
Pertandingan semi final kedua tournament Toulon adalah pertandingan antara Indonesia melawan Meksiko.
Pertandingan ini juga sekarang masih berlanjut dan sudah memasuki babak kedua.
Babak kedua di pertandingan ini sudah memasuki menit ke 58.
Pertandingan yang di adakan di Stade Francis Turcan dengan kapasitas 12000 orang penonton kurang lebih ini sudah mencapai suasana yang sangat menggairahkan.
Pasalnya pertandingan semi final yang di na ti nanti, dimana Meksiko yang di kategorikan untuk lolos ke final atau babak selanjutnya itu justru sekarang sedang dalam keadaan yang tertinggal jauh.
Meksiko tertinggal 3 gol oleh Indonesia. Semua gol itu di ciptakan di babak pertama.
2 gol di cetak oleh Sean dan 1 gol oleh Rafli sang penyerang.
Gol kedua yang di cetak oleh Sean adalah gol di menit menit terakhir atau menit tambahan babak pertama.
Dimana gol itu terjadi setelah Sean melakukan kecohan terakhir pada pemain bertahan lawan, karena kehilangan tumpuannya itu, pemain bertahan itu tidak bisa lagi menjaga dan mengawal apalagi mengikuti pergerakan Sean.
Sean yang sudah bebas itu akhirnya memanfaatkan kesempatan emas itu dengan menendangnya secara langsung ke arah gawang karena jaraknya yang sudah termasuk jarak tembak Sean yaitu 21 meter dari gawang.
Sean melakukan tembakan melengkung dari sisi sebelah kiri menuju tiang jauh. Dimana jika dari posisi penjaga gawang adalah tiang sebalah kirinya.
Namun karena tendangan melengkung Sean yang sangat akurat dan indah, tendangan ini itu tak mudah untuk di selamatkan.
Penjaga gawang Meksiko juga sudah berusaha namun tangannya yang sudah berusaha di ulurkan masih tak menyampai ke arah bola itu.
Tendangan melengkung Sean terbilang sangat akurat, itu tepat ke pojok kanan atas dan sangat sulit di jangkau oleh penjaga gawang.
Pertandingan antara Indonesia melawan Meksiko yang sudah memasuki babak kedua ini juga terbilang sangat panas, karena para pemain Meksiko sudah mulai main tidak sesuai dengan biasanya.
Mereka mulai bermain kasar dan melakukan tindakan keras.
Saat pemain Indonesia menguasai bola, mereka tak segan segan melakukan pressing namun bukan pressing yang di permasalahkan nya.
Tapi gerakan setelah pressingnya itu, dimana mereka melakukan sikutan atau tinjuan pada perut.
Namun gerakan yang dilakukannya di tutupi oleh badannya sendiri sehingga wasit maupun asisten wasit tak melihatnya.
Meski sudah di perlakukan secara kasar dan keras, para pemain Indonesia masih bermain dengan tenang seperti biasanya.
Justru mereka lah yang senang karena para pemain Meksiko sudah terkena mental dan moral nya sehingga tak serius bermain.
Namun bukan itu saja, mereka juga harus tetap berhati hati agar tak terjadi kecelakaan.
Pertandingan yang terus berlanjut itu memasuki menit ke 73.
__ADS_1
Pelatih Indra Sjafri di pinggir lapangan sudah tak tahan melihat para pemain Meksiko yang seenaknya.
Dia tak ingin pemainnya terluka.
Pelatih Indra Sjafri juga mulai melakukan pergantian.
Sean dan Egy juga Witan digantikan oleh Hanis, Todd Rivaldo dan Feby Eka Putra.
Mereka mengisi bagian depan seperti biasa.
Dengan pergantian yang dilakukan oleh Indonesia, permainan di lapangan juga sedikit berubah.
Dimana Todd Rivaldo dan Feby Eka di instruksikan oleh pelatih Indra untuk lebih mundur di bagian belakang.
Mereka di berikan instruksi agar lebih mengisi lini tengah dan menyisakan Hanis dan Rafli di depan berdua saja.
Dengan formasi yang kini berubah menjadi 4-4-2 itu, lini tengah Indonesia juga semakin seimbang.
Pertandingan terus berlanjut.
Namun serangan Indonesia tak kunjung datang, mereka lebih memilih untuk menguasai bola wilayahnya dan melakukan serangan cepat jika ada kesempatan.
