I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 75.


__ADS_3

Sean yang sedang di kamarnya bersama Firza itu kini sedang mengobrol.


Firza mengajak Sean mengobrol setelah melihat apa yang ada di layar ponsel Sean barusan.


Di layar ponsel Sean, Sean sedang melihat isi chat dari Giselle yang terus menerus mengiriminya pesan, meski Sean tak membalasnya sekalipun.


"Apakah kamu benar benar tidak akan membalasnya?" Tanya Firza.


"Balaslah sedikit, kasihan dia." Ungkapnya.


Sean melihat ke arah Firza. Dia serius tidak mau menjalin kontak dengan wanita untuk waktu dekat ini.


Tapi kenapa, entah itu ibunya, agennya atau teman temannya selalu bilang begini.


Sean tidak tahu apa yang salah dengan dirinya.


"Apakah kamu tahu dia profesinya apa?" Tanya Firza.


"Tak tahu." Sahut Sean.


"Kamu ini lupa atau tuli? Waktu itu Giselle menceritakannya ketika nongkrong di cafe, tapi kenapa kamu lupa? Tidak mendengarnya?" Ungkap Firza.


"Meski dia masih usia sekolah, dia memiliki profesi sampingan sebagai penari balet." Ungkap Firza.


"Pantas saja kamu tadi mengatakan menari padaku, apakah ini berhubungan?" Tanya Sean langsung curiga.


"Tidak, itu hanya kebetulan." Jawab Firza dengan senyum misterius.


"Tuh lihat, kamu ini serasi, dia penari balet dan kamu nanti akan jadi penari juga." Ungkap Firza.


Sean mendengarnya langsung melempar bantal pada Firza namun di tahan oleh Firza dengan kedua tangannya.


"Aku serius, cobalah balas dulu."


"Atau apakah kamu sudah mempunyai wanita yang lain?" Tanya Firza tiba tiba curiga.


Menurutnya, tidak mungkin Sean tidak memiliki mood booster atau teman wanita yang selalu memberikannya dukungan, semangat dan perhatian, padahal Firza mengerti bahwa Sean di Eropa sendiri dan tak mungkin Sean bisa mengatur hidupnya sendirian begitu saja.


"Atau jangan jangan wanita yang kau ceritakan itu?" Tanya Firza lagi.


"Wanita mana?" Tanya Sean langsung.


"Itu yang waktu itu kau cerita, aktris Indonesia yang di kenalkan oleh ibumu."


"Kenal dekat saja tidak. Dia hanya tak sengaja memberikan like pada foto ku dan mengirimi ku pesan. Sudah itu saja tak lebih."

__ADS_1


"Lebih baik kau pilih yang mana?" Tanya Firza.


Sean terdiam, apa maksud adalah Sean harus memilih.


"Cepat jawab." Desak Firza.


"Tak tahu."


"Kalau begitu, balas saja keduanya."


"Aku ingin melihat mana yang akan menjadi mood booster mu kedepannya. Kamu butuh penyemangat, dukungan dan yang lainnya. Apalagi kamu nanti tinggal sendiri di Eropa."


"Aduuh dinginn." Ledek Firza.


"Butuh kehangatan, butuh pelukan."


"Haha." Tawa Firza memanas manasi Sean.


Sean hanya diam saja.


Tak lama ponsel Sean berbunyi lagi, tanda ada pesan masuk.


Sean melihatnya dan itu dari Giselle lagi yang menanyakan 'apakah dirinya menganggu Sean, sampai Sean tak membalas pesannya.'


Firza yang melihat itu juga tersenyum, dia langsung dengan cepat mengambil ponsel Sean dan berlari ke luar kamar.


Saat Firza masuk, Sean juga langsung menerobos masuk ke kamar Hanis.


"Firza kembalikan!!!" Ucap Sean dengan nada yang sedikit meninggi. Sean kesal karena tiba tiba ponselnya di ambil, dia juga tak tahu apa yang akan di lakukan Firza.


Firza yang mendengar itu langsung berlari ke kasur, dan berbicara pada Hanis dan Samuel dengan buru buru.


Firza menyuruh Hanis dan Samuel memegangi Sean agar tak mendekatinya.


Hanis dan Samuel langsung mengerti maksud dari Firza. Mereka langsung memegangi Sean dari kedua sisi.


