I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 204.


__ADS_3

Stadium Wembley,


Semua tribun di isi penuh oleh para pendukung dari kedua tim yang ingin menyaksikan laga ini.


Dimana laga ini terulang kembali di partai puncak.


1 di Final FA Cup, 1 di final Carabao Cup dan kali ini di partai puncak FA Comunity Shield.


Tentunya pertandingan ini mempertemukan Liverpool melawan Chelsea.


Hal lainnya yaitu, jika Liverpool kembali menang lagi, Liverpool benar benar menyabet semua gelar di musim 2021 / 2022.


Dan tentunya yang tak kalah penting ialah Chelsea yang selalu kalah dari Liverpool di setiap partai puncak.


Inilah yang paling di nantikan oleh kedua pendukung.


Apakah tim favorit mereka akan mempertahankan dan menyabet semua gelar atau tim favorit mereka yang tak mampu mengalahkan tim lawannya sama sekali.


Para pendukung Liverpool sudah menyanyikan lagu kebanggan mereka You'll Never Walk Alone.


Suara nyanyian ini terus bergema dan membuat merinding.


Setelah beberapa saat, dimana lagu akan selesai di nyanyikan, para pemain juga sudah memasuki lapangan hijau yang di pimpin oleh wasit.


Para pemain masih mengenakan jaket klub masing masing.


Di saat para pemain berbaris, komentator di lapangan juga komentator di siaran televisi yang menyiarkan memberitahukan tentang susunan line up dari kedua tim.


Dimana Liverpool langsung memainkan para pemain inti mereka.


Hanya saja untuk bagian pemain belakang di isi oleh De Ligt dan Van Dijk.


Ibrahima Konate masih di cadangkan sebab kualitas dan performa De Ligt di setiap latihan dan saat uji coba kemarin sangat bagus.


Tentunya, Ibrahima Konate harus sabar, sebab nanti akan dirinya yang berduet dengan De Ligt karena berjalannya waktu, Van Dijk bertambah usia.


Pemain tengah masih seperti biasa yaitu trio Florian, Aurelien dan Declan Rice.


Sementara tampilan pemain depan sedikit berbeda.


Dimana pos Mbappe di isi oleh Kisha yang memberikan performa terbaiknya di latihan baru baru ini.


Kisha mendengarkan nasihat dari Sean dan kinerjanya juga semakin membaik sehingga dirinya mendapatkan pos.


Tentunya posisi ini juga di perebutkan juga oleh Harvey Elliot, Karim Adeyemi dan Reinier.


Siapa saja yang tampil baik bisa mengisi pos di sisi Kisha sekarang.

__ADS_1


Bos juga tak mungkin untuk mencadangkan Sean dan Felix untuk pertandingan, terkecuali jika keduanya memang mengalami masalah seperti cedera atau lainnya.


Kisha juga mengenakan nomor punggung 11.


Felix tidak mengganti nomornya dan nomor 9 untuk saat ini benar benar kosong dan bos juga sedang mencari pemain yang mampu mengisi nomor 9 tersebut.


Untuk Karim Adeyemi, jika dirinya tidak bisa beradaptasi dan memberikan performa terbaiknya mungkin tim juga akan menjualnya.


Setelah bersalaman, para pemain kembali dan hanya menyisakan Virgil dan Jorginho kapten dari Chelsea untuk merundingkan siapa yang akan memulai kick off terlebih dulu.


Setelah beberapa saat, Virgil memberitahu bahwa kick off di dapatkan.


Dengan begitu Felix juga bersiap di tengah lapangan dan menginjakkan kakinya di atas bola.


Para pendukung terus benyanyi.


Sementara wasit sedang menyesuaikan waktu dengan para assisten wasit.


Setelah semuanya siap, wasit juga meniupkan peluit tanda di mulainya pertandingan.


Felix juga menendang kick off ke arah Declan Rice.


Para pemain Chelsea langsung memainkan pressing agresif.


Mereka langsung menutupi celah celah setiap ruang yang mungkin akan menjadi jalur operan bola.


Meski begitu, ini merupakan taktik yang bagus.


Apalagi melawan tim seperti Liverpool yang menguasai bola dan mempunyai akurasi akurasi sangat baik dalam hal operan bola.


