I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 174.


__ADS_3

Pertandingan antara Arsenal yang bertamu ke Anfield di pertandingan semi final Carabao Cup itu sekarang sudah berada di menit ke 71.


Kedudukan yang ada di pertandingan ini juga sudah menjadi 4 - 2.


Dimana Liverpool berhasil menambah jumlah gol mereka setelah berhasil di samakan oleh Arsenal di awal babak kedua.


Kedua gol itu benar benar tejadi sangat cepat dan hanya berselang 4 menit saja.


Gol pertamanya terjadi pada menit 49 oleh Bukayo Saja dan gol keduanya terjadi pada menit 53 oleh Nketiah.


Liverpool awalnya sangat tertekan karena setelah Arsenal berhasil menyamakan kedudukan, mereka bermain semakin menyerang.


Untung saja di menit 62, Sean berhasil melakukan hattrick nya.


Dia mengesekusi tendangan bebas dengan sangat sempurna sehingga kedudukan juga menjadi 3 - 2.


Pertandingan yang saat ini berjalan pada menit 71 itu harus berhenti karena saat ini Liverpool sedang merayakan gol mereka lagi.


Dimana gol keempat di cetak oleh Sean lagi melalui assist nya Mbappe.


Berkat kontribusi Sean yang mengirim operan pada Felix di tengah, dan Felix melanjutkan dengan umpan terobosan pada Mbappe.


Mbappe juga melakukan umpan silang ke kotak penalti, dimana Sean hanya berhadapan 1 lawan 1 dengan pemain bertahan lawan.


Sean berhasil memenangi duel tersebut dan melakukan sundulan ke kanan gawang bagian pojok atas.


Saat ini pemain Liverpool benar benar merayakannya.


Apalagi saat ini Sean sedang berbaring di atas rumput karena rekan rekannya yang menimpa tubuhnya.


Namun Sean tidak mempermasalahkannya, saat ini dia ingin menangis, dan benar saja itu juga terlihat bahwa Sean mengeluarkan air mata sedikit di ujung matanya.


Virgil yang melihat ini langsung membantu Sean berdiri.


"Kerja bagus!" Ucap Virgil sambil menepuk pundak Sean.


Sean juga mengangguk dan berjalan pada Mbappe untuk memberikan tos karena telah memberikan umpan lagi dengan sangat bagus.


Dengan begini, keempat gol Liverpool di cetak oleh Sean sendirian.


Tak lama, pertandingan juga di mulai kembali, Arsenal masih bermain dengan menyerang.


Saat menit memasuki menit 75, Sean di ganti oleh bos dan memasukan Karim Adeyemi.


Declan Rice di ganti oleh Fabinho.


Aurelien di ganti oleh Henderson.

__ADS_1


Dengan begitu tenaga baru yang di miliki Liverpool mampu menetralisir setiap serangan yang di buat oleh Arsenal.


Sampai akhir pertandingan, gol tak tercipta lagi.


Saat pertandingan berakhir, Wasit pertandingan juga membawa bola dan memberikannya pada Sean.


Sean tentunya menerima karena ini bola hattrick dan quattricknya.


Meski bolanya hanya 1 tapi bola ini memiliki sejarah yang berbeda dengan hattrick lainnya yang di miliki Sean.


Setelah pertandingan, bos melakukan konferensi pers bersama Sean lagi yang dimana adalah bintang di pertandingan ini.


"Bos, apakah anda senang dengan hasil ini, anda akan melaju ke final dan berhadapan dengan Chelsea yang sama sama menang tadi. Bagaimana tanggapan anda melawan Chelsea?"


"Tentu saya senang dan bangga dengan semua kerja keras yang telah di lakukan oleh para pemain di lapangan."


"Melawan Chelsea, ini tentunya menjadi tantangan lagi bagi kita, karena kita mengahadapi dia kekuatan London."


"Tapi meski begitu, kami sedang dalam performa yang baik, pemain juga memiliki semangat dan moral yang baik, jadi tentunya kami akan bermain dengan sangat baik di laga final nanti."


"Bagaimana tanggapan anda mengenai keempat gol pemain anda ini?"


Bos mendengar ini tersenyum dan melirik pada Sean.


