
Pertandingan antara Indonesia melawan Portugal di laga final tournament Toulon itu kini di ungguli oleh Indonesia.
Indonesia memimpin dengan 2 gol atas Portugal.
Kedua gol itu di cetak oleh Sean sendiri. Pertama di menit ke 21 dan kedua di menit 36.
Gol kedua terjadi membutuhkan banyak usaha dari Sean sendiri.
Itu karena Sean melakukan pemotongan bola dari jalur operan lawan lalu dia melakukan solo run menuju wilayah musuh dan melewati beberapa pemain.
Dia juga tak segan untuk mengecoh penjaga gawang sebanyak 2 kali lalu menendang bolanya dan menjadi sebuah gol.
Gol itu terjadi begitu cepat, karena setelah Sean melakukan pemotongan bola dari jalur operan lawan di wilayahnya sendiri itu, dia langsung berlari cepat.
Menghabiskan waktu hanya beberapa detik dengan banyak nya gangguan dari para pemain lawan dan akhirnya mencetak gol.
Mungkin bisa di hitung kurang dari 12 detik saja gol itu terjadi.
Itu bukan karena di lebih lebihkan, tapi karena memang kecepatan menggiring Sean sangat cepat.
Setelah terjadi gol kedua dari Sean, Sean tentunya menjadi lebih semangat dan rekan rekan lainnya juga semangat karena jika mereka bisa mempertahankan hasil skor ini, mereka bisa meraih juara tournament Toulon 2018.
Meski Sean senang, mental Sean tentunya berbeda dengan rekan rekannya. Dia sudah bermain dengan profesional sehingga tahu bahwa ini mungkin adalah alarm yang Sean nyalakan untuk tim lawan.
Sean sendiri tak tahu dampak apa yang telah dia lakukan setelah di menyalakan alarm mereka dengan mencetak 2 gol itu.
Pelatih Portugal di pinggir lapangan melihat terjadinya gol kedua dari Sean hanya menggelengkan kepalanya saja.
Dia juga tak bisa berbuat apa apa.
Jelas kelasnya Sean nya berbeda dengan pemain lainnya, karena Sean sudah di pupuk dengan permainan tingkat profesional.
Dimana Sean mendapatkan banyak pengalaman.
Pelatih di pinggir lapangan memanfaatkan waktu nya untuk memberikan instruksi tambahan ketika para pemain Indonesia melakukan selebrasi.
Setelah beberapa saat, kick off kembali di mulai.
Atmosfir di lapangan hijau juga menjadi sangat berbeda.
Sean merasakannya.
Namun Sean tidak takut, tapi Sean tidak tahu apakah rekan rekannya merasakan bahwa suasana nya di lapangan sedikit salah.
Saat pertandingan sudah di mulai kembali, para pemain depan Portugal langsung berlari ke depan dimana wilayah pertahanan Indonesia berada.
Bola kick off yang di berikan pada gelandang mereka juga langsung di lakukan umpan panjang secara langsung ke depan.
__ADS_1
Mereka berniat mengangetkan para pemain Indonesia.
Apalagi para pemain Indonesia masih dalam keadaan bahagia dimana tingkat rasa waspada mereka sedikit berkurang.
Pelatih Portugal melakukan ini karena dirinya ingin, tim Portugal setidaknya membalas 1 gol terlebih dulu di babak pertama ini sebelum turun minum.
Komentator siaran televisi saluran Indonesia juga langsung berteriak memberikan peringatan saat melihat umpan panjang yang di lakukan gelandang Portugal.
"Hati hati." Teriaknya.
Namun karena itu di Indonesia dan hanya di televisi itu tak mungkin terdengar, dan hanya para penonton di rumah saja yang kaget dengan teriakan sang komentator.
Mereka juga melihat bahwa umpan yang di lakukan itu sangat akurat dan bagus.
Saat para pemain Indonesia baru saja sadar dengan situasinya, bola sudah mendarat tepat di garis kotak penalti.
Penyerang tim Portugal yang memiliki tubuh yang bagus itu tentu tak membuang kesempatan emas yang mereka miliki.
Tanpa mengontrol bola, dia langsung melakukan tembakan langsung ke arah gawang dengan keras.
Bola melaju ke arah gawang cepat karena tendangan keras itu.
