
Kompetisi untuk klub U 23 semuanya sudah selesai di gelar.
Mau itu kompetisi Liga nya ataupun FA Cup nya.
Sean saat ini belum pulang ke Indonesia, meski semua kompetisi sudah selesai. Saat ini dia sedang menunggu kedatangan Silva ke Inggris untuk mengurus kontraknya.
Silva harus datang karena dia sudah di hubungi oleh Sean dan pihak klub juga sudah menghubunginya untuk membicarakan kontrak baru pada Sean.
Sean sangat senang karena mendapatkan kontrak baru sebagai pemain profesional lagi, terlebih lagi saat ini dia akan bermain di tim utama.
Sean juga sudah menunjukan semua kemampuannya dan kualitasnya di tim U 23 sehingga dia tidak mengecewakan Bos yang sudah datang sendiri untuk merekrutnya.
Kontrak baru ini di perlukan karena meski Liverpool tahu bahwa Sean tidak akan pindah klub tapi untuk lebih nyaman bagi kedua pihak, ini harus di lakukan karena Sean juga akan menjadi pemain tim utama dan tidak mungkin mendapatkan gaji yang sama seperti di tim U 23.
Gaji gaji Sean sebelumnya, Sean gunakan untuk menyuntikan dana pada usaha yang di kelola ayahnya.
Kini usaha itu sudah sangat besar, bahkan untuk desainer baju saja sudah mengambil dari luar negeri.
Dan sekarang usaha Sean juga tidak berfokus pada hal pakaian biasa saja, tapi sudah masuk ke pakaian jas dan gaun, makanya desainernya dari luar negeri.
Namun usaha Sean tetap mementingkan nilai nilai yang sudah di tentukan oleh Sean, dimana nilai itu tidak sampai melupakan nilai kebudayaan kebudayaan Indonesia.
Sehingga di setiap baju atau pakaian pakaian dari merk Sean, pasti selalu ada gradasi batik atau pemandangan pemandangan Indonesia.
Meski terlihat samar tapi itu cukup indah untuk di gunakan.
Karena usahanya yang maju juga, banyak artis sudah di jadikan brand ambassador untuk merk pakaian usaha Sean.
Ayahnya Sean juga kini sudah tidak terlalu mengurus banyak hal di perusahaan karena sudah merekrut pegawai yang bekerja di bidangnya dan mengurus semuanya.
Brand dari merk Sean juga sudah cukup meluas di Indonesia, bahkan sekarang merk Sean sedang berusaha untuk masuk ke luar negeri agar lebih meluas lagi.
Berkat gaji gaji Sean yang selalu dia sisihkan dan suntikan, perusahaan itu juga berjalan dengan baik.
Kini, Sean berada di sebuah cafe dekat dengan apartemennya, dia sedang meluangkan waktunya dengan bersantai.
Untuk beberapa waktu, Sean selalu meluangkan waktu di cafe selama 3 tahun dan jarang sekali berada di rumah.
Sean juga terkenal karena kerendahan hatinya bagi para fans Liverpool karena dia mau untuk nongkrong di cafe jika ada waktu luang.
Para pegawai dan para pelanggan tetap juga sangat akrab dengan Sean karena sewaktu waktu, mereka selalu mengobrol dengan Sean di cafe.
Perubahan Sean sangat banyak dalam 3 tahun ini, bukan hanya dalam permainan sepak bolanya saja, tapi kesehariannya juga.
"Halo?" Ucap Sean yang kini mengangkat telponnya.
Sean menerima panggilan telpon dari Silva, jadi tentunya dia harus menjawabnya.
"Aku di cafe dekat Rooster." Ucap Sean.
__ADS_1
Kemudian tak lama panggilan juga di tutup, mungkin Silva akan mendatangi Sean ke cafe Rooster.
Selang beberapa menit, Silva pun datang.
"Apakah akan sekarang atau besok saja?" Tanya Silva.
"Besok saja. Sekarang sudah sore." Ucap Sean.
Obrolan Silva merujuk pada mengobrol kan kontrak baru untuk Sean dengan klub.
Sean meminta besok karena hari sudah sore dan mungkin juga Silva kelelahan karena baru saja datang dan harus langsung mengurus kontrak.
