
Sean yang berada di asramanya dan melakukan panggilan vidio bersama rekan rekan sekolahnya saat di Indonesia terus berbincang panjang lebar dan menceritakan kehidupan di sekolahnya.
Sean juga menceritakan sedikit tentang dirinya sendiri di sini karena di tanya oleh rekan rekannya.
"Jadi kapan pulang Sean?" Tanya Albi, teman Sean.
"Mungkin setelah musim Liga Pro 2017 / 2018 selesai. Kira kira bulan Mei atau Juni."
"Haha bawa cewek dari sana oke?" Tanya teman lainnya yang merupakan playboy kelas Sean dulu.
"Aku tak banyak keluar di sini, jadi aku tidak punya teman wanita." Ungkap Sean.
"Kamu ini seperti anak kecil saja, padahal hidup dan tinggal di sana lebih enak, jauh dari pengawasan orang tua. Harusnya kamu manfaatkan." Ungkap Gilang yang merupakan playboy kelas Sean.
"Aku ke Eropa untuk menjadikan mimpiku menjadi kenyataan, bukan cari cewe." Ungkap Sean.
"Oiya, aku mau bertanya." Sean tiba tiba berbicara.
"Tanya saja."
"Kamu tahu aktris yang namanya Callista?" tanya Sean tiba tiba.
"Haha tahu, dia aktris yang sedang naik daun sekarang, banyak film film di bintangi olehnya." Ungkap Gilang yang suka dengan wanita cantik.
Albi dan teman lainnya termasuk Sean hanya diam.
"Kenapa kamu menanyakan ini?" Tanya Albi.
"Ibuku aneh, biasalah." Ungkap Sean.
"Dia cantik Sean, aku pernah melihatnya langsung secara tak di sangka." Ungkap Gilang.
"Jadi bagaimana?" Tanya Sean.
"Ya dia cantik."
"Itu saja?"
"Iyaa."
Sean pun terus berbicara dengan teman temannya, saat jam sudah sampai jam 9, Sean izin pada teman temannya untuk tidur lebih dulu karena harus jaga pola tidur terus harus berlatih keesokan harinya.
Teman teman Sean juga mengerti dan langsung mengakhiri panggilan grup.
Di saat Sean tidur, teman teman di Indonesia nya masih berkomunikasi di grupnya.
"Haha si cengeng itu sekarang tambah aneh."
"Dia memang tampan melebihi Gilang tapi dia tidak mewarisi sifat sepertimu Lang." Ungkap Albi meledek.
"Brengzeeek. Dia sekarang terlihat mempunyai badan yang bagus, aku tidak sabar bertemu dengan dia." Ungkap Gilang.
__ADS_1
"Kenapa ingin bertemu dengannya?"
"Biar ku ajarkan dia cara mendekati wanita, kasian dia, dia tampan tapi gapunya cewe haha."
"Kenapa Sean tidak bermain di timnas?" Tanya Albi tiba tiba.
"Mungkin tidak terpanggil dan tidak ada yang tahu juga."
"Kalo gitu aku harus bikin akun fanspagenya di instagram supaya orang orang Indonesia tahu bahwa ada pemain muda Indonesia yang berkarir di Eropa." Ucap Albi yang selalu dekat dengan Sean.
"Haha silahkan mas Albi." Ungkap Gilang meledek.
Pembicaraan di grup terus berlanjut, namun Sean tidak tahu menahu tentang itu.
Keesokan harinya,
Sean yang sudah melakukan joging pagi sudah kembali ke asramanya dan hanya tinggal menunggu latihan pagi saja nanti jam 10.
Sore hari nanti, Pelatih Jorge Costa harus menghadiri konferensi pers pertandingan di Estadio Municipal Arouca.
Namun Sean tidak ikut karena tak di izinkan dekat dengan media.
Saat jam sudah jam 9 lebih, Sean berangkat ke lapangan latihan tim Arouca.
Sesampainya di sana, seperti biasa masih belum ada yang datang.
Sean melakukan pemanasan dan melakukan latihan sendirian terlebih dulu.
Beberapa menit kemudian, para staff juga sudah datang di ikuti oleh para pemain. Namun pelatih belum datang.
"Sean, kebiasaanmu ini jarang di miliki oleh pemain muda lainnya." Ungkap Rocha sambil menepuk nepuk bahu Sean.
Sean hanya membalas dengan senyuman.
"Iyaa, pemain muda biasanya menghabiskan uang dengan foya foya, cari gadis lalu pake, clubbing."
