
Pertandingan antara Indonesia melawan Skotlandia di tournament Toulon di akhiri dengan kemenangan dari tim Indonesia.
Indonesia mampu membalikkan keadaan lewat 1 gol yang di cetak oleh Egy di awal babak kedua.
Lalu 2 gol lainnya di cetak oleh Sean, gol pertama ia cetak oleh usahanya dan meminta bantuan Witan sedikit.
Gol kedua ia cetak melalui tendangan bebas, dimana Egy di jatuhkan di menit terakhir tadi.
Awalnya tendangan bebas itu akan di eksekusi oleh Egy atau Abimanyu. Namun Sean berbicara bahwa dia ingin mengambil eksekusi tendangan bebas itu.
Sean juga meminta dengan baik, dan untung saja mereka memberikannya pada Sean.
Dengan Sean yang mengeksekusi, Sean juga menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor tendangan bebas dengan baik.
Tendangan bebas itu berhasil dan menjadi sebuah gol ke tiga bagi Indonesia.
Sean juga yang berhasil mencetak gol itu tidak lupa untuk berselebrasi seperti biasa.
Dia berlari ke sudut lapangan melompat dan diam sebentar, lalu kedua tangannya ia lipatkan kedua ketiaknya.
Di ikuti dengan wajah yang ia pasang sengaja sombong untuk menunjukan dominasi dirinya.
Dengan gol ketiga itu, Indonesia berhasil menang dengan skor 3 2. Meski di menit menit terakhir Skotlandia habis habisan menyerang, untung saja para pemain Indonesia bertahan dengan baik.
...
Malam harinya,
Di Indonesia, berita mengenai Indonesia yang menang melawan Skotlandia di tournament Toulon juga sudah ramai di perbincangkan oleh masyarakat Indonesia yang sangat menyukai sepak bola.
Mereka sangat bangga karena akhirnya bibit bibit muda Indonesia bisa meraih dan berhasil mengalahkan tim tim Eropa.
Namun bukan hanya itu saja, yang paling di soroti adalah Sean yang turun di babak kedua, dimaana dia turun di 10 mennit terakhir babak kedua.
Untung saja, dengan turunnya Sean, Sean juga tidak mengecewakan pelatih dan masyarakat Indonesia.
Dia berhasil membantu tim untuk menang.
Berita olahraga juga menyampaikan bahwa kini sepak bola Indonesia punya masa depan dan harapan agar sepak bola Indonesia semakin maju.
Para pengamat bola juga berbicara bahwa Sean akan menjadi contoh bagi pemain muda lainnya supaya bisa bermain di Eropa.
Mereka menjelaskan bahwa Sean juga bisa bermain di Eropa karena kerja keras. Jika di lihat dari bakatnya, bakat Sean dan Egy ataupun Witan juga pemain lainnya, Witan justru masih di bawah Witan dan Egy, hanya saja Sean mau berusaha dan bekerja keras sehingga menjadikan dirinya yang sekarang.
Para pengamat sepak bola Indonesia juga berbicara bahwa Sean akan menjadi panutan, juga menjadi sebagai jalan pembuka bagi para pemain muda lainnya agar bisa bermain di Eropa.
Tentu saja, Sean tidak tahu tentang hal ini. Dia sedang mengobrol bersama rekan rekannya di kamar hotel.
__ADS_1
Awalnya teman teman nya mengajakk Sean untuk bermain, namun Sean menolak.
Akhirnya mereka hanya bisa bermain di kamar bersama Sean. Entah itu bermain game di ponsel atau Play Station yang di bawa oleh Sean dari Portugal.
Di Indonesia, perbincangan tentang kemenangan ini juga terus di perbincangkan di sosial media.
Ada yang menaruh harapan pada timnas U 19 agar meraih juara di tournament Toulon supaya para pemain muda Indonesia di lirik klub klub Eropa dan ada juga yang menaruh iri ataupun menjelek jelekkan karena mereka tak percaya.
Di tongkrongan teman Sean, teman teman Sean hanya tertawa saat mereka melihat Indonesia menang berkat teman mereka.
Namun mereka juga tak terlalu bodoh karena Sean juga di bantu oleh tim nya.
Tapi tetap saja, mereka bangga pada Sean.
Jangankan teman teman Sean, bagaimana dengan keluarga Sean. Mereka tentu saja sangat bangga, sampai sampai ayahnya menelpon setiap kenalannya yang masih dekat, dia memberitahu bahwa anaknya sebagai pahlawan timnas.
