I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 193.


__ADS_3

1 hari setelah partai final UCL.


Para pemain saat ini masih berada di Prancis, mereka sedang bersiap untuk pulang ke Inggris.


Sean juga ikut bersama tim karena harus ikut merayakan kemenangan tim Liverpool yang belum di rayakan.


Mereka akan merayakan kemenangan ini besok.


Dimana gelar yang di raih saat ini benar benar sangat bagus dan sangat memuaskan pemilik klub juga para fans.


Liverpool akhirnya menyapu habis semua kompetisi yang mereka ikuti di tahun 2021 / 2022.


Di partai final kemarin malam, setelah terjadinya gol terakhir Sean.


Real Madrid benar benar menggempur habis habisan, bahkan setiap tendangan pojok, penjaga gawang akan ikut maju.


Jika tidak ada sepak pojok, pemain bertahan yaitu Eder dan Alaba juga akan ikut maju dan menjadi penyerang.


Ini benar benar membuat para pemain Liverpool tertekan.


Namun mental dan semangat para pemain Liverpool untuk mempertahankan keunggulan dan meraih juara membuat mereka bisa bertahan sampai wasit meniupkan peluit akhir pertandingan.


Meski di sisa waktu Liverpool tidak bisa menyerang lagi, mereka bertahan dengan sangat kuat.


Bahkan setiap ada bola yang lepas, para pemain Liverpool tidak berencana untuk melakukan serangan balik.


Mereka malah memilih untuk membawa bola maju ke tengah lapangan kemudian menembaknya ke depan, tapi mereka menembak dengan sadar dan akurasi.


Itu tidak sampai terjadinya bola keluar lapangan.


Itu mungkin sampai dekat dengan sepak pojok wilayah Real Madrid, sehingga membuat para pemain Real Madrid kesal dan harus kembali membawa bola di ujung.


Saat staf official memberi waktu tambahan 1 menit, para pemain Liverpool seperti melihat adanya penyelamat.


Mereka langsung menggunakan pressing agresif lagi pada para pemain Real Madrid.


Saat pemain Liverpool berhasil merebut, mereka akan membawa bola ke pojok atau ke dekat garis lapangan.


Saat pemain Real Madrid mendekat, mereka akan menendang bolanya ke kaki para pemain Real Madrid sehingga harus ada lemparan ke dalam.


Pemain Liverpool melakukan ini terus menerus sampai wasit meniupkan peluit akhir.


Saat peluit akhir di tiup kan, para pemain Real Madrid langsung tumbang ke lapangan.


Mereka benar benar tak menyangka akan kalah seperti ini.


Setelah selesainya pertandingan, podium juga langsung di masukan kan ke lapangan untuk para pemain mendapatkan piagam dan tim yang menang mendapatkan piala.


Namun saat pembagian hadiah itu, Sean benar benar tak menyangka bahwa dirinya menjadi pencetak gol terbanyak.


Sean juga melamun karena dia menyangka bahwa Mbappe yang akan mendapatkannya.


Kemudian naik ke podium dengan keadaan yang masih bingung karena tak menyangka.

__ADS_1


Setelah penerimaan hadiah dan segalanya, Sean juga menarik keluarganya dari tribun untuk masuk kelapangan dan merayakannya juga berfoto.


Sean mengalungkan medalinya di lehernya dan berfoto bersama keluarganya.


Setelah semuanya selesai, keluarga Sean juga memilih untuk pulang terlebih dulu karena mereka tahu bahwa Sean masih harus bersama timnya.


..


Saat ini, di lobi hotel tempat Sean menginap, keluarga Sean datang.


Sean juga datang menghampiri mereka.


Tak lama Sean datang dan menemuinya.


"Bu ada apa?" Tanya Sean sedikit khawatir dan gelisah karena tidak tahu apa apa.


"Tak ada apa apa, ibu dan ayah mu akan pulang sore ini."


"Hah begitu cepat?"


"Ibu tidak akan ikut ke Inggris dulu?" Tanya Sean.


"Tidak, kami sudah senang melihatmu bahagia, jadi sekarang waktunya kamu merayakan dulu bersama tim."


"Untuk merayakan bersama kami, itu bisa saat kamu pulang nanti ke Indonesia." Ucap ibunya Sean.


Sean mendengar ini hanya diam.


