
Pertandingan yang berlangsung antara Arouca dan Famalicao di Estadio Municipal Arouca sudah memasuki babak ke 2.
Skor masih di pimpin oleh tim Arouca 2 gol.
Gol pertama dicetak oleh Sean melalui tendangan bebasnya yang indah di babak pertama tadi.
Sedangkan gol kedua, itu si cetak oleh Santos yang melakukan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti.
Penjaga gawang yang terlalu maju tak bisa menyelamatkan tendangan dari Santos, gol kedua terjadi di saat babak kedua baru saja di mulai.
Sekarang pertandingan di babak kedua sudah memasuki 65 menit, Sean yang selalu di jaga ketat oleh 2 pemain juga sedikit kesulitan untuk melewatinya dan hanya bisa mengoper kembali ke rekannya ketika mendapatkan bola.
Pelatih Jorge Costa di pinggir lapangan sudah tahu bahwa Sean mungkin tidak akan efektif lagi karena yang menjaganya sudah semakin ketat.
Bahkan kadang kadang jika Sean berhasil melewati keduanya, akan ada yang menarik baju atau menekelnya dari belakang.
Dari pada membuat Sean cedera, pelatih Jorge Costa memilih melakukan pergantian pemain.
Menit 67, Sean keluar di gantikan oleh Kuca. Sean juga mengerti alasan pelatih, dia langsung duduk bersama rekan cadangan lainnya.
Dia kemudian mulai menonton pertandingan dari pinggir lapangan.
Memasuki menit 73, Famalicao menyerang Arouca.
Bola di kuasai oleh para pemain Famalicao yang kini sudah semakin menekan wilayah Arouca.
Para pemain Arouca juga hanya bisa bertahan dengan sabar dan tenang. Mereka kini sudah unggul 2 gol jadi tak perlu terlalu khawatir.
Saat memasuki menit 75, Famalicao yang sudah tak sabar melakukan umpan silang dari sisi kanan pertahanan Arouca.
Dengan umpan silang ini, bola dengan cepat menuju kotak penalti.
Para pemain segera berburu bola di dalam kotak penalti. Entah itu pemain Arouca atau Famalicao.
Jubal yang sedang menjaga dan mengawal ketat penyerang tim Famalicao itu menarik baju dari penyerang Famalicao saat akan melompat melakukan sundulan pada bola.
Namun yang tak terduga adalah, penyerang itu langsung jatuh saat di tarik bajunya pelan oleh Jubal.
Wasit juga segera berlari sambil meniupkan peluit.
Wasit langsung menunjuk titik putih di dalam kotak penalti, Jubal yang menarik baju itu tentu saja protes karena dia menarik sedikit dan tidak ada tarikan yang keras.
__ADS_1
Namun keputusan wasit mutlak, dan akhirnya Jubal menyerah dan di beri kartu kuning karena protes berlebihan.
Awalnya pelanggaran Jubal tadi tidak menimbulkan kartu kuning, tapi karena Jubal protes berlebihan, dia akhirnya di berikan kartu kuning.
Penyerang tengah itu menyimpan bola di titik putih.
Dia menarik nafas dalam dalam, peluit segera berbunyi, dia langsung berlari menuju bola lalu saat akan menembak dia berhenti menunggu penjaga gawang Arouca melompat lebih dulu.
Penjaga gawang Arouca yang tertipu melompat ke kanan, setelah melihat lompatan itu, penyerang tim Famalicao juga melanjutkan tendangannya lagi dan menembak ke ke arah kiri dari penjaga gawang.
Dimana itu tipuan yang pasti dan penjaga gawang Arouca tidak bisa menyelamatkan tembakan itu.
Dengan berhasil di cetaknya penalti itu, skor sekarang menjadi 2 - 1.
Penyerang tim Famalicao tidak melakukan selebrasi, dia langsung berlari ke gawang dan mengambil bola lalu menyimpannya di tengah lapangan.
Dengan peluit dari wasit, kick off di mulai kembali.
Waktu terus berlanjut.
Memasuki menit 87, Arouca melakukan penguasaan bola berniat untuk menghabiskan sisa waktu ini dengan penguasaan bola.
Namun dalam proses penguasaan bola ini, setiap pemain Arouca yang menguasai bola tidak akan menguasai bola terlalu lama, itu di sebabkan karena pressing ketat yang di lakukan oleh para pemain Famalicao.