Ibunya Sean awalnya melarang agar ayahnya jangan terlalu sombong dan banyak bicara seperti itu, namun ayahnya tetap bersikeras, ibunya juga hanya bisa diam saja.
...
Keesokan harinya,
Di Indonesia, berita pagi mengenai olahraga masih membahas tentang kemenangan Indonesia melawan Skotlandia.
Meski sudah di beritakan kemarin, berita ini sangat menarik dan banyak yang menontonnya.
Mereka juga ingin sekali mengetahui tentang Sean yang baru baru ini menjadi pemain Timnas.
Itu merupakan rutinan dirinya sendiri setiap pagi.
Dia menyalakan televisi sambil mengisi waktu yang masih kosong sebelum berangkat pemotretan iklan.
Setelah televisi menyala, "Kemenangan Indonesia atas Skotlandia di tournament Toulon Paris kini menjadi semakin panas di beritakan dan di perbincangkan di kalangan masyarakat dan para pengamat bola."
"Jadi, faktor apa yang membuat ini semakin ramai?"
"Kalau begitu, kita lihat cuplika cuplikan golnya terlebih dulu." Ungkap pembawa berita tiba tiba setelah televisi menyala.
Callista yang sedang minum setalah menyalakan televisi tadi mendengar ini pun menjadi tertarik.
Dia kemudian memperhatikan televisinya, dia melihat bahwa tim Indonesia tertinggal 1 gol, lalu membalas 1 gol. Ia juga tahu siapa yang mencetak gol itu.
Kemudian tak lama Skotlandia membalasnya lagi. Tak lama cuplikan di skip jauh, dan memasuki menit 71 dimana Sean mulai masuk dari pergantian.
Saat Callista melihat Sean, dia tertegun.
"Hah?"
__ADS_1
"Dia bermain di timnas juga? Sejak kapan?"
Kemudian dia terus melanjutkan menonton televisinya, dimana tayangan di skip menuju menit 77 dimana Sean mencetak gol pertama.
"Golll."
"Ternyata dia juga yang mencetak gol."
"Padahal dia baru saja masuk kan."
Tak lama, cuplikan juga di perlihatkan Sean mengambil bola dari gawang. Setelah itu cuplikan berubah lagi.
Cuplikan ini dimana Egy menerima bola dan menggiring bola ke dalam, namun dia terjatuh.
Di sana juga di perlihatkan siapa yang akan mengesekusi, namun cuplikan kemudian memperlihatkan Sean mendatangi Egy dan Abimanyu dan meminta agar dia yang mengesekusinya.
"Hah? Dia lagii?"
"Apakah sepercaya diri itu dia?" Ungkapnya dengan wajah yang penuh tak percaya.
Tak lama, cuplikan juga menunjukan dimana Sean ancang ancang untuk menendang tendangan bebas itu.
Terlihat Sean menggunakan ancang ancang yang biasa saja, namun saat dia menendang bola.
Gerakan tubuhnya juga bagus, tubuhnya juga sedikit miring, kaki kirinya sejajar dengan bola dan kaki kanannya menendang bola.
Tak lama cuplikan memperlihatkan Sean menendangnya.
Bola yang di tendang Sean itu melengkung ke arah luar pagar dan tiba tiba berbelok ke tiang kanan.
Dengan belokan bola itu, penjaga gawang Skotlandia tak bisa berbuat apa apa karena dia menyangka bola nya akan keluar.
Dia melihat bahwa bola di pinggir pagar, dimana jauh dari gawang, dia juga tak menyangka bola akan melengkung dan berbelok.
Dengan penjaga gawang yang diam tak bergerak, bola itu masuk ke gawang.
Cuplikan memperlihatkan gol itu lagi lalu memperlihatkan Sean yang berselebrasi dengan sombongnya.
"Golnya cantik."
"Ternyata jago."
"Lihat wajahnya yang sombong ini."
"Aku melihatnya di photo biasa nya dia terlihat tidak sombong, tapi selebrasinya sombong."
"Aneh, tapi dia sombong juga tak apa karena tampan dan jago." Ungkap Callista sambil tersenyum.
__ADS_1
"Itulah cuplikan cuplikan gol Indonesia melawan Skotlandia." Ungkap pembawa berita.
"Mari dengarkan pendapat pendapat para pengamat sepak bola." Ungkapnya.