
Pertandingan partai final antara Liverpool kontra Chelsea masih berlangsung di stadium Wembley.
Para penonton sangat sepi, tidak ada yang bernyanyi seperti di pertandingan pertandingan Indonesia.
Mereka sangat fokus menonton.
Mereka akan bersuara ketika ada peluang, entah itu milik Liverpool atau Chelsea.
Dengan suasana sepi yang di ciptakan oleh kesunyian para penonton, rasa tegang juga menyelimuti para pelatih juga pemain di bangku cadangan.
Berbeda halnya dengan pemain yang berada dalam lapangan, mereka fokus saja pada pertandingan dan menghiraukan suara suara di pinggir lapangan.
Saat ini pertandingan final Liverpool melawan Chelsea sudah memasuki menit ke 17.
Total tembakan yang di hasilkan oleh Chelsea baru 2 dan itu pun tak ada yang tepat sasaran.
Sementara Liverpool, mereka sudah menciptakan total 4 tembakan dengan 2 tepat sasaran, 2 sisanya merupakan tembakan yang masih melenceng.
Dari 2 tembakan on target yang dimiliki oleh Liverpool, itu di ciptakan oleh Sean dan Mbappe.
Dimana keduanya memiliki peluang namu belum bisa memanfaatkan peluangnya dengan maksimal sehingga tidak berbuah menjadi sebuah gol.
Namun itu tidak membuat kecewa, karena menurut keduanya, itu merupakan spekulasi yang baik.
Declan Rice berhasil memotong bola operan Loftus yang ingi memberikan bola ke depan.
Declan Rice tidak terburu buru, dia mengirimkan operan pada Ibrahima Konate untuk menetralisir alur permainan atau tempo yang tadi di buat oleh para pemain Chelsea.
Memasuki menit 23, Aurelien mendapatkan bola operan dari Virgil Van Dijk.
Dia kemudian melakukan operan paralel pada Trent yang kini sudah naik dan sejajar dengannya.
Trent juga menerima bola dengan kontrolnya yang sangat baik.
Mbappe yang berada satu sisi bersama Trent itu juga sudah berpindah lebih dalam.
Trent melihat ke arah depan atau tepatnya kotak penalti, namun dia menemukan bahwa kotak penalti masih di penuhi pemain lawan.
Trent akhirnya memberikan bola pada Declan Rice.
Declan Rice juga pada Florian.
Florian menggiring bola sedikit ke depan, namun saat dia di pressing, dia langsung mengirimkan operan pada Virgil di belakang.
Cara bermain Liverpool membuat para pemain Chelsea sedikit kesal.
Faktanya, para pemain Chelsea hanya di buat bulak balik saja.
__ADS_1
Dimana para pemain Liverpool hanya bermain penguasaan bola dan akan melakukan serangan ketika para pemain Chelsea naik.
Cara bermain Liverpool tidak seperti biasanya, dimana menguasai bola sambil menyerang.
Mereka saat ini bermain penguasaan bola tapi menarik bukan menekan.
Ini di tujukan agar pemain Chelsea lebih keluar sehingga para pemain depan sedikit bebas dan kekurangan tekanan.
Memasuki menit 27, Robbo mendapat bola panjang dari Trent.
Trent menerima dengan dadanya kemudian melakukan kontrol dengan kakinya.
Dia melihat ke kotak penalti, dimana Sean, Felix dan Mbappe juga Florian sudah ada di dalamnya.
Sedangkan Aurelien mengisi luar kotak penalti bersama Trent, namun posisi Trent sedikit menyamping agar memudahkannya untuk segera kembali ke posisinya.
Di saat Robbo menguasai bola dan melirik ke kotak penalti, Jorginho berlari melakukan pressing pada Robbo, namun dia kalah cepat dengan gerakan Robbo yang sudah mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti.
Sean dan ketiga pemain lainnya yang ada di dalam kotak penalti juga bergerak mencoba mendekati bola.
Bola yang di kirimkan oleh Robbo ternyata pas sekali di posisi tengah kotak penalti.
Sean yang memiliki tubuh tinggi juga melompat dengan cepat karena umpan silang dari Robbo sangat cepat dan terlambat sedikit akan menyia-nyiakan peluang.
Sean melompat dan melakukan duel dengan pemain bertahan lawan.
