I'M Footballer

I'M Footballer
Chptr 66.


__ADS_3

Di Stade d'Honnour, pertandingan antara Indonesia dan Prancis kini masih berada di babak pertama.


Waktu yang berjalan juga masih berada di menit ke 32, namun skor pertandingan ini masih 0 0.


Ini menunjukan bahwa Indonesia bermain sangat baik saat menghadapi salah satu raksasa Eropa di dunia sepak bola.


"Ini merupakan hal yang baik karena selama 30 menit berjalan ini, Indonesia atau para punggawa muda kita bisa menahan atau mampu menghadapi serangan mereka."


"Namun ada satu kesalahan setiap para punggawa muda kita melakukan serangan, mereka terlalu terburu buru untuk menembak dan tidak melihat rekan di sekitarnya."


"Contoh seperti tadi, di menit ke 26, Sean yang sudah lepas dari pengawalan ketatnya sudah memasuki kotak penalti, namun Abimanyu tidak memberikan operan padanya dan lebih memilih untuk melakukan tembakan dari luar kotak penalti."


"Jika kita bisa memaksimalkan peluang tadi dengan mengoper pada Sean yang kosong, kita bisa lebih mudah merobek gawang lawan karena Sean di dalam kotak penalti."


"Namun kita juga tak bisa menyalahkan mereka karena pandangan di lapangan saat bermain sangat berbeda dengan kita yang menonton melalui tayangan."


"Kita hanya berharap yang terbaik agar para punggawa muda kita bisa meraih kemenangan melawan Prancis." Ungkap komentator yang kini masih fokus melihat pertandingan namun mulutnya fokus berbicara tanpa henti.


Di rumah Sean, ayah Sean sedang kesal karena melihat peluang yang terlewatkan tadi.


"Harusnya dia berikan pada anakku, anakku pasti bisa mencetaknya menjadi sebuah gol."


"Hahhhh, siapa pemain tadi itu? Aku tidak menyukainya." Ungkap ayah Sean marah.


"Jangan begitu, pandangan dia dengan kita berbeda, mungkin dia tidak melihat anak kita di posisi yang sudah kosong." Jawab Ibu Sean yang melihat suaminya kesal dan marah marah.


Adik Sean dan keluarga lainnya yang melihat ini hanya bisa terdiam saja, tapi di dalam hati mereka, mereka juga sama dengan ayah Sean.


Di tongkrongan teman teman Sean yang sedang menonton pertandingan, " Wahhh si brengzekkk, dia tidak mengoper pada Sean di saat ada peluang bagus seperti itu." Ungkap salah satu teman Sean.


"Iyaa, padahal Sean sudah kosong


Matamu buta ya." Sahut yang lainnya.


"Sudah sudah berisik, kita lihat saja pertandingan masih berlanjut." Ucap Alby yang menengahi teman temannya. Meski sama ia juga merasakan kesal, tapi ia juga tahu bahwa jika dia di posisi Abimanyu, dirinya juga tak akan mengoper pada Sean.


Bukan karena Sean tidak terlihat, tapi ruang tembak juga terbuka lebar.


Di Stade d'Honnour, kini Prancis sedang menguasai bola. Mereka kini sudah memasuki seluruh wilayah Indonesia.


Para penyerang mereka juga sudah menekan wilayah pertahanan Indonesia. Namun para pemain Indonesia tetap tenang.


Mereka berusaha sebaik mungkin mengawal ketat pemain yang berbahaya dan menutup ruang serapat mungkin agar bola tidak melewati jalur itu.

__ADS_1


Sean yang selama di babak pertama ini belum mendapatkan peluang tembakan dan hanya menyentuh bola beberapa kali juga harus ikut bertahan.


Dia terus melakukan pressing agresif saat pemain di dekatnya menguasai bola.


Memasuki menit ke 38, Prancis yang sudah menekan terlalu lama juga memberikan umpan terobosan ke sisi pertahanan sebelah kanan Indonesia.


Dimana Asnawi berada.


Asnawi yang kini sedang beradu lari dengan Winger Prancis untuk mengambil bola juga tak diam saja, ia menggerakkan tangannya dengan nakal saat berlari.