Firza yang melihat itu tersenyum di atas kasur pada Sean, Firza kemudian fokus pada ponsel Sean yang di peganginya.


"Mau kamu apakan Firzaa!!!!"


"Heeii FIRZAA!!" Teriak Sean yang kesal karena di pegangi.


"Za, kamu mau ngapain?" Tanya Hanis penasaran.


"Tunggu pegangi saja Sean dulu." Sahut Firza langsung, dia juga langsung mengetik pesan di ponsel Sean.

__ADS_1


Firza membalas isi pesan dari Giselle, 'Maaf aku pemalu, banyak orang tadi. Apakah tak masalah bertemu?'


Isi pesan yang di ketik Firza itu mungkin bisa mengakibatkan Sean membenci Firza karena Sean tak tahu apa apa tentang ini, Sean juga tak mungkin nantinya membatalkan pertemuan itu jika sudah di setujui oleh Giselle.


Sean bukan orang yang tidak menepati janjinya dan bukan orang yang suka dengan mudahnya berbohong.


Firza yang sudah mengirim pesan itu tersenyum, tapi dia tak berhenti, dia membuka aplikasi Instagram Sean dan memasuki pesan, dia mencari pesan dari Callista yang sudah di ceritakan Sean pada Firza.


"Firza kamu ini keterlaluan." Ungkap Sean yang sudah tenang pasrah. Sean juga tak lagi berusaha melepas pegangan dari Hanis dan Samuel karena dia juga tahu itu pasti sudah terlambat.


"Bagaimana jika ini malah membuat orang sakit hati kalau dia tahu kalau bukan aku yang membalas pesannya?" Tanya Sean dengan tenang pada Firza.


Firza menghiraukan ucapan Sean dan tak lama Firza yang sudah menggulir layar dengan lama untuk mencari pesan dari Callista pun akhirnya menemukannya.


Firza masuk ke dalam ruang obrolannya dan membaca isi pesan terakhirnya. Setelah membaca pesan terakhirnya, Firza berpikir sebentar.


"Firza, kamu tahu kan kalau nantinya mereka benar benar berharap padaku, aku harus bagaimana? Aku tak tahu. Jika itu terjadi, itu akan semakin membuat dia sakit hati."


"Sudah cukup Firza." Ungkap Sean yang sudah pasrah.


Firza yang sudah berpikir sedikit lama pun akhirnya mengetik pesan.


'Ibuku bilang, film film yang di bintangi oleh mu sangat bagus. Aku menontonnya di Internet juga, dan itu memang bagus.'


'Maaf, aku mengirim pesan begini karena kagum padamu.'


'Ku harap aku bisa berkenalan denganmu.' Isi pesan yang di ketik Firza untuk Callista itu akan membuat kedua belah pihak benar benar berada dalam kesalah pahaman yang sangat besar.


Pasalnya Sean tak menonton film film Callista sama sekali, jika Sean di tanya film apa saja yang sudah di tonton nya, Sean pasti akan bingung karena tak tahu apapun.


Firza yang sudah selesai mengetik pesan itu langsung tersenyum. Dia bangkit dari kasur dan berjalan ke arah Sean.


"Ini. Semoga sukses temanku." Ungkap Firza sambil memberikan ponselnya pada Sean lagi lalu mengangguk pada Hanis dan Samuel.


Hanis dan Samuel juga melepas pegangannya pada Sean. Sean mengambil ponselnya. Dia tak melihat dan menjawab perkataan Firza.


Sean buru buru masuk ke ruang obrolan di chat yang di kirim Firza pada Giselle, Sean tadi sempat berpikir bahwa jika ada waktu sebelum di baca, Sean akan buru buru menghapusnya supaya tidak ada kesalah pahaman nantinya.


Namun saat melihat isi pesan di ruang obrolan dengan Giselle, Sean tertegun dan langsung pasrah.


Sean membacanya sedikit dan Sean juga melihat bahwa pesannya sudah di baca bahkan Gisellenya sedang mengetik.


Firza melihat ini tersenyum.


Sean buru buru keluar dan masuk ke dalam obrolan dengan Callista di Instagramnya, namun dia tertegun lagi karena pesannya sudah di baca namun tidak ada tulisan sedang mengetik.

__ADS_1


"Lihat Firza, ini ulahmu."


__ADS_2