I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 132.


__ADS_3

Liverpool berhasil meraih 3 poin penuh di laga pembuka mereka.


Meski harus bermain tandang dimana Liverpool sebagai tamu, Liverpool bermain lebih menyerang di bandingkan tim tuan rumah.


Tim tuan rumah Southampton tak bisa banyak berkutik di hadapan Liverpool yang bermain sangat agresif, cepat dan menekan.


Liverpool berhasil unggul 3 gol.


Peluang terakhir di miliki oleh Sean melalui sundulan, namun sundulan tersebut malah membentur mistar gawang.


Sean yang awalnya bersemangat karena laga pembuka Liverpool dimana laga pertamanya juga sebagai debut profesional nya di liga Inggris akhirnya berakhir dengan kurang sempurna.


Tapi meski begitu, dirinya tetap bahagia karena tim meraih hasil positif, ini merupakan awal yang baik bagi tim nantinya.


Keadaan saat ini adalah 1 hari setelah pertandingan, saat ini Sean juga berada di rumahnya.


Dia sedang membaca bacakan komentar komentar yang di berikan di akun instagramnya.


Sean senang karena semuanya sangat positif dan tidak ada sama sekali yang menghina atau menjelekkannya.


Sean juga berusaha membalas pada komentar yang menurutnya paling imajinatif dan sangat berkesan baginya.


Beberapa akun media sosial sepak bola Indonesia juga membahas tentang kemenangan Liverpool.


Mereka kini harus berusaha agar sering memberitakan tentang klub Liverpool karena ada pemain Indonesia yang bermain di sana.


Terutama Albi teman Sean yang selalu siap siaga dalam berita berita Liverpool, meski dia awalnya juga sering memberitakan berita bola lainnya tapi sekarang lebih sering memberitakan Liverpool.


Albi juga pernah mengirim pesan pada Sean bahwa dirinya ingin menyusul ke Inggris dan bekerja pada Sean.


Pekerjaannya apa saja asal dia bisa dekat dengan klub Liverpool dan bisa mengetahui berita dengan cepat.


Namun Sean segera menolaknya jika Albi tidak melanjutkan kuliahnya terlebih dulu.


Sean akan setuju jika Albi sudah lulus.


Albi pun setuju, dan hanya tinggal 1 tahun lagi sebelum Albi lulus dan menyusul ke Inggris.


Sean tentu senang karena dia ada teman nantinya, meski ada teman teman di tim, tapi jika selesai pertandingan atau latihan, hanya sedikit yang bisa berkumpul dan mengobrol karena tentunya mereka juga punya kesibukan masing masing.


Selama 3 tahun itu, Sean juga menumbuhkan sikap sosialisasinya, dia juga sering nongkrong nongkrong di cafe dan mengobrol entah dengan siapa.


"Hasil yang bagus kemarin."


"Ku harap ini bisa di lanjutkan di laga selanjutnya." Ucap Sean yang merebahkan tubuhnya pada sofa.


"Tim sudah di pastikan ikut UCL, tapi kenapa bos tidak membeli beberapa pemain lagi sebagai pelapis?"


"Apalagi jadwal pertandingan di Inggris sangat padat."

__ADS_1


Sean mengkhawatirkan timnya, karena dia tidak mau para pemain atau rekan setimnya cedera atau kelelahan akibat pertandingan yang terus menerus di gelar.


"Sudahlah tak usah memikirkan hal itu, mungkin akan ada pemain baru lagi, apalagi bursa transfer belum di tutup."


"Pembagian grup UCL juga akan di selenggarakan tanggal 25 Agustus, aku sangat menantikannya."


"Kompetisi tertinggi bagi tim tim Eropa, aku datang." Ucap Sean penuh semangat.


Sean sudah membayangkan bahwa karirnya begitu cepat menanjak.


"Awalnya aku hanyalah seorang anak kecil yang mempunyai besar dan mustahil untuk di jangkau."


"Hanya karena sebuah tangisan ku waktu itu, kini aku berada di sini."


"Kerja keras ku selama ini juga tidak mengkhianati ku."


"Jadi ayo lebih kerja keras lagi dan tetap latihan dengan konsisten, lewati batas mu." Ucap Sean menyemangatinya.


Sean kemudian bangun dari rebahan di sofanya, dia berjalan ke kamarnya dan melihat kalender yang dia simpan di atas meja.


