
Di lapangan sepak bola, para pemain saat ini sudah bersiap untuk memulai pertandingan.
Pertandingan yang akan di gelar saat ini merupakan pertandingan terakhir dari babak grup piala dunia.
Di pertandingan yang akan di gelar ini, kedua tim yang akan bertanding merupakan Indonesia melawan Inggris.
Sudah di pastikan bahwa di pertandingan ini, Indonesia meski menang pun tidak akan melaju ke babak selanjutnya.
Sebab hasil pertandingan pertandingan sebelumnya merupakan kekalahan bagi mereka.
Meski begitu, bagi para pemain Indonesia saat ini, semua ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat berharga.
Bukan hanya karena bisa bermain di Piala dunia saja, melainkan Indonesia mampu membuktikannya dengan mencetak beberapa gol di setiap pertandingan.
Ini semua menandakan bahwa Indonesia juga sudah memiliki modal kuat untuk terus bersaing ke depannya.
Hanya saja, kualitas para pemain dan pelatih juga harus memadai dan mencukupi.
Dengan begitu, Indonesia mampu untuk terus bersaing.
Untuk pengalaman, para pemain tentunya mendapatkan semua pengalaman dari klub klub mereka.
Meski berbeda di masalah mental nantinya, semuanya akan kembali kepada taktik dan strategi pelatih juga kualitas pemain.
Apakah para pemain mampu menekan mental mereka yang lemah dengan kualitas yang bagus.
Mental yang di maksudkan untuk di piala dunia bukan mental biasa, melainkan mental bersaing dengan tim tim kuat dan tak mau kalah.
Meski Indonesia sudah memiliki mental mau bersaing, tapi mereka belum memiliki mental yang lebih kuat seperti mau menang dan tak mau kalah dari tim tim kuat.
Sudah di pastikan jika nantinya, ketika bertemu dengan tim kuat, mereka akan merasakan shock untuk sementara.
Di lapangan, Inggris yang memakai seragam putih putih sudah sangat bersemangat.
Mereka sudah di pastikan lolos ke babak selanjutnya.
Entah apakah hasil dari pertandingan hari ini seri atau menang.
Meski sudah tahu bahwa mereka sudah di pastikan lolos, mereka tidak menunjukan kelemahan apapun.
Apalagi rekan rekan tim Sean yang berada di Liverpool yang bermain untuk tim Inggris.
Seperti Trent Arnold, Jordan Henderson, dan juga Declan Rice.
Mereka selalu tersenyum pada Sean.
Saat di lorong pemain tadi, mereka juga sempat mengobrol.
Mereka mengucapkan banyak semangat para Sean.
Wasit di lapangan melirik jam di pergelangan tangannya lalu melirik ke sisi lapangan.
Setelah menerima bahwa waktu sudah di sesuaikan, wasit pun meniupkan peluitnya.
Tim Indonesia yang terlebih dulu memilih untuk melakukan kick off saat ini.
__ADS_1
Dengan begitu, bola akan di kuasai terlebih dulu oleh Indonesia.
Setelah melakukan kick off, Indonesia tidak terburu buru melakukan penyerangan.
Mereka mencoba menyusun semua serangan dari belakang dan melalui penguasaan bola.
Meski kualitas lini tengah sudah di pastikan kalah, mereka masih mencoba nya dan mencoba meminimalisir kekurangannya dengan memanfaatkan lebar lapangan.
Para pemain juga memiliki jarak tertentu yang memungkinkan sulit untuk di pressing ketika sudah menerima bola.
Terkecuali jika Inggris melakukan pressing man to man.
Menjaga setiap para pemain Indonesia satu per satu sehingga mereka akan dengan cepat mencuri bola.
Bola di kuasai oleh pemain Indonesia, jarak antara pemain yang di nilai sangat berjarak benar benar membuat kesulitan para pemain Inggris untuk mencuri bola.
Tentunya pelatih mengetahui bahwa Inggris pasti melakukan pressing agresif.
Jadi dengan memanfaatkan lebar lapangan, kualitas pressing agresif dari Inggris akan sangat berkurang.
Dan inilah yang di butuhkan oleh Indonesia, yaitu hilangnya atau berkurangnya pressing sehingga mereka tidak akan terlalu tertekan.
Dan juga nantinya para pemain Indonesia bisa dengan santai nya berpikir untuk menyalurkan bola.
Tujuan semua ini yaitu meminimalisir kekurangan juga.
Karena pelatih Indonesia tahu bahwa jika Inggris di biarkan menguasai bola, kualitas penguasaan bolanya benar benar luar biasa.
Mereka tidak akan melakukan uji tembakan ke gawang sebelum mereka yakin bahwa serangan yang mereka rancang akan menghasilkan sesuatu.
