
Beberapa hari setelah usainya pertandingan babak semi final di UCL, para pemain Liverpool menikmati libur beberapa hari.
Itu merupakan apresiasi dan hadiah dari bos karena sudah bekerja keras selama 1 musim ini.
Bos memberikan liburan juga karena ingin para pemainnya tenang dan memulihkan dirinya terlebih dulu sebelum bermain di Premier League laga terakhir melawan Crystal Palace.
Laga tersebut juga menjadi akhir dari musim ini dan Liverpool juga meski seri atau kalah mereka tetap akan menjadi juara di Premier League.
Dengan adanya lika liku di musim ini, Liverpool tidak mampu meraih hasil yang lebih baik seperti musim sebelumnya.
Dimana mereka menyapu semua trophy di musim kemarin.
Itu juga menjadi musim yang sangat menyenangkan dan menjadi musim bersejarah.
Teruntuk Sean, itu juga merupakan pencapaian hebat.
Dengan debutnya dia di Premier League, dia berhasil menyapu semua trophy juga.
Meski musim ini kurang baik, Sean masih memiliki rasa bahagia karena masih bisa mempertahankan gelar juara Premier League.
Untuk gelar juara UCL, Sean juga tidak yakin karena saat ini Inter Milan yang akan jadi lawan Liverpool di laga final ini merupakan tim yang sedang kembali ke penampilan puncak mereka.
Dengan komposisi pemain yang sangat melengkapi dan pemain yang berkualitas tentunya.
Ini akan menjadi ujian lagi bagi Sean dan Liverpool, apakah dirinya akan bisa mempertahankan gelar juara UCL juga seperti yang terjadi di Premier League.
..
Setelah mendapatkan beberapa hari libur, para pemain juga kembali menjalani pelatihan bersama tim.
Libur yang mereka terima selama 3 hari juga membuat mereka sangat bersyukur karena bisa bersantai dan menghabiskan waktu bersama keluarga, pacar atau teman.
Tentunya, teruntuk Sean itu merupakan hari paling bahagia juga.
Dia menghabiskan waktu nya untuk berjalan jalan bersama Lisa dan menikmati kebersamaan itu.
Entah itu berbelanja atau ke tempat tempat dengan pemandangan yang menurutnya itu layak untuk di abadikan.
Menjalani latihan selama 2 hari setelah selesainya libur, para pemain juga harus bersiap untuk menjalani laga Premier League terakhir mereka besok.
Crystal Palace yang akan menjadi lawannya tentu saja tidak akan bermain dengan sangat ceroboh.
Apalagi mengingat posisi mereka dekat dengan zona degradasi dan hanya berjarak 2 poin saja dari posisi terakhir zona degradasi.
__ADS_1
Mereka tentunya ingin bermain dengan baik dan meraih poin penuh atau setidaknya 1 poin saja di karenakan mereka memiliki jumlah selisih gol lebih banyak dari klub yang berada di zona degradasi itu.
Keesokan harinya,
Laga terakhir bagi Liverpool melawan Crystal Palace di gelar di Anfield.
Ini juga merupakan sebuah kebetulan bagi mereka karena bermain di home mereka sendiri.
Dan dengan begitu, mereka juga bisa langsung merayakan kejuaraannya yang simpel setelah pertandingan usai.
Tentu merayakan kejuaraan simpel itu karena mereka masih memiliki tugas yang lebih berat yaitu final UCL jadi mereka tidak bisa bersenang senang terlebih dulu.
Memasuki stadion Anfield, para pemain Liverpool melihat trophy Premier League setelah mereka keluar dari lorong.
Meski sudah melihat, masih ada sentuhan rindu dan bahagia setelah melihat ini.
Ini juga menjadi peningkat moral dan semangat para pemain Liverpool untuk bermain dengan baik di pertandingan ini.
Segera pertandingan di mulai dengan Crystal Palace yang memulai kick off.
Para pemain Liverpool setelah mendengar bunyi peluit dari wasit langsung bergerak menekan ke depan.
Lini serang Liverpool bermain dengan sangat berani dan bergerak dengan liar di wilayah pertahanan Crystal Palace.
Para pemain Crystal Palace yang memainkan bola di area belakang juga merasa terganggu dengan aktivitas dan gerakan lini serang Liverpool ini.
