I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 122.


__ADS_3

Sore hari, di Amerika Serikat


Sean bersama tim utama Liverpool sudah berada di hotel. Dimana hotel ini akan di inap selama 3 Minggu ke depan oleh tim Liverpool.


Satu kamar berisi 2 ranjang kasur.


Dimana 1 kamar akan di isi oleh 2 pemain atau 2 orang. Sean juga satu kamar dengan Florian Neuhaus.


Untung saja Sean sudah berkenalan dan tidak terlalu canggung. Dan lebih beruntung bahwa Florian Neuhaus juga mudah di ajak berbicara.


Latihan akan di mulai esok hari, dimana itu adalah sore hari.


Karena jika latihan pagi, mungkin para pemain masih merasa lelah akibat penerbangan.


Tapi jika sore hari, dimana latihan akan di mulai intensitas rendah dan menyesuaikan kondisi tubuh maka itu masalah.


Di dalam kamar, Sean juga sudah merapikan semua pakaian yang dia bawa, dimana itu adalah pakaian salin untuk sehari hari selama tinggal di sini.


Training Camp dan kompetisi sebelum liga di sini akan di adakan setelah 4 atau 5 harian setelah latihan tim.


Ini agar para pemain dari setiap klub sudah dalam kondisi tubuh yang bugar dan juga sudah mendalami taktik taktik dari sang pelatih.


Meski nantinya taktik tersebut belum terlalu matang, tapi itu tak menjadi masalah karena adanya kompetisi ini adalah untuk mengetahui sejauh mana taktik sudah berjalan.


Nantinya itu akan di evaluasi dan di benahi supaya lebih sempurna dan siap untuk di gunakan ketika mengarungi Liga ataupun kompetisi lainnya.


"Flo, lihat sepatumu." Ucap Sean.


"Ini." Ucap nya sambil menyodorkan sepatu Nike nya.


Ternyata Florian juga mendapatkan sponsor yang sama dari Apparel Nike hanya saja model sepatu yang berbeda.


"Kamu bawa berapa sepatu?"


"3." Ucap Flo.


"Kamu berapa Sean?"


"2" Jawab Sean. Dimana Sean membawa sepatu yang sering ia gunakan dan yang baru di mana pemberian dari Nike.


Ketika keduanya sedang mengobrol, tiba tiba ada panggilan di luar kamar.


Sean dan Flo juga bangkit untuk melihat siapa yang memanggil.


Ternyata itu adalah pemain lainnya, mereka mengajak untuk makan karena makanan sudah di siapkan.


Ini bisa di sebut sebagai makan siang karena mereka tidak makan apapun tadi di dalam pesawat.


Nanti mereka akan makan malam lagi.


Berjalannya waktu, semuanya sudah makan dan tinggal 1 kali makan lagi, dimana itu adalah makan malam.

__ADS_1


Selesai makan, para pemain tidak kembali ke kamar nya masing masing.


Para pemain memilih untuk mengobrol di ruang makan, semua pemain mengobrol untuk mengakrabkan diri.


Sean juga baru merasakan hal ini dan ini adalah sebuah pengalaman bagi dirinya.


"Selamat Sean, negaramu akhirnya bisa memiliki kesempatan untuk ikut piala dunia."


"Berjuanglah agar bertemu di piala dunia." Ucap Henderson.


Dimana mereka baru mengetahui negara negara mana saja yang lolos kualifikasi.


Entah itu Eropa atau Asia.


Indonesia sudah berjuang dengan banyak perjuangan di laga final AFF.


Meski di piala AFF, Sean tidak main, tapi para rekan Sean di tim nasional U 19 semuanya main, sehingga dengan banyaknya amunisi dan pemain pemain yang sudah berkarir di Eropa di tambah para senior yang memiliki banyak pengalaman di timnas, Indonesia berhasil mengalahkan Vietnam di laga final dengan skor 3 - 1.


Dengan begitulah Indonesia bisa masuk ke Kualifikasi Asia dan menjuarai AFF.


Untuk kualifikasi piala dunia zona Asia, Indonesia bisa lolos ke babak ketiga setelah melewati fase grup di babak kedua.


Dimana Indonesia lolos sebagai juara Grup yang berhasil melakukan come back.


Dengan begitu Indonesia lolos ke babak ketiga, dimana akan ada pembagian grup lagi, namun 1 grup berisi dari 6 tim.


Di pembagian grup di babak ketiga, Indonesia berhasil lolos ke babak selanjutnya yaitu menentukan siapa yang akan ikut play off.


Sean tidak ikut main karena tak terdaftar saat itu, dimana para pemain yang bermain adalah pemain yang menjuarai piala AFF, Sean juga sudah di kirimi permintaan untuk bermain di Timnas, namun pelatih Luis Milla memilih mengadakan konferensi pers tentang Sean di temani oleh Indra Sjafri saat itu.


