I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 234.


__ADS_3

Di Stadion Anfield yang masih penuh sesak, penonton tidak merasakan keberatan sama sekali.


Mereka saat ini dalam suasana yang sangat bahagia.


Itu di sebabkan tidak lain karena tim favorit dan kebanggan mereka sedang mengoyak tim saingan di kotanya sendiri.


Benar saja, melihat pada layar skor yang terpampang besar di lapangan, ini benar benar mengejutkan.


Apalagi melihat waktu pertandingan yang di tunjukan.


Bagaimana tidak para penonton Liverpool tidak bahagia.


Di layar skor, waktu pertandingan berada pada menit ke 37.


Itu menunjukan bahwa pertandingan ini masih berjalan di babak pertama.


Dan melihat kembali ke layar skor dimana skor di perlihatkan, skor pertandingan hari ini sudah 3 - 0.


Dimana tim tuan rumah yaitu Liverpool sedang unggul dengan keunggulan yang begitu besar.


Melihat kembali suasana para penonton yang sangat bahagia, itu mewajarkan segalanya.


Kembali di lapangan, para pemain Everton merasa sangat tertekan.


Mereka marah dan kesal.


Itu di sebabkan oleh para pemain lawannya yaitu Liverpool yang kini masih menguasai bola dan masih menekan di areanya.


Padahal para pemain Everton berharap Liverpool menurunkan sedikit tensinya ketika sudah unggul seperti ini.


Tapi semuanya tidak berjalan dengan yang di harapkan.


Liverpool yang sedang unggul dengan skor 3 - 0 tidak menurunkan tensinya sama sekali.


Mereka terus menekan dan mencuri bola dari pemain Everton.


Melakukan operan dan menguasai bola.


Menguasai jalannya pertandingan dan semakin membuat frustasi karena di saat para pemain Everton mengejar, para pemain Liverpool dengan cepat melakukan operan.


Apalagi yang paling membuatnya sesak dan tidak terima adalah para penonton Liverpool nya yang sangat berisik.


Dimana saat para pemain Liverpool melakukan setiap operan, para penonton bersorak dengan suara 'Hei' yang bergema di Anfield.


Yang membuatnya nyaman bagi para penonton di rumah saat ini tentunya mendengarkan seruan setiap penonton Liverpool dan operan Liverpool yang berirama.


Apalagi saat pemain Liverpool menguasai bola lebih lama, suara 'Hei' yang bergema di Anfield juga semakin lama, lalu ketika pemain tersebut melakukan operan yang tiba tiba, sorakan Hei dari penonton yang tiba tiba bergema itu mengikuti ritme operan pemain membuat jantung berdetak.


Para penonton yang menonton di rumah atau penonton di Indonesia yang menonton melalui televisi atau sebuah platform tertentu akan merasakan sensasi bahagia.


Di lapangan, para pemain Everton sudah muak.


Jangankan para pemain Everton, penonton Everton juga sudah mulai muak.


Apalagi ada beberapa penonton Everton yang sudah meninggalkan stadion karena merasa malas menonton pertandingannya.

__ADS_1


Yang paling membuat penonton Everton sakit adalah, penonton Liverpool melakukan ini di saat babak pertandingan masih babak pertama.


Waktu terus berjalan, akhirnya mendekati akhir permainan babak pertama, wasit yang memimpin pertandingan juga berjalan ke tengah lapangan sambil terus memperhatikan pertandingan yang masih berjalan.


Segera suara peluit terdengar.


Menandakan akhir dari babak pertama.


Para pemain Liverpool yang bermain segera memasuki ruang ganti, sedangkan para pemain di bangku cadangan segera berlari ke lapangan untuk melakukan pemanasan dan melakukan sentuhan sentuhan pada bola.


Di ruang ganti milik Liverpool, para pemain dalam kondisi bahagia.


Mereka juga tertawa.


Mereka juga merasakan bahagia karena saat penonton melakukan sorangan sesuai dengan ritme operan, itu membuat mereka semakin bersemangat.


Mereka juga sesekali dengan sengaja melakukan operan cepat dan lambat untuk membuat sorakan yang bergema di Anfield semakin berirama dan enak di dengar.


Tentunya tujuan lainnya juga untuk membuat mental lawan semakin hancur.


Bos segera memasuki ruang ganti.


Bos melihat para pemainnya yang bahagia tentu ikut bahagia.


Tapi dia tidak berlama lama.


"Kerja bagus!"


"Pertahankan seperti ini untuk babak kedua."


"Untuk pola serangan masih sama, tapi.."