"Tanggal 16 September, masih lama." Ucap Sean yang melihat jadwal pertandingan antara Liverpool dan Manchester United.


Dia sangat menantikan ini karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan idolanya dan panutannya.


Dimana berkat dia, Sean bekerja keras di Eropa dan mencapai sekarang ini.


Kembali ke ruang keluarga dan memilih menonton televisi.


2 hari kemudian,


Di tempat latihan, para pemain bubar setelah melaksanakan latihan bersama.


Tapi tidak dengan Sean, dia mengambil bola dengan kakinya dan membawa beberapa peralatan latihan.


Seperti cone dan yang lainnya.


Sean juga mengambil pagar betis untuk latihan tendangan bebas.


Meski ada Trent yang memiliki akurasi bagus, Sean tak mau kalah karena dia harus bersaing juga untuk mendapatkan slot sebagai pengeksekusi tendangan bebas.


Sean harus memanfaatkan hal ini untuk menambah pundi pundi golnya nanti.


Meski saat ini belum mencetak 1 gol pun, tapi Sean sudah mencatat kan 1 assist.


Dan tentunya kontribusi Sean di pertandingan kemarin jangan di sebutkan.


Dimana 1 gol lainnya yang tercipta berkat usaha Sean.


Meski begitu Sean tidak mengumbar dan sombong pada rekan setimnya bahwa dia paling berkontribusi bagi tim.

__ADS_1


Di lapangan latihan, Sean melakukan latihan tambahan.


Dia melakukan berbagai drill pelatihan untuk meningkatkan kemampuannya.


Bos juga melihat latihan Sean dari atas kantornya melalui jendela.


"Kerja kerasmu sudah sangat menghasilkan kamu yang sekarang."


"Tapi kamu masih bekerja keras saat ini."


"Andai saja para pemain muda lainnya juga seperti ini, tentunya mungkin mereka akan menjadi monster." Ucap Klopp sambil memperhatikan Sean berlatih.


Klopp sangat mengapresiasi Sean yang bekerja keras dan giat berlatih seperti ini, dia juga tak sia sia membeli nya waktu itu.


Dia sangat bangga karena reputasi nya yang besar, dia bisa mendatangkan Sean ke Liverpool.


Mungkin jika bukan Klopp yang datang menemui Sean, Sean tak akan datang ke Liga Inggris dan lebih memilih bermain di Liga luar selama 3 tahun.


Malam harinya,


Sean selesai makan malam, dia juga sudah kenyang dengan makanan malam ini.


Dia tidak langsung masuk ke kamarnya, tapi dia duduk di sofa ruang keluarga.


Mengeluarkan ponselnya dan melihat lihat berita.


Saat menggulir layar ke bawah terus, Sean melihat akun wonderkidz.


Wonderkidz sudah memberitahukan tentang pemain pemain muda berbakat di bawah usia 19 tahun dan 21 tahun.


Kategori ini tentunya berbeda.


Sean melihat yang di bawah usia 19 tahun terlebih dahulu, dia melihat terus dan menemukan pemain Barcelona, Gavi.


Ada juga Jude Bellingham.


Sean mengapresiasi mereka karena dia sangat sering mendengar dan melihat nama kedua pemain ini di akun akun sepak bola yang membahasnya.


Ketika terus menggulir, dia menemukan nama Marselino Ferdinan berada di urutan ke 14 pemain berbakat di bawah usia 19 tahun.


Memang benar bahwa saat ini Marselino berumur 16 tahun, hanya saja Sean tidak menyangka sejak kepindahannya ke Valencia, kini Marselino semakin tersorot oleh media.


Setelah menggulir terus dari kategori pemain berbakat di bawah usia 19 tahun, Sean pindah ke kategori di bawah usia 21 tahun.


Alangkah terkejutnya saat Sean terus menggulir melihat pemain pemain tersebut dan menemukan Marselino Ferdinan lagi di urutan ke 40, dimana itu adalah urutan ke 10 dari belakang.


Namun bukan itu yang terpenting, yang terpenting adalah Marselino masuk dalam 2 kategori yang berarti bahwa para pengamat dan pengintai menilai Marselino sangat sangat tinggi.


Sean merasa bangga dengan hal ini meski bukan dirinya, ini menunjukan bahwa generasi selanjutnya juga akan bisa terus berkarir di Eropa dan membawa Indonesia untuk terus bersaing ke panggung dunia nantinya.

__ADS_1


Itulah harapannya.


__ADS_2