I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 159.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,


Sean mengendarai mobilnya menuju training ground Melwood Liverpool.


Dia sudah mendapatkan pemberitahuan atau izin dari dokter bahwa dirinya sudah bisa ikut berlatih bersama tim.


Sean sangat bahagia mendengar kabar ini.


Tentunya kabar bahagia ini tidak hanya dari pemberitahuan dokter tim tentang dirinya sudah pulih dan bisa kembali ikut berlatih, tapi juga bahwa tim Liverpool sudah kembali ke jalur positif mereka.


Dimana 2 laga melawan Chelsea dan Tottenham, Liverpool berhasil meraih 3 poin penuh.


Tentunya kabar bahagia juga bukan soal tim nya Liverpool saja, tapi saat Indonesia menang dramatis dan mendapatkan tiket ke piala dunia melalui pertandingan play off melawan Peru.


Sean di Inggris juga menangis menontonnya.


Sebab di pertandingan itu, pertandingan berakhir dengan babak adu penalti.


Dimana di babak normal, kedudukan pertandingan itu adalah 2 2.


Indonesia sungguh sungguh tampil sangat baik di pertandingan hari itu, meski mereka harus jatuh bangun dan harus bertahan penuh di menit menit akhir karena Peru benar benar seperti orang kerasukan.


Mereka menyerang tanpa ampun, bahkan free kick dari tengah lapangan saja, yang mengambilnya adalah penjaga gawang, sehingga para pemain lainnya berada dalam kotak penalti.


Dengan usaha dan tekad yang kuat, Indonesia berhasil bertahan dan membawa Peru ke babak adu penalti.


Di babak adu penalti, Indonesia menang 7 - 6.


Dimana pemain Peru menembak tapi membentur tiang sisi kanan dari Andritany.


Para pemain juga langsung merayakan keberhasilan mereka.


Tentunya berita kemenangan ini membuat para fans sepak bola di Indonesia sangat bersemangat, tentunya warga biasa pun ikut merayakannya karena kali ini Indonesia lolos lagi ke piala dunia sejak terakhir kalinya dimana dulu namanya masih bukan Indonesia.


Sean di rumahnya menangis bahagia melihat ini, inilah yang dia harapkan selama ini, meski dia tidak tahu apakah dirinya akan terpanggil untuk piala dunia nanti, dia sudah sangat senang bahwa sepak bola Indonesia akhirnya maju ke panggung dunia.


Berjalan masuk ke ruang ganti di tempat latihan, Sean berganti pakaian dan melihat bahwa belum ada yang datang dari para pemain timnya.


Dia segera bergegas berganti dan berjalan lebih dulu ke lapangan latihan.


Menggunakan seragam latihan dimana training panjang dan baju panjang.


Sean berjalan ke lapangan sambil membawa sebuah bola.


Melakukan beberapa pemanasan kecil supaya tidak terjadi apa apa nantinya.


Sambil menunggu waktu di mulainya pelatihan, Sean melaksanakan latihan yang selalu ia lakukan dulu.


Meski saat ini ia menggunakan intensitas yang sangat sangat ringan karena dia benar benar harus beradaptasi kembali dengan kondisi tubuhnya yang sekarang.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, beberapa pemain berjalan masuk.


"Wah akhirnya." Ucap Alison sambil berjalan menghampiri Sean.


Sean juga berjalan dan memeluknya.


"Bagaimana?" Tanya Allison.


"Sudah di pastikan, mungkin di 2 laga terakhir." Ucap Sean.


"Berarti 2 hari lagi kamu tidak bisa ikut bermain lawan Leicester?" Tanya Allison yang di jawab dengan anggukan oleh Sean.


Terus berbincang bersama Allison namun kakinya terus memainkan bola, itulah yang saat ini Sean lakukan.


Selang beberapa menit, para pemain hampir semuanya sudah datang, hanya tinggal menunggu bos dan staf pelatih saja.


Sean mengobrol dengan mereka dan berpelukan, berbagi cerita tentang menjalani pemulihannya.


Mereka juga tentunya mengirim pesan pada Sean saat cedera, meski mereka tak menjenguknya.


Setelah beberapa menit, para staf pelatih dan bos datang.


Mereka melakukan beberapa pembicaraan sebentar dan langsung melakukan latihan.


