
18 Mei 2022,
Stadium Anfield sudah di penuhi dengan para penonton dari kedua tim.
Mereka ingin mendukung tim kebanggan dan tim favorit mereka, apalagi saat ini keduanya merupakan tim papan atas di klasemen saat ini.
Bukan hanya itu saja, di pertandingan ini para penonton menantikan siapa yang akan menang dan tentunya peraihan dari gelar Premier League juga tergantung pada ini.
Jika pertandingan ini berakhir imbang, tentunya penentuan akan ada di pertandingan terakhir.
Namun jika hasil yang di raih masih sama, maka Manchester City harus merelakan Liverpool yang berhasil meraih gelar juara.
Para penonton Liverpool sudah menyanyikan lagu lagu kebiasaan mereka, mereka akan menyanyikan lagu You'll Never Wall Alone ketika para pemain akan masuk ke lapangan.
Itu mereka lakukan sebagai bentuk sambutan pada para pemain agar para pemain bisa lebih semangat lagi bermainnya.
Di ruang ganti Milik Liverpool, para pemain termasuk Sean sedang memasang wajah yang serius.
Mereka mendengarkan instruksi dari bos.
"Aku tidak ingin banyak mengatakan apapun untuk hari ini, kalian juga tahu alasannya." Ucap bos simpel.
"Baiklah, bermain dengan baik, bermainlah dengan sekuat tenaga dan seluruh kemampuan." Ucap Virgil yang mengenakan ban kapten.
"Aku ingin kita meraih gelar Premier League, jadi kita tumbangkan mereka di sini, agar mereka tidak bisa mengejar kita."
"Kita harus meninggalkannya agar kita terbebas dari penekanan yang sudah berlangsung lama."
Maksud dari perkataan Virgil adalah Liverpool yang selalu diikuti oleh Manchester City dengan poin yang sama.
Para pemain langsung berteriak kompak saat mendengar ucapan Virgil.
Henderson yang merupakan kapten juga memberikan beberapa motivasi dan semangat bagi para pemain, dia tahu bahwa para pemain saat ini masih muda, tapi mereka sudah matang karena memiliki banyak pengalaman saat ini, tentunya mereka hanya memerlukan sedikit semangat lagi supaya bisa tampil memukau.
Setelah beberapa saat, para pemain memasuki lapangan.
Setelah bersalaman dan menentukan siapa yang akan memulai kick off, para pemain tidak langsung kembali ke posisi.
Mereka datang untuk berfoto terlebih dulu, di saat para pemain selesai berfoto dan akan pergi, kedua kapten dari kedua tim sama sama menghentikan para pemainnya untuk pergi ke posisinya.
Kedua kapten itu meminta agar rekannya tetap dalam posisi berfoto, setelah itu, para pemain Manchester City menyatu dan ikut berfoto bersama.
Ini merupakan keanehan namun meski begitu ini sangat indah dan membuat banyak para penonton langsung berteriak kagum.
Setelah sesi foto, para pemain kembali ke posisi karena pertandingan akan segera di mulai.
Kick off akhirnya di mulai dengan para pemain Manchester City yang memulainya.
__ADS_1
Mereka langsung melakukan penguasaan bola.
Waktu juga berjalan seiring dengan bola yang terus di oper kan oleh para pemain Manchester City itu.
Para pemain Liverpool mengikuti instruksi bos, mereka melakukan pressing agresif.
Bos memilih ini karena menurut bos akan sangat berbahaya membiarkan para pemain Manchester City menguasai bola terlalu lama.
Apalagi Kevin De Bruyne.
Declan Rice juga tak berhenti dan terus mengikuti pergerakan Declan Rice.
Mau Kevin De Bruyne turun ke wilayahnya pun, Declan Rice terus ikuti.
Dia menerima arahan tambahan dari bos atau arahan khusus untuk menjaga Kevin De Bruyne.
Tentunya ini belum tentu hasilnya akan seperti apa, apakah dengan penjagaan Declan Rice pada De Bruyne akan membuat pola serangan Manchester City terputus atau masih ada pemain lain yang kreatif seperti De Bruyne.
Memasuki menit 5 pertandingan, Aurelien berhasil merebut bola dengan usahanya.
Dia berduel dengan Bernardo Silva, dimana Aurelien menekannya dan menarik bajunya dari sudut yang tak terlihat oleh wasit.
