I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 41.


__ADS_3

Di ruang ganti Estadio Municipal Arouca, lebih tepatnya ruang ganti untuk tim Arouca. Sean dan rekannya sedang beristirahat karena stamina yang di kuras di pertandingan hari ini memang berbeda dengan biasanya.


Meski pertandingan tidak menggunakan intensitas tinggi, tapi karena otak terus bekerja juga stamina semakin terkuras.


Di ruang ganti, Sean meminum air sambil mendengarkan instruksi pelatih untuk babak ke 2 nanti.


"Babak ke 2 di mulai nanti, kalian harus siap bertahan, mereka memiliki bola kick off dan sudah pasti akan menguasai bola lalu menekan kita."


"Mereka ingin menyamakan skor dengan cepat agar mereka tidak terlalu terbebani ke depannya."


"Beri waktu sampai menit 70, baru kita bisa melakukan serangan lagi."


Ungkap pelatih Jorge Costa membuat para pemain mengerti apa yang akan mereka hadapi di babak kedua.


Meski mereka sudah menerka nerka, mereka tidak menyangka pelatih akan membiarkan pemain bertahan begitu lamanya.


Sampai menit 70 itu merupakan waktu yang lama.


"Coach, apa tak terlalu lama bertahan sampai menit 70?" Tanya Santos.


"Tidak, jika mereka menguasai bola terus mereka akan kelelahan, meski kita juga kelelahan, tapi kita mempunyai keuntungan yaitu gol. Jadi sebaiknya kalian harus bisa dengan baik menjaga stamina dan mengatur agar tidak terlalu mudah kelelahan."


"Babak ke 2 ini adalah pertarungan stamina kalian, kalo babak pertama tadi, itu pertarungan otak kalian." Ungkap pelatih.


Setelah beberapa saat, istirahat pun usai. Para pemain kembali ke lapangan dengan keadaan yang masih sedikit lelah.


Dengan kick off yang di mulai oleh tim Santa Clara, Santa Clara langsung melakukan penguasaan bola dan langsung memasuki wilayah tim Arouca.


Benar seperti yang di ungkapkan pelatih.


Para pemain pun mengatur ruang agar tidak terlalu banyak bergerak.


Para pemain Santa Clara yang memasuki wilayah pertahanan Arouca terus bergerak mencari ruang.


Baru saja menit awal babak ke 2, gelandang Santa Clara langsung melakukan umpan terobosan ke pemain depan Santa Clara yang berada di kotak penalti.


Saat bola hendak mencapai penyerang depan Santa Clara, penyerang Santa Clara pun langsung menjemput bola dan mengontrolnya dengan baik.


Dia berbalik dan langsung menembak tanpa melihat ke arah gawang.


Setelah bola di tendang, bunyi peluit berbunyi. Menandakan bahwa pemain depan tim Santa Clara telah offside.


Bola yang di tendang tadi juga tidak selamatkan penjaga gawang Arouca karena bola hanya membentur tiang gawang sebelah kiri.

__ADS_1


Pemain depan tim Santa Clara hanya bisa mengacak ngacak rambutnya karena ada peluang tapi tidak mampu mencetak gol, apalagi ini offside.


Setelah beberapa saat, tendangan bebas juga di lakukan oleh penjaga gawang Arouca.


Pertandingan di lapangan hijau Estadio Municipal Arouca terus berlanjut.


Dengan penekanan dan penguasaan bola tim Santa Clara yang terus menerus.


Santa Clara sudah memiliki total tembakan lebih dari 5 kali.


Dari 5 kali tembakan ada yang on target dan ada yang off target.


Kadang ada beberapa umpan terobosan yang terus menerus membuat frustasi penyerang depan Santa Clara karena terjebak offside.


Instruksi pelatih di saat istirahat tadi juga menjelaskan bahwa harus lebih peka pada umpan terobosan dan lakukan offside trap.


Sampai menit ke 65 di babak ke dua ini, Santa Clara terus menggempur tanpa ada gol yang di ciptakan.


