
Estadio da Barreiros, tempat pertandingan antara Arouca dan Uniao sedang berlangsung.
Pertandingan ini merupakan pertandingan Liga Pro pekan 4, dimana Liga Pro adalah Liga sepak bola Divisi ke 2 teratas di sepak bola Portugal.
Di antara para pemain Arouca, Sean yang merupakan pemain muda berumur 17 tahun merupakan pemain asal Indonesia, namun hanya sedikit orang Indonesia yang tahu tentang keberadaan Sean bermain di Eropa, tepatnya Portugal.
Itu tidak lain hanya keluarga dan teman temannya saja.
Di pertandingan Arouca dan Uniao yang berlangsung di Estadio de Barreiros, Arouca memimpin dalam penguasaan bola.
Benar, seperti yang diungkapkan pelatih Arouca, yaitu Jorge Costa.
Pelatih Paulo Alves yang merupakan pelatih dari Uniao sudah melakukan penilaian dan sekarang terlihat di lapangan bahwa para pemain Uniao tidak terburu buru menyerang dan bergerak atau bertindak agresif seperti tim tim lainnya.
Pertandingan sudah mencapai menit 10, namun masih belum ada peluang yang di ciptakan oleh tuan rumah atau Uniao.
Arouca yang memimpin penguasaan bola sejak di mulainya pertandingan, sudah memiliki 2 total tembakan ke arah gawang namun dari 2 tembakan itu masih bisa di selamatkan dengan mudah oleh penjaga gawang Uniao.
2 tembakan itu hasil dari tembakan Roberto dari luar kotak penalti yang mempunyai ruang kosong dan kesempatan untuk menembak.
Roberto melakukannya bukan karena faktor itu saja, tapi sesuai dengan instruksi pelatih yang mencetak gol lebih awal agar permainan ke depannya bisa lebih tenang dan santai dan juga nikmat.
Nikmat karena para Uniao akan sedikit ke luar untuk menyamakan skor karena mereka akan malu bahwa tim tuan rumah yang bermain di home tertinggal.
Bukan hanya malu saja tapi kedepannya akan semakin tertekan jika permainan Uniao tidak berubah.
Pada menit 17 babak pertama, Santos yang menguasai bola menarik bola nya ke sedikit ke belakang sembari memperhatikan rekan rekannya yang terus bergerak mencari ruang kosong.
Karena tak ada ruang bagi rekan timnya, Santos mengembalikan bola pada Basto yang mengisi garis pertahanan timnya.
Santos juga yang sudah mengirim bola pada Basto melihat sekeliling terlebih dulu, setelah beberapa saat, Santos menggerakkan tangannya tanda meminta bola pada Basto.
Basto juga dengan cepat mengirimkan kembali bolanya pada Santos, tanpa kontrol bola, Santos langsung menendang, memberikan umpan datar ke depan.
Umpan yang di tuju Santos tidak lain adalah Lopes yang sedari tadi bergerak di sisi kanan mencari ruang kosong.
Santos memberikan umpan bukan karena Lopes bebas dari pengawalan, tetap ada pengawalan, namun posisi Lopes lebih menguntungkan karena full back lawan yang mengawal nya tidak terlalu ketat seperti menjaga Sean.
Sean sekarang di kawal dengan ketat, kemana Sean pergi dia terus diikuti, bahkan baju Sean juga di pegang pegang.
Full back lawan yang memegangi baju Sean sengaja agar ketika Sean bergerak, dia juga bisa tahu dan segera menempelnya dengan ketat lagi.
__ADS_1
Lopes yang menerima umpan dari Santos itu tidak kesulitan untuk menerimanya karena Lopes mempunyai kontrol bola yang baik.
Setelah menerima umpan itu, Lopes tidak membuang banyak kesempatan, dia mulai menggiring bola menyusuri sisi lapangan sebelah kanan.
Jika untuk Uniao, Lopes sekarang sedang menyusuri sisi sebelah kiri pertahanan lawan.
Saat dekat dengan sudut lapangan, Lopes melakukan perhentian tiba tiba. Gerakan ini merupakan gerakan khas Cristiano Ronaldo.
Ketika sudah melakukan itu, full back lawan yang mengejarnya juga tertipu, Lopes langsung melihat ke arah kotak penalti, dimana Roberto sudah mengangkat tangannya meminta bola.
