I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 59.


__ADS_3

3 bulan kemudian,


Kompetisi Liga Pro atau Divisi 2 Portugal musim 2017 / 2018 telah selesai.


Arouca yang awalnya memuncaki papan klasemen kini berada di posisi kedua.


Mereka tergelincir dari posisi puncak klasemen di karenakan mereka kewalahan di saat pertandingan pertandingan terakhir.


Di pertandingan pertandingan terakhir itu, Arouca bertanding melawan Nacional, Santa Clara, Academica, Academico de Viseu.


Tim tim itu merupakan tim tim papan atas di musim 2017 / 2018 Liga Pro. Mereka juga merupakan saingan dari Arouca.


Dari 4 pertandingan itu, Arouca menelan 2 kekalahan dan 2 imbang. Dengan hasil itu, mereka berhasil di salip oleh posisi kedua, yaitu Nacional.


Dengan 38 pertandingan yang dimainkan, Arouca berhasil meraih 27 kemenangan 9 imbang dan 2 kekalahan.


2 kekalahan itu di dapat dari pertandingan terakhir tadi, dimana kalah dari Nacional dan Santa Clara yang berada di posisi ketiga.


Dengan Santa Clara saja yang berada di posisi ketiga, sebenarnya mereka memiliki poin yang sama dengan Arouca.


Hanya saja Arouca unggul jumlah selisih gol.


Dari 38 pertandingan itu Arouca memiliki jumlah 90 poin. 63 gol dimasukan dan 35 gol kemasukan. Dimana selisih gol nya hanya ada 28.


Santa Clara yang memiliki poin sama itu hanya kalah selisih gol, dimana mereka hanya mempunyai 17 selisih gol saja.


Sedangkan Nacional yang berada di puncak memiliki 92 poin.


Mereka memiliki jumlah kekalahan yang sama dengan Arouca, namun mereka hanya mempunyai 8 imbang dan 28 kemenangan.


Pencetak gol terbanyak juga di dapatkan oleh penyerang dari Nacional dengan jumlah 27 gol, sedangkan Sean hanya memiliki 23 gol.


Dari 38 pertandingan Arouca, Sean hanya bermain 32 kali. Di musim kedua itu, Sean hanya bermain 15 kali karena Osei yang sudah kembali kelapangan.


Dari 32 pertandingan, Sean mencetak 23 gol dan 12 assist. Namun masih tidak mendapatkan pencetak assist terbanyak karena di dapat oleh gelandang Nacional.


Sean tentu saja tak masalah, ia hanya bisa masuk dalam 11 terbaik dari 20 tim.


11 terbaik di isi oleh pemain pemain yang memiliki nilai baik dari 2 musim selama ini.


Meski tak ada penghargaan apapun, memasuki top eleven tahun 2017 2018 Liga Pro juga sudah menjadi kebanggaan bagi Sean.


Meski gagal dalam perebutan juara, Arouca tetap berhasil promosi ke Primeira Liga.

__ADS_1


Liga Pro itu berakhir pada tanggal 13 Mei 2018, namun di saat tanggal 25 April, Sean menerima panggilan dari PSSI.


itu di beritahukan melalui emailnya, dimana itu di buka oleh Silva agennya.


PSSI memanggil Sean karena akan ada Tournament Toulon 2018 di Prancis.


Tournament itu diadakan tanggal 26 Mei, Sean sudah memberitahu bahwa dia juga siap namun dia tidak bisa ikut datang latihan awal awal karena liga masih bergulir dan situasinya saat itu sangat sangat kritis.


Apalagi Tournament Toulon tidak ada kaitannya dengan FIFA.


Sean berbicara bahwa dia hanya bisa ikut latihan pada akhir akhir saja, meski tak dimainkan di awal karena harus adaptasi, Sean juga tak mempermasalahkannya.


Untung saja, PSSI saat itu tidak keberatan.


..


14 Mei 2018,


Sean sudah berkemas di asramanya dan akan kembali ke Boavista terlebih dulu untuk melapor.


Meski dirinya sudah tidak menganggap Boavista karena tidak ingin memainkannya di tim utama, itu tetaplah tim Sean.


