
1 Oktober 2021,
Sean berada di rumahnya dan benar benar terlihat sangat kelelahan.
Kemarin merupakan pertandingan Liga Premier, dimana dari pertandingan UCL ke pertandingan Liga Premier hanya beristirahat beberapa hari saja, dan itu benar benar menguras stamina nya.
Sean juga merasakan hal yang seperti ini, dimana jadwal yang padat dan intensitas pertandingan yang sangat tinggi.
Di pertandingan Liga Premier kemarin, Liverpool harus bermain dengan tandang ke rumah nya West Ham.
Untung saja dalam pertandingan itu, Liverpool unggul 1 gol saja dan itu benar benar bertahan dengan 1 gol sampai pertandingan berakhir.
Meski begitu, para pemain tetap senang karena masih tetap bisa meraih hasil penuh meski dalam keadaan yang lelah.
Bos juga menyadari ini dan dia juga harus melakukan beberapa rencana lagi kedepannya agar para pemain inti tidak terlalu kelelahan untuk menghadapi laga laga penting.
Di pertandingan melawan West Ham, gol di cetak oleh Aurelien menggunakan sundulannya.
Itu merupakan sebuah umpan sepak pojok dari Trent Arnold.
"Intensitas pertandingan yang selalu sangat tinggi, jadwal yang padat."
"Ya Tuhan, inikah yang selalu benar benar di rasakan oleh para pemain sepak bola profesional Eropa?"
"Sekarang akhirnya aku mengerti, mengapa banyak pemain yang sering cedera."
"Aku juga harus semakin giat berlatih untuk meningkatkan stamina tapi harus mengendalikan porsi nya supaya tidak mudah kelelahan dan malah membebani tubuhku."
"Aku juga harus menambah waktu berlatih yoga untuk menghindari cedera akibat intensitas yang selalu tinggi dan jadwal yang padat." Ucap Sean sambil memegangi kepalanya.
Meski senang karena timnya mengalami kemenangan beruntun, Sean merasa frustasi karena dia benar benar tidak menyangka semua ini akan benar benar terjadinya padanya.
Dia memang sudah membayangkannya, tapi dia tidak menduga akan secepat ini.
Tapi apa daya, Sean tidak bisa menyesali keputusannya dan memutar waktu, jadi dia harus menerima ini dan harus segera berubah, bergerak dan berkembang lagi.
Itulah satu satunya cara menghadapi hal seperti ini.
Tentunya, Sean belum merasakan apa yang akan terjadi kedepannya lagi.
Apalagi, di bulan Desember, dimana istirahat akan semakin berkurang, dimana hanya 2 hari istirahat.
Itu di sebabkan oleh jadwal yang padat, karena setiap 3 hari akan adanya pertandingan.
Tapi semua ini akan menjadi sebuah manfaat besar bagi terobosan Sean kedepannya, dimana mental, pikiran dan moralnya akan berkembang ke tingkat yang lebih lanjut lagi.
"Sekarang 1 Oktober, pertandingan akan di gelar di tanggal 4."
"Argh." Teriak Sean sambil menjambak rambutnya.
__ADS_1
"Fiuuh."
"Tenang, ayo tenang."
"Semuanya pasti ada manfaat di balik semua ini, jadi ayo lebih fokus pada manfaatnya."
"Tak ada gunanya untuk terus merengek dan berkeluh kesah seperti ini." Ucap Sean menyemangati dirinya sendiri.
Pertandingan yang akan di gelar di tanggal 4 merupakan pertandingan melawan Brighton dan itu akan di adakan di Anfield.
Ini pasti harus di raih dengan poin penuh lagi, karena saat ini meski Liverpool sudah menang berturut turut tapi posisinya masih berada di urutan ke 2 dalam daftar klasemen.
Untuk urutan ke 3 dan ke bawah, mereka berbeda 3 dan 4 poin dari posisi ke 2.
Jadi jika Liverpool kalah sekali saja, ini akan membuat mereka semakin di dekati oleh tim dari bawah.
Dan ini akan menjadi tekanan bagi para pemain nantinya.
...
2 hari kemudian, 1 hari sebelum pertandingan melawan Brighton.
Beberapa pemain Liverpool sedang mengadakan pertemuan dengan bos di sebuah ruangan.
Tidak tahu apa tujuan pertemuan ini, namun para pemain bergegas dengan pakaian rapi.