Lopes pun segera mengirim umpan silang lambung yang akurat.
Dengan umpan itu, bola menuju kotak penalti mengarah ke Roberto.
Saat bola sudah dekat, Roberto melompat untuk melakukan sundulan.
Sean juga berlari menuju kotak penalti berharap mendapatkan bola rebound atau bola kedua.
Saat Roberto melompat, pemain bertahan lawan pun melompat untuk mengganggu ataupun menghalau bola itu langsung.
Roberto yang merupakan penyerang veteran tidak terprovokasi dan dengan mudah mendahului pemain bertahan lawan untuk melakukan sundulan.
Bola pun kembali ke daerah kotak penalti, di kotak penalti juga terjadi perburuan bola liar itu.
Sean juga dengan cepat berusaha mengambil bola itu.
Bola yang masih melambung itu menuju ke tempat yang kosong, Sean berusaha mengejarnya.
Saat sudah dekat, Sean mengangkat kaki nya tinggi, dia akan mengontrol bola dengan cara menaruh bola di ujung kakinya.
Ini merupakan kontrol bola yang di lakukan oleh Lewandowski ketika menerima umpan panjang atau tinggi.
Saat bola sudah mengenai ujung kaki Sean, Sean yang sedang terbang itu tertabrak oleh fullback yang sedari tadi mengikutinya.
Sean pun terpental dan jatuh.
Wasit yang melihatnya pun meniupkan peluit.
Dengan itu juga, tendangan penalti di berikan karena itu terjadi di dalam kotak penalti.
Sean pun segera berdiri dan mengambil bola, lalu memberikannya pada Roberto.
__ADS_1
Roberto pun menerimanya dan akan mengeksekusi tendangan penalti.
Para pemain Uniao tidak bisa protes karena itu memang pelanggaran, yang mereka tidak sangka adalah gerakan Sean dalam mengontrol bola itu seperti seorang profesional di liga teratas.
Dengan Roberto yang menyimpan bola di titik putih, dia pun menarik nafas dalam dalam.
Peluit wasit berbunyi, Roberto tidak langsung bergerak namun menarik nafas lebih dalam dan mengarahkan pandanganya pada sudut kiri bawah.
Roberto pun segera mengeksekusi penalti itu dengan tendangan kerasnya.
Penjaga gawang Uniao yang sedari tadi memperhatikan gerakan mata Roberto mengetahui bahwa bola akan di tujukan ke sudut kiri bawah, dia pun segera melompat ke arah itu, namun sayang sekali tendangan keras Roberto tidak terselamatkan.
Bola pun akhirnya menjebol gawang Uniao.
Bukan karena penjaga gawang buruk, dia sudah menebak dengan benar, hanya saja tendangan Roberto yang keras dan cepat sampai dia tidak bisa menyentuh sedikit pun.
Roberto pun berlari ke sudut lapangan. Sean dan rekan lainnya langsung mengikutinya.
Roberto melakukan selebrasi khasnya yaitu mengangkat 1 jarinya dan mencium ciumnya.
Tak tahu apa artinya, Sean yang sudah dekat pun langsung melompat ke punggung Roberto diikuti oleh pemain lainnya yang memeluk Roberto.
"Kerja bagus Beto." Ungkap Valente sambil memeluknya.
Roberto hanya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada Sean dan mengacak ngacak rambutnya.
'Anak ini.'
Roberto hanya bisa berkata dalam hati bahwa dia memang mengakui Sean sejak dari latihan. Roberto juga selalu di perlakukan dengan sopan oleh Sean.
Bukan hanya karena Roberto senior dan seorang Veteran, Sean menghormatinya karena Roberto juga memperlakukannya dengan baik dan tidak selalu egois untuk mencetak gol.
Roberto juga suka memberi petuah pada Sean ketika akan mencetak gol atau berhadapan 1 lawan 1 dengan kiper.
Sean mendengarkannya dengan baik karena itu ilmu, itu yang di cari Sean ketika menunjukan niatnya untuk berangkat ke Eropa.
Menimba ilmu sehingga mimpi besarnya menjadi pemain sepak bola profesional bisa terwujudkan dengan baik.
Dengan peluit wasit, pemain pun kembali karena pertandingan harus di mulai lagi.
Saat kick off di mulai lagi, pemain Uniao tidak langsung menyerang seperti yang dikatakan pelatih Jorge Costa.
__ADS_1