Justru di sinilah yang akan semakin berbahaya, kualitas operan dan umpan jangan di ragukan lagi.
Sean yang berada di sisi kiri lapangan sudah melakukan 4 sentuhan pada bola.
Dari 4 sentuhan itu, dia tidak pernah mencoba untuk menggiring ke depan karena menunggu kesempatan dan momentum.
Trent Arnold yang merupakan rekan Sean di tim Liverpool bermain dan berposisi sebagai wing back kanan.
Dengan keduanya yang saling berhadapan, Trent Arnold justru terus menempel pada Sean dan tersenyum.
Sean hanya bisa tersenyum balik dan terus fokus pada pertandingan.
Trent Arnold selalu mengikuti kemanapun Sean pergi.
Meski itu turun sangat jauh pada lini pertahanan.
Sean tidak tahu, apakah ini merupakan strategi dari pelatih Inggris atau bukan.
Tapi yang pasti, ini benar benar sangat bekerja.
Karena dengan aksi ini, Sean jarang menerima bola.
Mungkin rekan tim Sean di Indonesia takut akan kesalahan yang terjadi.
Dimana Trent Arnold tiba tiba bergerak cepat daripada menunggu Sean yang menerima bola.
__ADS_1
Sean hanya bisa berlari lari dan mengacak ngacak sebagian wilayah tim Inggris.
Trent juga terus mengikutinya dan dengan aksi keduanya ini, pertandingan menjadi semakin rumit.
Karena terganggunya oleh aksi dari dua orang ini.
Yang terganggu jelas tim Inggris yang tidak menguasai bola karena fokus mereka teralihkan dari asalnya pemain Indonesia yang menguasai bola menjadi pada Sean.
Ini juga merupakan tujuan Sean, meski dirinya tidak bisa mendapatkan bola, setidaknya dirinya bisa menyebabkan kebingungan dan peluang pada beberapa rekan timnya untuk menerobos lebih maju.
Pelatih Inggris di pinggir lapangan melihat situasi di lapangan juga mengerutkan kening.
'Dia pintar, tidak bisa mendapatkan bola dan justru memilih menganggu fokus para pemain lainnya.'
'Menciptakan sebuah ruang untuk rekannya untuk semakin berkembang dalam membangun serangan.'
Inilah yang di pikirkan pelatih Inggris, jelas bahwa pelatih Indonesia juga menyadari keadaan Sean saat ini.
Pada awalnya dia sudah memikirkan beberapa rencana untuk meminimalisir dan menanggulangi strategi itu.
Tapi saat melihat Sean melakukan aksinya seperti ini, dia kembali tenang.
Pelatih Indonesia yang sudah tahu bahwa mereka tidak akan lolos, tapi pelatih mau menunjukkan kualitas dirinya juga.
Dimana taktik yang di jalankan harus sangat berjalan dan berguna bagi timnya.
Waktu pertandingan sudah memasuki menit ke 7 dan bola juga sudah silih berganti penguasaan.
Kedua tim belum memiliki jumlah tembakan yang di hasilkan, tapi kedua tim sudah menimbulkan banyak serangan berbahaya dengan percobaan percobaan umpan berbahaya dan terobosan dari pemain yang melakukan aksi individunya.
Para penonton di tribun juga di buat tegang.
Apalagi penonton tim Inggris, meski mereka sudah tahu bahwa tim negara mereka akan lolos ke babak selanjutnya, mereka tidak mau timnya kemasukan gol dan meraih hasil yang tidak menyenangkan seperti seri.
Mereka ingin tim negaranya menang dan lolos dengan postur yang membanggakan.
"Priiit..." Suara peluit terdengar.
Wasit meniupkan peluit setelah melihat tanda dari hakim garis di sisi lapangan.
Ternyata itu sebuah offside, dimana Bukayo Saka sudah berada di belakang garis pertahanan para pemain Indonesia.
Dan juga dis bergerak sebelum bola di operan padanya.
Bukayo Saka hanya bisa tersenyum pada hakim garis dan kemudian kembali ke posisinya.
Pemain Indonesia melakukan tendangan bebas dan memilih mengoper pada penjaga gawang.
Setelah bola sampai di kaki penjaga gawang, tiba tiba tim Inggris melakukan pressing agresif yang sangat cepat.
Ini benar benar di luar dugaan semua pemain Indonesia.
Karena mereka tidak tahu bahwa tim Inggris akan melakukan ini.
Para pemain Indonesia lainnya segera membuka ruang untuk membantu penjaga gawang yang berada di bawah tekanan setelah melihat aksi tim Inggris.
__ADS_1