"Aku mengundang kalian ke sini untuk bersantai, kita sudah menjalani latihan yang keras, pertandingan yang sulit, dan jadwal yang padat."
"Kita di sini hari ini, untuk menjalani kebahagiaan dan menghilangkan rasa stres." Ucap bos.
"Jadi ayo bersenang senang, jangan terlalu membebani diri kalian untuk pertandingan besok."
"Yakinlah, kita bisa menang dan akan meraih trophy musim ini."
"Entah itu Premier League atau UCL." Ucap bos.
Mungkin rencana bos mengadakan pertemuan ini untuk menghilangkan rasa stres pemain pemain muda, dimana mental mereka kurang matang dan akan selalu merasa susah atau sulit menghadapi hal seperti ini.
Dimana jadwal yang padat dan pertandingan di lapangan berjalan dengan tempo cepat dan intensitas tinggi.
Bos tahu hal ini, jadi dia mengatur pertemuan ini.
Ini seperti bos tahu apa yang di rasakan Sean.
"Ayo, kamu kemari Konate, kamu bernyanyi." Teriak bos.
Konate juga dengan malu malu maju dan mulai bernyanyi.
Pertemuan ini di adakan siang hari, agar para pemain bisa pulang tidak larut malam karena besok mereka harus bertanding.
__ADS_1
Pagi tadi juga tidak ada latihan yang di jalankan oleh tim, sehingga ini membuat para pemain sedikit lega.
Acara ini juga di adakan di sebuah ruangan yang ada di gedung kantor klub.
Di sini juga di sediakan berbagai makanan dan minuman, dan acaranya juga akan melakukan banyak games untuk menghilangkan stres para pemain.
Ini benar benar menghibur pemain untuk saat ini.
Acara juga terus berjalan dengan berbagai keramaian dan game game yang di lakukan oleh para pemain, staf dan bos.
Ini membuat ikatan mereka juga semakin kuat.
Malam harinya, Sean sudah pulang dan berada di rumahnya.
Sean membuka ponselnya sambil menunggu waktu tidur.
Waktu tidur nya juga tersisa 30 menit lagi, jadi Sean memanfaatkannya.
Sementara itu, Di Indonesia, dimana waktu di Indonesia masih siang jalan ke sore hari.
Di sebuah lokasi syuting sebuah drama, terjadi sedikit perkelahian kecil.
Dimana itu terjadi karena tiba tiba penulis mengubah jalan cerita nya di akhir.
Penulis ingin akhir drama ini menjadi sedikit lebih romantis, dimana awalnya adalah endingnya hanya biasa biasa saja.
Awalnya, ending nya itu hanya pemeran pria membawa kabur si pemeran wanita.
Si pemeran wanita juga senang dengan apa yang di lakukan si pemeran pria, karena mereka saling mencintai.
Hanya saja, penulis yang ingin adanya adegan romantis itu mengharuskan kedua pemeran melakukan sebuah adegan romantis berciuman karena si kedua pemeran benar benar sedang dalam kondisi puncak bahagianya bisa di persatukan kembali.
Callista yang saat ini sudah tumbuh menjadi wanita cantik juga benar benar mempesona.
Dia merupakan pemeran wanitanya, dia menerima peran ini karena dia tertarik dengan cerita yang ada di dalamnya, dan juga endingnya yang terlalu tidak berbahaya baginya, jadi dia menerima tawaran ini.
Tapi saat adegan akhir di ubah dengan adegan romantis seperti itu, Callista langsung menelpon manajer nya dan mengatakan bahwa ini tidak sesuai dengan kontrak yang ada.
Akhirnya ada perselisihan kecil lah di lokasi syuting.
Di Indonesia, drama drama seperti ini akan di tayangkan di sebuah platform berbayar sehingga ada nya adegan romantis dan vulgar bisa di tayangkan, berbeda dengan di televisi dimana sulit untuk menayangkan hal seperti itu.
Duduk di kursi istirahatnya karena kesal, Callista pun mengambil minumannya dan menenggaknya.
'Meski aku tidak pernah berpacaran, aku tak mau ciuman pertamaku harus hilang karena sebuah pekerjaan seperti ini.'
Di saat dirinya mengatakan kalimat berpacaran dan ciuman pertamanya, Callista langsung teringat seseorang.
'Apa kabarnya dia?'
__ADS_1
'Aku tiba tiba menghilang, padahal aku yang mengajaknya berkenalan.'