Ia menahan tangannya di dada Winger Prancis agar pemain Winger itu tidak bisa mendahuluinya.


Bola yang sudah dekat dengan sudut lapangan itu berhenti tiba tiba, Asnawi dan Winger itu berlari semakin cepat.


Saat sudah dekat, Asnawi melakukan tackle untuk membuang bola.


Winger lawan yang tak mau itu terjadi juga mempercepat gerakannya.


Dengan tacklean Asnawi yang sudah di luncurkan, Winger yang bergerak cepat itu akhirnya tidak meraih bola namun ia tertackle di pergelangan kakinya.


Wasit juga segera meniupkan peluit.


Asnawi yang tak merasa pun langsung berdiri dan protes.


"Saya mendapatkan bolanya terlebih dulu." Ungkap Asnawi protes pada wasit.


"Tackle mu terlalu keras, meski bola di sentuh tapi bola tetap keluar dan kamu menackle." Wasit memberikan peringatan.


Asnawi pun hanya bisa kembali dan tendangan bebas juga di miliki oleh Prancis.


Winger itu tersenyum, meski sedikit kesakitan tapi usahanya tak sia sia.


Tendangan bebas juga segera di lakukan.


Bola segera melayang ke atas kotak penalti, dimana para pemain tinggi dari kedua tim sudah berkumpul di dalamnya.


Saat bola sudah sedikit turun, para pemain berlomba lomba melompat agar bisa menyundul bola.


Para pemain Prancis bertubuh tinggi menyundul agar bisa menjadikannya sebuah gol, para pemain Indonesia bertubuh tinggi menyundul bola agar bisa membuang bola ke luar kotak penalti atau ke luar lapangan.


Irianto yang tidak menjaga ketat pemain lawan berusah melompat setinggi mungkin agar bisa menyundul bola.


Dengan usaha keras dalam lompatannya, Irianto juga berhasil menyundul bola dan membuang bola keluar kotak penalti.

__ADS_1


Abimanyu yang di luar kotak penalti juga mendapatkan bola itu.


Ia segera berbalik dan akan segera melakukan serangan balik, namun dia mendengar peluit.


Ia berhenti.


Karena tak tau apa yang terjadi.


Di kotak penalti, Irianto yang mendarat itu kini sedang dalam posisi jatuh di lapangan dengan memegangi pinggangnya.


Ternyata di saat sudah menyundul bola, pemain lawan menghadang Irianto karena terlambat melompat, namun karena hadangan itu, Irianto tidak bisa mendarat dengan baik dan akhirnya jatuh.


Abimanyu dan Sean juga berlari ke kotak penalti protes pada wasit karena ini advantage.


Sean tak terlalu memperhatikannya karena menurutnya ini adalah peluang.


Teman teman lainnya juga sama melakukan protes karena ini advantage.


"Rekanmu jatuh dan pelanggaran."


"Tidak, ini advantage, bola di dapat oleh kami."


Dengan banyak perdebatan antara pemain dan wasit, akhirnya tendangan bebas juga harus di lakukan.


Irianto yang tak apa apa juga kesal, karena menurutnya ia juga masalah jika tak pelanggaran.


Tapi wasitnya bersikeras meniup peluit dan memilih itu pelanggaran.


Dengan tendangan bebas yang di tendang oleh penjaga gawang Riyandi. Bola di operkan pada Asnawi di sebelah kanan.


Asnawi tidak langsung maju dan memberikan bola pada Nurhidayat.


Nurhidayat menguasai bola sebentar dan memberikannya pada Raffi.


Raffi juga tak lama menguasai bola dan memberikan ke sisi kiri pada Firza.


Firza membawa bola sedikit ke depan melewati garis tengah.


Saat sudah melewati garis tengah, Firza berhenti dan memberikan bola kembali kebelakang pada Lutfi.


Firza melakukan itu karena ruang di depannya tertutup dan rekannya juga di jaga ketat jadi dia tidak bisa mengoper ke depan.


Luthfi yang menguasai bola itu dengan santai melirik kanan kiri lalu ke depan.

__ADS_1


Tak lama, ia mengoper pada Raffi yang membuka ruang sebelah kanan.


Raffi menguasai bola sebentar dan memberikan pada Abimanyu.


__ADS_2