Meski selalu mempunyai peluang, itu bisa di gagalkan oleh penjaga gawang atau tiang gawang dan mistar gawang.


Ada juga tendangan yang selalu di blok oleh pemain bertahan tim Arouca.


Sampai menit 65 ini, tim Arouca benar benar tidak menyerang ke wilayah Santa Clara dan fokus bertahan.


Menit ke 71, tim Arouca melakukan pergantian, dimana Alves masuk menggantikan Valente yang sudah kelelahan karena harus bergerak terus menerus.


Dia berposisi sebagai gelandang bertahan, dimana harus menutupi semua kemungkinan celah yang kosong.


Setelah pergantian pemain ini, Arouca benar benar berubah.


Mereka langsung ke luar dan tidak bertahan seperti di babak kedua awal.


Hal ini tentu saja membuat kaget pelatih Carlos Pinto, dia segera berlari ke pinggir lapangan untuk memberikan instruksi.


Menit 78, bola di kuasai oleh Santos.


Santos berjalan sambil menggiring bola pelan mencari rekan rekannya yang terus bergerak mencari ruang.


Dengan keringat yang sudah membasahi bajunya, Sean masih terus bergerak.


Jantungnya terus berdetak, namun Sean merasa sangat senang karena pertandingan hari ini benar benar pertama kalinya ia merasakan tekanan berat.


Memasuki kotak penalti, Sean bergerak terus di celah celah setiap pemain Santa Clara.

__ADS_1


Santos yang menguasai bola mengoper ke sisi kiri, dimana Nelsinho sudah naik dan mengisi pos Sean.


Nelsinho menerima operan dengan kontrol yang baik.


Nelsinho langsung mengamati kotak penalti dan melihat banyak pemain.


Nelsinho langsung melakukan umpan silang ke dalam kotak penalti, dia hanya berharap Beto mendapatkan bolanya.


Bola menuju kotak penalti, para pemain di dalam kotak penalti bergerak.


Mereka saling memegangi baju lawan satu sama lain untuk menghalangi dan menghambat pergerakan lawan.


Beto yang lebih dulu melompat mendapatkan bola dan melakukan sundulan ke gawang.


Namun bola itu segera berbelok karena terkena kepala pemain bertahan lawan yang tadi menjaga ketat Beto.


Corner kick pun di lakukan oleh Santos.


Santos mengangkat tangannya meminta temannya siap.


Setelag itu Santos mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti.


Jubal dan Basto yang merupakan pemain bertahan Arouca juga naik untuk memaksimalkan peluang corner kick.


Umpan corner kini Santos akhirnya mencapai kotak penalti, namun yang menyundul bola bukanlah pemain Arouca tapi pemain bertahan tim Santa Clara.


Bola yang terbuang kini menuju luar kotak penalti, Ericson yang berada di luar kotak penalti langsung mengontrol bola dengan dadanya dan melakukan tendangan voli langsung.


Bola melayang setengah di udara dan menuju gawang, saat akan mencapai gawang, bola membentur pemain lawan lagi dan menjadikannya corner kick lagi.


Ericson hanya bisa menyayangkan tendangannya yang sudah bagus dan akurat itu.


Santos mengangkat tangannya lagi dan segera melakukan umpan ke kotak penalti lagi.


Beto segera berlari menjemput bola karena bola yang diumpan Santos hanya dekat dengan tiang dekat.


Beto melompat dan melakukan back header.


Bola yang di sundul oleh Beto dengan back header itu mengarah ke gawang, namun masih sedikit lebih tinggi dari mistar gawang.


Peluang untuk Arouca gagal di manfaatkan untuk menambahkan gol.


Penjaga gawang Santa Clara menendang bola ke pemain bertahan Santa Clara.

__ADS_1


Kemudian, Santa Clara melakukan penguasaan bola lagi dan maju sedikit demi sedikit untuk memasuki wilayah Arouca.


__ADS_2