
6 Juni 2018,
Hari ini merupakan hari yang sangat penting bagi para pemain tim Nasional Indonesia U 19.
Merupakan sebuah kebanggan bagi mereka untuk sampai di hari ini karena tepat hari ini, mereka akan menggelar laga semi final tournament Toulon melawan Meksiko.
Meskipun ini masih tournament sepak bola untuk U 19, namun tournament ini masih membawa nama negara dan juga ini bukan hanya tournament kecil.
Tournament ini merupakan tempat lahirnya para bintang masa depan.
Tournament ini juga terbilang tingkat dunia karena mau itu tim dari Eropa atau Asia, mereka bermain di tournament ini.
Hanya sayang sekali tournament ini hanya 12 tim dan juga negara negara yang bisa berpatisipasi di tournament ini harus di undang oleh pihak acara.
Di Martigue, tepatnya Stade Francis Turcan, kursi penonton sudah terisi penuh oleh para penonton.
Mau itu penonton dari negara Indonesia yang hadir menyaksikan karena ada sebagian yang bekerja di sini, atau penonton dari negara negara lain.
Mau itu tim yang sudah lolos atau tidak, mereka pasti akan menontonnya karena mereka ingin tahu siapa yang akan menjadi bintang masa depan dunia sepak bola.
Pertandingan pertama yang di gelar adalah Inggris melawan Portugal yang sudah di gelar di waktu pagi hari, tepatnya pukul 10 pagi.
Sedangkan Indonesia melawan Meksiko kebagian bermain di pertandingan kedua atau siang hari, tepatnya pukul 2 siang.
Pertandingan antara Inggris dan Portugal di laga semi final pertama itu di menangkan oleh Portugal yang berhasil memenangkannya melalui adu penalti.
Skor di pertandingan tadi asalnya 2 - 2, sehingga pertandingan harus di lanjutkan adu penalti.
Di pertandingan adu penalti, Portugal unggul 5 - 4, itu di karenakan satu tembakan pemain Inggris tertepis oleh penjaga gawang Portugal.
Portugal kini sudah menunggu di partai puncak atau juga partai final, Portugal tinggal menunggu siapa yang akan menang di pertandingan ini dan menjadi lawannya.
Di ruang ganti Stade Francis Turcan milik tim Indonesia, Sean dan rekan rekannya sudah bersiap dengan seragam kebanggan mereka yang berwarna merah.
Dengan lambang garuda di dada sebelah kiri mereka.
Di pertandingan hari ini, Indonesia memainkan Riyandi sebagai penjaga gawang.
__ADS_1
Dua pemain bertahan di isi oleh Nurhidayat dan Rahmat Irianto. Kedua full back sisi kiri dan kanan di isi oleh Firza dan Asnawi Mangkualam.
Untuk pemain tengah atau posisi gelandang di isi oleh Luthfi, Abimanyu.
Pemain depan di isi oleh Sean di sisi kiri, dan Egy di sisi sebelah kanan.
Untuk penyerang depan di pertandingan ini, Indonesia langsung menurunkan 2 penyerang, 1 oleh Witan dan 1 nya lagi oleh Rafli.
Indonesia memainkan formasi 4-2-4.
Namun ketika Indonesia bertahan nanti, formasi akan berubah menjadi 4-4-2, dimana Sean dan Egy akan sejajar dengan Abimanyu dan Lutfi untuk mengisi ruang tengah.
Indonesia memainkan formasi ini karena mereka akan lebih menyerang di pertandingan ini.
Mereka juga sudah siap dengan skema yang di atur oleh pelatih, tapi tidak tahu apakah skema nya akan berjalan lancar atau tidak.
"Baiklah, semuanya."
"Pertandingan ini penting bagiku, bagi kita, bagi kamu sendiri, dan bagi negara kita."
"Bagiku ini sebagai pencapaian yang luar biasa, bagi kita ini sebagai pencapaian yang mungkin akan kembali sulit di raih dan ini hanya sekali terjadi, jadi manfaatkan. Bagi kamu sendiri, itu adalah pengalaman dan juga banyak sekali pengintai, ku doakan semoga setelah tournament Toulon selesai, anak anakku ini akan bermain di Eropa untuk melanjutkan karirnya. Bagi Negara, ini adalah sebuah kebanggan karena Indonesia kembali di kenal oleh dunia, tidak hanya karena sejarah tak terlupakan dimana Indonesia di jajah Belanda, tapi Indonesia di kenal dunia karena sepak bolanya yang sudah mencapai pencapaian baru."