Dia menyundul dan mengarahkan bolanya ke bawah.
Namun bola tersebut tidak masuk melainkan mengenai kaki penjaga gawang yang dia bentangkan.
Di saat para pemain Chelsea berharap bahwa peluang Liverpool di gagalkan, Florian menyodorkan kakinya pada bola liar itu.
Penjaga gawang yang masih terjatuh di posisi itu tak sempat meraih bola yang di sodorkan oleh Florian ke tiang sebelah kiri dari penjaga gawang.
Sean juga melihat apakah bolanya masuk atau tidak.
Saat melihat bola melewati garis putih, Florian juga langsung berlari dan melakukan selebrasi nya.
Sean dan pemain lainnya langsung berlari mengikuti Florian yang melakukan selebrasinya.
Sean melompat ke punggung Florian dan mengacak acak rambutnya.
"Bagus Flo!" Ucap Sean.
Para penonton juga bersorak di saat Florian berhasil mencetak gol.
Bos juga di pinggir lapangan mengayunkan tinjunya ke atas, sedangkan para staf kepelatihan berpelukan.
__ADS_1
Beda dengan para pemain cadangan di bench, mereka berlari menuju Florian dan pemain lainnya yang melakukan selebrasi dekat sepak pojok.
Tak lama, setelah selebrasi Florian dan tim Liverpool selesai, pertandingan di mulai kembali.
Dengan Chelsea yang memulai kick off lagi, para pemain Liverpool langsung melakukan pressing agresif sesuai dengan instruksi dari bos ketika di ruang ganti tadi.
Dimana bos mengatakan untuk melakukan pressing agresif ketika sudah unggul agar membuat para pemain Chelsea frustasi akibat gaya permainan Liverpool yang berubah.
Dan benar saja, dengan pressing agresif yang dilakukan para pemain Liverpool, para pemain Chelsea juga terburu buru mengoper bola agar tak terebut.
Mereka juga mengoper sampai ke penjaga gawang.
Di saat penjaga gawang Chelsea menguasai bola, para pemain lini depan Liverpool berlari lari kecil.
Pemain Liverpool lainnya juga melakukan pengawalan pada setiap pemain agar tak mudah menerima operan dari penjaga gawang Chelsea.
Kepa yang merupakan penjaga gawang Chelsea juga tertekan, dia bingung mau memberikan bola pada siapa.
Di saat tekanan terus di berikan dan para pemain Liverpool maju dan menekan, para pemain Chelsea terpaksa harus lebih mundur dan masuk ke wilayah mereka sendiri lebih dalam lagi.
Dan ini jelas yang di harapkan oleh bos.
Dimana membuat para pemain Chelsea putus asa.
Kepa terus menggerakkan bolanya sedikit sedikit sambil memperhatikan gerakan rekan rekannya, apakah ada yang kosong atau tidak.
Di saat dia fokus memperhatikan rekan rekannya, Felix tiba tiba berlari dengan kencang mengejar penjaga gawang.
Penjaga gawang atau Kepa juga panik, dia langsung melakukan tendangan ke depan.
Jelas bahwa itu bukan operan, itu membuang bola karena takut terebut.
Bola di tahan dengan dada oleh Ibrahima Konate.
Konate kemudian melakukan penguasaan bola dengan santai dan maju sedikit demi sedikit.
Para pemain Chelsea juga memilih menunggu, namun pelatih mereka di pinggir lapangan memberikan instruksi dengan tangannya.
Dimana tangannya memberikan instruksi agar melakukan pressing.
Tapi jelas bahwa ini masih ada dalam perhitungan bos, Konate dengan santai mengirimkan operan pada Virgil.
Virgil menerima bola dengan baik dan menggerakkan bola ke arah kiri sedikit demi sedikit mendekati Robbo.
Di saat pemain Chelsea akan melakukan pressing pada Virgil, Virgil tiba tiba melakukan umpan panjang ke depan sisi sebelah kanan.
Dimana Mbappe sudah kosong tanpa pengawalan.
__ADS_1
Mbappe menerima dengan kontrol dadanya, dia kemudian mengontrol bola dengan kakinya dan segera melakukan gerakan kaki yang lincah untuk mengelabui pemain Chelsea yang saat ini langsung mendekat setelah Mbappe menerima bola operan panjang dari Virgil Van Dijk barusan.