
Malam harinya, Sean rebahan di sofa ruang tamunya sambil menonton film dari televisinya.
Sean sudah selesai menonton pertandingan Liverpool itu, dan akhirnya kemenangan juga di raih oleh Liverpool dengan 2 gol.
Wolves masih tak mampu untuk menghentikan tren positif yang di miliki oleh Liverpool.
Kedua gol itu di cetak oleh Mbappe dan Felix.
Keduanya benar benar menjauhkan diri dari Sean dalam torehan gol.
Felix juga akan segera menyusul Sean dengan 1 gol lagi. Sedangkan Mbappe, dia semakin menjauh dari Sean dengan jarak beberapa gol.
"Kamu harus segera tidur." Ucap Callista saat melihat jam di dinding sudah menunjukan pukul 9.
Sean hanya melirik nya saja.
Di saat akan menjawab ucapan Callista, ponsel Sean berbunyi ada panggilan masuk.
Ternyata itu dari Felix dan dia benar benar meledek Sean karena dia berhasil mencetak gol.
Setelah panggilan di tutup, Sean kemudian memakai selimut ke tubuhnya itu di atas sofa.
'Sarah benar benar tidak kasih kabar padaku, apakah benar sedang sibuk?'
'Bahkan ada berita cedera ku saja dia tidak menanyakannya.' Pikir Sean.
Meski ada Callista, pikiran Sean benar benar pada Sarah.
Kecantikan keduanya terbilang hampir sama, dimana Sarah 9,6 poin, sedangkan Callista 9,5 poin.
Tapi Sean memikirkan Sarah karena dia sudah sangat dekat dalam hubungannya, bahkan komunikasi juga sering.
Hanya saja Sean tidak tahu, Sarah menganggapnya sebagai apa.
'Apakah ku chat duluan saja?' pikir Sean.
Tak lama dia juga langsung mengirimkan pesan pada Sarah.
Setelah menunggu beberapa saat, balasan juga datang dengan cepat.
Sarah menjawab bahwa dirinya sedang sibuk. Sean mengerti dan langsung bilang bahwa maaf sudah menganggu.
Sean juga menyimpan kembali ponselnya di meja, tapi saat akan di simpan, ponselnya berdering tanda panggilan dari Sarah.
Sean dengan cepat menjawabnya.
Namun tak ada suara apapun.
Sean diam saja menunggu Sarah berbicara lebih dulu tapi tidak ada suara.
"Mungkinkah tidak sengaja?"
"Yah mungkin." Ucap Sean sambil akan mematikan panggilan itu.
Namun saat jempolnya akan menekan tombol akhiri panggilan dia mendengarkan suara.
"Jangan terlalu kencang!" Suara seorang wanita.
"Aku tidak bisa, tubuhmu benar benar sangat menggoda." Suara seorang pria.
__ADS_1
Sean mendengarkan ini, bahkan Callista yang duduk di samping atau sofa lain juga mendengarkan suara ini.
Sean masih saja fokus pada ponsel yang di pegang nya itu.
Wajahnya sedikit bingung, karena tidak tahu ada apa di sana.
Namun dia jelas tahu bahwa suara wanita tadi adalah Sarah.
Sean memilih diam dan terus mendengarkan apa yang keluar dari panggilan itu.
"Kamu tadi membalas pesan siapa hah?" Suara seorang pria lagi.
"Itu temanku, dia pemain sepak bola." Sean mendengar bahwa Sarah menjawab nya.
"Halah, mending denganku saja, aku pengusaha kaya, lihat saja, aku bisa membuat menginap di hotel berbintang seperti sekarang."
"Berbalik!" Ucap seorang pria itu.
Sean tidak tahu apa yang terjadi di sana, tapi setelah mendengarkan suara lanjutan nya, Sean hanya tercengang.
Sean masih mendengarkan suara yang terus muncul dari panggilannya dengan Sarah, dimana dia mendengar ******* ******* wanita.
Callista juga melirik Sean dan bergumam ada apa.
Sean tidak menjawabnya dan masih fokus dengan suara suara yang terus keluar lebih kencang dan keras.
'Apa yang di lakukan Sarah?'
'Ini?' Pikir Sean.
Pikiran Sean juga semakin tak menentu, dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh Sarah di sana.
Kemudian dia berkata pada Sean dengan pelan 'Dia sedang melakukan hubungan.'