"Bungkam mereka, tunjukan sayap Garuda kalian!"
"Terbanglah jangan berhenti di sini!" Ungkap pelatih Indra dengan penuh emosi, para pemain pun merasakan emosi yang meluap itu dan tubuh mereka juga bergetar tak terkendali, itu merupakan sebuah luapan emosi dan adrenalin yang sudah terpacu oleh ucapan sang pelatih.
Ini merupakan penyemangat moral bagi para pemain muda tim Indonesia.
"Oke, Irianto pimpin teman temanmu di lapangan dengan baik." Ungkapnya, setelah itu pelatih Indra berbalik dan berjalan ke arah luar ruang ganti, itu bersamaan dengan staff official yang datang memberitahu bahwa pemain harus segera masuk ke lapangan.
Di layar televisi siaran Indonesia, komentator juga sedang berbicara dan mengiklankan suatu produk.
Di layar besar, para pemain sudah memasuki lapangan.
Komentator juga segera beralih dan mulai memberitahu pemirsa sepak bola di Indonesia tentang susunan line up yang akan di turunkan oleh pelatih Indra Sjafri untuk tim Nasional U 19.
"Oh rupanya seperti itu." Ungkap komentator satunya yang berbicara setelah komentator satunya selesai memberi tahu susunan line up.
__ADS_1
"Pelatih Indra sepertinya ingin sekali Indonesia menang di pertandingan ini, namun jika mereka menurunkan formasi seperti ini, pertahanan akan sedikit rapuh, namun untuk serangan ini memang akan jauh lebih kuat."
"Semoga saja apa yang di harapkan pelatih Indra untuk menurunkan formasi ini juga berjalan dengan lancar."
"Indonesia harus menang."
"Siapa kita?" Tanya komentator.
"Indonesia" Jawab komentator satunya lagi.
"Siapa kita?"
"Indonesia."
"Baiklah, sepertinya pertandingan sudah di mulai dan lihat benar saja, Luthfi yang mendapatkan bola kick off tidak menguasai bola seperti biasanya, dia langsung melakukan umpan jauh ke depan." Ungkap komentator.
"Oh lihat, 4 panah Indonesia sekarang sedang masuk ke dalam pertahanan lawan." Ujar satu komentatornya yang lain.
Di lapangan, bola yang di tendang oleh Lutfi dengan umpan panjang itu menuju ke daerah pertahanan lawan.
Sean, Witan, Rafli dan Egy juga sudah masuk menusuk lebih dalam ke pertahanan mereka.
Bola yang di tuju oleh Lutfi barusan itu tidak ke arah ke 4 itu, tapi ke depan pemain itu, berharap Witan atau Rafli mendapatkan bolanya dan tinggal Sean dan Egy yang membantunya nanti.
Pemain Meksiko tentu kaget dengan umpan panjang tiba tiba seperti itu.
Pemain bertahan lawan yang memiliki postur tubuh tinggi juga melompat untuk melakukan sundulan, dia berniat menghalau bola namun sundulannya tidak mengenainya karena ternyata bola masih jauh lebih tinggi dari lompatannya.
Witan segera berlari lebih kencang, bola itu juga segera mendarat setelah tadi tidak mengenai sundulan pemain bertahan lawan.
Bola yang mendarat itu, tepat di jarak 18 meter dari gawang.
Witan yang sudah bebas dari kawalan karena pemain bertahan lawan tadi memilih untuk menghalau dengan melakukan sundulan.
Witan yang berlari kencang awalnya akan langsung menembak saat dirinya sudah dekat dengan bola, namun tidak di sangka salah satu pemain bertahan lawan yang mengejar Rafli tadi jadi menghadangnya.
Witan yang masih tenang pun dengan tenang menyodorkan bola ke dalam kotak penalti melewati di antara dua kaki pemain bertahan lawan itu (nutmeg).
__ADS_1
Bola yang di sodorkan oleh Witan itu tak tentu tujuannya untuk siapa. Tapi saat komentator di siaran televisi dan para pemain di lapangan bingung, tiba tiba ada salah satu pemain berseragam merah berlari dengan kencang dari arah lain melewati pemain bertahan.