Memasuki menit 90 dan tambahan waktu, pressing agresif semakin menjadi jadi, para pemain Arouca yang menguasai bola dan akhirnya terdesak hanya bisa membuang bola jauh ke depan.
Waktu terus berlalu, meski Famalicao mendapatkan bola dan menguasai bola, mereka tetap tak bisa menyamakan kedudukan sampai akhir pertandingan.
Dengan peluit yang di bunyikan oleh wasit, pertandingan pun berakhir dengan kemenangan tim tuan rumah yaitu Arouca.
Para pemain juga semuanya kembali ke ruang ganti.
Sesampainya di ruang ganti, " Kita harus melakukan banyak evaluasi besok, pertandingan hari ini menandakan bahwa tim tim lain sudah mengetahui cara kita, jadi kita harus membuat skema baru." Ungkap Pelatih Jorge Costa.
...
Sesampainya di asrama, Sean tidak langsung mandi dia seperti biasa menurunkan suhu tubuhnya terlebih dulu.
Sambil menunggu suhu tubuh nya turun, Sean duduk di kursi belajarnya sambil melihat jadwal kedepannya.
Setelah beberapa menit, Sean pun membersihkan tubuhnya dan tak butuh waktu lama baginya untuk membersihkan tubuh.
__ADS_1
Dengan keadaan yang sudah bersih, Sean berbaring di ranjang kasurnya.
"Apakah mungkin Arouca promosi musim ini?"
"Pertandingan ini membuatku sadar bahwa setiap musim ke 2 mungkin adalah waktu yang baik bagi setiap melakukan perubahan besar."
"Waktu kita melakukan away ke stadion Famalicao, kita berhasil membobol mereka 3 0, tapi jelas bahwa mereka benar benar berbeda dari cara bermain."
"Mereka memiliki kualitas fisik dan stamina yang bagus, dimana ini jauh berbeda dengan dulu."
"Banyak yang berkembang, jadi tak boleh tertinggal."
Mengambil ponselnya yang ada di samping ranjang kasur, Sean melihat bahwa jam sudah menunjukan pukul 8 malam, dia pun memilih untuk mencoba tidur lebih awal.
Keesokan harinya,
Di tempat latihan Arouca, para pemain sedang berkumpul membuat lingkaran.
Pelatih Jorge Costa berada di tengah lingkaran dan sedang berbicara, " Ketahuilah bahwa permainan kemarin memang tidak seperti yang kuharapkan meski kita menang."
"Banyak sekali yang berbeda dari tim Famalicao kemarin, mungkin ini juga terjadi pada tim tim lain."
"Agar kita bisa tetap berada di puncak klasemen dan hal seperti kemarin tak terulang, kita juga harus melakukan perubahan."
"Aku akan segera memikirkan skema dengan staff lainnya dalam waktu cepat."
"Meski sekarang sudah ada skemanya, aku belum yakin dan harus di lihat dari sisi lain juga, apakah skema yang akan di gunakan ini membuat pertahanan berbahaya atau tidak."
"Untuk sekarang latihan fisik di perbaiki dan di tingkatkan lagi."
"Besok pelatih fisik lebih ditingkatkan agar sesuai dengan skema yang akan kita gunakan nanti."
Para pemain juga mendengarkan dengan serius perkataan pelatih, memang benar bahwa tim Arouca juga harus berubah agar bisa mempertahankan posisi dan bisa tetap memenangkan setiap pertandingan.
Melanjutkan latihan bersama tim, setelah beberapa saat, pelatihan bersama tim juga selesai.
Sean melanjutkan latihannya sendiri, mulai dari latihan latihan setiap teknik.
Seperti menggiring bola, menendang, menyundul, melakukan kontrol bola, melakukan passing dan tendangan bebas.
Setiap teknik, Sean mengikuti arahan yang sudah diberikan oleh asisten pelatih.
__ADS_1
Untuk fisik Sean di berikan jadwal oleh pelatih fisik, untuk latihan teknik, Sean awalnya berlatih sendiri, tapi asisten pelatih membuatkan jadwal bagi Sean agar Sean berkembang dengan baik ke arah yang lebih benar, Sean juga berterimakasih dengan hal yang di atur.