Sean datang ke kantor Arouca dan mengucapkan selamat tinggal pada ketua tim, direktur olahraga, dan staff di kantor.


"Kenapa kalian disini?" Tanya Sean.


"Aku tahu kamu pasti akan pulang sekarang, meski kami sudah melakukan perpisahan kemarin, tapi kami juga harus mengantarmu."


"Kami berterima kasih karena sudah membantu kami untuk promosi, di saat saat sulit, kamu selalu menjadi pemain yang paling berjuang bagi tim."


"Meski kamu masih muda, kami menganggap kamu sebagai saudara kami." Ucapnya Santos.


Pelatih Jorge Costa dan staff juga ada, Sean kira mereka sudah berlibur dengan keluarganya.


Sean hanya bisa diam saja, dia ingin menangis tapi masih menahannya.


Pelatih Jorge Costa datang dan memeluk Sean, saat Sean merasa pelukan dari pelatih, dia tidak bisa lagi menahan tangisannya.


Dia memeluk pelatih Jorge Costa dan menangis.


Menurut Sean, orang yang paling membantu karirnya di Arouca adalah pelatih karena selalu memberinya banyak kepercayaan untuk bermain, dia juga selalu menjaganya.


"Jangan menangis, aku tak pernah melihatmu seperti ini." Ungkap Pelatih Jorge Costa yang berhenti memeluk Sean tapi menekan kedua sisi bahu Sean.

__ADS_1


"Jadilah pemain sepak bola profesional yang baik dan hebat, bermainlah di lima liga utama. Entah itu Spanyol, Inggris, Prancis, German, atau Italia."


"Dengan kemampuanmu, kamu mampu berdiri dan bermain di lima liga utama."


"Kamu akan terus tumbuh dan berkembang, jangan menyerah untuk meraih cita citamu itu."


"Sekarang saatnya, kamu pergi dan bersinar. Tempatmu bukan di sini." Ungkapnya sambil mengelus ngelus kepala Sean.


Sean hanya diam saja, dia menangis sambil melihat pelatih Jorge Costa yang masih menatapnya.


Setelah lama terdiam, Sean mengangguk.


Dia kemudian memeluk pelatih Jorge Costa lagi lalu melanjutkan berjalan ke staff dan assiten pelatih.


Setelah semua staff, Sean memeluk rekan rekan timnya. Rekan rekan tim yang di peluk Sean juga memeluknya dan memberikan beberapa wejangan untuk Sean.


Sean menerima wejangan dari semua rekannya, Sean juga menganggap mereka adalah seniornya jadi dia menghormati dan mendengarnya.


Saat memeluk Beto, Sean terdiam karena Beto tiba tiba berbicara, " Jangan melupakan janjimu nanti, jika sudah berhasil."


"Kami di sini akan selalu melihatmu berkembang nanti, jadi jangan kecewakan kami." Sean tentu saja mengangguk dan menahan tangis yang akan keluar lagi.


Saat sudah selesai semuanya, Sean berbicara. "Aku menganggap kalian semua sebagai rumahku di Portugal."


Sean berkata begitu karena rekan rekan dan staff di tim Aroucanya sangat menjaga dan melindunginya.


Sean berbalik dan pergi memasuki mobil Silva.


"Sudah?"


"Iyaa, ayo." Sahut Sean.


Keduanya langsung berangkat ke kota Porto, tempat Boavista.


Di perjalanan, Sean melihat beberapa photo yang ada di ponselnya, dimana photonya adalah dia dengan rekan timnya di Arouca.


"Sudah, jangan terlalu emosional, kamu akan sering seperti ini, jika kamu nanti pindah klub lagi." Ungkap Silva.


"Beda Silva."Sahut Sean.


"Mereka bukan tim atau klub, mereka keluargaku. Di awal karir profesionalku, aku mendapatkan kepecayaan dan selalu di jaga juga di rawat dengan baik di sana."


"Mana mungkin aku melupakannya begitu saja, ini akan jadi memori yang penting bagiku nanti."

__ADS_1


__ADS_2