Bernardo yang terganggu juga akhirnya hilang keseimbangan, namun Aurelien sangat pintar, ketika tahu bahwa Bernardo kehilangan keseimbangan dia mengangkat kedua tangannya memberikan sinyal bahwa dia tidak bermain tangan atau menariknya.
Aurelien yang menguasai bola mengirimkan umpan panjang ke depan sebelah kiri.
Sean yang melihat bola datang ke arahnya bersiap untuk menerima bola dengan dadanya, tentunya Sean juga menjaga pemain lawan atau Kyle Walker.
Maksudnya menjaga adalah menahan agar Kyle Walker tidak berada di depannya tapi berada di belakang punggungnya.
Sean melompat dan melakukan kontrol bola dengan dadanya, saat bola akan turun ke tanah, Kyle Walker buru buru menyodok bola namun sadar akan hal itu, dia dengan cepat melakukan pemindahan bola menggunakan kaki kanannya agar bola tidak tersentuh oleh sodokan kaki Kyle Walker.
Kyle Walker yang berusaha itu sia sia, dia juga menekan tangannya di punggung Sean dan satu tangannya lagi memegangi baju Sean.
Matanya terus tertuju pada bola, Sean juga saat ini tidak bisa berbalik.
Dia kemudian menahan bola dengan kaki ya dan kepalanya melakukan pengintaian pada rekan rekannya di lapangan.
Dia berniat memberikan operan, saat Sean melakukan pengintaian, Robertson berlari menyamping.
Kyle Walker juga teralihkan, namun tangannya masih memegang baju Sean.
Meski begitu, sepersekian detik itu Sean manfaatkan dengan sangat baik.
Dia berakselerasi dengan sangat cepat dan menusuk ke dalam.
Dia juga akhirnya berada di posisi idealnya untuk melakukan tembakan.
__ADS_1
Tentunya, itu tak di biarkan dengan mudah oleh para pemain Manchester City.
Rodri yang merupakan gelandang juga segera menutup, namun sayang usaha nya sia sia.
Sean justru beruntung karena adanya Rodri dia bisa bergerak sedikit lebih ke luar dan memaksimalkan posisinya.
Saat Rodri menutup ruang tembaknya tadi, Sean memindahkan bola dengan kaki kanannya ke bagian sedikit luar.
Saat sudah melewati Rodri, Sean juga tak membuang banyak waktu.
Dia langsung mengirimkan tembakan melengkung ke pojok kanan atas.
Bola tersebut juga tak bisa di halau oleh Ruben Dias dengan sundulan nya yang berusaha melompat untuk membuang bola.
Ederson penjaga gawang Manchester City juga segera melompat untuk menyelamatkan bola tersebut.
Dia mengulurkan tangan kirinya untuk meraih bola, dia gelisah saat tangannya tidak bisa meraih bola.
Saat dia sangat pesimis, bola benar benar menukik dan langsung melewati tangannya dengan cepat.
Bola akhirnya masuk ke dalam gawang.
Sean yang berhasil mencetak gol juga langsung melakukan selebrasi dengan membuat gerakan tangan membuat huruf S.
Sean melakukannya di depan kamera.
Di saat selebrasinya itu, rekan rekan lainnya juga berlari dan langsung melompat ke punggung Sean.
Sean menahannya dan tidak jatuh.
Bos di pinggir lapangan juga sudah berselebrasi dengan meninju ke atas dari bawah.
Dia senang timnya unggul lebih dulu, dia tidak menyesal menurunkan Sean di awal babak.
Pasalnya, bos awalnya berencana memainkan Sean di babak ke 2.
Dia berencana memainkan formasi 4 5 1.
Dimana hanya akan memainkan Mbappe saja di depan, dimana Gelandangnya akan di tambah oleh Fabinho dan Henderson agar lini tengahnya semakin kuat dan bisa bertarung dengan para gelandang dari Manchester City.
Bos juga berencana bahwa dia hanya akan membuat timnya mencetak gol di babak ke 2 dan selama babak 1 akan menahan saja tapi dengan pressing tinggi.
Dia berniat melakukan itu untuk menguras stamina pemain lawan agar nantinya ketika Sean dan Felix main, keduanya mampu memporak porandakan wilayah dari tim Manchester City.
Perayaan gol juga akhirnya selesai setelah sang wasit memberikan aba aba bahwa pertandingan harus segera di mulai lagi.
Pertandingan kembali dimulai.
__ADS_1