Riyandi yang merupakan penjaga gawang Indonesia juga melompat datar ke arah kanannya karena bola yang di tembak oleh penyerang Portugal itu mengarah ke sisi kanan tiang dari penjaga gawang.
Riyandi mengulurkan tangannya mencoba meraih bola itu, namun karena tendangan yang sangat keras dan cepat itu, Riyandi bahkan tak sempat menyentuh nya sedikit pun.
Riyandi melihat ke gawangnya dan melihat bahwa bola sudah bersarang di gawangnya.
Mereka bahagia karena pertandingan final ini sangat mengasyikan.
Sean yang masih berdiri di tempatnya itu juga tak menyangka bahwa 1 peluang itu menjadi gol.
Sean tidak meremehkannya, hanya saja dia sedikit kaget dan tak percaya.
1 shoot 1 gol.
'Penyerang hebat.'
'Tajam.'
'Intuisi golnya juga bagus, dia tahu bahwa bola akan mendarat di situ dan dia berada di sana dengan tepat.'
'Akurasi tembakannya juga bagus.'
'Ayo, Sean banyak pemain muda lebih jago dari mu jangan terlalu berpuas diri.' Sean berbicara pada dirinya sendiri di dalam hati sambil berjalan mendekat ke rekan rekannya memberikan semangat.
Meski Sean bukan kaptennya, Sean merasa itu adalah hal yang wajar untuk memberikan semangat agar para pemain tidak terkena mentalnya.
__ADS_1
Apalagi gol tadi berlangsung sangat cepat, di tambah Indonesia baru menambah skor dan kini sudah di balas kan lagi.
Tentu saja, jika tidak beri semangat, mungkin mental mereka akan turun.
"Ayo ayo!!" Teriak Sean.
Sean juga menepuk bahu rekan yang ada di dekatnya.
Riyandi di gawang mengambil bolanya dan menendangnya ke depan.
Witan kemudian menyimpan bola itu di titik putih tengah lapangan untuk melakukan kick off lagi.
Sean juga sudah kembali ke posisi nya di sebelah kiri.
Komentator di ruang siaran televisi saluran Indonesia kini sedang banyak berbicara dengan sangat rusuh.
"Ini pembalasan telak "
"Portugal tentunya tak terima makanya mereka melakukan balasan yang cepat."
"Tapi aku tak menyangka mereka akan melakukannya secepat ini."
"Kau hitung berapa detik gol ini terjadi?" Tanya komentator pada komentator satunya lagi.
"Kurang dari gol Sean tadi." Sahutnya.
Komentator yang bertanya memasang ekspresi kaget. Tentunya para penonton di rumah juga kaget saat melihat Portugal berhasil membalaskan gol Indonesia dengan sangat cepat.
Di sebuah apartemen mewah, Callista yang menonton pertandingan tim nasional Indonesia itu gregetan.
Meski dia sangat senang karena Indonesia unggul dan Sean mencetak gol, dia sekarang terlebih lebih sedikit tegang.
Itu terlihat dari raut wajahnya.
"Ayo bisa. Bisa. Kamu bisa ayo!" Ungkapnya sambil fokus menonton pertandingan di televisinya.
Di rumah Sean, ayahnya Sean berteriak marah karena para pemain bertahan Indonesia tidak fokus sehingga kecolongan gol oleh Portugal.
Adiknya Sean kaget karena ayahnya tiba tiba berteriak marah, ibunya Sean juga menenangkan suaminya itu agar tak terlalu terbawa nafsu.
Di tongkrongan teman teman Sean, teman teman Sean yang melihat gol ini tentunya berteriak kaget dan sekaligus marah.
"Si baji*gan ini kenapa mereka tidak fokus?" Teriak salah satu teman dari temannya Sean dan tak tahu namanya siapa. Panggil saja si A.
"Apakah mereka terlalu bahagia karena sudah unggul 2 gol? Bodoh kalau begitu!" Teriak si A lagi.
"Harusnya mereka bisa menahan sampai turun minum dengan keunggulan 2 gol biar nanti di babak kedua mereka harus berusaha mempertahankannya dan melakukan serangan balik agar bisa menambah golnya lagi."
__ADS_1
"Dasar bodoh pemain bertahan!" Teriaknya.
"Itu lagi penjaga gawangnya ngapain, lompat nya seperti kodok." Ungkapnya lagi.