Silva baru saja datang hari ini.
"Aku selalu minta maaf padamu karena selalu sibuk dan jarang sekali menemui mu di sini." Ucap Silva.
"Tak masalah."
Silva memang benar benar jarang sekali datang menemui Sean di Inggris, Silva sedang fokus pada pemain pemainnya di Portugal yang kini namanya juga sudah tersebar di tim tim Portugal.
Entah itu klub besar atau kecil, Silva kini sedang berjalan di jalur kesuksesan sebagai seorang agen.
Pemain yang di milikinya juga sudah lebih dari 15.
Dan itu juga sudah bermain di Liga Portugal Primeira dan masih ada di Liga Pro.
Sean tak mempermasalahkan kesibukan Silva dalam mengurus dan memantau pemain lainnya, Sean mengerti hal itu.
Asalkan ketika Sean butuh bantuan Silva, Silva harus segera datang dan membantunya. Seperti contoh sekarang, meski sedang sibuk, Silva buru buru datang.
"Sepertinya kamu senang dan nyaman tinggal di sini." Ucap Silva.
"Kalimat yang sama seperti ini sudah kamu ucapkan sangat sering. Jadi jangan basa basi." Ucap Sean becanda.
Memang Silva selalu mengatakan kalimat ini.
"Kontrak baru mu sepertinya bernilai cukup besar nanti." Ucap Silva.
"Kenapa bisa?" Tanya Sean.
"Kan pemilik klubnya sudah yang baru, dan kamu juga termasuk dalam rencana bos, juga kamu sudah berkontribusi bagi klub di tim U 23."
"Sehingga kontrakmu akan bernilai besar nanti." Ucap Silva.
"Ya baguslah kalau begitu."
Saat ini banyak sponsor yang ingin bekerja sama dengan sama, namun Silva dan Sean belum menerima 1 pun karena harganya tidak sesuai dan juga brandnya masih kurang menarik.
Sean dan Silva sedang menunggu brand yang sedikit ternama.
__ADS_1
Mungkin jika Sean menandatangani kontrak baru ini dengan klub, sponsor besar seperti Nike akan tertarik pada Sean karena Sean belum mempunyai sponsor dan juga Nike adalah sponsor klubnya juga.
Jadi itu hal yang sangat memungkinkan nantinya.
"Apakah kamu sudah dengar kabar?" tanya Silva pada Sean.
"Kabar apa?"
"Sepertinya kamu belum mendengarnya ya?"
"Bos sudah banyak sekali mengintai pemain untuk musim depan."
"Kenapa kamu tahu?" tanya Sean.
"Haha biasa para agen mulut nya tidak bisa di tutup." Ucap Silva.
Kontak Silva sekarang memang sudah sangat luas, dia tidak hanya berpusat di Portugal saja.
Melainkan di lima liga utama juga sudah dia miliki kontaknya.
Jadi dia bisa menerima kabar apapun dengan cepat.
"Siapa saja?"
"Tunggu dulu, apakah kamu tidak ingin mendengar hal yang menarik?"
"Apa memangnya?"
"Bos benar benar sedang meregenerasi klub mulai sekarang, jadi ketika kamu bermain di tim utama, mungkin hanya akan sedikit yang tersisa dari pemain pemain tim utama sekarang."
Sean tertegun.
Dia tidak menyangka hal ini, dia sudah tahu bahwa bos akan meregenerasi klub dengan pemain muda tapi dia menyangka hanya mungkin 1 atau 3 dulu secara bertahap.
Tapi ini akan sangat langsung.
'Berapa biaya yang di berikan QSI untuk bos musim ini?' Pikir Sean.
"Sepertinya QSI menggelontorkan banyak uang." Ucap Sean pada Silva.
"Memang."
"Mungkin karena musim ini mereka gagal juara UCL." Ucap Silva tiba tiba.
Memang musim ini Liverpool gugur di babak 8 besar setelah melawan Napoli.
Meski pada awal Sean bergabung dengan tim Liverpool, Liverpool berhasil juara UCL dan Premier League, tapi setelah itu, semuanya menurun secara drastis.
Mungkin para pemain juga sudah terlalu tua dan melewati masa emasnya.
__ADS_1