Pertandingan yang sengit dan cepat ini membuat penonton bersorak.
Mereka secara alami sangat senang melihat tim kebangsaan mereka bermain agresif dan ofensif.
Berbeda jika tim kebanggaan mereka bermain dengan lemah dan bertahan secara bobrok.
Dengan sorak sorakan para penonton, tekanan yang di terima oleh para pemain Crystal Palace itu menjadi semakin bertambah.
Tekanan ini tentunya bukan tekanan biasa, dengan tekanan yang terjadi di lapangan oleh para pemain dan sorakan dari penonton di luar mental mereka terasa goyah.
Memasuki menit ke 14, Liverpool menguasai bola.
Declan Rice mengirimkan operan pada sisi kirinya dimana Sean berada.
Sean juga menerima bola dengan kontrolnya yang sangat lembut dan baik.
Dia tidak langsung bergerak maju melainkan melirik sekitar sebentar untuk melihat posisi rekan rekannya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, dia langsung melakukan gerakan dengan melakukan giringan pelan dengan postur badan yang sedikit miring.
Dia menggiring dengan pemain lawan yang masih menjaga dan menunggu gerakan dari Sean.
Untuk sesaat, Sean tiba tiba menggerakkan badannya ke kanan secara tiba tiba dan pemain Crystal Palace juga terkejut dan melangkahkan kakinya untuk menahan bola.
Alhasil gerakan itu palsu, dan Sean juga secara langsung mendorong bola melalui kedua celah kaki pemain lawan di depannya yang terbuka.
Dengan nutmeg dari Sean, Sean langsung bergerak menerobos pemain tersebut.
Di saat Sean akan melewati pemain tersebut, pemain tersebut menarik kaus dari Sean, namun karena Sean yang mempunyai daya tahan dan kecepatan bagus, itu tidak berefek apapun.
Sean yang berhasil menerobos kembali mendapatkan bolanya dan menusuk ke dalam kotak penalti.
Dia melihat pemain lawan lainnya segera mendekat, saat beberapa langkah akan mencapai Sean, Sean langsung mendorong bola ke arah kotak penalti dengan tenang.
Bola yang di operan oleh Sean itu menuju Felix yang sudah menunggu dan menginstruksikan meminta bola.
Sean tidak egois dan dia langsung memberikan bola tanpa banyak pikir.
Dengan Felix yang berada di tengah kotak penalti, dia berdiri bebas tanpa pengawalan, dirinya langsung mendorong bola menggunakan kaki kanannya.
Bola juga segera meluncur ke arah gawang, penjaga gawang Crystal Palace melompat berusaha menyelamatkan bolanya.
Alhasil dengan usahanya yang gigih, bola tertepis oleh jari jarinya, namun sebelum dia bisa lega, dia menemukan pemain Liverpool berlari ke arah bola yang sudah di tepisnya.
Sebelum penjaga gawang Crystal Palace bisa berdiri, bola sudah di tembak dan kembali ke arah gawang.
Tanpa adanya pergerakan dan penyelamatan dari penjaga gawang, bola juga dengan cepat masuk merobek gawang Crystal Palace.
Khvicha yang berhasil mencetak gol langsung berlari ke sudut untuk merayakan golnya.
Dengan meluncur menggunakan lututnya, Khvicha juga tersenyum.
Sebelum dia bisa bangkit, dia langsung tertimpa oleh pemain Liverpool yang ingin ikut merayakan gol tersebut.
Setelah gol dari Khvicha, kedudukan juga menjadi 1 - 0, Liverpool sang tuan rumah unggul.
Pertandingan juga terus berlanjut dan menjadi semakin menarik karena Crystal Palace benar benar keluar secara terbuka tanpa ada rasa takut untuk menyerang.
Mungkin mereka bertaruh dan berharap tim lain yang sedang bertanding juga kalah sehingga jika dirinya kalah, posisi juga tidak berubah.
Pertandingan terus berlanjut dengan peluang peluang yang di ciptakan oleh kedua tim.
__ADS_1
Pelanggaran dan offside juga terjadi di pertandingan tersebut silih bergantinya.
Dengan jalannya pertandingan, meski adanya pelanggaran, para pemain belum menerima kartu kuning dari wasit karena pelanggaran pelanggaran yang terjadi merupakan pelanggaran kecil.