Bola juga saat ini sudah berada di Virgil Van Dijk.


Havertz mengejar Van Dijk sementara rekan lainnya bergerak berirama menutup ruang sesuai dengan pergerakan Van Dijk.


Jika Van Dijk bergeser ke kanan, maka para pemain Chelsea segera bergerak ke arah kiri mereka untuk menutup ruang atau jalur bola.


Van Dijk yang kesulitan juga memberikan bola kepada Allison, dimana Allison yang mempunyai pandangan luas tentunya sudah memperhatikan ruang mana yang kosong.


Saat bola sedang menuju ke Allison, Havertz juga melakukan pressing pada Allison.


Taktik yang di terapkan Chelsea mungkin karena pelatih mereka sudah muak karena mengalami kekalahan terus dari Liverpool.


Makanya mereka menggunakan taktik berbeda.


Allison yang menerima segera mengirimkan bola pada Robertson yang mundur meminta bola dengan dirinya yang bergerak melebar.


Bukan karena pergerakan Robertson saja Allison mengoper, melainkan Havertz juga sudah dekat sehingga dia tak berani untuk bermain main.

__ADS_1


Robertson menerima bola dan mulai menggiring ke depan dengan cepat sebab para pemain Chelsea tadinya berada di sebelah kanan.


Meski begitu, para pemain Chelsea juga bergerak cepat untuk menutupi ruang Robertson.


Saat Winger Chelsea bergerak mendekat pada Robertson, Robertson memberikan bola pada Florian yang memiliki ruang kosong di tengah.


Florian menerima bola dengan tenang lalu dengan santai melirik kanan dan kirinya, setelah itu ia memberikan bola pada Declan Rice.


Declan Rice yang menerima bola juga tak menguasai bola lama lama, dia memberikan bola kembali pada Florian.


Aurelien bergerak terus menerus mencari ruang, dia belum menyentuh bola sama sekali.


Florian yang menguasai bola mendorong sedikit dan melewati garis tengah lapangan.


Para pemain Chelsea juga bergerak dengan cepat menutup semua ruang operan yang mungkin di gunakan oleh Florian.


Salah satu pemain Chelsea juga bergerak melakukan pressing pada Florian agar Florian tidak keenakan berantai dan berpikir untuk menyalurkan bola.


Namun pemain yang melakukan pressing pada Florian sedikit terlambat sebab Florian melakukan operan chip pada Sean di sisi kiri.


Sean juga segera bergerak mendekat dan langsung melompat, menahan bola dengan dadanya.


Dia meneruskan dengan melakukan kontrol dengan kakinya.


Sean terdiam sesaat untuk melihat posisi rekannya dan pemain lawan.


Setelah beberapa detik, Sean langsung menggiring bola ke depan, namun gerakan menggiring nya sedikit lebih condong ke dalam bukan lurus di lintasan kirinya.


Robertson juga mengandalkan kesempatan ini dan maju mengisi pos yang di tinggalkan Sean.


Kisha juga sudah menempel dan masuk mendekati Felix.


Trent Arnol juga maju layak nya Robertson.


Aurelien yang sedari tadi menerima bola juga akhirnya memiliki ruang kosong dan sangat bebas, tentunya pergerakan Sean condong kedalam itu di lakukan dengan sengaja.


Sean langsung melakukan operan pada Aurelien.


Aurelien yang menerima bola juga tidak berlama lama dan langsung memberikan umpan terobosan pada Kisha yang ada di depan.


Para pemain Chelsea buru buru bergerak untuk menutupi Kisha dan mendapatkan bola kembali.


Kisha juga berusaha dan saat bola sudah memasuki kotak penalti sebelah kanan, Kisha akan menembak sebab jaraknya dan posisinya lumayan bagus.


Namun bagian depannya segera di tutupi oleh Coulibali seorang pemain bertahan dengan tubuh tinggi besar.


Kisha juga menghentikan gerakannya dan diam di sana selama beberapa detik, anehnya Coulibali juga diam dan memilih untuk membayang bayangi gerakan Kisha.

__ADS_1


Sebab Coulibali juga tahu bahwa rekannya yang lain pasti melakukan pressing pada Kisha dan dirinyalah yang nanti akan menghentikan pergerakan dari Kisha ketika melakukan akselerasi.


__ADS_2