Mereka mengatakan bahwa Sean sedang sibuk dan sedang genting gentingnya menghadapi liga dan FA Cup, mereka mewajarkan hal itu, sehingga Sean tidak ikut di ajang AFF dan babak grup untuk kualifikasi piala dunia zona Asia.


Untuk babak selanjutnya, Indonesia akan bertanding untuk menentukan tempat ke 5 agar bisa lolos ke piala dunia.


Dimana laga itu akan di adakan bulan September melalui play off interkontinental.


Sean tentu saja senang, "Terima kasih Kapten." Ucap Sean. Dimana Sean tahu bahwa kapten Liverpool adalah Henderson, kapten keduanya adalah Virgil dan kapten ketiga adalah Robertson yang mengisi sisi full back kiri.


Dimana Robertson akan sejajar dengan Sean nantinya di lapangan.


"Baguslah, aku baru saja mengobrol kan hal ini dengan bos." Ucap Mbappe sambil tersenyum.


"Berarti ucapan si kura kura adalah do'a" Ucap Virgil pada semuanya.


Mbappe yang mendengarnya juga mewajari itu, dia sudah di juluki itu sejak di PSG jadi dia tidak keberatan.


"Haha." Tawa semua orang saat mendengar kalimat Virgil.


"Apakah kamu yakin lolos?" Tanya Virgil sambil tersenyum misterius.


"Akan ku usahakan agar bisa bertemu kalian nantinya." Ucap Sean.

__ADS_1


Meski Sean masih muda tapi dia sudah di kenal dengan kepribadian dan sikapnya yang dewasa, jadi para pemain lainnya mewajarkan hal itu.


Mereka justru memberikan semangat pada Sean agar bisa lolos.


"Kamu, kamu dan kamu pasti belum merasakan Training Camp kan?" Ucap Trent tersenyum.


Trent adalah Full back kanan, meski dia seumuran atau mungkin beda 1 tahun dengan Sean, dia sudah berada di tim utama sejak umurnya 18 tahun.


Karena dia memiliki kualitas itu. Dimana crossing atau umpan silang yang mematikan, dimana ini sangat di butuhkan oleh Bos untuk mencetak banyak gol.


"Rasakan lah neraka mu nanti." Ucap Trent yang di sahut oleh tertawaan para pemain senior dan pemain lainnya.


Ucapan Trent di tujukan pada Sean, Curtis Jones, Harvey dan Phillips. Dimana mereka baru saja bergabung dengan tim utama karena harus membela tim U 23 musim kemarin.


"Apakah sekejam dan seberat itu?" Tanya Sean.


Meski dia sudah tahu dan membayangkannya tapi mendengar perkataan Trent sepertinya sangat sangat berat, tapi Sean tidak takut, dia justru ingin segera merasakannya.


Berjalannya waktu, para pemain juga terus mengobrol, sampai bos datang dan meminta para pemain kembali sebelum nanti jadwalnya makan malam pukul 8.


Para pemain akhirnya ada yang kembali ke kamar dan ada yang memilih untuk bersantai di area hiburan atau kolam renang dan bar.


Sean juga memilih untuk datang ke kolam renang, dan ada beberapa pemain lainnya yang bersama Sean.


Namun kedatangan mereka kesini bukan untuk berenang, melainkan melihat lihat para wanita yang sedang berenang.


Sean ikut karena di ajak.


"Tuh yang itu." Ucap Trent.


"Yang itu apanya?" Tanya yang lainnya bingung.


"Lihat, dia cantik kan? Tapi ada karang di dadanya."


"Itu mengurangi nilai nya sebagai wanita cantik. Apalagi dia secara terbuka begini, jadi kan kelihatan." Ucap Felix.


"So tahu kamu." Ucap Robertson sambil menggetok kepala Felix.


Robertson memilih ikut kesini karena dia ingin memandu para pemain muda dan baru. Agar tak terlalu canggung nantinya.


"Bukannya yang itu lebih cantik?" Tanya Sean tiba tiba.


Sean sedari tadi melihat ke satu wanita yang masih berenang dengan tenang, dan saat wanita itu berhenti lalu memilih beristirahat di tepi kolam, Sean melihat wajahnya, dia juga terdiam linglung.


Karena wanita itu benar benar cantik.


"Nah Sean baru benar." Ucap Robertson.


"Jadi ke sana lah, kamu!" Ucap Robertson sambil mendorong Sean.


Sean juga terdorong ke depan dimana arah wanita tadi.

__ADS_1


Para pemain lainnya tersenyum.


__ADS_2