"Dia ? Dia anak baik. Tentunya wajar mendapatkan hasil seperti ini. Dia selalu bekerja di setiap latihan tentunya semua ini menghasilkan hasil yang baik juga baginya, jadi aku tidak terlalu terkejut."


"Saya bangga dengannya, jadi tidak ada tambahan lagi." Ucap bos.


Setelah itu bos memundurkan badannya.


"Bagaimana perasaan anda mencetak 4 gol di pertandingan ini?"


"Tentunya sangat bahagia, akhirnya semua kerja keras yang telah ku lakukan selama ini tidak mengkhianati, terima kasih juga pada rekan rekan saya sudah percaya untuk memberikan umpan umpan yang bagus." Sahut Sean.


"Apakah anda memiliki pesan untuk laga final nanti?" Tanya nya.


Sean mendengar ini melirik pada bos, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada media seperti ini.


Sebab dia juga tahu bahwa media pasti akan membuat situasinya menjadi panas.


"Tentunya, kami siap untuk laga final nanti. Dan saya harap pemain lainnya juga siap, saya akan bekerja keras untuk bermain di pertandingan nanti. Jadi semoga Chelsea juga berjuang keras agar pertandingan final nanti tidak terlalu mengecewakan para penikmat sepak bola." Ucap Sean dengan tenang, kemudian bos memberikan acungan jempol.


Meski Sean menyampaikan Psy war tapi itu dengan halus dan lembut, jadi akan sulit bagi media untuk membuat nya menjadi berita panas.


Sementara, itu pelatih Arsenal, Arteta di tanya oleh media.


"Bagaimana tanggapan anda mengenai pertandingan ini?"

__ADS_1


"Tidak ada, hanya dia, jika kami bergerak lebih cepat 3 tahun yang lalu, dia seharusnya berada di tim kami." Ucap Arteta yang sangat kecewa dengan hasil pertandingan ini.


Kemudian Sean dan bos juga kembali ke ruang ganti, para pemain masih bersantai dan belum berganti.


Sean kemudian berjalan ke lokernya dan akan mengambil salin, namun dia di tarik oleh Felix.


"Ke sini dulu kamu hey pahlawan!" Ucapnya.


Kemudian Mbappe datang dan menari kaki Sean.


Felix memegangi kedua tangan Sean.


Sean di pegangin oleh Felix dan Mbappe.


Kemudian pemain lainnya segera mengambil air dan mengguyur Sean, ruang ganti juga menjadi basah dan becek tapi tidak ada yang mempermasalahkan nya.


Sean kaget dengan ini, dia langsung kedinginan.


"Sialan, suhu tubuhku masih panas, gimana kalau aku sakit?" Teriak Sean.


"Haha kaya anak kecil sakit setelah di guyur air." Ucap Robbo.


Kemudian Trent melakukan guyuran lagi yang di ikuti pemain lainnya, Sean hanya bisa pasrah dan setelah selesai, Sean kemudian membersihkan diri dan mengganti menggunakan salin nya.


Dia menggunakan training latihan tim dan jaket dari tim.


Sangat simpel, tapi terlihat sangat keren dan gagah.


Apalagi, Sean membawa tas kecil di tangannya.


Pemain lainnya juga sudah bersalin dan berpakaian sama seperti Sean.


"Aku akan ke rumah mu malam ini, kita makan makan." Ucap Felix yang datang sambil merangkul Sean.


"Tidak mau, kamu pasti tidak mengeluarkan uang." ucap Sean.


"Santai, aku sudah mengabari Magui agar berbelanja tadi, jadi aku akan ikut padamu sekarang untuk langsung pulang ke rumahmu karena Magui juga akan langsung ke rumah mu." Ucap Felix.


"Ada apa? Ada apa?" Tanya Flo dan Declan Rice.


"Makan makan di rumah si pahlawan." Ucap Felix meledek.


"Aku ikut." Ucap Flo dan Declan Rice bersamaan.


"Karim, bagaimana, mau ikut?" Tanya Felix pada Karim yang diam saja.


"Boleh?"

__ADS_1


"Ya ayo saja, biar kami juga jadi semakin akrab." Sahut Flo.


__ADS_2