sesuatu malah menundanya."
"Maaf yah." Ucap Sean lemah.
"Bagaimana di sana?"
"Apakah bisa untuk mengurus kegiatan sehari hari mu?" Tanya ibunya khawatir.
"Yah begitulah Bu, hanya sedikit lebih lambat saja dari biasanya, karena aku harus mengurangi banyak pergerakan, supaya cederanya juga cepat sembuh." Ucap Sean sambil tersenyum.
"Okee kalau begitu, kalau ada apa apa segera kabari kami, jangan menunda nunda, ibu takut kamu malah akan semakin parah nantinya."
"Aku mengerti Bu."
"Bagus, dengarkan semua perintah dari dokter supaya kamu cepat sembuh!" Teriak ayahnya, Sean juga langsung menjauhkan ponsel dari telinganya karena kaget.
"Iya ayah aku mengerti."
"Baiklah, ibu tutup sekarang." Ucapnya.
Dengan begitu panggilan juga di akhiri.
Sean menyimpan ponselnya lagi di atas meja yang ada di ruang keluarga, di juga merebahkan tubuhnya di atas sofa.
"Sendirian lagi, si Felix sialan kemana?"
"Aku cedera dia tidak datang." Ucap Sean.
"Sudahlah, mungkin dia sedang berkencan dengan pacarnya." Ucap Sean.
Kemudian melanjutkan menonton film yang sedari tadi dia tonton.
Di saat Sean sedang asyik menonton film, keluarganya di Indonesia justru khawatir karena Sean sendirian di sana.
Waktu Sean cedera di U 23, mereka juga langsung terbang karena khawatir.
Sekarang Sean mengalami hal yang sama dan sendirian lagi, mana mungkin orang tuanya tidak khawatir.
"Bagaimana kalo ke sana saja?" Ucap Ibunya khawatir.
"Aku tidak ada pekerjaan, jadi ayo." Ucap ayahnya bersemangat tidak tahu kenapa, mungkin dia ingin memarahi Sean dan terlalu bersemangat karena anaknya ceroboh.
"Kalau begitu berangkat hari ini atau kapan?" tanya ibunya.
"Lihat jadwal di internet apakah ada hari ini atau sudah lewat." ucap ayahnya.
Dengan begitu, ibunya juga mengecek jadwal di internet tentang keberangkatan di Inggris.
__ADS_1
Dan tidak ada sama sekali.
"Tidak ada, adanya besok."
"Besok Jum'at." Ucap ayahnya.
"Jam berapa?"
"Jam 3." ucap Ibunya.
Di saat keduanya sedang mengobrol tentang keberangkatan ke Inggris, adiknya datang berteriak sehabis pulang sekolah.
"Ibu ayah, lihat aku datang dengan siapa?"Teriaknya bersemangat.
Ibu dan ayah Sean di dalam rumah juga bingung, memangnya siapa yang datang.
"Apakah Sean?"
"Dia berbohong?" Tanya ibunya.
"Tidak mungkin, ayo kita keluar." Ucap ayahnya.
Di saat mereka baru saja berada di ambang pintu, ibunya Sean terkejut dengan orang yang di bawa anak bungsunya itu.
"Lihat ibu!" Ucapnya tersenyum senang.
"Kamu?"
"Halo Tante." Ucap orang itu.
"Kamu ini berteriak teriak, ayah kira kakakmu datang bersamamu." Ucap ayahnya pada anak bungsunya yaitu Salma.
"Ayah, apakah kakak akan datang?" Tanya nya bersemangat.
"Tidak, justru kami yang akan ke sana." Ucap ayahnya.
"Kalau begitu aku ikut, aku ingin bertemu kakak." Lanjutnya bersemangat.
"Kamu harus sekolah!" Ucap ayahnya.
"Biarkan dia ikut saja." Ucap Ibunya.
"Dia libur untuk Sabtu Minggu, kita juga ke sana untuk melihat keadaannya saja." Lanjut ibunya.
"Jadi mungkin Minggu malam juga pulang, dan kita hanya perlu membuat surat izin untuk hari Seninnya saja." Ucap Ibunya lagi.