Sean jelas terguncang mendengar ini, wajahnya juga menjadi sangat sangat jelek.
Setelah beberapa saat, terdengar ******* puas dari suara seorang wanita.
"Ah kamu jahat." Suara Sarah.
"Haha, terima kasih." Suara seorang pria.
Sean masih saja mendengarkan meski sudah tidak ada suara lanjutan lagi.
"Apakah kamu dekat dengan pria yang tadi kamu balas?"
"Iya dekat."
"Terus apa yang akan kamu lakukan padanya?"
"Kamu sudah berhubungan denganku, apakah mungkin dia masih mau menerimamu?"
"Tentu saja, dia kan tidak tahu apa yang ku lakukan sekarang." Jawab Sarah.
Sean mendengar ini jelas merasa sangat tersakiti.
Dia jelas jelas sudah sangat dekat dengan Sarah, hanya tinggal menunggu momentum saja seperti yang di jelaskan Felix untuk mengungkapkan perasaannya.
Tapi akhirnya menjadi begini, kemudian Sean menekan akhiri panggilan.
__ADS_1
Dia menghela nafas dan menyimpan ponselnya.
Dia bersandar pada bantalan yang ada di sofa.
"Itu siapa?" Tanya Callista penasaran.
"Wanita yang dekat denganku, tapi seperti nya mulai sekarang tidak lagi." Jawab Sean lemah.
Callista mendengar ini hanya tersenyum saja di luar, tapi di dalam dia berpikir.
'Apakah dia dekat wanita lain?'
'Tapi kenapa wanita itu malah berhubungan dengan pria lain?'
"Sudah jangan di terlalu di pikirkan, sekarang kamu harus istirahat, sudah lewat dari jam tidurmu sekarang." Ucap Callista yang sangat tahu jadwal tidur Sean.
Sementara itu, di tempatnya Sarah.
Sarah sedang tidak memakai 1 helai pun kain di tubuhnya, dia sedang rebahan di atas kasur sambil mengobrol dengan seorang pria.
"Kamu harus menungguku menyelesaikan penelitian di luar, setelah itu, kita akan berlibur bersama." Ucap Sarah.
"Baiklah."
Kemudian Sarah mengambil ponselnya yang dia simpan tadi.
"Dimana ponselku ya tadi?" Tanya Sarah.
"Kamu simpan dimana tadi setelah membalas pria itu?"
"Aku lupa, aku melemparnya tadi."
Kemudian Sarah mencari ponselnya, setelah beberapa saat, dia menemukan dan melihat layarnya ponselnya.
Dimana saat ini layarnya berada di sebuah riwayat panggilan.
Dia melihat riwayat panggilan paling atas adalah Sean.
Dia kemudian mengkliknya dan melihat bahwa waktu panggilan yang terhubung lebih dari 3 menit.
Saat melihat waktu panggilan di lakukan jam berapa, Sarah langsung diam.
'Berarti tadi dia mendengarkan suara suara ku?'
'Bagaimana ini?' Pikir Sarah gelisah.
Dia sebenarnya sangat tertarik pada Sean dan dia juga berencana untuk menjalin hubungan dengan Sean, hanya saja pria pengusaha ini bisa membantunya dalam biaya penelitian dia ketika melakukan riset di lapangan, juga dia berkata bahwa dia bisa membantunya lolos di seleksi Miss Universe.
Sarah jelas tertarik dengan itu, tapi yang tidak di ketahui Sarah adalah, tidak mungkin Miss Universe ada campur tangan dari seseorang seperti pengusaha ini.
Jelas jelas bahwa Sarah tertipu saja. Tidak tahu apa yang terjadi pada Sarah, padahal Sarah adalah wanita yang berpengetahuan luas tapi kenapa bisa masuk ke dalam jebakan seperti ini.
'Aku harus bagaimana sekarang?'
'Tidak mungkin Sean marah kan?'
Kemudian Sarah mengetik pesan padanya.
"Aku sudah selesai, kenapa kamu belum tidur?" Isi pesan yang di kirim oleh Sarah pada Sean.
__ADS_1
Sarah kemudian berlari ke kamar mandi dan langsung membersihkan tubuhnya, selesai membersihkan tubuhnya, dia juga langsung memakai pakaiannya dan langsung bergegas keluar dari kamar hotelnya itu.