Sean juga ikut hanya saja dia melakukannya dengan intensitas yang masih rendah dan dia juga di pandu oleh staf medis untuk mengatur apakah Sean melakukannya dengan benar atau tidak sambil memeriksa lebih lanjut lagi takutnya terjadi apa apa.


...


Bersamaan dengan di mulainya pertandingan Liverpool melawan Leicester yang di gelar di Anfield, Sean juga ikut datang namun sebagai penonton.


Meski sudah sangat sering menjadi penonton dan menonton pertandingan Liverpool di saat Sean bermain di U 23, Sean masih merasakan kebahagiaan yang sulit ia katakan.


Ia benar benar merasakan bagaimana hangatnya dan antusiasnya para fans di di tribun.


Tentunya, Sean tidak memilih untuk menonton di VIP, tetapi di bawah.


Ini tidak masalah, justru para penonton juga menanyakan kabar Sean saat tahu Sean ikut menonton dan duduk di antara mereka.


Sean juga mengobrol dengan para fans itu di saat para pemain belum masuk ke lapangan.


Setelah beberapa saat, pertandingan juga di mulai.


Kick off juga di mulai dengan tim Leicester yang ingin segera menguasai bola dan melakukan penguasaan serta penekanan pada tim Liverpool.


Saat ini Leicester berada di urutan ke enam, Leicester ingin finis di urutan ke 5 sebelum putaran ke 2 di mulai.


Ini agar mereka di putaran ke 2 nanti punya modal dan semangat untuk terus mempertahankan posisinya supaya mereka bisa mendapatkan tiket di UCL.


Saat ini, gelandang Leicester menguasai bola dengan tenangnya.

__ADS_1


Para pemain Liverpool tidak langsung melakukan pressing agresif seperti biasanya.


Para penonton juga tenang dan tidak protes, mereka percaya pada strategi bos.


Memasuki menit ke 3, Leicester melakukan umpan terobosan ke depan.


Penyerang mereka Jamie Vardy mencoba menerima bola meski di belakangnya sedang di tekan oleh Virgil Van Dijk.


Akhirnya, Jamie Vardy menerima bola dengan baik, dia berusaha membalikkan badan namun tak bisa.


Dia hanya bisa menahan bola dan menunggu rekan rekannya bergerak lagi mencari ruang.


Tak lama, Vardy langsung melakukan umpan back heel ke sisi kiri.


Dimana seorang Winger kanan Leicester berlari masuk ke kotak penalti.


Virgil tidak mengejarnya namun menjaga Vardy terus karena dia percaya bahwa Ibrahima Konate akan menutupnya.


Apalagi Winger kanan Leicester sedang di ikuti oleh Robbo.


Dengan segenap usaha larinya Winger kanan Leicester itu, bola juga akhirnya di dapatkan namun dia langsung menembak dan membentur kaki Ibrahima Konate sehingga peluang emas menjadi sepak pojok saja.


Pertandingan terus berlanjut.


Memasuki menit ke 14, Liverpool melakukan penguasaan bola, Declan Rice berhasil memotong umpan terobosan yang selalu di gunakan oleh pemain gelandang Leicester.


Declan Rice tidak terburu buru, dia mengoper ke belakang terlebih dulu.


Pertandingan juga terus berlanjut.


Memasuki menit 32, Leicester mendapatkan sebuah peluang.


Itu diciptakan oleh serangan balik.


Liverpool gagal memanfaatkan peluang emas mereka di kotak penalti menjadi sebuah gol, akibatnya bila di buang ke depan dan jatuh di Winger kiri Leicester.


Saat ini Winger kiri Leicester juga berlari menggiring bola masuk ke dalam wilayah Liverpool.


Trent juga berlari mencoba mengejar namun tidak terkejar.


Virgil dan Ibrahima juga berlari mencoba menghentikannya.


Namun kecepatannya sungguh cepat, saat ini dia juga sudah sampai di kotak penalti.


Dia akan menembak namun dia melihat Vardy yang berlari di sisi lainnya, dia langsung menyodorkan bola dengan kaki kanan bagian luarnya.


Allison juga langsung berpaling dan fokus pada Vardy.


Vardy langsung menembak saat melihat bola datang padanya.

__ADS_1


Allison melakukan aksinya tangannya bergerak dan kedua kaki ia jatuhkan ke tanah untuk menutup ruang tembak di bagian bawahnya.


Bola juga melaju dengan cepat ke arah Allison.


__ADS_2