"Kenapa kamu tidak?" Ucap Beto sambil tertawa meledek.
"Jangan biarkan Sean seperti itu." Ungkap Santos yang mendengar pembicaraan dari tadi.
"Kamu ini, ajarkan Sean yang baik. Sayang jika dia harus hancur dalam karirnya, dia masih muda, apalagi Indonesia jarang sekali memilki pemain seperti dia." Ungkap Santos.
"Ku harap kamu menjadi sepak bola profesional dan meneruskan mimpi mimpi kami yang terlambat menjadi kenyataan." Ungkap Santos serius dan di matanya ada sedikit ketajaman dan kekaguman.
Saat mendengar ungkapan serius Santos, pemain veteran lainnya juga mengerti dan merasa ada benarnya.
"Iyaa, Sean, kamu harus wujudkan mimpi kita untuk bermain di lima liga utama. Kami akan bangga untuk menceritakan cerita tentang karirmu nanti jika kamu sudah menjadi bintang besar." Ungkap Beto.
Sean yang mendengar ini hanya tertegun, namun dia merasakan rasa hangat di dalam, dia juga ingin menangis karena terharu bahwa mereka sangat mempercayainya, Sean hanya bisa menahannya dan menjawab dengan senyuman dan anggukan saja.
Tak lama setelah obrolan Sean dan lainnya, pelatih Jorge Costa datang.
__ADS_1
"Pemanasan!!" Ungkap pelatih.
Para pemain dan Sean langsung melakukan pemanasan seperti biasa dengan intensitas rendah karena besok ada pertandingan.
Setelag kurang lebih 10 sampai 15 menit, pemanasan berakhir.
"Sekarang kita lewati latihan fisik dulu, karena akan terlalu menjadi beban dan aku takut kalian akan cedera."
"Besok kita harus dalam keadaan yang sangat sangat fit."
"Mari kita ke latihan teknik saja dulu, lakukan passing dengan segitiga yang bergerak." Ungkap pelatih.
Pemain pun melakukannya dan beberapa set kemudian ganti metode, dimana mengontrol bola dan menembak, mencari ruang dan segalanya.
Setelah 20 menit lebih, pelatih meminta para pemain berkumpul.
"Mari kita bahas taktik untuk besok."
Dengan itu pelatih mengucapkan tentang taktik yang akan di gunakan sembari menggerakkan papan taktik.
Pelatih juga memberi tahu tentang starting line up besok.
Sean memasuki starting line up seperti biasa. Kuca juga tidak keberatan karena ini keputusan pelatih.
Selesai latihan, Sean kembali melakukan latihan sendiri.
'Kerja keras Sean.'
'Mimpi mu harus jadi kenyataan.'
Sean berlatih dengan pelan pelan karena takut ada kecelakaan yang menimpanya ketika latihan, meski pelan pelan itu sudah teratur.
Setelah beberapa saat latihan mandiri, Sean kembali ke asramanya setelah membereskan peralatan latihan dan mengantarkannya ke ruangan logistik.
Di asrama, Sean menunggu kembali suhu tubuhnya turun.
"Banyak pertandingan yang akan di hadapi, dan banyak tim tim kuat seiring aku bertumbuh dan berkembang."
"Jika aku tidak bisa beradaptasi, aku akan tertinggal dan mimpi ku akan terkubur."
"Kerja keras adalah tugasmu Sean."
"Doa dari ibu, keluarga dan teman akan selalu menyertaimu."
"Tergantung padamu saja, apakah kamu akan bekerja keras dalam setiap latihan dan pertandingan."
"Ayo semangat." Sean berkata sendiri untuk menyemangati hidupnya yang membosankan, meski begitu, motivasi motivasi seperti ini selalu mengingatkan Sean agar tidak lengah dan tidak berleha leha dalam setiap apa yang akan ia lakukan.
Setelah beberapa saat, suhu tubuhnya turun, Sean pun membersihkan tubuhnya dan setelah selesai, Sean memainkan PlayStation dengan mode karir pemain, ia menamakannya dengan nama sendiri dan memulai karirnya di PlayStation.
Sean ingin karirnya juga seperti di PlayStation sulit tapi pasti.
__ADS_1
Bermain PlayStation sampai sore hari, Sean merasa bosan dan tak lupa ia melakukan ibadah dan makan sesuai dengan anjuran dari pelatih fisik dan dokter gizi dari tim supaya tubuhnya berkembang ke arah yang benar.