"Kenapa kamu tadi melakukan hal konyol?" Bos sedikit marah, meski begitu ini masih terlihat seperti bercanda.


Bahkan para pemain tertawa, itu karena mereka langsung teringat tindakan konyol Sean tadi di lapangan.


Dimana Sean yang berhasil mencetak gol kedua melakukan selebrasi yang sangat tidak sesuai dengan kebiasaannya.


Dimana Sean menurunkan celana nya sedikit lalu berlari ke arah penonton yang saat itu bertepatan bahwa salah satu penonton memakai kaca mata hitam.


Sean juga mengambilnya dan memakainya.


Lalu dia berjoget dengan aneh di depan para penonton yang membuat penontonnya juga tertawa.


Bahkan rekan tim Sean yang menyusul juga tertawa melihat Sean berjoget seperti itu.


"Itu bos, semuanya spontan. Aku terlalu bahagia." Jawab Sean dengan sedikit senyum.


Bos melihat Sean yang malu juga tidak memperpanjang masalahnya melainkan mengingatkan agar membuat joget yang lebih baik.


Segera itu menimbulkan tawa dari para pemain.


"Di babak kedua nanti, mereka mungkin akan berharap kita menurunkan tekanan kita. Tapi kita harus kejutkan mereka."


"Bermain seperti tadi, dan jika bisa.." Bos berhenti dan melihat para pemainnya.

__ADS_1


"Cetak gol sebanyak mungkin, bunuh mereka." Ucap bos.


Kemudian dia berbalik dan keluar dari ruang ganti.


Waktu masih tersisa 5 menit untuk memulai pertandingan lagi.


Para pemain masih bersantai dan mengobrol, mereka juga membahas beberapa hal yang terjadi di babak pertama dengan serius.


Setelah beberapa saat, para pemain kembali kelapangan.


Terlihat di pinggir lapangan, Everton sudah siap langsung melakukan pergantian pemain.


Apalagi pemain yang di masukan adalah gelandang dan penyerang.


Namun yang membuat terkejut adalah salah satu pemain bertahan di tarik keluar.


Melihat ini sudah di pastikan bahwa Everton akan menggunakan formasi 3 pemain di belakang.


Melihat ini, bos hanya diam saja dan melirik pada assisten nya untuk melakukan beberapa perhitungan.


Segera pertandingan di mulai kembali.


Sementara pertandingan di mulai kembali, suasana di rumah Sean sangatlah sepi.


Itu di sebabkan mereka pergi ke Anfield untuk merasakan pertama kalinya.


Yang di maksud mereka tentunya adalah Lisa dan kedua orang tuanya yang datang ke Inggris.


Tujuan kedua orangtuanya datang tidak lain mengantar putrinya dan ingin melihat kondisi tempat tinggal putrinya nanti.


Meski sudah yakin bahwa itu akan sangat sesuai dengan kebutuhan dan perawatan yang baik, mereka tetap ingin melihatnya.


Saat ini mereka yang menonton di tribun Anfield juga pertama kali merasakannya.


"Lisa, kamu pernah menontonnya di sini, apakah selalu begini para penontonnya?" Tanya ibunya.


Lisa melirik ibunya dan tersenyum, "Tentu Bu."


Ibunya melihat sekeliling lagi dan melihat para penonton yang masih fokus tapi segera berteriak kemudian diam lagi, tak lama berteriak lagi.


Meski dia sudah menonton sepak bola ketika bersama suaminya, tapi ini sangat berbeda dengan yang dirasakan dan di lihat ya di televisi.


Tentu saja.


"Saat ini sangat parah karena lawan saat ini merupakan lawan dari kota yang sama dan jaraknya sangat dekat. Jadi gengsi juga di mainkan di sini, Liverpool tidak mau kalah dan para penonton membantu menghancurkan mental lawan." Ucap Lisa.


Ayahnya mendengar saja dan matanya masih fokus ke lapangan.


Saat ini ayahnya dan penonton di sekitar tiba tiba berteriak.


Itu karena mereka melihat Liverpool yang sedang menyerang dan tak lama di langgar dengan keras.


Ayah Sean juga melihat itu adalah Sean.


"Lisa lihat itu!" Ucap ayahnya segera.

__ADS_1


Lisa yang tadi sempat mengobrol dengan ibunya juga terbangun dan sadar saat sorakan penonton, namun dia tidak tahu apa yang terjadi.


Mendengar suara ayahnya, dia langsung melihat dan itu Sean yang di lapangan masih berguling guling.


__ADS_2