Tapi serangan cepat itu hanya sekedar tipuan saja, ketika mereka menyerang melakukan serangan cepat, mereka mengoperkan kembali bola ke belakang.
Itu di lakukan agar para pemain Meksiko lelah dengan staminanya dan pikirannya.
Apalagi Meksiko mengerti bahwa tindakan permainan Indonesia ini juga sedang mengulur waktu saja.
Pertandingan terus berlanjut, memasuki menit 78, Rafli di gantikan oleh Raffi yang seorang gelandang.
Formasi Indonesia juga kembali berubah menjadi 4-5-1, dimana hanya menyisakan Hanis sendirian di depan saja.
Namun karena situasi tidak menyerang, Hanis juga hanya bulak balik saja mencoba menganggu konsentrasi para pemain Meksiko.
Memasuki menit tambahan yaitu 81, Lutfi yang menguasai bola pun akhirnya melakukan kesalahan.
Dia terpeleset ketika sedang mengontrol bola.
Bola yang ia kuasai juga terpental dari kakinya dan di rebut oleh gelandang Meksiko.
Gelandang Meksiko itu tentunya tak mau menghilangkan kesempatan emas ini.
Meski tetap kalah, mereka tak ingin pertandingan ini mereka kalah telak, dimana mereka tak bisa memberikan 1 gol pun.
Gelandang itu dengan cepat memberikan umpan terobosan ke depan, dimana Diego Lainez berada.
__ADS_1
Tepat dengan umpan terobosan itu, Diego Lainez juga sudah bergerak mencoba menjemput bola.
Saat dia sudah menjemput bola, dia mengontrolnya dengan baik, karena posisinya yang kurang enak, Diego Lainez memutar badannya.
Punggung yang asalnya menghadap arah gawang Indonesia kini sudah berbalik karena putaran badannya itu.
Diego Lainez kini sedang menghadap ke gawang Indonesia.
Dia tentunya tak mau membuang banyak waktu, dia pun mengambil ancang ancang dan akan melakukan tembakan.
Namun saat akan menembak, Nurhidayat dari belakang melakukan tekelan.
Tapi saat tekelan akan mengenai bola nya itu, Diego Lainez memindahkan bolanya ke arah kiri, dimana akhirnya Nurhidayat mengenai kaki Diego Lainez.
Diego Lainez yang tahu situasi juga langsung jatuh, wasit juga segera meniupkan peluit tanda nya pelanggaran.
Nurhidayat tentunya tak bisa berkata apa apa, dia hanya bisa menyesali keputusannya, apalagi posisi tekelan itu berada di dalam kotak penalti.
Irianto sebagai kapten tentunya menenangkan Nurhidayat agar tak merasa terlalu bersalah.
Dengan Irianto yang menenangkan Nurhidayat juga kembali pulih.
Diego Lainez yang terjatuh juga sudah terbangun dan sedang menyimpan bola di titik putih milik Indonesia.
Penjaga gawang Indonesia, Riyandi mencoba menganggu konsentrasi Diego Lainez dengan melakukan gerakan melompat lompat sambil menunjuk nunjuk ke arah kanan gawangnya.
Dia memprovokasi bahwa Diego Lainez akan menendang ke sana.
Diego Lainez yang melihat ini tentunya tenang, dia sudah terbiasa dengan provokasi seperti itu.
Wasit akhirnya meniupkan peluit tanda tendangan penalti harus di lakukan.
Diego Lainez mengambil nafas dalam dalam dan langsung berlari ke arah bola.
Saat dekat dengan bola, Diego Lainez memperlambat gerakan larinya.
Riyandi juga menjadi semakin fokus agar bisa menyelamatkan tendangan penalti ini.
Diego Lainez yang memperlambat gerakan larinya itu akhirnya sampai di bola, saat kaki akan menembak dengan keras, tiba tiba Diego Lainez menggunakan tendangan chipping bola.
Dengan tendangan seperti itu, Riyandi benar saja tertipu.
Tendangan Diego Lainez yang pelan dengan mengangkat bolanya itu mengarah ke tengah gawang, dimana Riyandi melompat ke arah kiri gawangnya.
Riyandi yang tak bisa menyelamatkan tendangan penalti itu tentunya tanda bahwa Diego Lainez berhasil mengesekusi tendangan penaltinya, namun dia tidak berselebrasi.
__ADS_1
Dia hanya berjalan berbalik ke tengah lapangan dan meninggal Riyandi yang malu karena terkena tipuan itu.