Orang yang di bawa oleh Salma justru tertegun saat mendengar pembicaraan kedua orang tua Sean.
'Keadaan?'
'Memangnya kenapa?'
"Ah ibu hampir lupa ada tamu." Ucap Ibunya Sean.
"Tidak apa Tante, saya kesini karena tadi Salma melihatku dan menghampiriku, kemudian aku mengantarnya karena teman temannya Salma pulang lebih dulu ketika mendatangiku."
"Daripada sendirian, takutnya kenapa napa, jadi aku anter." ucap orang itu.
"Terima kasih ya cantik." Ucap Ibunya.
"Sama sama Tante, omong omong Tante, kakaknya Salma, Sean kan?" Tanya nya memastikan meskipun sudah tahu.
"Kan ibu udah bilang waktu itu, anak ibu Sean, ibu juga mengenalkannya padamu waktu itu, dan mengenalkan mu pada Sean, hanya saja Sean selalu menghindar tak mau membahasnya." Ucap Ibunya.
Orang yang di bawa Salma adalah Callista.
"Oh gitu Tante, memangnya kenapa Sean?" Tanya nya penasaran.
__ADS_1
"Oh dia sedikit kurang sehat dan cedera setelah pertandingan dan harus di rawat."
"Kami ke sana karena dia sendirian dan mungkin saja kesulitan mengurus kesehariannya." Ucap Ibunya.
Callista yang mendengarnya juga kaget, dia sudah jarang mengecek berita tentang Sean tidak seperti sebelum sebelumnya.
Dia juga sibuk, dan baru sekaranglah waktu sibuknya sudah selesai.
Drama terakhirnya juga akan segera tayang.
"Ngomong ngomong, Tante akan berangkat besok?" Tanya Callista lagi.
"Iya lebih cepat lebih baik." Ucap Ibunya.
Callista ragu ragu untuk berbicara lagi.
"Ada apa?"
"Apakah kamu mau ikut?" Tanya ibunya Sean.
"Ayo kakak ikut aja yuk!" Ucap Salma.
Callista hanya diam saja.
"Baiklah ayo masuk dulu." Ucap Ibunya Sean, dengan begitu mereka juga masuk ke rumah.
Yang tidak di ketahui Callista adalah ada beberapa fotographer lepas yang mengikutinya dan memotretnya.
Fotographer lepas adalah orang yang suka menjual foto foto artis yang sedang berada di suatu tempat, biasanya mereka akan menjual foto tersebut ke media media berita dengan harga tinggi untuk di jadikan sebuah gosip dan berita.
"Jackpot." Ucap fotographer lepas itu sambil pergi.
Kemudian dia pergi dengan mengeluarkan ponselnya dan segera menelpon.
"Apakah kamu ingin berita panas untuk besok dan beberapa hari ke depan?" tanya fotographer lepas pada kliennya dari media berita.
"Berita panas apa?" Penasaran.
"Callista, aktris muda yang saat ini sedang naik daun karena peran perannya yang bagus dan membuatnya semakin berprestasi di antara aktris aktris dan aktor lainnya."
"Cepatlah, berita tentang apa?" Penasaran.
"Dia datang ke rumah seorang pesepak bola muda asal Indonesia, mungkin kamu juga tahu orangnya."
"Egy?" Tanya nya.
"Bukan, di Eropa."
"Egy kan di Eropa."
"Selain itu! Bintang muda sepak bola Indonesia dan harapan sepak bola Indonesia, tebak kamu pasti tahu." ucap fotographer lepas itu.
Lama tak ada jawaban, dan kemudian "AKU TAHU, SEAN, BENAR KAN?" Teriaknya kaget.
Fotographer lepas itu langsung menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"Benar, ayo berani berapa?"
"Apakah bagus foto fotonya?"
"Bagus dan aku juga akan menyiapkan bagaimana kronologinya, sisanya terserah kalian untuk membuat berita ini menjadi hits."
"Baiklah, 7 juta?" Tanya dari media berita.
"Kurang, ayo tambah dikit lagi aja."
"8?"
__ADS_1
"10 juta, ini lengkap, dengan foto dan vidio nya." Ucap fotographer lepas itu.