"Terus Salma sama Lisa bagaimana?" Tanya Sean.


"Dia tidak bilang apa apa."


Sean mendengar ini kemudian melirik pada Lisa yang sedang duduk di sofa dengan adiknya.


Namun Lisa hanya tersenyum saja dan Sean langsung mengerti.


"Yasudah, kalau begitu, apakah ibu sudah memesan tiketnya?"


"Sudah."


"Kamu juga ke Inggris sore ini kan?" Tanya ibunya.


"Iya Bu, kami sudah bersiap."


"Oke baguslah, ibu akan menyiapkan hadiah untukmu nanti ketika kamu pulang."


"Iya terima kasih Bu, aku akan pulang paling lima hari setelah perayaan selesai." Ucap Sean setelah mengingat bahwa tidak ada lagi kegiatan setelah perayaan bersama timnya.


Kemudian Sean duduk bersama ibunya di lobi hotel dan mengobrol sebentar.


Setelah 30 menit, Sean juga mengetahui alasan kenapa Lisa tidak ikut pulang.


Dia menagih janji Sean untuk liburan.

__ADS_1


Sean juga akhirnya sadar dan akhirnya harus merencanakan kepulangannya ke Indonesia.


Sean juga bertanya pada ibunya, apakah mereka akan ikut berlibur dulu atau tidak.


Ibunya menolaknya karena sudah tidak kuat banyak bepergian, Sean akhirnya memilih diam.


Setelah kepergian ibunya kembali ke hotel, Sean melihat Lisa yang kembali bersama ibunya ke hotel.


Sean juga sudah memberitahu Lisa agar dia juga ke Inggris dengan segera supaya bisa berangkat liburan bersama dari sana.


Sean kembali ke kamarnya dan melihat Florian tidak ada di kamarnya.


Sean mengambil ponsel dan menghubunginya.


Setelah tahu bahwa Florian ada di kamar Aurelien, Sean juga langsung pergi ke kamar Aurelien.


....


1 hari kemudian, Sean sudah berada di Inggris.


Mereka saat ini sedang merayakan kemenangan mereka.


Mereka berkeliling kota dan memarkan beberapa trophy yang berhasil di raih mereka di tahun ini.


Kota juga sangat penuh dengan para fans.


Udara juga di penuhi dengan smoke bomb dan flare berwarna merah.


Malam harinya, di saat hari masih perayaan, para pemain memilih untuk merayakannya dengan cara minum minum bir di sebuah hotel yang sudah di sewa.


Sean juga harus ikut namun dia tidak minum.


Para pemain juga membawa keluarga mereka.


Sean saat itu bingung saat rekan rekan timnya membawa keluarganya, tapi saat tahu bahwa Felix akan membawa Magui, Sean kemudian jelas membawa Lisa dan akhirnya Sean juga menjadi bahan tertawaan para rekan rekannya di tim.


Pasalnya para pemain di tim Liverpool hanya tahu bahwa Sean pemalu dan belum tahu bahwa Sean memiliki seorang spesial.


Jadi Sean mengenalkan Lisa pada akhirnya pada teman temannya itu.


Sean kembali dari acara perayaan tengah malam, karena di saat puncak, para petinggi di klub juga datang dan ikut merayakan.


Bahkan yang tidak di duga adalah adanya pemilik klub.


Pemilik klub memberikan beberapa kata bahwa para pemainnya sudah sangat berkontribusi banyak bagi tim.


Kemudian pemilik juga mengeluarkan sebuah alat transfer uang dari assisten nya.


Pemilik juga mengabsen para pemain untuk maju ke depan untuk mendapat bonus tambahan dari pemilik klub.


Pemilik bahkan mengatakan bahwa silahkan isi sendiri, tapi setelah banyak penolakan, akhirnya pemilik menuliskan jumlahnya sendiri.


Para pemain juga mendapatkan bonus tambahan dengan jumlah sangat besar sehingga mereka puas dengan semua ini.

__ADS_1


Para pemain ada yang pulang dengan keadaan mabuk, untung saja ada supir yang sudah di sediakan.


Berbeda dengan Sean yang tidak mabuk, tapi Sean masih di antar oleh supir yang sudah di siapkan oleh tim karena takut terjadi ada apa apa dijalan.


__ADS_2